PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 92 : HASIL DARI LADANG


__ADS_3

Myro bergegas menuju gerbang kota secepat mungkin di bawah pengawalan Ren dan Lopen serta beberapa Penjaga Praetorian, sekarang tembok kota yang sebelumnya hanya pagar kayu sudah mulai berubah menjadi batu. Meskipun tembok batu ini hanya menutupi setengah dari kota sebab belum selesai dibangun, tetapi hal itu sudah sangat meningkatkan pertahanan kota ini.


Di sepanjang jalan, Myro hampir tidak melihat penduduk di sekitar. Nampaknya mereka semua sudah pergi ke ladang, bagaimanapun ini merupakan hari panen besar mereka yang paling awal, oleh karena itu semua penduduk pergi ke ladang secara langsung untuk melihat keberhasilan tersebut.


Ketika sampai di gerbang kota, para prajurit disana membungkuk hormat kepada Myro.


Myro hanya sedikit mengangguk lalu pergi melewati gerbang kota tersebut.


Sewaktu melewati gerbang kota, Myro segera melihat tanah yang dipenuhi oleh warna keemasan.


Tanah di sekitar Kota Loth yang sebelumnya terlihat sangat kosong sudah berubah menjadi sedikit keemasan, warna emas ini tidak lain berasal dari padi yang sudah siap panen, di bawah sinar matahari pagi maka padi-padi ini menunjukkan warna keemasan yang sangat menarik perhatian.


Myro sedikit menghela nafas, walaupun dirinya belum bisa dikatakan berhasil sepenuhnya sebagai seorang Baron, setidaknya dengan hasil ladang kali ini maka krisis makanan bisa diatasi. Ia tidak mungkin memberi para penduduk makanan secara terus-menerus, keuangan Myro sangat terbatas sehingga dengan panen kali ini, Myro tidak perlu lagi memberikan biaya makanan kepada para penduduk. Bahkan dari pajak panen kali ini, Myro bisa menutupi kembali kerugian yang ia alami sebelumnya.


Myro mulai berjalan-jalan di sekitar ladang tersebut untuk menemukan bahwa ada banyak anak-anak atau wanita yang menonton di sekitar, mereka melihat orang-orang yang sedang mengambil hasil panen tersebut.

__ADS_1


Ketika mereka mengetahui kedatangan Myro, para penduduk itu langsung membungkuk hormat serta berteriak "Terima kasih, Tuan Baron! Keberhasilan panen kali ini tidak akan terjadi tanpa bantuan anda!".


Myro mengangguk ramah terhadap sambutan semua orang, ia mendekati sebuah ladang dan berteriak ke arah pria yang sedang sibuk memanen disana "Bagaimana hasil panennya? Apakah hasilnya bagus?".


Pria yang sedang sibuk memanen tersebut terkejut, ia menghentikan pekerjaannya dengan cepat sebelum berkata sambil tersenyum lebar "Ternyata Tuan Baron juga datang untuk melihat langsung, hasil panennya sangat bagus! Meskipun kami sudah cukup lama tidak bekerja di ladang lagi sejak serangan Kerajaan Orc-Goblin beberapa tahun yang lalu, tapi kami masih memiliki beberapa kemampuan. Belum lagi dukungan tanah dan peralatan dari Tuan Baron, kami sangat berterima kasih! Jika bukan dukungan dari Tuan Baron, panen ini belum tentu berhasil".


Myro sedikit tersenyum, akhirnya ia membuang kekhawatiran terakhirnya mengenai kemungkinan gagal panen "Untungnya apabila hasil panennya bagus, dengan ini maka krisis makanan Kota Loth dan wilayah sekitarnya bisa berakhir! Aku mungkin memberikan kalian bantuan berupa tanah dan peralatan, tetapi keberhasilan panen kali ini tidak akan terjadi tanpa bantuan kalian. Untuk panen berikutnya, aku mengharapkan kalian akan membantuku lagi".


Para pekerja di ladang tersentuh mendengar perkataan Myro, bagaimanapun Myro yang merupakan seorang Baron sama sekali tidak sombong, bahkan ia menghargai kerja keras mereka yang sangat berbeda dari bangsawan lain.


