
Di Provinsi Utara, tempat yang sebelumnya sangat damai ini sudah berubah menjadi medan perang yang sangat ganas.
Setiap harinya, puluhan ribu prajurit akan saling bertarung.
Di sisi Kerajaan Orc-Goblin terdapat 70.000 pasukan yang terdiri dari 40.000 pasukan goblin, 20.000 pasukan Orc serta 10.000 Kavaleri Serigala.
Sedangkan pada pihak Provinsi Utara memiliki kurang lebih 150.000 pasukan yang 2 kali lipat lebih besar daripada pasukan Orc Goblin.
Walaupun memiliki pasukan lebih banyak, orang-orang di Provinsi Utara belum yakin untuk bisa memenangkan perang ini.
Alasannya adalah 10.000 pasukan Kavaleri Serigala benar-benar membuat mereka kerepotan, Kavaleri Serigala memiliki gerakan gesit yang bisa mengejutkan musuh-musuh mereka.
Lalu masih ada 20.000 pasukan Orc yang memiliki kekuatan menakutkan, para Orc ini mempunyai kekuatan di atas infanteri manusia.
Belum lagi, 70.000 pasukan Kerajaan Orc-Goblin dipimpin oleh seorang jendral terkenal yaitu Jendral Guliger, ia dijuluki sebagai jendral nomor 1 di seluruh Kerajaan Orc-Goblin.
Guliger sekarang adalah seorang Orc yang berusia 50 tahun, ia sudah menjadi prajurit sejak berusia 5 tahun serta memimpin pasukan pada usia 10 tahun.
Selain itu, Guliger sudah melalui banyak medan perang. Bahkan ia beberapa kali memenangkan peperangan yang sulit seperti dengan 1000 pasukan Orc, Guliger pernah mengalahkan pengepungan 5000 pasukan manusia.
Meskipun Guliger kuat, pemimpin di antara pasukan Provinsi Utara juga tidak lemah.
Pemimpin mereka tidak lain adalah jendral perbatasan utara kerajaan Azeroth yang sudah menjaga perbatasan selama puluhan tahun, Jendral Herfu.
Posisinya mungkin tidak sekuat Jendral Limo yang memimpin seluruh pasukan infanteri elit kerajaan, tapi dari segi kekuatan serta kecerdasan sebagai seorang pemimpin maka ia sama sekali tidak kalah hebat.
__ADS_1
Bagaimanapun jendral perbatasan merupakan sosok penting yang menjaga Kerajaan Azeroth dari serangan kerajaan lain, apabila jendral perbatasan lemah, Kerajaan Azeroth sudah lama dikalahkan oleh kerajaan lain.
Jadi, setiap sosok yang bisa menjadi jendral perbatasan pasti bukan orang sembarangan. Paling tidak, orang yang bisa menjadi jendral perbatasan hanya mereka yang sudah melalui ratusan medan perang api dan darah sebelum bisa duduk di posisi tersebut.
Setelah memiliki pasukan 2 kali lipat dari musuh, Herfu masih belum bisa menang. Alasannya bukan karena kurangnya kemampuan Herfu, melainkan pasukannya tidak bisa bergabung sepenuhnya.
Di antara 150.000 pasukan, 100.000 pasukan adalah milik Herfu namun 50.000 pasukan lainnya merupakan milik para bangsawan.
Bangsawan itu sangat egois, mereka berusaha mendapatkan keuntungan sebanyak mungkin di medan perang tanpa mengalami kerugian apapun.
Oleh karena itu, mereka menyarankan pasukan Herfu untuk berada di barisan depan agar bisa bertabrakan lebih dulu melawan pasukan musuh yang pasti menimbulkan banyak korban.
Herfu tentunya juga mengetahui ide para bangsawan ini, hal ini membuat Herfu tidak setuju.
Jika para bangsawan tidak berencana mengambil keuntungan apapun, Herfu pasti setuju. Masalahnya, bangsawan ini berharap pasukan Herfu yang bertarung sampai mati sedangkan para bangsawan akan ikut bersamanya ketika mendapatkan penghargaan dari raja karena berhasil mempertahankan perbatasan.
Ia bukan orang yang kejam, tapi Herfu sama sekali tidak tertarik dimanfaatkan seperti orang bodoh oleh para bangsawan ini.
Herfu merupakan seorang pria tua berusia 50 tahun, ia memiliki rambut pendek yang sudah berwarna putih akibat usia tuannya. Meskipun begitu, tubuh Herfu masih sangat kuat serta berotot yang tidak sesuai dengan usianya.
Ada aura darah dan keganasan di seluruh tubuh Herfu, ini bukanlah aura yang bisa didapatkan seseorang secara sembarangan melainkan aura ini hanya bisa dimiliki bagi mereka yang sudah melewati banyak medan perang dan menang.
Ketika Herfu sedang sibuk mengamati peta medan perang di ruangan kerjanya, suara ketukan terdengar dari pintu.
