
Pada malam hari, ratusan kavaleri bergerak secara diam-diam melewati bagian samping Benteng Trock.
Untungnya ini malam hari sehingga orang-orang di Benteng Trock sama sekali tidak menyadari pergerakan kavaleri ini, jika itu siang hari maka pasukan ini pasti tidak bisa lewat tanpa diketahui oleh prajurit di Benteng Trock.
Belum lagi pasukan kavaleri ini hanya terdiri dari 100 orang serta bergerak dengan perlahan-lahan, hampir tidak mungkin musuh bisa menyadari gerakan mereka di malam yang gelap seperti ini.
100 kavaleri ini merupakan pasukan Kavaleri Mongol milik Myro.
Saat ini Falka, Ren dan Myro adalah orang yang memimpin 100 pasukan kavaleri ini, sedangkan 300 Kavaleri Mongol yang lain maka mereka tetap tinggal di perkemahan. Bagaimanapun jika terlalu banyak pasukan yang ikut maka kemungkinan musuh mengetahui keberadaan mereka menjadi semakin besar, oleh karena itu Ren hanya menyarankan untuk membawa 100 kavaleri dengan Falka yang memimpin.
Pada awalnya baik itu Ren ataupun Falka tidak setuju Myro mengikuti pertarungan ini secara langsung, tapi Myro memutuskan untuk ikut.
Alasannya yaitu mencari pengalaman di medan perang, selama ini Myro selalu berada di Kota Aras yang membuatnya tidak pernah ikut ke medan perang secara langsung.
Jika Myro berencana menjadi bangsawan atau bahkan raja di masa depan, dirinya harus melewati berbagai medan perang terlebih dulu untuk memperkuat kemampuannya. Jadi Myro memutuskan untuk mengikuti pertarungan kali ini secara langsung.
Karena Myro ikut maka Ren memutuskan untuk ikut juga, Ren tidak bisa membiarkan Myro pergi hanya ditemani oleh Falka. Setidaknya selama perjalanan ini, Ren selalu berada di samping Myro agar bisa melindunginya jika terjadi masalah.
Sedangkan untuk Ibu Myro dan Ferbas maka mereka tinggal di perkemahan untuk mengatur 300 pasukan, Ibu Myro sebenarnya berencana ikut juga setelah mengetahui bahwa Myro pergi.
Namun Ren membujuknya dengan alasan bahwa kemampuan Ibu Myro dan Ferbas belum pulih sepenuhnya, jadi mereka harus terus berlatih sampai kembali ke kekuatan puncak mereka dulu sebelum ikut ke medan perang, hanya dengan cara itu maka mereka bisa membantu untuk melindungi Myro di medan perang.
__ADS_1
100 kavaleri ini melewati sisi samping Benteng Trock dengan mudah, setelah itu mereka bergegas menuju jalan yang sudah direncanakan sebelumnya yaitu jalan yang kemungkinan besar dipakai pasukan musuh untuk mengirimkan makanan.
...----------------...
Pada pagi hari dan matahari baru muncul di langit, kelompok puluhan kereta kuda sedang berjalan maju di jalan tanah menuju ke Benteng Trock.
Kereta kuda ini dijaga oleh sekitar 100 prajurit dengan baju besi, walaupun mereka bertugas berjaga namun para pasukan ini terlihat seperti sedang bermain-main.
Pasukan ini tidak lain merupakan tentara bayaran yang dipilih oleh Duke untuk membawa persediaan makanan menuju Benteng Trock, jadi mereka dibayar untuk menjaga semua makanan ini.
Masalahnya lokasi mereka ini terletak di Kerajaan Kavaleri, mereka cukup percaya diri bahwa musuh tidak bisa menyerang mereka hingga tiba di Benteng Trock.
Saat ini seorang pria berusia sekitar 30 tahun dengan penutup mata di mata kirinya sedang duduk di kereta kuda bagian paling depan, ia duduk dengan tembok kereta kuda di belakangnya, selain itu ia menutup matanya serta berusaha untuk tidur.
Kapten yang berusaha tidur itu membuka matanya dan bertanya dengan tidak senang "Siapa kau? Apakah kau prajurit yang baru bergabung dengan kelompok tentara bayaran ini?".
