PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 243 : LABA-LABA


__ADS_3

Dengan Pard yang memimpin jalan di depan mereka, Myro bersama yang lainnya bergegas menuju ke area tambang.


Sewaktu melihat Myro, baik itu penambang atau pekerja yang membantu Torn membuat perlengkapan, mereka semua berhenti bekerja dan memberi hormat kepada Myro.


Walaupun mereka selalu tinggal di gua dan hanya pergi ke Kota Loth setiap beberapa bulan atau tahun sekali, mereka tetap mengetahui berita-berita penting di Kota Loth.


Terutama Myro yang membawa kemakmuran serta kemajuan di Kota Loth, mereka sangat berterima kasih kepada Myro.


Bagaimanapun sebagian besar pekerja di gua mempunyai keluarga yang tinggal di Provinsi Kemenangan. Dengan berkembangnya Provinsi Kemenangan, hidup keluarga mereka juga menjadi lebih baik sehingga mereka sangat menghormati Myro.


Melihat banyak orang memberikan hormat kepadanya, Myro memberikan beberapa kata supaya para penambang bersemangat kerja lagi sebelum pergi semakin jauh menuju gua.


Menurut penjelasan Pard, Torn tinggal di bagian terjauh dari gua dibandingkan penambang lain.


Alasannya agar ia tidak terganggu ketika membuat senjata, Torn harus membuat setiap senjatanya dengan hati-hati dan perhatian penuh.

__ADS_1


Setelah berjalan selama 10 menit, Myro menghentikan langkahnya sebab ia menemukan puluhan mayat laba-laba seukuran 2 meter yang tidak jauh dari posisinya.


Laba-laba raksasa mempunyai warna hitam dan mata yang banyak, tapi saat ini semua mata laba-laba telah kehilangan kehidupan mereka akibat luka yang terdapat pada tubuh mereka, kemungkinan besar Torn bersama para prajurit yang menjaga tambang adalah orang-orang yang membunuh laba-laba.


Melihat Myro menghentikan langkah kakinya sambil mengamati mayat laba-laba, Pard mulai menjelaskan "Tuan, ini adalah monster yang aku sebutkan! Sejak kami membunuh puluhan laba-laba dari serangan paling awal mereka, setiap hari akan ada laba-laba yang lewat sini seakan-akan mereka sedang mengamati kami. Pada awalnya kami hanya berpikir kedatangan laba-laba adalah kebetulan, tapi guru menjadi khawatir dan memberitahuku untuk mencari bantuan dari tuan".


Saat Myro sedang mengamati laba-laba dari kejauhan, Ren melangkah maju.


Ia mendekati mayat laba-laba dan memeriksanya penuh rasa hati-hati, bahkan Ren membuka mata laba-laba yang sudah mati sambil terus mengamatinya.


Pard sedikit bingung terhadap tindakan Ren "Nona Ren, mayat laba-laba sama sekali belum dibersihkan sehingga mereka penuh darah, lebih baik anda tidak menyentuh--".


Meskipun bingung mengenai alasan Ren yang menanyakan pertanyaan yang sama berulang kali, Pard tetap mengangguk "Ketika monster laba-laba menyerang, aku kebetulan berada disini bersama para penambang dan guru, kami berencana membuat perlengkapan bagi pasukan tuan lagi. Oleh karena itu, berdasarkan apa yang aku lihat, hanya laba-laba yang menyerang kami".


"Ren, apakah ada masalah atau kau menyadari sesuatu?", tanya Myro penasaran, ia tahu Ren tidak akan bertanya tanpa alasan.

__ADS_1


Ren berpikir sebentar sebelum menjelaskan "Tuan, ada perbedaan besar antara monster laba-laba yang hidup bebas dengan mereka yang sudah dijinakkan. Ini mirip seperti monster serigala, ada perbedaan antara monster serigala yang menjadi pasukan Kavaleri Serigala dan monster serigala yang hidup bebas. Umumnya monster yang hidup bebas lebih ganas dan kuat, sedangkan mereka yang dilatih oleh seseorang lebih lemah tapi mampu mengerti perkataan manusia, kecerdasan mereka tinggi".


