PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 174 : AKU TIDAK MEMBUTUHKAN HADIAH APAPUN!


__ADS_3

Raja Azeroth V kembali berkata kepada Myro dan yang lainnya "Selama hadiah yang kalian butuhkan tidak terlalu berlebihan, aku bisa memberikannya. Bagaimanapun kalian berperan besar di peperangan, aku harus memberikan penghargaan yang tepat juga untuk kerja keras kalian. Apakah itu harta? Aku bisa memberikan kalian jutaan koin emas. Apakah kalian tertarik dengan kekuasaan? Meningkatkan jabatan kalian hanya masalah kecil bagiku, katakan! Apa hadiah yang kalian butuhkan dariku?".


Seluruh orang di ruangan tersebut terkejut, lagipula mendapatkan hadiah dari raja seharusnya sesuai dengan apa yang dipikirkan raja.


Bahkan jika raja hanya memberi 1 koin perunggu, mereka masih harus berterima kasih.


Tetapi kali ini raja membiarkan Myro dan yang lainnya memilih hadiah mereka sendiri, hal itu menyebabkan beberapa pejabat iri, curiga dan mencoba mencari tahu apa yang dipikirkan Raja Azeroth V.


Beberapa pejabat yang cerdas sudah tahu kemungkinan jawabannya yaitu jangan memilih hadiah apapun, cukup katakan mereka tidak membutuhkan hadiah.


Lagipula dengan mengatakan hal tersebut, raja pasti lebih menghargai mereka. Bagaimanapun, pengikut yang terlalu memilih hadiah pasti tidak begitu bagus di mata tuannya daripada pengikut yang menerima penuh rasa terima kasih terhadap hadiah apapun yang diberikan raja.


Segera, pejabat yang cerdas tahu bahwa ini adalah jebakan dari raja. Selama seseorang di antara Myro dan yang lainnya memilih hadiah mereka sendiri, raja mungkin marah lalu mengurangi hadiah mereka.


Herfu dan cucunya sama sekali bukan orang bodoh, mereka tentunya juga melihat melalui rencana raja sehingga mereka berlutut lagi tanpa ragu "Yang mulia, aku tidak membutuhkan hadiah apapun".


Mendengar jawaban jendral perbatasan bersama cucunya, Raja Azeroth V mengangguk. Nampaknya 2 orang ini masih sangat cerdas dan setia, apabila mereka terlalu serakah pada hadiah maka Raja Azeroth V pasti membuat mereka menyesal akibat kebodohan tersebut.


Ketika ia baru merasa sedikit senang, Raja Azeroth V menemukan hanya Myro yang belum memberikan jawaban apapun, sosok Myro masih berdiri diam di tempat "Baron Myro, bagaimana dengan dirimu? Jangan ragu, kau bisa memilih hadiah apapun yang kau butuhkan".

__ADS_1


Myro yang sedang diam-diam menatap ke arah para menteri kembali sadar, barusan ia sangat terkejut menemukan Lapter yang ada di antara barisan para menteri.


Hanya perlu beberapa waktu, Lapter sekarang berada di barisan 10 menteri yang berperan besar pada Kerajaan Azeroth.


Myro tidak tahu mengenai apa yang terjadi, tapi selama Lapter berada di posisi menteri, masa depan Myro mendapatkan Kerajaan Azeroth pasti semakin mudah.


Ia yang baru kembali sadar langsung menarik matanya dari Lapter secepat mungkin, jangan biarkan orang lain tahu bahwa Myro mengenal Lapter yang kemungkinan besar akan menarik kecurigaan Raja Azeroth V atau pejabat lainnya.


Setelah menatap sedikit menuju Raja Azeroth V, Myro langsung berlutut tanpa ragu mengikuti Herfu dan Loir "Yang mulia, sebenarnya aku mempunyai sebuah hadiah yang aku butuhkan. Masalahnya hadiah yang aku butuhkan mungkin membuat anda marah, oleh karena itu aku rasa aku tidak perlu memberitahu mengenai hadiah yang aku butuhkan kepada anda".


Semua orang langsung melihat Myro penuh keanehan, terutama Herfu dan Loir.


Selama beberapa waktu ini, mereka mengetahui Myro merupakan sosok yang cerdas, tidak mungkin ia tidak mengetahui jawaban yang benar dari pertanyaan raja. Oleh karena itu, mereka bertanya-tanya apakah Myro memiliki tujuan lain atau mereka yang salah menilai Myro.


