PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 37 : KAVALERI ELIT


__ADS_3

Pada pagi hari setelah pesta, seluruh petinggi pasukan pangeran ke 4 kembali berkumpul.


Baik itu Myro, Falka dan Ren juga mendapatkan undangan untuk datang ke perkumpulan ini, bagaimanapun semua orang sudah mengakui kemampuan Ren dan Falka sehingga mereka juga harus datang.


Dengan pangeran ke 4 yang duduk di pusat ruang pertemuan, Jerat yang berdiri sendirian mulai menjelaskan "Aku tahu bahwa kalian semua pasti masih beristirahat dari perang kemarin, tapi keadaannya sudah berubah! Oleh karena itu pangeran ke 4 membiarkan kalian semua untuk berkumpul disini, tujuannya yaitu membahas mengenai serangan balik terhadap pasukan Kerajaan Kavaleri".


"Menurut informasi yang di dapatkan oleh para pengintai kita, 3000 kavaleri elit dari Kerajaan Kavaleri mulai bergerak ke arah sini. Mereka merupakan pasukan terbaik di Kerajaan Kavaleri, bahkan tidak kalah dari pasukan elit Kerajaan Azeroth. Bukan hanya itu, raja Kerajaan Kavaleri juga mengumpulkan seluruh pasukan dari seluruh bangsawan, jadi mereka juga memiliki 5000 pasukan infanteri dan 1000 kavaleri tambahan dari para bangsawan ini. Dengan itu, jumlah pasukan musuh adalah sekitar 9000 prajurit yang hampir sama dengan kita".


"Masalahnya mereka memakai pasukan kavaleri, walaupun kita memiliki pasukan elit yang lebih banyak tapi setiap orang tahu bahwa pasukan kavaleri memiliki keuntungan di medan berupa padang rumput. Sedangkan hampir di seluruh wilayah Kerajaan Kavaleri adalah padang rumput dengan jumlah hutan yang sedikit serta hampir tidak ada pegunungan. Hal ini membuat pasukan kavaleri mereka mendapatkan lebih banyak keuntungan, hanya ini laporan yang aku dapatkan dari pengintai".


Setelah itu, semua orang kembali menatap pangeran ke 4 untuk menunggu keputusannya.


Pangeran ke 4 mengetuk meja beberapa kali dengan jarinya sambil menutup mata untuk berpikir, tidak lama kemudian ia membuka matanya lagi "Bagaimana dengan pemimpin mereka? Aku tidak mengingat Kerajaan Kavaleri memiliki jendral terkenal lain selain Ritke. Tidak peduli seberapa kuat dan banyak sebuah pasukan, tanpa pemimpin yang tepat maka pasukan itu menjadi lemah".


"Untuk masalah pemimpinnya", Jerat menjadi ragu-ragu sebelum berkata "Aku tidak tahu apakah informasi ini akurat, namun menurut kabar yang menyebar di Ibukota Kerajaan Kavaleri maka pemimpinnya adalah Raja Kavaleri II".


"Apa? Raja Kavaleri II turun tangan secara langsung di perang kali ini? Bukankah ia sudah sangat tua dan tidak bisa ikut ke medan perang lagi?", tanya pangeran ke 4 dengan tidak yakin, berdasarkan informasi yang ia miliki sebelum menyerang Kerajaan Kavaleri maka raja yang sekarang yaitu Raja Kavaleri II sudah terlalu tua, hanya masalah waktu sebelum ia mati akibat kehabisan umur.

__ADS_1


Jerat mengangguk dengan berat "Ia memang sudah sangat tua hingga seharusnya tidak bisa ikut berperang lagi, namun mungkin ia tahu bahwa tidak ada lagi jendral yang cocok di Kerajaan Kavaleri untuk membantu, oleh karena itu ia turun tangan sendiri".


Pangeran ke 4 duduk dengan berat di kursinya, bukan hanya pangeran ke 4 melainkan wajah semua orang di ruangan ini menjadi suram.


Myro sudah pernah mendengar masalah Raja Kavaleri II ini melalui pelajaran di Kota Aras sebelumnya, Raja Kavaleri II mungkin sudah sangat tua sekarang namun ketika muda dulu maka ia terkenal dengan keberaniannya serta kecerdasan yang ia miliki untuk memimpin pasukan.


Raja Kavaleri II dulunya hanya seorang pangeran tanpa latar belakang, banyak orang tidak percaya bahwa ia bisa menjadi raja berikutnya, saat itu lebih banyak menteri serta jendral militer yang mendukung putra mahkota untuk baik tahta.


