
"Keluarga Aras mengkhianati kakakmu?", kata Raja Albert ragu "Kenapa kau berpikir Keluarga Aras akan berkhianat melawan kakakmu? Baik itu dirimu sendiri atau kakakmu, kalian semua sama-sama berasal dari Keluarga Aras. Tidak peduli siapa yang menang di antara kalian, Keluarga Aras pasti diuntungkan. Oleh karena itu, kenapa Keluarga Aras harus membantumu dibandingkan kakakmu? Padahal kakakmu telah memiliki masa depan yang baik di Kerajaan Azeroth, selama tidak terjadi masalah, kakakmu seharusnya mampu membawa Keluarga Aras menjadi keluarga yang berpengaruh di seluruh Kerajaan Azeroth".
"Dibandingkan kakakmu yang telah memiliki jalan cerah di depannya, kenapa Keluarga Aras harus mendukung mu yang belum pasti berhasil di masa depan?".
Luca sedikit tidak bisa berkata-kata terhadap perkataan Raja Albert, sebenarnya Raja Albert memihak dirinya atau Myro.
Berdasarkan perkataan Raja Albert barusan, Luca tidak ada apa-apa daripada Myro.
Myro memiliki masa depan yang cerah, sedangkan ia dianggap belum tentu berhasil oleh Raja Albert.
Tetapi Luca sama sekali tidak marah, lebih tepatnya ia tidak bisa merah sebab apa yang dikatakan Raja Albert barusan adalah kenyataan. Luca sendiri benci mengakuinya, namun masa depan kakaknya memang terlihat jauh lebih bersinar daripada ia. Kalau kakaknya tidak mati di masa depan, ia pasti menjadi sosok berpengaruh di Kerajaan Azeroth.
Meskipun begitu, ia tidak boleh menunjukkan kelemahan di depan Raja Albert. Jika ia sendiri tidak percaya diri, bagaimana mungkin Raja Albert percaya bahwa Luca mampu mengalahkan Myro?
Karena hal tersebut, Luca berkata sambil tersenyum "Ayah mertua, apa yang anda katakan mungkin benar, tapi sebagai anak dari Keluarga Aras, aku mengenal Keluarga Aras lebih jelas daripada ayah mertua".
Semua orang segera mengamati Luca, mereka penasaran bagaimana cara Luca membuat Keluarga Aras mengkhianati Myro.
__ADS_1
"Keluarga Aras merupakan sebuah keluarga yang mengutamakan kepentingan seluruh keluarga daripada seorang individu. Alasan itu yang membuat kakakku ditunjuk sebagai kepala keluarga baru menggantikan ayah, mereka percaya kakakku dapat membawa keuntungan lebih besar kepada keluarga daripada ayah", kata Luca tanpa keraguan sedikitpun "Masalahnya kakakku mempunyai sedikit permasalahan bersama Keluarga Aras di masa lalu yaitu keluarga pernah membuangnya, Keluarga Aras mengirim kakakku ke medan perang dimana kemungkinan terbunuh sangat besar walaupun kakakku berhasil memenangkan perang hidup-hidup dan menjadi bangsawan".
"Namun kebencian pada diri kakakku terhadap Keluarga Aras belum menghilang sepenuhnya, jadi ia menerima kembali Keluarga Aras tapi tidak membiarkan seorangpun dari mereka duduk di pemerintahan penting pada Provinsi Kemenangan. Selama kita memberikan keuntungan yang lebih baik kepada Keluarga Aras seperti mereka boleh menguasai beberapa kota atau ayahku menjadi bangsawan lagi di Kerajaan Orc-Goblin, mereka pasti setuju!".
"Oleh karena itu, aku membutuhkan bantuan anda sebab aku tidak mempunyai kekuasaan untuk memberikan Keluarga Aras keuntungan. Tanpa keuntungan, Keluarga Aras tidak akan mengkhianati kakakku. Untuk mengalahkan kakakku, aku harap ayah mertua akan memberikan beberapa keuntungan kepada Keluarga Aras supaya mereka memihak kita!".
Mata semua orang di ruang pertemuan bersinar, mereka merasa apa yang dikatakan Luca cukup tepat. Bagaimanapun setiap orang pasti mencari keuntungan yang terbaik, begitu juga Keluarga Aras.
Dengan adanya Luca yang merupakan bagian dari Keluarga Aras, mereka pasti lebih percaya terhadap tawaran keuntungan yang diberikan Kerajaan Orc-Goblin.
Semua orang menatap Raja Albert, sekalipun mereka tahu rencana Luca mempunyai kemungkinan besar berhasil, semuanya tidak akan berguna kalau Raja Albert tidak setuju.
