PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 78 : GERAKAN DI KOTA LOTH


__ADS_3

Pada malam hari ke 2 setelah kedatangan Myro di Kota Loth, Limde bersama anaknya sedang berada di ruang kerja villa Keluarga Noem milik mereka.


Saat ini hari sudah malam sehingga sebagian besar orang sudah tertidur, bahkan hampir semua lampu yang ada di kota sudah mati kecuali beberapa rumah orang yang cukup kaya masih tetap menyalakan lampu di rumah mereka.


Pada ruang kerja Limde, ia sedang duduk di meja kerjanya dengan 5 orang berpakaian hitam yang berdiri di depannya, sedangkan Horfa hanya berdiri diam di belakang Limde.


5 orang ini memakai pakaian hitam yang menutupi tubuh mereka sepenuhnya, bahkan bagian wajah mereka ikut ditutup serta hanya bagian mata yang terbuka.


Limde mengamati 5 orang itu dengan dingin "Keluarga Noem sudah merawat dan melatih kalian sejak berusia 5 tahun, hari ini waktunya untuk menunjukkan kesetiaan kalian! Sebagai pembunuh elit yang sudah dilatih dari kecil oleh Keluarga Noem, kali ini kalian ditugaskan untuk membunuh bangsawan baru di kota ini yaitu Baron Myro, aku yakin kalian semua sudah melihat wajahnya di pesta beberapa hari yang lalu!".


"Selama kalian berhasil melakukan tugas ini, aku bisa memberikan kalian bersama keluarga kalian kebebasan, tidak perlu lagi menjadi pembunuh bagi Keluarga Noem. Selain itu, jika kalian mati maka aku pasti memberikan keluarga kalian biaya yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sampai anak kalian dewasa. Oleh karena itu, jangan ragu! Tunjukkan kesetiaan kalian kepada Keluarga Noem dan bunuh Myro!".


"Dimengerti!", jawab 5 pembunuh itu dengan wajah tegas.


Mereka adalah pembunuh yang sudah dilatih Keluarga Noem sejak berusia 5 tahun dimana mereka tidak memiliki keluarga sama sekali, lebih tepatnya mereka berasal dari panti asuhan.


Jadi mereka memiliki kesetiaan yang sangat besar terhadap Keluarga Noem yang sudah merawat dan melatih mereka sebagai pembunuh dari kecil, walaupun itu berarti harus mati sekalipun maka mereka tidak akan ragu untuk keberhasilan tugas.


"Kalau begitu pergi, apabila kalian tertangkap maka pastikan musuh tidak mendapatkan informasi apapun dari mulut kalian. Bukan hanya itu, saat tugas gagal, kalian tidak perlu kembali lagi. Cukup makan racun yang sudah diletakkan pada mulut kalian, Keluarga Noem pasti merawat keluarga kalian dengan baik!", kata Limde.


"Baik!", jawab 5 pembunuh itu, lalu tanpa membuang waktu lagi maka sosok mereka menghilang dari ruangan ini.

__ADS_1


Setelah 5 pembunuh itu pergi, Horfa yang dari tadi diam bertanya penuh keraguan "Ayah, apakah kau yakin? Kita sudah melatih 5 pembunuh tersebut dengan menghabiskan banyak sumber daya, jika kita kehilangan mereka sekarang maka kerugiannya juga sangat besar bagi kita".


"Dasar bodoh! Ini adalah keadaan gawat!", kata Limde yang memiliki wajah suram "Selama Baron baru itu mengetahui keberadaan tambang besi serta melaporkannya kepada Kerajaan Azeroth, seluruh Keluarga Noem kita pasti tidak lepas dari hukuman sebab menyembunyikan sumber daya sebesar itu tanpa laporan apapun! Oleh karena itu, tidak peduli seberapa banyak kerugian yang harus kita ambil, Baron baru itu harus mati sebelum mengetahui keberadaan tambang besi tersebut".


Horfa menyadari seberapa buruk keadaan mereka sekarang melalui penjelasan ayahnya, ia menundukkan kepalanya dan tidak berbicara lebih banyak lagi, nampaknya Horfa merasa bahwa kecerdasannya masih kurang dibandingkan ayahnya.


Kehilangan 5 pembunuh elit masih lebih baik daripada kehilangan tambang besi dan dihukum Kerajaan Azeroth akibat tindakan tersebut, Horfa mengerti mengenai maksud perkataan ayahnya ini.