Tetapi memakai kecerdasan serta keberaniannya, Raja Kavaleri II mulai melakukan pemberontakan terhadap putra mahkota yang akan naik tahta sebelum berhasil menang.


Akhirnya ia bisa menjadi raja dengan melalui kemampuannya sendiri, selama ia menjadi raja juga maka Raja Kavaleri II terus mengambil kerajaan kecil di sekitarnya sampai menjadi Kerajaan Kavaleri seperti sekarang ini.


Pangeran ke 4 menarik nafas untuk menekan rasa terkejutnya, ia melihat ke arah Ren "Nona Ren, apakah kau memiliki rencana lagi untuk melawan musuh kali ini?".


Ren membuka kipas lipat di tangannya sebelum berkata "Aku tidak memiliki rencana apapun".


Sebelum Ren bisa berkata lebih banyak lagi, Luin sudah berdiri sambil tersenyum mengejek "Hahahahaha, apakah kau akhirnya mengaku bahwa kemenangan sebelumnya hanya keberuntungan? Di perang Benteng Trock kemarin, kau hanya kebetulan memikirkan sebuah strategi bukan? Oleh karena itu, kau tidak memiliki strategi apapun lagi sekarang".

__ADS_1


Myro melihat Luin ini dengan dingin, nampaknya Luin sangat bertekad untuk bermusuhan terhadap mereka, jadi Myro juga tidak perlu bersikap sopan lagi "Walaupun Ren tidak bisa membuat rencana apapun sekarang, setidaknya ia bisa memenangkan Benteng Trock. Sedangkan kemarin ada seseorang yang gagal membuat rencana untuk melawan Benteng Trock, bahkan ia membuat pangeran ke 4 kehilangan 2000 pasukan. Tapi anehnya orang itu masih sangat sombong untuk mengejek Ren, apakah orang itu tidak merasa malu?".


"Kau--", Luin tidak percaya bahwa anak seorang Baron kecil berani memarahi dirinya, anak Duke sekalipun tidak bersikap kasar seperti ini kepada dirinya saat berada di akademi.


Ketika Luin akan menjadi semakin marah, pangeran 4 berteriak "Luin, bisakah kau diam dulu? Apakah kekalahan sebelumnya masih tidak cukup untuk membuatmu belajar?".


"Pangeran, beri aku kesempatan lagi--", kata Luin mencoba membujuk pangeran ke 4.


"Aku sudah memberimu kesempatan, jika tidak maka aku pasti sudah membiarkan kau pergi dari tempat ini! Dengan mengamati perang ini, maka kau bisa belajar banyak dari Nona Ren, apakah kau masih tidak mengerti? Selain pengetahuan yang kau miliki, seseorang juga membutuhkan pengalaman untuk menjadi ahli strategi hebat! Lebih baik kau segera duduk sekarang, apabila kau masih tidak bisa duduk maka aku akan membiarkan para pengawal membawamu pergi!", kata pangeran ke 4 dengan dingin.


Luin hanya bisa kembali duduk dengan wajah tidak senang mendengar teriakan pangeran.


Melihat sikap Luin, pangeran ke 4 sedikit menggelengkan kepalanya. Padahal pangeran membiarkan Luin tetap duduk disini adalah agar ia bisa mempelajari pengetahuan milik Ren, bagaimanapun Ren merupakan pengikut Myro yang berarti ia tidak bisa terus membantu pangeran ke 4.


Oleh karena itu, selama Luin belajar dari Ren dan menjadi ahli strategi cerdas juga, maka Luin tidak membutuhkan ahli strategi lagi untuk membantunya.


Tetapi mengetahui sikap Luin yang sombong serta tidak mencoba belajar dari Ren, pangeran ke 4 tahu bahwa hal itu sepertinya tidak mungkin.

__ADS_1


Membuang harapannya kepada Luin, pangeran ke 4 bertanya lagi "Nona Ren, bisakah aku tahu kenapa kau tidak bisa membuat strategi untuk membantu? Apakah kau memiliki masalah? Selama ada masalah, kami pasti melakukan yang terbaik untuk membantu Nona Ren!".


Ren menutupi mulutnya memakai kipas lipat yang sudah ia buka "Memang ada sedikit masalah sehingga aku tidak bisa membuat strategi yang tepat untuk kalian di perang kali ini".


__ADS_2