PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 112 : MENGEJUTKAN LINSTER


__ADS_3

Mendengar perkataan Myro, wajah Linster menjadi suram. Ia tidak pernah berpikir bahwa Myro akan menolak, lagipula hadiah yang Marquis Gerda berikan sudah sangat besar.


"Tuan Baron, kami mungkin tidak bisa menyerang mu memakai alasan ini. Bagaimanapun kau adalah bangsawan yang ditunjuk oleh raja, jika kami menyerang dan membunuhmu maka orang lain bisa memakai alasan ini untuk menekan kami", kata Linster dengan dingin "Tapi kami bisa membuat anda merasa kesulitan hanya melalui perkataan Marquis Gerda. Apabila Marquis mengatakan bahwa semua orang di Provinsi Kavaleri tidak boleh membantu anda, apakah anda pikir Kota Loth akan tetap makmur seperti ini?".


"Banyak pedagang yang sudah anda undang akan kembali melarikan diri, selain itu semua bangsawan, pejabat politik dan militer di provinsi ini juga menjadi musuh anda. Apakah tidak keberatan? Meskipun kekuasaan Marquis bukan yang terbesar di kerajaan ini, tapi sudah lebih dari cukup untuk menekan Baron seperti anda".


"Apakah kau mengancam ku?", tanya Myro masih tetap tersenyum, namun semua orang di sekitarnya mulai merasakan bahwa aura di sekitar Myro menjadi semakin dingin.


Lopen secara diam-diam mulai menggerakkan tangannya menuju pedang, sedangkan Ren membuka kipas lipatnya lalu menutup setengah dari wajahnya memakai kipas lipat yang sudah terbuka itu, selama Falka ada disini maka ia tahu bahwa 2 orang ini sudah siap untuk menyerang. Selama Myro memberikan izin, Linster pasti tidak bisa pergi dari tempat ini hidup-hidup.


Linster sama sekali tidak panik "Tuan Baron, kami tidak mengancam mu, tapi ini adalah kenyataan. Apakah anda yakin untuk bermusuhan melawan keluarga Marquis hanya karena sebuah hubungan yang tidak jelas bersama Nona Fila? Ketika nona tidak tertarik lagi kepada anda, bukankah anda akan mengalami kerugian? Tuan Baron tidak mendapatkan apapun, tapi ia harus menjadi musuh Marquis Gerda. Tuan Baron, pikirkan dengan hati-hati. Apabila Tuan Baron membutuhkan waktu memikirkannya, kami bisa menunggu disini selama 5 hari".


Myro menutup matanya sebentar sambil berpikir. Walaupun Myro tidak memiliki perasaan apapun kepada Fila dan begitu juga sebaliknya, tapi Myro baru-baru ini mengetahui bahwa Falka semakin dekat bersama Fila.


Bahkan menurut informasi para Kavaleri Mongol yang ikut mengawal bersama, Falka yang hampir tidak pernah tersenyum kecuali bersama Myro, ia sering tersenyum juga saat bersama Fila meskipun itu hanya sebuah senyuman kecil.


Sebagai seorang tuan, Myro tidak akan mendukung pengikutnya apabila mereka benar-benar salah. Tetapi Falka tidak melakukan kesalahan apapun, apakah salah untuk memiliki perasaan terhadap orang yang memiliki status lebih tinggi? Myro tidak merasa hal tersebut salah, oleh karena itu Myro pasti memperjuangkan kepentingan pengikutnya yang setia.


Myro membuka matanya lagi dan mengambil dokumen yang diletakkan Linster di atas meja.


Namun, sebelum Linster bisa merasa senang, Myro melemparkan dokumen itu kembali kepadamu tanpa membaca sedikitpun.

__ADS_1


"Kau bisa kembali bersama Nona Fila lalu beritahu Marquis Gerda, aku tidak takut kepadanya. Walaupun ia mengajakku berperang sekalipun, aku tidak keberatan menerimanya!", kata Myro tegas tanpa keraguan sedikitpun.


Linster yang dilempar dengan dokumen tersebut merasa marah, ia yang merupakan 5 senjata Marquis Gerda belum pernah diperlakukan seperti ini, bahkan Marquis Gerda sangat ramah kepadanya.


Jadi di bawah ledakan kemarahan, Linster siap berdiri sambil mengambil tombak di belakang dirinya lagi.


