PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 199 : PERTARUNGAN BERDARAH


__ADS_3

Dari pintu ruang pesta, ratusan orang yang membawa pedang muncul.


Mereka sama sekali tidak terlihat seperti prajurit terlatih, selain itu mereka hanya memakai baju zirah besi ringan dan terdiri dari pria serta wanita muda berusia antara 20 sampai 30 tahun.


Wajah Kirdev yang sebelumnya khawatir segera menghilang, lalu sebuah senyuman kembali muncul. Meskipun orang-orang yang datang bukan prajuritnya, tapi Kirdev tidak khawatir sedikitpun sebab orang-orang yang datang ini tidak terlihat seperti para prajurit terlatih.


Oleh karena itu, Kirdev percaya diri bahwa pasukannya mampu melawan musuh yang baru datang.


Myro sekarang sama seperti Kirdev, ia tersenyum senang sebab orang yang datang adalah bantuannya.


Kirdev mungkin meremehkan mereka akibat 100 orang yang datang tidak seperti prajurit terlatih, namun Myro sebagai tuan mereka mengetahui seberapa menakutkannya kekuatan 100 pengawal yang ia bawa ke Kota Rayde.


100 pengawal yang Myro bawa semuanya dilatih secara langsung oleh Yorou, lebih tepatnya mereka adalah murid Yorou.


Siapa Yorou? Ia merupakan sosok pendekar pedang terkuat yang bisa melawan ratusan pasukan sendirian. Meskipun muridnya baru mewarisi 10% kekuatan Yorou sekalipun, berarti mereka dapat melawan puluhan pasukan tanpa masalah.


Seorang pria berusia 25 tahun yang memimpin 100 pengawal Myro melangkah maju, ia ditunjuk sebagai wakil pasukan pengawal sehingga selama Yorou tidak ada, pria ini akan menggantikannya.


Wakil Yorou menarik pedangnya sambil berteriak "Semuanya, tuan dan guru sedang dikepung! Tunjukkan kesetiaan kalian sekarang, serang musuh! Jangan sampai mereka menyentuh tuan walau hanya 1 jari sekalipun!".


"Serang!", ratusan pendekar pedang menarik senjata mereka dan bergegas menuju ribuan pengawal terlatih yang dipimpin Kirdev.


Pada awalnya Kirdev sangat meremehkan 100 pengawal yang mendekat, ia berencana mengirim 500 pasukannya untuk menghentikan para pengawal Myro tersebut.


Tetapi semenit kemudian, senyum Kirdev membeku sebab kemampuan para pengawal Myro sangat menakutkan.

__ADS_1


Setiap kali mereka menebas pedang, 1 penjaga Kirdev pasti akan mati atau terluka berat.


Bukan hanya Kirdev yang terkejut, baik itu Carla, Torner dan Tarka ikut terkejut melihat kemampuan menakutkan para pengawal yang di bawa Myro.


Carla berkata dengan ragu sambil terus mengamati pertarungan tersebut "Sangat kuat! Meskipun para pengawal itu tidak bisa mengalahkan ku, tapi selama 5 orang dari mereka bekerja sama, aku pasti bukan lawan! Siapa yang berpikir Earl Myro dapat mempunyai prajurit sekuat ini".


Sekarang Carla semakin bertanya-tanya mengenai siapa sebenarnya Myro.


Myro tidak terkejut sebab dari awal ia telah mengetahui kemampuan para pengawalnya, karena itu Myro menarik pedangnya sambil berkata "Yorou, kau maju sambil tetap mengawasi Carla, jangan biarkan ia melarikan diri! Ayo maju!".


Untungnya Myro datang ke pesta kali ini tidak memakai baju mewah melainkan sudah membawa zirah besi ringan dan pedang. Tidak, Myro bukan beruntung melainkan ia bersama Ren sudah memikirkan kemungkinan mereka dijebak sejak awal sehingga Myro siap bertarung.


Tiba-tiba tubuh Myro berubah, setengah dari bagian kanan tubuhnya berubah menjadi hitam dan auranya meningkat pesat. Lebih tepatnya, Myro menggunakan kemampuan khusus milik Retya.


Melihat Myro mulai bergerak maju, Yorou menatap Carla dingin "Selama kau berani melakukan sesuatu yang bodoh, detik berikutnya aku pasti membuatmu menyesal!".


Lalu Yorou menebas menuju para penjaga yang mencoba menyerang mereka di sekitar. Walaupun 100 pengawal datang membantu mereka, musuh masih mengepung Myro dan yang lainnya sehingga mereka juga harus bertarung.


