
Yorou menyimpan pedangnya kembali lalu berjalan menuju pembunuh yang ditusuk memakai belati.
Melihat orang itu juga sudah mati walaupun hanya ditusuk pada kaki, Yorou menggelengkan kepalanya "Siapa yang berpikir racun pada senjata mereka akan begitu kuat? Bahkan hanya dengan sedikit tusukan, seseorang akan mati beberapa detik kemudian. Nampaknya orang yang menargetkan tuan kali ini benar-benar bertekad untuk membunuhnya".
Falka yang selesai menghabiskan makanannya berjalan mendekat, ia menemukan semua pembunuh telah mati sehingga tidak bisa untuk tidak bertanya "Yorou, apakah kau tidak mencoba membiarkan paling tidak 1 pembunuh hidup? Bagaimanapun, mereka mungkin memberikan informasi yang bagus bagi tuan seperti siapa yang mengirim mereka".
Sebelum Yorou menjawab, Ren yang mendekat bersama Myro langsung berkata "Tidak ada gunanya, mereka semua adalah pembunuh elit yang membuat kita tidak mudah membuka mulut mereka. Apalagi aku yakin pasti ada racun tersembunyi di mulut mereka, selama mereka tertangkap maka mereka akan membuka racun tersebut lalu mati. Bukankah pasukan pembunuh elit dari markas juga seperti itu? Lana dan Katia melatih mereka agar tidak memberitahu informasi apapun apabila tugas gagal".
Falka yang terkejut langsung memeriksa mulut para pembunuh, ia benar-benar menemukan sebuah pil racun yang tersembunyi disana. Ketika tugas mereka gagal dan tertangkap, mereka hanya perlu memakan racun ini supaya tidak memberitahukan berita apapun mengenai tuan mereka.
"Para pembunuh memang selalu merepotkan", kata Falka menggelengkan kepalanya.
"Tuan, apa yang harus kita lakukan selanjutnya?", tanya Yorou.
Myro berpikir sebentar sebelum menggelengkan kepalanya "Kita tetap kembali ke Provinsi Kavaleri, tidak ada gunanya terus memeriksa siapa orang yang mengirim pembunuh ini. Kita hanya akan membuang-buang waktu, belum lagi ada banyak orang yang harus dicurigai di ibukota. Beritahu kepada Katia atau Lapter untuk mencoba mencari tahu masalah ini secara diam-diam".
"Aku mengerti, tuan!", kata Ren mengangguk "Tetapi aku yakin pasukan ini berasal dari pangeran selain pangeran ke 10 dan pangeran ke 7".
"Kenapa kau berpikir begitu?", tanya Myro tertarik.
Ren membuka kipas lipatnya sambil menutupi setengah wajahnya memakai kipas lipat tersebut "Apakah tuan tidak berpikir pasukan pembunuh ini mirip pasukan yang pernah melawan kita dulu?".
__ADS_1
"Maksudmu Pengintai Malam?", tanya Myro terkejut, pembunuh ini memang seperti Pengintai Malam yang dibawa Jerat.
Pengintai Malam merupakan senjata tersembunyi Raja Azeroth V, mereka adalah pembunuh elit dan mata-mata yang ahli bersembunyi serta penyamaran. Jika tidak ada markas di tangan Myro, pasti sulit mendeteksi Pengintai Malam.
"Mereka mirip tapi masih ada beberapa perbedaan", kata Ren mengangguk "Oleh karena itu, aku memikirkan sebuah kemungkinan. Para pembunuh ini pasti dilatih seorang kapten atau pembunuh dari Pengintai Malam yang membuat mereka sangat mirip, baik dari perlengkapan ataupun cara pembunuhan. Masalahnya Pengintai Malam merupakan senjata rahasia raja, bagaimana mungkin para pejabat dan bangsawan dapat membuat anggota Pengintai Malam melatih pembunuh milik mereka?".
"Jadi hanya ada sebuah kemungkinan, orang yang mampu membuat anggota Pengintai Malam melatih pembunuh mereka kecuali Raja Azeroth V yaitu pasti pangeran. Sebagai anak raja, mereka pasti pernah melihat dan bertemu anggota Pengintai Malam, pangeran ke 10 tidak mungkin melakukannya sebab kita menyamar sebagai pendukungnya sedangkan pangeran ke 7 juga tidak mungkin. Semua orang tahu hubungan pangeran ke 7 dan raja sedikit bermusuhan, Pengintai Malam yang setia kepada raja pasti tidak akan membantu pangeran ke 7 melatih pembunuh miliknya".