...----------------...


5 pembunuh itu bergerak dengan cepat di jalan-jalan Kota Loth ataupun atap rumah, setiap langkah kaki mereka sama sekali tidak memiliki suara apapun, jadi tidak ada yang menyadari gerakan mereka.


Hampir semua penduduk sudah tertidur sekarang dan hanya ada beberapa prajurit yang berjalan di sekitar kota sebab mereka mendapatkan tugas untuk menjaga kota malam ini, tapi mereka sama sekali tidak bisa menyadari gerakan pembunuh tersebut.


Saat mereka sudah akan menuju ruang tamu bangunan walikota, seorang pembunuh berkata penuh senyum mengejek "Tugas ini sangat mudah, nampaknya berita itu benar bahwa sang Baron hanya seorang anak! Ayo kita selesaikan tugas ini secepat mungkin, setelah itu kita bisa mendapatkan kebebasan kita sendiri tanpa harus menjadi seorang pembunuh".


4 pembunuh di sekitarnya mengangguk, sebagai pembunuh yang sudah di latih sejak kecil oleh Keluarga Noem, mereka tidak memiliki kebebasan sedikitpun. Jadi mereka tidak boleh membuang kesempatan ini, mereka harus menyelesaikan tugas yang diberikan Limde.


Ketika mereka baru tiba di ruang tamu yang gelap, mungkin seluruh orang di bangunan walikota ini sudah tidur, para pembunuh ini berencana untuk bergerak ke kamar di sekitar.


Tetapi, waktu mereka baru berencana mencari kamar Myro, puluhan panah muncul dari kegelapan dan menusuk mereka.

__ADS_1


"Stab!".


Para pembunuh itu terkejut waktu menemukan puluhan panah yang menusuk mereka, saat mereka menyadarinya, ternyata ada puluhan prajurit yang bersembunyi memakai kegelapan di ruangan ini sambil memegang busur mereka.


"Bagaimana mungkin--", teriak pemimpin para pembunuh ini, namun dengan luka berat di tubuhnya, ia mati dengan cepat bersama para pembunuh yang lain.


Falka yang menusuk pemimpin pembunuh tersebut memakai pedangnya langsung melepaskan senjatanya dari tubuh pemimpin pembunuh itu, di antara puluhan Kavaleri Mongol ini, hanya Falka yang memakai pedang.


Ia menunjuk ke arah 5 mayat pembunuh ini dengan dingin "Bersihkan semua ini".


"Baik!", para prajurit Kavaleri Mongol di belakang Falka bergerak untuk membersihkan 5 mayat tersebut.


Ketika turun dari kuda mereka, Kavaleri Mongol bisa menjadi pemanah yang sangat ahli bersembunyi, oleh karena itu mereka bisa membunuh 5 pembunuh ini dengan mudah.


Alasan mereka sangat ahli bersembunyi sebab prajurit Kavaleri Mongol Falka sudah pergi berburu sejak berusia 7 tahun, jadi keahlian mereka bersembunyi sambil menembak sudah tidak perlu diragukan lagi.


Melihat Kavaleri Mongol yang membersihkan mayat tersebut, Falka mengangkat kepalanya menuju jendela untuk mengamati ke arah villa Keluarga Noem "Ren, Feld, Aclan, kalian harus menjaga tuan dengan baik! Kalian semua, cepat bersihkan semua ini! Apabila masih ada waktu, kita harus pergi untuk membantu tuan juga!".


...----------------...


Limde dan Horfa yang sedang berbicara di ruang kerja mereka sambil menunggu laporan dari 5 pembunuh yang ia kirim segera merasa terkejut sebab mereka merasakan getaran yang sangat hebat dari tanah, Horfa berkata penuh keraguan "Apakah ada gempa bumi?".

__ADS_1


Berbeda dari Horfa yang masih muda, Limde langsung menyadari asal getaran ini karena ia bisa mendengar suara langkah kaki juga bersama getaran. Hal ini membuatnya yakin bahwa getaran ini bukan gempa bumi melainkan ada banyak prajurit yang berjalan ke arah sini hingga membuat getaran.


Sebelum Limde bisa bertindak, seorang pelayan membuka pintu ruangan dengan panik "Tuan, ada ribuan pasukan yang bergegas ke arah villa ini! Ribuan pasukan bersenjata lengkap sudah mulai mengepung villa!".


__ADS_2