Sebelum Linster bisa menyerang, 2 bilah yang sangat tajam segera muncul di depan lehernya.


Ketika merasakan bilah tajam yang dingin di lehernya, Linster sangat terkejut sebab ia tidak bisa melihat gerakan serangan ini. Selain itu, Linster yakin bahwa selama ia berani bergerak lagi maka 2 bilah tajam itu akan langsung menebas dan membunuh dirinya.


Ia berkeringat dingin, Linster sering melalui medan perang tapi ia belum pernah merasakan kematian sedekat ini dari dirinya.


Walaupun sudah mengarahkan senjatanya pada Linster, Ren masih tersenyum ramah "Nona Linster, kau harus bersikap sopan di depan tuan kami. Jika tidak, kau tidak bisa menyalahkan kami sebab tidak membiarkanmu kembali ke wilayah Marquis Gerda lagi. Kecuali kau tidak keberatan untuk bertemu bersama sang Marquis sebagai mayat".


Linster menarik nafasnya terhadap tekanan yang dimiliki Ren dan Lopen, selama ia menolak maka mereka pasti membunuhnya, tanpa peduli identitasnya sebagai seorag prajurit dari Marquis.


"Tuan Baron, sepertinya kau memiliki banyak yang hebat. Sangat beruntung, tanpa pengikut yang hebat seperti ini, orang lemah tanpa bakat seperti dirimu tidak akan bisa duduk di posisi Baron", kata Linster tersenyum mengejek, sekarang ia cukup yakin bahwa Myro bisa menjadi Baron hanya karena bantuan pengikutnya.


Lopen marah terhadap perkataan Linster, bagaimanapun perkataan tersebut mengejek tuannya. Oleh karena itu, Lopen siap mendorong pedangnya serta membunuh Linster.


Tapi Myro mengangkat tangannya secepat mungkin "Lopen, tahan senjata mu. Kecuali tidak ada pilihan lain lagi, kita tidak harus membunuh pengikut Marquis dan bermusuhan bersama Marquis Gerda secara langsung. Lagipula, bermusuhan bersama Marquis Gerda memiliki lebih banyak kerugian daripada keuntungan, kita harus mencari jalan terbaik bagi keuntungan kita saat menyelesaikan masalah seperti ini".

__ADS_1


Mendengar perkataan Myro, Lopen menekan kemarahannya lagi dan hanya mengamati Linster penuh rasa dingin.


Myro berdiri dari kursinya lalu berjalan ke sudut ruangan untuk mengambil pedang miliknya yang disimpan pada rak disana.


Ketika mulai menarik pedangnya, Myro berkata sambil tersenyum "Linster, bukankah kau mengatakan bahwa aku tidak berbakat? Kalau begitu, kenapa kita tidak mencoba bertarung 1 lawan 1? Kita akan membuktikan, apakah perkataan mu itu benar".


Tanpa menunggu Linster berkata lebih banyak lagi, aura kematian yang kuat muncul dari tubuh Myro.


Tiba-tiba setengah dari tubuh bagian kanan Myro berubah menjadi hitam, Myro menatap Linster dengan mata tajamnya.


Melihat perubahan pada Myro, Linster sangat terkejut.


Terutama ia terkejut dengan kemampuan yang dipakai Myro, bagaimanapun ia baru melawan orang yang memiliki kemampuan itu yaitu Retya. Linster yakin bahwa kemampuan yang dipakai Myro sekarang sama dengan kemampuan Retya, siapa yang berpikir bahwa bukan hanya Retya yang memiliki kemampuan menakutkan itu, tapi Myro juga memilikinya.


Melihat rasa terkejut di wajah Linster, Myro sedikit tersenyum.


Linster mungkin berpikir bahwa Myro memiliki kemampuan khusus yang sama dengan Retya, namun sebenarnya Myro tidak memiliki kemampuan khusus tersebut.


Namun jangan lupa bahwa Myro memiliki 2 kemampuan khusus yaitu Dunia dimana ia bisa memanggil orang-orang setia dari sana, lalu kemampuan Myro yang lain adalah memakai kemampuan orang-orang dari Dunia walaupun Myro hanya bisa memakai 1 kemampuan pada 1 waktu.


Oleh karena itu, Myro sekarang sedang menggunakan kemampuan yang sama dengan kemampuan Retya.

__ADS_1


__ADS_2