"Jendral, aku memiliki laporan terbaru dari Provinsi Kavaleri", suara seorang prajurit yang merupakan wakil Herfu terdengar.
__ADS_1
"Dari Provinsi Kavaleri? Apakah para bangsawan dan prajurit disana sudah dikalahkan oleh musuh? Ini terlalu cepat, padahal belum seminggu", kata Herfu, ia tidak akan berpikir bangsawan ataupun prajurit disana bisa mengalahkan pasukan dari Kerajaan Orc-Goblin "Bawa laporannya padaku!".
Pintu ruangan itu terbuka, seorang pria menyerahkan surat kepada Herfu.
Herfu mengambil surat itu lalu membukanya, saat ia membaca surat itu maka wajah Herfu berubah menjadi aneh "Bangsawan perbatasan di Provinsi Kavaleri benar-benar bisa menang dari pasukan Kerajaan Orc-Goblin? Bahkan mereka berhasil merebut 1 kota, apakah berita ini palsu?".
"Jendral, berita ini berasal dari pengintai pasukan kita sendiri yang ada disana, mereka tidak mungkin menipu kita", kata wakilnya tersebut.
Herfu mengangguk, bagaimanapun para pengintai dan prajuritnya adalah orang-orang yang Herfu latih sendiri sehingga kesetiaan mereka tidak bisa diragukan.
"Siapa Baron Myro?", tanya Herfu penasaran lagi.
Wakil itu ragu-ragu sebentar sebelum menjawab "Nampaknya Baron Myro adalah bangsawan yang baru ditunjuk sebab ia sudah banyak membantu pangeran ke 4 memenangkan Kerajaan Kavaleri. Selain itu, Baron Myro merupakan anak dari Baron Aras yang kalah dari Kerajaan Orc-Goblin paling awal. Aku tidak tahu terlalu jelas mengenai hubungan mereka, namun sepertinya Baron Myro pernah dibuang oleh Baron Aras yang membuat hubungan mereka tidak terlalu baik".
"Bukan hanya itu, Baron Myro juga berhasil memajukan wilayahnya yang merupakan wilayah terburuk di Provinsi Kavaleri. Sekarang wilayah Baron Myro menjadi wilayah terbaik ke 2 di Provinsi Kavaleri selain ibukota provinsi itu sendiri, ia juga memiliki pertemanan dengan anak perempuan Marquis Gerda, Fila Lon Gerda. Aku mendengar bahwa Myro adalah anak yang cerdas dan kuat, ia memiliki pengetahuan yang hebat di medan perang ataupun mengelola kota, lalu ada banyak ahli yang menjadi pengikut setianya".
Herfu menatap wakilnya dengan aneh "Kau tahu banyak tentang Baron Myro ini?".
"Aku merasa Baron Myro akan menjadi bintang yang bersinar terang di seluruh Kerajaan Azeroth, karena itu aku mencari tahu informasi tentangnya lebih banyak lagi. Ada kemungkinan anak itu bisa menjadi jendral perbatasan atau bahkan lebih di masa depan nanti!", kata wakil tersebut.
Herfu semakin terkejut, ia sudah berperang bersama wakilnya ini sejak dirinya bergabung di prajurit kerajaan. Oleh karena itu, mereka adalah rekan seperjuangan.
Ia sangat mengenal sifat wakilnya ini yang tidak akan memberikan penilaian tinggi kepada orang lain tanpa alasan, tapi ia benar-benar memberikan penilaian tinggi terhadap Myro yang berarti bahwa Myro ini benar-benar memiliki kemungkinan berhasil.
Herfu memberikan kembali surat itu lalu berkata "Bukankah cucuku masih ada di antara prajurit? Biarkan cucuku pergi membantu Baron Myro sambil membawa 1000 prajurit Infanteri Salju dan 5000 infanteri lainnya".
__ADS_1
"Jendral, maksud anda?", tanya wakil Herfu kebingungan, ia tidak mengerti kenapa Herfu harus mengirim cucunya sendiri ke medan perang dimana Myro berada yang terlalu berisiko.
"Biarkan anak itu belajar dari Baron Myro! Selama ini ia selalu berada di bawah perlindungan ibunya dan diriku, kalau terus seperti maka ia tidak bisa berkembang. Oleh karena itu, anak itu harus belajar pengalaman hidup dan mati sebenarnya. Baron Myro ini memiliki usia yang muda namun sudah sangat berbakat, anak itu pasti bisa belajar banyak dari Baron Myro. Bukan hanya itu, kita bisa memberikan bantuan kepada Baron Myro agar merebut lebih banyak kota milik musuh lagi", kata Herfu percaya diri "Selama ia sudah merebut kota yang cukup, 70.000 pasukan dari Kerajaan Orc-Goblin pasti bisa dikepung yaitu kita akan menghadapi mereka dari depan sedangkan Baron Myro menyerang dari belakang, jangan biarkan 70.000 pasukan ini kembali hidup-hidup ke kerajaan mereka lagi!".