
Sebelum Myro bisa mengatakan apapun, Ren sudah membuka kipas lipatnya "Bukankah itu pertanyaan yang sangat bodoh, Jendral Limo? Kenapa pengkhianat yang asli harus repot-repot bertanya tentang siapa pengkhianatnya?".
Wajah Limo membeku ketika mendengar perkataan Ren, tapi ia segera tertawa sambil berkata "Apakah Nona Ren sedang bercanda? Jika itu benar maka aku sarankan untuk berhenti sebab candaan yang kau katakan barusan itu sama sekali tidak lucu, hal itu hanya akan menyebabkan kesalahpahaman apabila pangeran ke 4 mendengarnya".
"Kesalahpahaman? Jendral Limo, apakah kau tertarik untuk mendengar alasan kenapa aku menganggap mu sebagai pengkhianatnya?", kata Ren sedikit tersenyum di balik kipas lipatnya.
"Baiklah, karena Nona Ren terlihat tidak bercanda menganggap aku sebagai pengkhianatnya maka Nona Ren bisa mengatakan alasannya kenapa berpikir seperti itu. Walaupun semua itu tidak akan berguna sebab aku bukan pengkhianatnya", kata Limo percaya diri.
Ren tidak membuang waktu lebih banyak lagi, ia langsung berkata "Jendral Limo, apakah tidak ada yang aneh hari ini? Kau sudah menunggu-nunggu surat dari Raja Kavaleri II bukan? Namun sampai saat ini, surat darinya belum tiba juga".
Mendengar perkataan Ren, wajah Limo menjadi semakin suram, tapi ia terus mencoba mempertahankan senyumannya sambil berkata "Apa yang kau katakan? Kenapa aku sama sekali tidak mengerti? Nona Ren, lebih baik tidak sembarangan berbicara tanpa bukti".
Ren menatap tajam ke arah Limo sebelum menggelengkan kepalanya "Aku berharap kau mengakuinya sejak awal agar kita tidak perlu membuang-buang waktu lagi, tetapi nampaknya kau tidak berencana untuk mengakuinya kecuali memang sudah ada bukti yang jelas. Kalau begitu tidak ada pilihan lain, aku hanya perlu menunjukkan buktinya kepadamu sehingga kau tidak bisa lagi menghindar".
Di bawah tatapan terkejut Limo dan Myro, Ren mengambil 2 buah gulungan yang ia sembunyikan di kantongnya "Jendral Limo, kau tahu apa 2 benda ini?".
Kali ini wajah Limo benar-benar berubah, seluruh tubuhnya gemetar dengan panik "Bagaimana mungkin? Kenapa 2 gulungan itu bisa ada di tanganmu?".
Myro menatap 2 gulungan itu untuk menemukan bahwa sebuah gulungan memiliki lambang militer Jendral Limo yang berarti surat itu berasal dari Limo sedangkan surat yang lain sepertinya merupakan lambang Kerajaan Kavaleri, lambang pada surat ini memiliki keunikan masing-masing pada setiap orang sebab dibuat memakai alat khusus, oleh karena itu sangat sulit untuk membuat lambang yang palsu.
__ADS_1
Setiap bangsawan ataupun jendral besar pasti memiliki lambang mereka sendiri seperti sebuah bendera, hal ini dilakukan agar orang-orang lebih mudah mengenali sesuatu. Sebagai contohnya, apabila ada kereta kuda dengan lambang bangsawan tertentu maka orang-orang pasti tidak akan menganggu kereta kuda itu secara sembarangan agar tidak bermasalah dengan bangsawan.
Limo melangkah maju untuk mengambil surat itu, tapi Ren bergerak mundur untuk menghindarinya sambil berkata "Jendral, lebih baik menyerah, kau tidak akan bisa mengambil surat ini dari tanganku".
Melihat gerakan Ren yang bisa menghindari tangannya dengan mudah, Limo tahu bahwa Ren cukup terlatih, setidaknya tidak semua orang bisa menghindari gerakannya dengan mudah.
Limo menarik nafas dan menekan rasa paniknya, ia sudah tahu bahwa 2 surat di tangan Ren sudah cukup sebagai bukti sebab surat yang memiliki lambang Limo itu adalah surat yang ia kirim kemarin untuk Raja Kavaleri II. Selama pangeran ke 4 melihat surat itu maka ia pasti menyadari surat itu benar-benar di tulis oleh Limo baik dari segi tulisan tangannya ataupun lambang pada surat, sedangkan surat yang lain kemungkinan balasan dari Raja Kavaleri II yang sudah ia tunggu sampai pagi ini. Teryata alasan surat itu tidak datang bukan karena Raja Kavaleri II tidak mengirim surat lagi melainkan suratnya berada di tangan Ren.