"Terima kasih, ayah mertua! Anda tidak perlu khawatir, ayah dan semua tetua di Keluarga Aras sangat perhatian kepadaku! Selama aku datang dan meyakinkan mereka, Keluarga Aras pasti tidak menolak", kata Luca penuh semangat.
Setelah selesai membicarakan beberapa rencana lagi, Luca pergi dari Istana Kerajaan Orc-Goblin dibawah pengawalan beberapa Kavaleri Serigala.
Ia tidak membuang waktu lagi melainkan bergegas menuju wilayah Myro secara diam-diam, lebih tepatnya Luca tidak bisa menunggu lagi untuk melihat kegagalan Myro dan menggantikan posisinya.
__ADS_1
Saat Luca telah pergi, raja dan para pejabat lainnya tetap berada di ruang diskusi. Karena masalah Luca telah selesai, Putri Raja Albert ikut pergi. Ia sama sekali tidak tertarik terhadap masalah politik dan peperangan kerajaan, biarkan ayahnya serta beberapa petinggi kerajaan yang menyelesaikan masalah tersebut.
Sekarang aula pertemuan menjadi diam lagi, Guliger menarik nafas dan berdiri dari kursinya "Yang mulia, bolehkah aku memberikan pendapat?".
Raja Albert yang sedang menutup matanya perlahan-lahan membuka matanya lagi, ia menatap Guliger "Kau adalah jendral yang aku percaya, jendral setia yang memimpin semua militer Kerajaan Orc-Goblin. Kalau kau memiliki sesuatu yang belum jelas, kau tentunya boleh bertanya, Guliger. Kenapa kau menjadi ragu-ragu hanya untuk berbicara denganku?".
"Terima kasih, yang mulia!", kata Guliger sedikit membungkuk, ia tetap tidak berani bertindak tidak sopan di depan Raja Albert "Guliger tidak bermaksud meragukan keputusan yang mulia, tetapi Guliger cuma terlalu bodoh sehingga tidak mengerti maksud dari rencana yang mulia. Kenapa anda harus repot-repot memberikan anak manusia tadi sebuah wilayah besar? Sekalipun ia merupakan alasan utama kita mengalahkan Myro, hadiahnya terlalu banyak! Walaupun ia menikah bersama putri yang mulia, Luca tetap seorang manusia! Pada akhirnya manusia tidak akan memahami Orc, begitu juga Goblin yang belum tentu memahami kita, bukankah karena alasan itu sehingga tidak ada 1 orangpun Goblin yang duduk di posisi penting kerajaan? Lalu kenapa yang mulia memberikan wilayah begitu besar terhadap Luca?".
Semua pejabat dan petinggi lainnya mengangguk, mereka ikut penasaran mengenai masalah ini. Namun mereka tidak seperti Guliger yang merupakan teman dekat serta jendral kepercayaan raja sehingga berani mempertanyakan keputusan raja, mereka yang tidak lain cuma pejabat atau petinggi kerajaan tidak berani mempertanyakan keputusan raja secara sembarangan.
"Apakah kalian belum mengerti?", kata Raja Albert menggelengkan kepalanya "Aku hanya perlu memberikan wilayah Myro selama beberapa waktu. Setelah itu, kita dapat membuat kekacauan hingga pemberontakan di wilayah Luca nanti. Selama Luca gagal menghentikan pemberontakan, bukankah aku mempunyai alasan agar membuatnya mundur dari posisi bangsawan dan menjadi pangeran palsu lagi? Aku hanya memberikannya kekuasaan sementara, kalau aku tidak memberinya hadiah sebanyak itu, apakah Luca akan begitu semangat membantuku?".
"Raja memang cerdas, pada akhirnya kita tinggal mencari alasan agar sekalipun Luca mendapatkan kekuasaan, kita dapat menurunkannya lagi", kata para pejabat penuh semangat.
"Seperti yang diharapkan dari yang mulia, kecerdasan Guliger tidak dapat dibandingkan sedikitpun dari yang mulia!", kata Guliger setelah ia mengerti rencana asli raja.
Raja Albert melambaikan tangannya "Berhenti membicarakan masalah ini! Kita harus memusatkan perhatian kita di medan perang! Guliger, kau harus membawa semua pasukan kita di perbatasan untuk menahan Myro mulai beberapa hari ke depan sampai Luca berhasil membujuk Keluarga Aras untuk berkhianat, sedangkan pejabat yang lain harus membantu Guliger, apakah kalian semua mengerti?".
__ADS_1
"Baik, yang mulia!", jawab semua orang di ruangan tersebut.