PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 35 : KEBERUNTUNGAN


__ADS_3

Setelah pangeran ke 4 pergi, ia berbicara dengan para anak bangsawan yang lain atau kapten pasukan seperti Jerat. Walaupun para anak bangsawan ini tidak terlalu berguna, pangeran ke 4 masih tidak keberatan untuk bersikap baik dengan merak dan menarik mereka untuk mendukungnya.


Bagaimanapun saat ia berusaha menjadi raja nanti maka ia harus mendapatkan dukungan sebanyak mungkin baik itu dari bangsawan, petinggi politik serta militer kerajaan. Bahkan dukungan dari pedagang besar masih sangat dibutuhkan, lagipula dengan uang maka seseorang bisa menarik lebih banyak dukungan serta membuat pasukan.


Oleh karena itu, tidak ada salahnya bersikap sopan terhadap orang-orang yang ada di ruangan ini.


Saat ini Luin berjalan mendekati Myro, berdasarkan wajahnya maka Myro tahu bahwa Luin datang kesini bukan dengan tujuan baik "Namamu Myro bukan? Aku akui bahwa kau sangat beruntung, bisa memiliki seorang ahli strategi yang cukup baik dan prajurit. Tetapi pada akhirnya kau sama sekali tidak memiliki kekuatan apapun, kau hanya beruntung jadi jangan bersikap terlalu sombong! Namamu kalau tidak salah adalah Ren bukan? Nampaknya kau memiliki beberapa kemampuan, kenapa tidak ikut denganku?".


"Daripada tuan mu yang sekarang, aku bisa lebih banyak memberimu uang ataupun kekuasaan. Bukan hanya itu, aku bisa memberimu kesempatan untuk menjadi wanitaku. Bukankah lebih terhormat untuk menjadi wanita dari calon Marquis di masa depan".


Sebelum Myro bisa mengatakan apapun, Ren di belakangnya tersenyum dingin "Bukankah kau terlalu melebihkan dirimu sendiri? Calon Marquis di masa depan? Apabila kau adalah calon Marquis maka ayahmu pasti tidak membiarkan kau pergi ke peperangan yang berisiko seperti ini, paling tidak ia pasti mengirim mu pengawal jika terjadi sesuatu yang buruk, nyatanya ayahmu bahkan tidak memberikanmu pasukan apapun yang menunjukkan bahwa kau tidak berharga".


"Selain itu, kenapa Tuan Myro harus ahli strategi dan bertarung untuk menjadi tuan? Jika seorang raja bisa melakukan semuanya, kenapa raja membutuhkan menteri ataupun jendral? Dengar ini baik-baik, seorang pemimpin tidak perlu terlalu cerdas, juga tidak perlu memiliki kekuatan yang kuat, namun seorang pemimpin harus bijaksana serta tidak keberatan mendengarkan saran dari para pengikutnya! Sedangkan untuk masalah strategi perang dan bertarung, maka itu tugas kami sebagai pengikutnya! Aku menolak untuk menjadi pengikut mu, sadari posisimu! Orang sombong dan tidak bisa mendengarkan saran orang lain seperti dirimu sama sekali tidak cocok menjadi pemimpin!".


"Kau--", Luin melangkah maju dengan marah.


Tapi Myro langsung mengulurkan tangannya untuk menghentikan Luin sambil berkata "Bukankah ini terlalu tidak sopan? Ren adalah orang-orang ku, selama kau berani menyentuhnya maka itu seperti mencoba melawanku. Aku tidak peduli dari keluarga mana kau berasal, sejak kau berada di medan perang ini maka menunjukkan bahwa keluarga Marquis tidak menganggap mu penting. Oleh karena itu, status aku yang anak Baron dan kau yang anak Marquis tidak jauh berbeda disini, apa yang lebih dipentingkan pangeran yaitu siapa yang lebih berguna bukan?".

__ADS_1


Luin menggertakkan giginya, ia benar-benar marah sekarang. Namun di sisi lain Luin juga tahu bahwa perkataan Myro barusan benar, sekarang pangeran ke 4 pasti lebih mendukung Myro dari dirinya.


Jadi Luin menatap Myro dan Ren dengan dingin sebelum berkata "Suatu hari nanti kalian pasti menyesali perbuatan kalian hari ini".


