
Pemimpin pasukan Orc sudah tahu bahwa mereka kalah tanpa ada kesempatan menang lagi, jadi ia memutuskan untuk bertarung sampai akhir.
Sebagai seorang pemimpin yang sudah bertarung di medan perang, ia bisa kalah tapi harus kalah seperti seorang prajurit.
Tanpa ragu sedikitpun, pemimpin Orc menunjuk pedangnya ke arah Kota Rorec "Maju, jangan pedulikan pasukan yang mengepung kita! Selama kita bisa merebut Kota Rorec lebih dulu dan menjadikannya sebagai benteng, maka ada kesempatan untuk menang! Ingat, kita tidak bisa kembali ke kerajaan tanpa membawa makanan apapun, apabila kita gagal, ribuan anak Orc akan menjadi korban! Serang! Rebut kota ini dengan seluruh kekuatan kalian!".
"Serang!", para prajurit Orc lainnya ikut mejadi gila, mata mereka berubah menjadi merah dan bergegas menuju para ksatria tanpa peduli terhadap serangan dari sisi lain.
Aclan yang memimpin para ksatria tentunya melihat gerakan para Orc yang menyerang mereka dengan semakin gila, ini adalah serangan terakhir paling putus asa dari para Orc yang membuat Aclan berteriak "Bertahan! Selama kita bisa menahan serangan ini, kita akan menang! Kemenangan sudah ada di depan mati!".
"Bertahan!", teriak para ksatria dengan kuat, mereka terus memegang perisai mereka sambil memberi kesempatan pada ksatria di belakang mereka agar bisa menyerang memakai pedang.
Peperangan berdarah terakhir terjadi, di bawah serangan gila para Orc, akhirnya ada beberapa pasukan ksatria yang menjadi korban.
Walaupun begitu, hanya membutuhkan waktu 20 menit, semua Orc dan Goblin bisa dikalahkan oleh pasukan Myro.
Ada aroma darah yang sangat kuat di Kota Rorec, banyak sekali mayat Orc dan Goblin di depan gerbang kota yang merupakan asal dari aroma darah tersebut.
Melihat Myro bersama Kavaleri Mongol dan Penjaga Praetorian yang mendekat, Aclan melepaskan helm besi miliknya sambil membersihkan darah pada wajahnya "Tuan, untungnya Aclan tidak mengecewakan tuan dan berhasil mempertahankan Kota Rorec".
"Terima kasih, baik itu Aclan ataupun para ksatria dan prajurit lainnya. Tanpa kerja keras kalian semua, Kota Rorec pasti tidak bisa bertahan sebaik ini", kata Myro yang turun dari kudanya, ia menepuk pundak Aclan penuh rasa penghargaan.
__ADS_1
"Aclan senang bisa membantu tuan!", teriak Aclan tegas "Tuan, apa yang harus kita lakukan selanjutnya?".
Myro menatap ke arah mayat Orc, goblin dan beberapa prajurit mereka di sekitar gerbang Kota Rorec sebelum berkata "Kumpulkan semua mayat ini. Para prajurit kita akan dimakamkan sedangkan mayat Orc dan Goblin bisa dibakar, pastikan semua mayat dibersihkan sebaik mungkin. Apabila kalian tidak membersihkan mayat dengan baik, ada kemungkinan mayat yang dibiarkan terlalu lama akan menyebabkan wabah penyakit ke penduduk kota".
Berdasarkan pengetahuan Myro di bumi dan belajar di dunia ini, setelah perang maka mayat harus dibersihkan yaitu dimakamkan atau dibakar sebab mayat yang tidak ditangani dengan benar bisa menyebabkan wabah penyakit kepada penduduk sekitar.
Jika obat wabah tersebut gagal ditemukan, seluruh penduduk kota tersebut bisa mati akibat wabah tersebut.
Oleh karena itu, semua mayat ini harus dibersihkan dengan baik.
"Tuan tidak perlu khawatir, aku akan membatu Aclan dan para ksatria untuk membersihkan semua mayat ini. Selain itu, aku bersama para dokter yang lain pasti melalukan yang terbaik agar orang-orang yang terluka bisa sembuh kembali", kata seorang wanita yang berjalan mendekati Myro.
Wanita ini memiliki rambut coklat panjang serta berusia sekitar 25 tahun, ia memiliki wajah yang cantik dan mata hijau yang terlihat seperti permata.
Melihat wanita ini, Myro tersenyum karena ia mengenal wanita ini.