"Kenapa 2 surat itu bisa berada di tanganmu?", kata Limo dengan bingung, padahal ia cukup yakin bahwa surat itu pasti tidak bisa jatuh ke tangan orang lain.
Myro juga melihat ke arah Ren dengan penasaran.
"Lalu saat balasan Raja Kavaleri II dikirim, merpati yang sudah dijinakkan tersebut tidak kembali ke tempatmu melainkan pergi ke tangan pasukan Tuan Myro yang memiliki kemampuan untuk menjinakkan hewan tersebut. Sekarang, apakah kau sudah mengerti kenapa 2 surat ini ada di tanganku?".
Myro sedikit terkejut, di pasukan Falka memang ada Kavaleri Mongol yang memiliki kemampuan menjinakkan hewan. Bagaimanapun Kavaleri Mongol harus memakai kuda yang perlu dirawat setiap hari, jadi keberadaan penjinak hewan ini sangat dibutuhkan untuk merawat kuda-kuda tersebut agar tidak sakit dan bisa berperang dengan keadaan paling efektif.
Namun siapa yang berpikir bahwa Ren memanfaatkan para penjinak hewan yang bertugas untuk merawat kuda itu agar bisa menangkap merpati yang dikirim Limo ke Raja Kavaleri II.
Limo tersenyum pahit "Darimana kau tahu aku akan berkhianat? Lagipula kau pasti tidak mengirim semua penjinak hewan ke semua tenda para petinggi, kenapa kau berpikir sejak awal bahwa aku adalah yang berkhianat?".
__ADS_1
"Aku mengetahuinya saat kita berpindah dari perkemahan ke Benteng Trock. Saat para pasukan mu membawa semua barang yang ada di tenda milikmu, aku secara kebetulan menemukan bahwa kau memiliki seekor merpati di tenda milikmu yang sangat aneh. Jika kau senang memelihara hewan, kenapa kau membawanya ke tengah medan perang? Sejak saat itu, aku sudah curiga dengan tujuanmu menyimpan merpati yang berguna untuk membawa pesan tersebut", kata Ren.
Limo menggelengkan kepalanya "Kau tidak mencurigai ku hanya sebab alasan itu bukan?".
"Alasan itu sudah lebih dari cukup untuk mencurigai mu, bahkan aku bertanya kepada Jerat dan para prajurit yang mengenalmu apakah kau senang melihat merpati, mereka semua menjawab tidak yang membuat aku semakin curiga", kata Ren.
"Hahahahaha, ternyata hanya alasan itu, kesalahan kecil itu yang membuat aku kalah darimu. Kau memang sangat menakutkan, Nona Ren. Aku mengakui bahwa aku kalah, aku mengkhianati pangeran ke 4 karena aku membencinya", kata Limo menggelengkan kepalanya, ia sudah tahu bahwa ia sekarang kalah dari Ren.
"Tidak, kau bukan melakukannya karena membenci pangeran ke 4", kata Ren.
Myro yang di samping tidak bisa untuk tidak bertanya dengan penasaran "Lalu apa alasan Limo mengkhianati pangeran ke 4 dan mencoba membunuhnya dengan memakai pasukan Kerajaan Kavaleri? Apakah ini merupakan rencana pangeran lain?".
Ren menggelengkan kepalanya "Limo adalah jendral di bawah kakek pangeran ke 4, kesetiaannya tidak bisa diragukan sehingga ia tidak mungkin mengikuti pangeran lain".
"Kalau begitu, kenapa ia melakukan semua ini?", tanya Myro.
"Jendral Limo melakukan ini sebab orang yang memberinya tugas membunuh pangeran ke 4 merupakan orang yang tidak bisa ia tolak, tuan yang ia berikan kesetiaannya, tuan yang jauh lebih penting daripada kakek pangeran ke 4 yang sudah merawatnya sejak di militer hingga menjadi jendral, orang yang memberi Jendral Limo tugas untuk membunuh pangeran ke 4 yaitu Raja Azeroth V, pemimpin dari seluruh Kerajaan Azeroth saat ini!", kata Ren menutup kipas lipatnya sambil tersenyum percaya diri.
Myro sekarang benar-benar terkejut sebab ia tidak pernah bisa memikirkan bahwa Raja Kerajaan Azeroth yang sekarang merupakan pelaku utama dibalik pengkhianatan Limo.
__ADS_1