
Beberapa jam setelah Myro memenangkan pasukan gabungan 3 kota, semua petinggi pasukan Myro kembali berkumpul di sebuah tenda.
Wajah semua orang di ruangan itu menjadi sangat hati-hati, mereka semua menatap Ren dan Myro seakan-akan menunggu penjelasan mereka kenapa membiarkan banyak pasukan musuh melarikan diri.
Terutama Loir, ia paling tidak mengerti rencana Myro melakukan semua hal tersebut, menurutnya tindakan membiarkan banyak pasukan musuh melarikan diri adalah tindakan bodoh tanpa keuntungan apapun.
"Aku yakin semua orang pasti sangat penasaran terhadap keputusanku barusan, oleh karena itu Ren akan menjelaskan semuanya kepada kalian sekarang", kata Myro.
Ren berdiri dari tempat duduknya, ia mulai menjelaskan di bawah tatapan penasaran semua orang "Aku yakin hampir semua dari kalian bertanya-tanya mengenai keputusanku kalian ini, aku harus mengakui bahwa rencana yang akan kita lakukan berikutnya sangat berisiko. Tetapi selama rencana ini berhasil, kita bisa merebut Benteng Trock hanya dengan waktu semalam!".
Seluruh orang di ruangan itu menjadi tertarik, lagipula mereka tahu seberapa kuatnya pertahanan Benteng Rulfes sehingga hampir tidak mungkin merebut benteng itu hanya dengan waktu semalam, jadi semua orang kembali menatap Ren hati-hati.
Ren membuka kipas lipatnya sambil menutup setengah dari wajahnya "Aku tahu kalian semua pasti berpikir, setelah sekitar 2500 pasukan gabungan 3 kota melarikan diri maka mereka pasti bergabung bersama pasukan Benteng Rulfes. Hal itu akan merugikan kita, bagaimanapun pasukan di Benteng Rulfes akan menjadi semakin kuat yang mempersulit kita merebutnya. Kalau begitu, bagaimana kita memanfaatkan hal tersebut? Kita juga memiliki kurang lebih 1000 tahanan Orc Goblin di pihak kita, selama mereka bergerak menuju Benteng Rulfes menyamar sebagai bantuan, aku yakin mereka bisa bergerak menuju Benteng Rulfes tanpa masalah. Apalagi, pasukan di Benteng Rulfes tidak akan bisa membedakan pasukan Orc Goblin dari 3 kota dan pasukan Orc Goblin dari Kota Folk bukan?".
Loir segera mengangkat tangannya "Aku rasa ide anda memang bagus, tapi masih ada banyak kelemahan. Meskipun para tahanan ini sudah bergabung bersama kita, jangan lupakan mereka masih pasukan musuh! Jika mereka lepas dari tangan kita dan pergi ke Benteng Rulfes, kenapa mereka masih harus bekerja sama dengan kita? Bukankah lebih baik bekerja sama memberitahu rencana kita ke pasukan Benteng Rulfes lalu mulai membuat jebakan, selama kita dikalahkan maka mereka yang sebelumnya dianggap pengkhianat bisa menjadi pahlawan. Tidak peduli apa, para tahanan hanya memiliki waktu yang singkat bergabung bersama kita, selama diberi kebebasan, aku yakin mereka pasti berkhianat".
Ren tidak marah terhadap pertanyaan Loir, melainkan tetap tersenyum "Pernyataan yang bagus, tentunya aku juga sudah memikirkan rencana ini. Tujuan kita mengirim pasukan ke pihak musuh bukan untuk menyamar sebagai pasukan musuh berlama-lama, melainkan kita hanya perlu membiarkan gerbang benteng terbuka. Kita mengirim sekitar 400 pasukan, tidak bisa terlalu banyak sebab pasukan yang terlalu banyak pasti membuat musuh curiga".
__ADS_1
"Setelah itu, 400 pasukan akan membuat gerbang Benteng Rulfes terbuka memakai tipuan. Saat gerbang sudah dibuka, 400 pasukan akan menyerbu ke atas tembok Benteng Rulfes dan mempertahankan alat pembuka gerbang supaya musuh tidak memiliki kesempatan menutup gerbang lagi. Selama waktu ini, pasukan utama kita akan melakukan penyerangan terhadap Benteng Rulfes. Pasukan disana pasti tidak siap terhadap serangan kita yang tiba-tiba, belum lagi gerbang benteng yang terbuka sehingga pasukan musuh tidak memiliki keuntungan pertahanan tembok kota lagi, apakah menurut kalian kita masih akan kalah?".
Loir bertanya lagi "Masih ada kelemahan, siapa dari 400 pasukan yang kita kirim? Apabila kita tidak mengirim Orc-Goblin, rencana kita pasti ketahuan".
