
Melihat para samurai mengangkat busur berat mereka lagi, Guliger gemetar ketakutan. ia tidak dapat melupakan, seberapa menakutkannya tembakan yang dilakukan Yuki bersama samurai barusan. Jika mereka terus menembak tanpa henti, pasukannya pasti hancur.
2000 pemanah berat tidak mungkin membunuh 70.000 pasukan, tapi jangan lupa pasukan Guliger sebagian besar adalah kumpulan penduduk yang dipersenjatai. Selama ribuan dari mereka mati akibat panah berat musuh, semua pasukannya yang lain pasti melarikan diri akibat ketakutan.
Pasukan elit sekalipun takut akan kematian, apalagi penduduk yang belum pernah menghadapi medan perang apapun.
Guliger mengerti pasukannya tidak boleh terus bertahan atau panah berat para samurai akan membuat seluruh pasukannya hancur akibat ketakutan, oleh karena itu Guliger berteriak penuh kegilaan "Seluruh pasukan serang! Jangan berikan kesempatan bagi musuh menembak! Selama kita menutup jarak kita dengan pemanah musuh, mereka tidak akan bisa menembak lagi".
Saat ini Guliger berpikir pasukan samurai merupakan pasukan pemanah berat elit milik pegunungan utara. Walaupun pemanah berat mempunyai kemampuan pembunuhan panah yang sangat menakutkan, mereka juga mempunyai kelemahan besar yaitu pertarungan jarak dekat.
Umumnya setiap pasukan pemanah pasti dilatih melakukan pertarungan jarak dekat. Meskipun begitu, pemanah adalah pemanah, mereka sama sekali bukan lawan pasukan jarak dekat asli apabila harus bertarung memakai pedang dan tombak, tidak aneh Guliger berpikir samurai yang memakai panah berat tidak ahli pada pertarungan jarak dekat.
Para pasukan Guliger saling menatap, meskipun mereka ragu apakah yang dikatakan Guliger benar atau tidak, tapi mereka tidak memiliki pilihan lain.
Mereka tidak dapat menolah keputusan Guliger, kecuali keadaan benar-benar putus asa tanpa harapan kemenangan dan cuma ada kematian.
Jadi menggertakkan gigi mereka, beberapa pasukan Orc dan Goblin memberanikan diri berlari mendekati pasukan samurai.
Walaupun pasukan Orc dan Goblin terus mendekati mereka, pasukan samurai tidak terpengaruh sedikitpun.
Mereka semua mengangkat busur mereka sambil menunggu keputusan Yuki, selama mereka diizinkan menembak, maka mereka akan menembak tanpa ragu.
Selesai membidik panahnya, Yuki berteriak lagi "Tembak!".
2000 panah kembali terbang di langit, salju sama sekali tidak mampu menganggu gerakan panah.
Tujuan panah ini bukan pasukan Orc Goblin yang mendekati samurai, melainkan Guliger bersama pasukannya yang ada di belakang.
__ADS_1
Tiba-tiba Guliger merasa seluruh tubuhnya menjadi dingin, seperti kematian berada di depan mata.
Di bawah kematian akan kematian tanpa kesempatan melarikan diri, Guliger hanya bisa mengangkat perisai besi miliknya.
"Stab!".
Guliger tidak pernah berpikir pasukan samurai tetap tidak ragu untuk menembak, padahal ribuan pasukan Guliger yang lain mendekati mereka.
Banyak Orc dan Goblin di sekitar Guliger terbunuh akibat hujan panah, untungnya Guliger tetap bertahan hidup akibat bantuan dari perisai besi serta zirah besi yang ia gunakan. Tanpa bantuan 2 benda tersebut, ia pasti telah mati akibat panah.
Pada perisai Guliger, terdapat 5 panah berat yang menusuk perisainya hingga retak.
Bukan hanya itu, 2 panah lain menusuk baju besi Guliger sampai hancur. Bahkan di antara 2 anak panah yang menembak baju besinya, sebuah anak panah menembus zirah besi Guliger dan menusuk tangannya hingga berdarah.
Guliger menahan darah yang terus jatuh dari tangannya, jika ia bukan seorang jendral sehingga diberikan baju besi terbaik dari kerajaan, ia pasti sudah mati seperti Orc dan Goblin lain yang ada di sekitarnya.
Yuki sedikit terkejut menemukan Guliger tetap bertahan hidup, padahal ia yakin panahnya barusan menembak tepat di kepala Guliger. Namun siapa yang berpikir, Guliger cukup cepat untuk menghentikan panah memakai tangannya. Meskipun tangannya menjadi terluka, setidaknya Guliger dapat tetap hidup.