"Apakah kalian tidak bisa sedikit mempercayaiku?", kata Carla memutar matanya, ia ikut mulai bertarung melawan musuh meskipun Yorou terus mengawasinya.


Tarka bersama Torner tidak duduk diam, mereka mengikuti dari belakang Myro dan 2 orang lain yang telah maju lebih dulu.


Pertarungan berdarah segera terjadi, aula pesta yang tadinya mewah diwarnai menjadi merah akibat darah para prajurit yang jatuh.


Setelah bertarung selama 20 menit, Myro akhirnya bertemu dengan 100 pengawal yang baru datang.

__ADS_1


100 pengawal itu langsung membentuk barisan yang melindungi Myro dari semua sisi, apapun yang terjadi mereka akan berusaha sebaik mungkin supaya musuh tidak mendapatkan kesempatan menyerang Myro lagi.


Ketika Myro berkumpul kembali dengan pasukannya, wajah Kirdev menjadi suram. Apabila berita ia membawa 1000 pasukan tapi kalah melawan 100 pasukan, seluruh pejabat militer pasti mengejek dirinya. Bahkan Torte tidak akan membiarkannya pergi, ia pasti mendapatkan hukuman akibat kegagalan memalukan ini.


"Bunuh mereka semua! Tidak boleh ada seorangpun yang melarikan diri dari sini! Jika ada yang berhasil melarikan diri, kalian semua akan dihukum! Kalian sendiri tahu bukan mengenai seberapa kejamnya Jendral Torte, selama kita gagal maka yang menunggu kita hanya kematian", teriak Kirdev keras.


Para penjaga Kirdev yang masih hidup saling menatap, mereka sendiri mengetahui kekejaman Torte dan apa yang dikatakan Kirdev barusan benar. Selama mereka gagal, Torte pasti menjatuhi mereka hukuman mati.


Perlahan-lahan mata para penjaga menjadi penuh tekad, mereka menyerang Myro dan yang lainnya jauh lebih kejam lagi supaya berhasil membunuhnya serta menyelesaikan tugas mereka.


Melihat pasukan musuh semakin kejam, pengawal Myro juga tidak menunjukkan kelemahan. Gerakan pedang di tangan mereka menjadi lebih cepat, mereka saling menutupi kelemahan rekan-rekan di samping mereka yang menyebabkan tidak ada seorangpun musuh berhasil mendekati Myro.


"Tuan, apa yang harus kami lakukan selanjutnya? Apakah kita akan membunuh semua musuh dulu atau pergi dari sini?", tanya wakil Yorou yang merupakan murid paling berbakatnya juga.


Myro tidak langsung menjawab melainkan bertanya balik "Bagaimana keadaan di Kota Rayde sebelum kalian datang kesini?".


"Tidak begitu bagus!", kata wakil Yorou menggelengkan kepalanya "Di Kota Rayde sebelum kami datang kesini, para prajurit saling bertarung di kota. Selain itu, penjaga 4 gerbang menutup Gerbang Kota Rayde. Berdasarkan informasi yang kami terima, ada ratusan ribu pasukan musuh yang mengepung kota sehingga gerbang harus ditutup dan semua orang tidak boleh membukanya kecuali atas izin dari Grand Duke Rayde".


Tanpa menunggu Myro mengatakan apapun, Carla bertanya "Siapa yan membuat keputusan menutup 4 Gerbang Kota Rayde?".


"Aku mendengar orang yang mengambil keputusan adalah Jendral Penjaga Kota Rayde, Kartaz", kata wakil Yorou setelah mendapatkan izin dari Myro untuk menjawab pertanyaan Carla.


Carla menatap ke arah Myro tegas "Earl Myro, Kartaz adalah orang yang setia kepada Grand Duke Rayde dan telah dipercayai menjaga Kota Rayde selama puluhan tahun. Berbeda dari Torte yang berambisi besar, Kartaz selalu mengutamakan kesetiaan serta melindungi Kota Rayde. Dengan adanya Kartaz, seharusnya sebagian besar musuh belum melewati tembok kota. Sedangkan alasan pertarungan prajurit di Kota Rayde, kemungkinan besar mereka mata-mata yang dikirim Torte".


Myro mengangguk, sekarang adalah waktunya bagi Myro untuk membuat keputusan sebab semua orang menunggu keputusan Myro mengenai tindakan mereka berikutnya.

__ADS_1


__ADS_2