"Berdasarkan apa yang aku amati barusan, semua mayat monster laba-laba terlalu kecil dan mata mereka tidak merah. Padahal monster laba-laba yang tidak dikendalikan memiliki mata merah, jadi aku yakin ada orang dibalik semua serangan monster laba-laba di tambang, mereka bukan monster yang kebetulan tinggal disini melainkan monster yang telah dilatih dengan baik. Kebetulan aku tahu siapa yang sering memanfaatkan monster laba-laba sebagai kavaleri mereka, orang-orang yang sering mengendalikan monster laba-laba adalah--".


"Dark Elf!", tanpa menunggu Ren selesai menjelaskan, sebuah suara seperti ledakan petir terdengar dari belakang Myro.


Myro berbalik untuk menemukan Torn yang berdiri di belakangnya sambil membawa palu, seluruh wajahnya ditutupi noda hitam akibat asap pembakaran yang menunjukkan ia baru selesai bekerja.


Torn berlutut di depan Myro "Tuanku, terima kasih sudah repot-repot datang kesini dan membantu kami yang berada di tambang. Tapi seharusnya tuan tidak perlu datang kesini sendiri di tengah jadwal sibuk tuan, Torn merasa bersalah karena menganggu pekerjaaan tuan".


Myro melambaikan tangannya "Tidak perlu merasa bersalah, kalian yang berada di tambang telah bekerja keras selama bertahun-tahun untuk membantu menyiapkan peralatan pasukan! Oleh karena itu, aku tidak keberatan membantu kalian juga! Apa yang lebih penting yaitu jelaskan lebih banyak mengenai Dark Elf, walaupun aku pernah membaca tentang mereka di buku, tapi kalian pasti mengetahui informasi Dark Elf lebih banyak dariku".


"Aku rasa orang yang paling cocok menjelaskannya kepada tuan adalah Torn", kata Ren yang berjalan ke samping Myro lagi "Di wilayah selatan Dunia, terdapat 4 kekuatan yang menguasainya yaitu Elf bersama Gnome menguasai permukaan tanah sedangkan Dwarf dan Dark Elf sebagai penguasa di bawah tanah. Akibat mereka yang sama-sama berkuasa di bawah tanah, Dwarf dan Dark Elf saling bermusuhan serta sering bertarung, Torn sebagai petinggi di antara Dwarf pasti mengenal musuhnya dengan sangat baik".


Torn menggelengkan kepalanya "Kami para Dwarf memang sering melawan Dark Elf, tapi aku rasa kau yang dijuluki sebagai orang bijak dari timur pasti mempunyai informasi Dark Elf yang tidak kalah dari kami. Meskipun begitu, aku tidak keberatan menjelaskannya kepada tuan. Dark Elf, mereka mirip seperti Elf kecuali kulit mereka yang gelap. Selain itu, mereka tidak terlalu cocok terhadap cahaya matahari yang membuat mereka memilih tinggal di bawah tanah. Berbeda dari kami para Dwarf yang tinggal di bawah tanah sebab keberadaan tambang".

__ADS_1


"Pasukan Dark Elf yang terkenal adalah kavaleri laba-laba, dengan kegesitan serta benangnya, monster laba-laba memiliki keunggulan yang besar saat bertarung di bawah tanah. Oleh karena itu Dark Elf menyimpan teknik menjinakkan monster laba-laba mereka sebaik mungkin agar tidak ada yang membuat kavaleri laba-laba juga selain mereka".


"Lalu Dark Elf mempunyai beberapa pasukan lain seperti pembunuh dan ahli racun. Apabila Elf senang mempelajari sihir elemen atau roh, Dark Elf sering mempelajari sihir racun atau membuat racun baru. Bahkan para pembunuh atau kavaleri laba-laba mereka ikut dipersenjatai memakai senjata yang dilapisi racun, selama musuh mereka terluka sedikit oleh senjata mereka, ada kemungkinan besar mati akibat racun pada senjata mereka. Karena alasan tersebut, banyak orang yang tidak berani terkena senjata Dark Elf sekalipun cuma sedikit".


__ADS_2