"Benar kapten, aku bergabung 2 hari yang lalu", teriak prajurit itu.
"Ternyata begitu, aku paham sekarang kenapa kau bertanya mengenai hal bodoh seperti itu", kata kapten itu yang menunjuk daerah di sekitarnya "Lihat ini baik-baik, kita berada di wilayah Kerajaan Kavaleri, musuh tidak mungkin bisa datang kesini kecuali mereka berhasil merebut Benteng Trock! Selain itu, apakah kau tidak mendengar bahwa Jendral Ritke berhasil membuat musuh kehilangan 2000 pasukan hanya dengan korban kurang dari 500 pasukan! Ini kemenangan besar! Kau pikir musuh yang sudah kalah seperti itu masih memiliki waktu untuk menyerang kita? Apabila mereka secerdas itu, mereka pasti tidak kalah besar dari Jendral Ritke di pertarungan sebelumnya".
Prajurit itu merasa bahwa jawaban kapten benar, tapi ia masih merasa sedikit khawatir "Tapi kapten, masih ada kemungkinan bahwa musuh datang kesini--".
__ADS_1
"Cukup anak baru!", kata kapten itu yang melambaikan tangannya untuk memberitahu anak baru ini agar segera pergi "Lakukan tugasmu dan jangan ganggu aku tidur, aku sudah melakukan pekerjaan ini selama bertahun-tahun dan belum pernah di serang! Sedangkan kau baru bekerja disini sekitar beberapa hari, apakah kau pikir kau bisa mengajariku? Cepat pergi dan jangan ganggu tidurku".
Melihat bahwa kapten tidak mendengarkannya, anak baru itu hanya bisa menundukkan kepalanya dengan sedih lalu berbalik untuk kembali berjaga di posisinya lagi. Ia tahu bahwa sebagai anak baru, dirinya pasti tidak bisa menang dari kapten yang membuat ia tidak menentang perkataan kapten lebih banyak lagi.
Tetapi ketika ia baru akan pergi, suara tembakan panah terdengar.
Di depan mata anak baru yang terkejut ini, puluhan anak panah terbang di langit dan menembak para prajurit di sekitar dengan akurat.
Bahkan sebuah panah menembak tepat di jantung kaptennya, tidak ada kemungkinan lagi untuk bertahan hidup.
Para tentara bayaran ini sama sekali tidak siap oleh serangan tiba-tiba ini, jadi dengan sekali tembakan panah dari musuh maka setengah dari mereka langsung mati sedangkan ada juga yang terluka berat.
Anak baru ini merasa beruntung sebab ia berhasil menghindari tepat waktu, oleh karena itu panah itu hanya menggores tangannya sedikit.
Tetapi sebelum bisa merasa senang, anak baru ini mendengar suara teriakan pria muda dari hutan tidak jauh terhadap posisi mereka sekarang "Seluruh pasukan, serang! Ambil semua persediaan makanan mereka!".
"Serang!", kurang lebih 100 pasukan kavaleri muncul dari balik hutan.
Para tentara bayaran di sekitar segera panik, mereka sudah kehilangan lebih dari setengah anggota mereka sedangkan musuh merupakan pasukan kavaleri yang terlihat sangat terlatih.
Tanpa ragu sedikitpun, sebagian besar tentara bayaran yang masih hidup berbalik untuk melarikan diri sedangkan beberapa tentara bayaran yang lain membuang senjata mereka lalu mengangkat tangan yang menunjukkan bahwa mereka sudah menyerah.
__ADS_1
Myro yang baru berteriak agar Falka dan yang lainnya untuk menyerang baru menyadari bahwa pertarungan sudah berakhir, nampaknya memang benar bahwa selain Benteng Trock maka prajurit di Kerajaan Kavaleri yang lain tidak terlalu hebat. Mungkin pasukan yang bisa setingkat dengan pasukan di Benteng Trock pada Kerajaan Kavaleri ini tidak lain adalah pasukan kavaleri elit Kerajaan Kavaleri.
Sedangkan untuk pasukan lain, maka mereka semua tidak terlalu kuat.