Wanita ini tidak lain adalah bakat tingkat emas yang Myro kirimkan untuk membantu Aclan, ia memiliki kemampuan pengobatan yang sangat baik, wanita ini yaitu Sorna.
Selama ada Sorna disini, nampaknya Myro memang tidak perlu khawatir masalah penangan mayat di medan perang ini "Kalau begitu aku akan menyerahkan masalah ini kepada Sorna dan Aclan, kalian harus saling membantu".
"Baik, tuan!", jawab Sorna dan Aclan.
__ADS_1
"Baiklah, aku harus pergi dulu! Selagi Kerajaan Orc-Goblin masih belum menyadari kemenangan kita, maka kita harus memberikan mereka kejutan yang tidak akan mereka lupakan", kata Myro yang berjalan kembali ke kudanya untuk pergi dari sini.
Aclan sedikit terkejut ketika mengetahui bahwa Myro berencana pergi lagi "Tuan, kemana anda pergi? Apakah perang belum selesai? Jika tuan masih berencana berperang lagi, biarkan para ksatria membantu tuan".
Myro melambaikan tangannya "Perang belum berakhir, ini baru di mulai. Sedangkan untuk para ksatria, biarkan mereka tetap disini dulu untuk membantu Sorna membersihkan mayat. Saat ada tugas baru lagi, aku pasti membiarkan para ksatria milikmu bergerak".
Karena Myro sudah memutuskan, Aclan hanya mengangguk "Aku mengerti, tuan harus berhati-hati di medan perang! Walaupun ada Falka dan Lopen yang menjaga tuan, medan perang itu selalu berisiko".
"Aku mengerti, setelah perang ini selesai, aku akan memberikan kalian hadiah sesuai kerja keras kalian", kata Myro yang langsung pergi secepat mungkin dari tempat ini tanpa menunggu jawaban Aclan.
2000 pasukan baru Retya, 700 Penjaga Praetorian dan 1000 Kavaleri Mongol bergerak pergi dari Kota Rorec, tapi mereka sama sekali tidak kembali ke Kota Loth melainkan bergegas menuju Kerajaan Orc-Goblin.
Di tengah perjalanan, Myro bertanya kepada Ren di sampingnya "Apakah kau yakin bahwa kita bisa merebut 1 kota milik musuh dengan mudah? Saat ini hanya ada kurang dari 4000 pasukan, apabila terjadi kesalahan, pasukan ini akan mengalami kerugian besar bahkan kematian".
Senyum percaya diri muncul di wajah Ren "Tuan tidak perlu khawatir, sejak awal aku menyiapkan rencana ini untuk tuan, aku sudah memikirkannya dengan hati-hati. Sekarang musuh pasti tidak pernah berpikir bahwa 10.000 pasukan yang mereka kirim ke Provinsi Kavaleri yang lemah akan dikalahkan hanya dengan waktu seminggu, oleh karena itu penjagaan mereka terhadap perbatasan pasti melemah. Selama berita kemenangan kita tidak sampai ke mereka, penjagaan di kota perbatasan kemungkinan besar masih menurun".
"Apalagi medan perang utama Kerajaan Orc-Goblin bukan di Provinsi Kavaleri, melainkan di Provinsi Utara melawan jendral perbatasan utara Kerajaan Azeroth. Perang disana jauh lebih besar dan penting, jadi perhatian mereka di medan perang ini pasti sangat kecil. Karena alasan ini, aku yakin penjagaan mereka masih sangat lemah di kota perbatasan terhadap Provinsi Kavaleri. Selama kita bergerak lebih cepat sebelum Kerajaan Orc-Goblin menyadari kemenangan kita, tidak ada masalah untuk merebut 1 kota!".
Myro mengangguk dan tidak berbicara lebih banyak lagi, ia merasa rencana Ren cukup tepat.
Sejak awal, Ren sudah merencanakan mengenai mengalahkan Kavaleri Serigala, membantu Aclan, lalu merebut 1 kota di Kerajaan Orc-Goblin.
__ADS_1
Oleh karena itu, tidak ada seorangpun yang terkejut terhadap rencana ini baik itu Falka, Lopen ataupun Retya.
Mereka bergerak secepat mungkin menuju wilayah Kerajaan Orc-Goblin, sebelum musuh menyadari gerakan mereka maka Myro bersama para pasukannya harus secepat mungkin merebut sebuah kota yang merupakan kejutan dari Myro bagi Kerajaan Orc-Goblin yang sudah menyerang wilayahnya lebih dulu.