"Kita hanya perlu mengirim 100 pasukan Orc, sedangkan pasukan goblin itu adalah manusia. Apakah kalian tidak berpikir bahwa Goblin dan manusia tidak jauh berbeda selama kulit manusia diberi warna hijau seperti goblin? Selain itu, kita akan memulai rencana ini pada malam hari. Dengan efek kegelapan malam, musuh akan lebih sulit menyadari kekurangan pasukan goblin kita", kata Ren menutup kipas lipatnya, ini semua adalah rencana yang ia miliki "Apakah masih ada yang keberatan?".
Loir tidak berbicara lagi, ia merasa rencana ini benar-benar baik yang membuatnya menatap Ren penuh penghargaan. Sebagai sosok yang bisa membuat strategi ini, Ren memang seorang ahli strategi hebat.
Falka dan yang lainnya juga tidak keberatan lagi, akhirnya mereka menyetujui rencana tersebut.
"Kalau begitu, sekarang menentukan siapa yang akan pergi ke benteng musuh bersama pasukan Orc", kata Myro suram "Menyerang Benteng Rulfes bersama 400 pasukan terlalu berisiko, jadi pemimpin yang melalukan ini harus cukup kuat supaya rencana bisa berhasil dan siap menerima resiko kematian yang besar. Aku harap ada 2 pemimpin yang melakukan penyerangan ini supaya kemungkinan keberhasilan rencana kita bisa menjadi lebih besar serta 2 pemimpin bisa saling melindungi".
...----------------...
Baik itu pasukan di atas tembok Benteng Rulfes ataupun yang membawa makanan terkejut saat melihat pedang menusuk mereka, kapten yang berada di atas tembok kota segera menyadari ini adalah jebakan.
Tapi sebelum ia bisa berteriak, seseorang di antara pasukan goblin musuh melangkah maju sambil berteriak "Seluruh pasukan maju! Ambil alih alat pembuka gerbang kota!".
__ADS_1
Sosok yang maju itu langsung melewati gerbang kota yang sudah terbuka, ada 2 Orc yang berusaha menghentikan jalannya namun sosok itu menarik pedangnya dan menebas 2 Orc sampai mati sangat mudah.
Pria ini tidak lain adalah Falka, setelah ia mengalahkan 2 penjaga Orc maka ia membawa pasukannya naik ke atas tembok kota melalui tangga.
"Kapten Falka, aku akan menjaga di bawah ini bersama 100 Orc dan 100 penjaga, selama aku masih hidup, tidak ada seorangpun lagi yang bisa naik ke atas tembok benteng. Oleh karena itu, Kapten Falka bisa naik ke atas tembok benteng dan membunuh semua musuh yang ada disana, lalu merebut alat pembuka gerbang kota! Jangan biarkan musuh menutup gerbang kota lagi agar pasukan tuan bisa menyerang!", teriak seseorang yang memimpin 200 pasukan membentuk formasi bertahan di tangga.
"Jangan khawatir, Retya! Rencana tuan pasti berhasil!", kata Falka yang bergegas naik bersama 200 pasukan yang lain.
Retya yang berjaga di tangga menemukan ratusan pasukan yang berlari ke arah sini untuk menghentikan mereka dari merebut gerbang benteng, lagipula mereka tahu bahwa jika gerbang benteng terus terbuka, resikonya terlalu besar.
Tiba-tiba setengah dari tubuh Retya ditutupi oleh warna hitam, mata Retya berubah menjadi merah dan senyum dingin muncul di wajahnya "Aku sudah lama tidak bertarung seperti ini dan hanya sibuk melatih pasukan baru, aku tidak tahu apakah kemampuanku sudah berkurang? Kalian datang di waktu yang tepat, ini adalah saatnya bagiku melihat apakah kemampuanku masih belum menurun!".
Retya memimpin 200 pasukan miliknya dan mempertahankan tangga tersebut.
Sejak Falka dan yang lainnya memulai serangan, alarm sudah diaktifkan oleh pasukan yang menjaga tembok kota sehingga semakin banyak pasukan yang sebelumnya tidur langsung terbangun dan bergegas ke arah sini. Untungnya Retya ada di bawah, jika tidak, para pasukan musuh yang baru datang ini pasti akan menambah masalah bagi mereka untuk merebut alat pengendali gerbang kota.
Falka yang tiba di atas tembok kota menemukan hanya ada sekitar 500 pasukan yang berjaga disini, setelah itu Falka melihat pasukan musuh sudah mulai mencoba menutup gerbang benteng lagi.
__ADS_1
Ia tahu dirinya tidak boleh membiarkan musuh menutup gerbang Benteng Rulfes lagi atau pasukan Myro tidak akan bisa menyerang kesini, jadi Falka segera berteriak "Seluruh pasukan serang! Jangan biarkan musuh menutup kembali gerbang benteng!".