Membawa busur berat di tengah pertarungan jarak dekat hanya akan memperlambat samurai, oleh karena itu, ketika pertarungan jarak dekat di mulai maka mereka akan membuang busurnya dan mengambilnya kembali sewaktu pertarungan berakhir.
"Seluruh pasukan serang! Target kita hanya Guliger, prajurit lain sama sekali tidak penting!", teriak Yuki yang bergegas maju menghadapi prajurit Orc yang mendekatinya.
"Serang!", teriak 2000 samurai dibelakang Yuki mengikuti dirinya.
Pertarungan berdarah di mulai! Pada awalnya Guliger berpikir ribuan pasukan yang ia kirim dapat menghancurkan pemanah berat musuh, tapi ketika pertarungan di mulai, Guliger tahu semua yang ia pikirkan salah.
Di bawah tebasan katana, kulit besi Orc yang sangat mereka banggakan ditebas dengan mudah.
__ADS_1
Katana merupakan pedang tipis dengan 1 bagian sisi yang tajam, sebagai ganti pedang yang mudah patah apabila digunakan oleh pemuda, katana mempunyai kemampuan tebasan yang tajam di tangan ahlinya.
Karena alasan tersebut, tidak semua orang mampu memakai katana. Ksatria yang ahli pedang belum tentu ahli memakai katana, begitu juga samurai yang ahli katana tapi bukan berarti ia bisa memakai pedang lainnya.
Katana dan pedang ksatria sama-sama pedang, namun dari segi bentuk serta cara penggunaannya terlalu berbeda.
Pada akhirnya jika ditanya antara katana dan pedang ksatria, siapa yang lebih kuat? Jawabannya tergantung penggunanya! Setiap jenis pedang memiliki keunggulan mereka masing-masing.
Yuki memimpin semua samurai membuka formasi musuh yang mencoba menyerang mereka.
Lagipula pasukan yang dibawa Guliger bukan pasukan elit, mereka menjadi ketakutan saat menemukan kekuatan samurai yang tidak kalah hebat di pertarungan jarak dekat.
Setelah berhasil melewati formasi musuh, Yuki bergegas menuju Guliger yang terluka, ratusan samurai terus mengikutinya. Tujuan mereka hanya 1, Guliger! Jadi, mereka siap menyerang Guliger secara langsung.
"Apa yang kalian lakukan! Cepat lindungi aku!", teriak Guliger menahan darah yang terus jatuh dari tangannya. Jika ia belum terluka, Guliger mungkin mampu menahan Yuki. Tetapi dirinya yang sekarang bukan lawan Yuki, ia membutuhkan pasukan lain melindunginya selama ia melarikan diri menuju ibukota.
Tidak menunggu pasukan Orc Goblin melindungi Guliger, Yuki berteriak "Siapapun yang tidak menghalangi jalan kami boleh hidup! Tujuan kami cuma Guliger, kalian yang melarikan diri dapat tetap hidup kecuali Guliger!".
Mendengar perkataan Yuki, pasukan Guliger saling menatap. Sebagian besar dari mereka bukan prajurit melainkan penduduk, tidak ada alasan bagi mereka bertarung sampai mati bagi Guliger.
Apalagi Guliger tidak memiliki kesempatan untuk menang, mereka tidak perlu takut lagi kepada Guliger.
Membuat keputusan, ribuan pasukan Guliger mulai melarikan diri. Terutama para Goblin, sejak awal mereka membenci Guliger yang menjadikan mereka sebagai tameng, sekarang mereka tidak akan ragu meninggalkan Guliger yang kalah.
"Apa yang kalian lakukan? Siapapun yang melarikan diri akan dihukum mati! Saat aku kembali menuju ibukota, aku pasti menghukum mati kalian bersama seluruh keluarga kalian!", teriak Guliger panik menemukan pasukannya mulai meninggalkan dirinya.
"Menghukum mati kami? Pikirkan dirimu sendiri! Kau belum tentu tetap hidup setelah perang ini!", kata seorang Goblin yang meninggalkan Guliger sambil mengejek, ia membenci Guliger dari dulu. Kalau bukan takut terhadap kekuatan Kerajaan Orc-Goblin, ia pasti tidak mengikuti Guliger sebagai tameng.
__ADS_1
Tetapi sekarang semua orang dapat melihat, Kerajaan Orc-Goblin akan berakhir di tangan Myro, mereka tidak perlu takut lagi.
Guliger mengerti tidak ada gunanya lagi marah, pasukannya telah hancur.