Luin berbalik serta pergi dari tempat ini, ia tahu bahwa selama dirinya lebih lama berada di dekat Myro maka dirinya mungkin tidak bisa menahan kemarahannya lagi.


"Anak itu memang terlalu pemarah, bagaimanapun ia masih anak Marquis yang membuatnya selalu bersikap sombong", kata Jerat yang mendekati Myro "Senang bertemu denganmu, Myro! Orang yang bisa diikuti oleh prajurit hebat seperti Falka dan ahli strategi cerdas seperti Nona Ren pasti bukan orang sembarangan, aku sangat penasaran bagaimana caramu meyakinkan 2 orang berbakat ini untuk mengikuti mu".


Melihat Jerat yang bersikap sopan terhadap dirinya, Myro tentunya berkata dengan sopan juga "Ini hanya keberuntungan, selain itu Kapten Jerat juga sangat hebat! Di medan perang hari ini, tidak ada seorangpun yang bisa menghentikan pedang Kapten Jerat, kapten dari pasukan elit Kerajaan Azeroth memang tidak bisa diremehkan".


Jerat tersenyum senang, lagipula sebagai prajurit maka ia senang ketika orang lain menganggapnya kuat, tapi ia masih bersikap sopan "Myro terlalu berlebihan, Jerat masih lebih lemah dibandingkan Falka yang mengikuti mu. Apabila ada waktu di masa depan, Jerat berharap bisa minum teh bersamamu dan menjadi teman yang lebih dekat lagi".


Setelah itu Jerat berjalan pergi untuk berbicara dengan orang lain.


Meskipun Myro masih sangat muda, Jerat sangat tertarik untuk berteman dekat dengan Myro. Bagaimanapun Myro bisa memiliki 2 orang hebat yang mengikutinya, jadi sangat besar kemungkinan bahwa Myro bisa menjadi bangsawan atau orang penting dari Kerajaan Azeroth di masa depan.


Tidak lama kemudian, pesta terus berlangsung selama 2 jam sampai pangeran ke 4 menutup pesta itu. Lagipula mereka masih harus berperang selama beberapa hari ke depan sampai merebut Kerajaan Kavaleri, oleh karena itu pasukan masih harus beristirahat agar siap berperang.

__ADS_1


Ketika semua orang sudah pergi, hanya ada Myro yang masih tetap di ruangan ini bersama ibunya serta Ren sesuai dengan apa yang dikatakan pangeran ke 4 sebelumnya.


"Maaf membuatmu menunggu", kata pangeran yang mendekati Myro sambil tersenyum ramah.


Lalu mereka mencari tempat duduk di ruang pesta tersebut.


Saat Myro duduk di depan pangeran ke 4, Limo berdiri di belakang pangeran sedangkan Ren dan ibu Myro berdiri di belakang Myro.


Seorang pelayan datang untuk menyiapkan teh bagi mereka sebelum pergi dari ruangan ini, sekarang hanya ada kelompok Myro dan pangeran ke 4.


Pangeran ke 4 meminum teh tersebut sebelum meletakkannya kembali ke atas meja "Myro, aku sangat berterima kasih atas bantuan mu kali ini! Jika tidak ada bantuan mu, maka aku pasti kalah! Jangankan merebut Kerajaan Kavaleri, mungkin aku tidak bisa merebut Benteng Trock. Saat aku kembali ke ibukota, pasti semua pangeran lain mengejekku serta para menteri dan militer yang mendukung ku mulai berubah pikiran dan memilih mendukung pangeran yang lain. Oleh karena itu, aku sangat berterima kasih".


Myro melambaikan tangannya "Sebagai penduduk Kerajaan Azeroth maka sudah seharusnya aku membantu pangeran".


Pangeran ke 4 sedikit tersenyum, ia mulai mengambil sebuah kantong kain dari pakaiannya dan meletakkan di atas meja "Myro, ini adalah rasa terima kasih, aku tahu bahwa hal ini masih tidak cukup untuk berterima kasih kepadamu tapi aku sekarang tidak memiliki hal berharga yang lain untuk diberikan kepadamu. Aku pasti membayar mu kembali ketika sudah kembali ke ibukota".


Myro perlahan-lahan mengambil kantong kain seukuran kepalan tangan itu lalu membukanya.

__ADS_1


Melihat apa yang ada di kantong kain itu, Myro bergumam sedikit terkejut "Koin emas?".


__ADS_2