Myro sedikit tidak bisa berkata-kata, jika ia mengatakan ia akan mengambil hidup Raja Azeroth V, tidak aneh apabila raja tidak marah. Bagaimanapun setelah mengatakan untuk mengambil hidup raja, Myro pasti dijatuhi hukuman mati sehingga Raja Azeroth V tidak perlu repot-repot marah lagi kepada dirinya.


Menarik nafas, Myro berkata sesuai rencana Katia yang ia ketahui kemarin "Yang mulia, aku harap yang mulia bisa memilih pangeran ke 10 sebagai penerus tahta berikutnya, biarkan pangeran ke 10 menjadi Raja Azeroth VI".


"Apa?", seluruh orang di ruangan yang tadinya diam tidak bisa menekan rasa terkejut mereka lagi.

__ADS_1


Pada awalnya mereka sudah memikirkan seberapa gila hadiah yang Myro butuhkan kepada raja, bahkan tidak terlalu aneh jika hadiah yang Myro butuhkan yaitu menjadi Grand Duke.


Tetapi tidak peduli bagaimana mereka berpikir, mereka tidak pernah bisa mengetahui ternyata hadiah yang Myro butuhkan yaitu mengangkat pangeran ke 10 sebagai putra mahkota. Itu tindakan gila, bahkan perdana menteri Terkop dan Jendral Hanto sekalipun tidak berani berkata kepada raja untuk memilih seorang pangeran tertentu sebagai putra mahkota.


Seorang pria yang merupakan pendukung pangeran ke 2 dan duduk di posisi yang cukup penting pada pejabat politik Kerajaan Azeroth berteriak sambil menunjuk Myro dengan marah "Tidak sopan, beraninya bangsawan rendahan sepertimu ikut ke masalah keluarga kerajaan! Orang sepertimu harus dihukum mati".


Sebagai pendukung pangeran ke 2, ia tidak setuju terhadap Myro yang mendukung pangeran ke 10 naik tahta.


Namun ketika semua orang berpikir apa yang dikatakan pejabat barusan benar dan raja pasti marah kepada Myro bahkan menghukum mati dirinya, mereka terkejut mendengar perkataan raja berikutnya "Kau pikir siapa dirimu? Apakah kau raja atau aku yang raja? Aku belum menentukan apakah perkataan Myro barusan sopan atau tidak, tapi di sisi lain kau bahkan langsung memberikannya hukuman mati tanpa keputusanku! Aku tanya, kau atau aku yang merupakan rajanya disini".


Mereka semakin terkejut mendengar kemarahan raja, pada awalnya mereka berpikir raja akan menghukum Myro, tapi siapa yang berpikir pejabat politik yang berteriak barusan yang kena hukuman.


Pejabat itu langsung berlutut panik "Yang mulia, aku tidak berani! Anda adalah raja, aku barusan terlalu marah sebab ada bangsawan kecil yang berani ikut ke masalah keluarga anda, aku harap yang mulia akan memaafkan kesalahanku barusan".


"Cukup!", teriak Raja Azeroth V "Kau dihukum lepas dari jabatan mu sekarang, mulai hari ini kau bukan lagi pejabat kerajaan, melainkan hanya penduduk normal".


Para pejabat yang lain kembali kebingungan, mereka tidak mengerti tujuan dari keputusan raja, menurut mereka hukuman raja barusan sangat kejam.


Beberapa pejabat yang lain mencoba melihat ke arah Perdana Menteri Terkop dan Jendral Hanto, bagaimanapun mereka umumnya sering memberikan saran kepada raja apabila hukuman yang ia jatuhkan terlalu berlebihan.

__ADS_1


Namun para pejabat menemukan perdana menteri bersama Jendral Hanto hanya diam, orang-orang yang cerdas segera mengerti bahwa raja tidak keberatan terhadap ide Myro sehingga ia tidak marah sedikitpun akibat perkataan Myro barusan. Perdana menteri dan Jendral Hanto berada di posisi tinggi Kerajaan Azeroth, kemungkinan besar mereka juga mengetahui masalah ini yang membuat mereka hanya diam.


Sebuah pertanyaan muncul dipikiran semua pejabat yang ada pada ruangan tersebut "Apakah Raja Azeroth V sejak lama sudah menentukan pangeran ke 10 sebagai penerus posisi raja Kerajaan Azeroth berikutnya?".


__ADS_2