Para pekerja di sekitar berkata penuh semangat "Tuan Baron tidak perlu khawatir, kami pasti akan terus bekerja keras dan membuat Kota Loth menjadi kota pasokan makanan penting di Kerajaan Azeroth".


Setelah berbicara sebentar lagi, Myro kembali berjalan-jalan menuju ladang yang lain sampai ia menemukan Feld.


Feld sekarang sedang berkumpul bersama pegawai pemerintah lainnya, pegawai pemerintah ini merupakan orang yang baru diangkat oleh Feld untuk membantunya bekerja sebagai walikota.

__ADS_1


Bagaimanapun bangsawan bisa memilih walikota di wilayah kekuasaannya, begitu juga walikota yang bisa merekrut pekerjanya sendiri.


Sedangkan untuk pemerintah tingkat yang lebih tinggi seperti gubernur, menteri dan yang lainnya, maka hanya raja bersama para petinggi Kerajaan Azeroth yang bisa memilihnya.


Feld menyadari kedatangan Myro sehingga ia menyambutnya secepat mungkin "Tuan, akhirnya anda datang! Panen kita sudah berhasil, untungnya kita tidak mengalami kegagalan! Dengan ini, masalah krisis makanan sampai beberapa bulan kemudian bisa teratasi. Selama panen besar seperti ini terus tejadi setiap 4 bulan, krisis makanan mungkin tidak terjadi lagi di kota ini".


Myro tidak bisa untuk tidak tersenyum juga "Kau benar, akhirnya rencana mengatasi krisis makanan sudah berhasil. Untungnya tidak ada cuaca buruk selama 4 bulan ini, jika tidak maka kita harus mengalami gagal panen. Tapi ini masih belum selesai, masalahnya baru di mulai setelah panen. Hasil panen kali ini terlalu banyak, para penduduk tidak bisa memakan semuanya sampai panen berikutnya. Apalagi kita juga akan mendapatkan banyak hasil panen dari pajak para penduduk, jika tidak dimakan terlalu lama, hasil panen ini tidak bisa dimakan lagi".


"Oleh karena itu, kita harus menjual sebagian hasil panen ini. Belum lagi para penduduk tidak bisa hanya makan nasi setiap harinya, mereka membutuhkan uang untuk membeli makanan lain".


"Tuan benar", kata Feld dengan wajah suram "Namun masih sedikit para pedagang yang berani datang ke wilayah kita, walaupun Falka sudah membersihkan sebagian besar bandit tapi para pedagang masih memiliki keraguan, apalagi mereka tidak menganggap ada bisnis menguntungkan untuk datang ke Kota Loth ini. Aku rasa aku harus mencoba mencari pedagang besar di kota lain untuk bertanya apakah mereka tertarik membeli beras dengan jumlah besar, aku yakin ada pedagang yang tertarik di Ibukota Provinsi Kavaleri meskipun kita harus menjualnya sedikit lebih murah di awal sampai nama kota kita sebagai penghasil beras menjadi terkenal".


"Kau benar, aku serahkan padamu untuk masalah penjualan beras ini", kata Myro.


"Tuan tidak perlu khawatir, meskipun aku tidak terlalu ahli berdagang tapi aku tidak akan membiarkan diriku ditipu oleh para pedagang itu dengan mudah", kata Feld.

__ADS_1


Myro tidak mengatakan apa-apa lagi dan terus mengamati ladang di sekitarnya, ia sudah melakukan pemanggilan selama 4 bulan ini tapi ia tidak memanggil sosok tingkat emas lagi. Padahal Myro sekarang sangat kekurangan tenaga kerja berbakat, sepertinya ia masih harus menunggu sampai ada orang berbakat lain yang dipanggil dari Dunia atau ada orang yang tertarik memberikan kesetiaannya kepada Myro.


Tiba-tiba, Myro mengingat bahwa ia belum melakukan pemanggilan dari Dunia untuk hari ini.


__ADS_2