Myro mengangguk "Jika itu dilakukan pangeran, terlalu berisiko bagi kita untuk memeriksanya".
"Tuan benar, selama Katia dan Lapter mencoba menyelidiki pangeran, keberadaan mereka kemungkinan besar akan diketahui atau bahkan dianggap sebagai pengkhianat yang mencoba membunuh pangeran. Aku sarankan untuk tidak memeriksa kejadian ini lebih jauh lagi. paling tidak sampai Kerajaan Azeroth terpecah", kata Ren memberikan sarannya, tapi keputusan akhir masih di tangan Myro.
Menutup matanya sebentar, Myro mengangguk "Lakukan seperti apa yang kau katakan, bagaimanapun suatu hari nanti kita pasti mengetahui siapa orang yang menargetkan hidupku. Ayo kembali berangkat, perjalanan kita ke Provinsi Kavaleri masih jauh".
...----------------...
1 bulan sudah berlalu sejak Myro menemui para pembunuh, berarti perjalanannya dari ibukota ke Provinsi Kavaleri telah berlangsung selama 1 bulan 20 hari, sekitar 10 hari lagi sebelum mereka tiba di wilayah Myro.
Hari ini hujan turun dengan sangat kuat, bahkan lebih terlihat seperti badai.
Walaupun berada di tengah hujan, Falka dan yang lainnya sama sekali tidak terganggu, mereka terus menggerakkan kereta kuda menuju wilayah Myro.
__ADS_1
Ketika sampai di sebuah jalan yang bagian kanan dan kirinya adalah kumpulan pepohonan yang membentuk hutan kecil, Falka menatap ke arah Yorou tanpa diketahui Myro "Yorou, tidak peduli apapun yang terjadi di jalan ini, kau hanya perlu maju membawa tuan bersama Ren dan kereta kuda, jangan pedulikan kami! Ingat, hidup tuan adalah yang utama".
Yorou menatap Falka dengan hati-hati, ia sebenarnya dapat merasakan keberadaan 1000 prajurit yang tidak diketahui sedang menunggu mereka di hutan tersebut sehingga ia mengerti maksud Falka.
Meskipun Falka dan seluruh Kavaleri Mongol yang ia bawa mati, Yorou harus tetap melewati hutan dan membawa Myro kembali.
Yorou menarik nafas sebelum mengangguk "Aku mengerti, tapi kau juga harus berusaha kembali hidup-hidup sebab tuan pasti akan dirugikan apabila kehilangan seorang jendral hebat sepertimu".
"Kau pikir sedang bicara dengan siapa? Kemampuanku bertarung memang tidak sekuat dirimu, namun apabila itu masalah memimpin pasukan di medan perang maka aku lebih baik", kata Falka percaya diri.
Yorou tidak berbicara lebih banyak lagi, ia memperkuat tali pada kuda "Maju!".
Tiba-tiba 2 kuda yang menarik kereta kuda Myro bergegas maju dengan kecepatan penuh, Falka bersama 50 Kavaleri Mongol ikut memperkuat kuda mereka tetapi tidak kehilangan formasi sedikitpun.
Seluruh Kavaleri Mongol mengepung kereta kuda Myro baik itu dari kiri, kanan, depan dan belakang dengan Falka yang memimpin langsung dibarisan depan.
Myro dan Ren tentunya merasakan gerakan kereta kuda yang tiba-tiba bertambah cepat, tapi mereka tidak banyak bicara sebab mereka tahu pasti ada serangan musuh di depan.
Yorou dan Falka sama sekali bukan orang bodoh, mereka ahlinya di medan perang sehingga rencana yang mereka buat pasti sangat baik menghadapi keadaan ini, Ren tidak perlu memikirkan rencana lagi.
1000 pasukan yang siap melakukan penyergapan di hutan sangat terkejut dengan pasukan Myro yang tiba-tiba menambah kecepatan mereka.
__ADS_1
Ketika pasukan Myro dan yang lainnya telah melewati setengah dari jalan hutan, kapten yang memimpin penyergapan kembali sadar lalu berdiri dari hutan "Serang! Keberadaan kita sudah diketahui, jangan biarkan mereka melarikan diri! Apabila mereka pergi dari hutan ini, tugas kita pasti gagal!".