
Ferta bergegas membawa 150.000 pasukannya menuju ke tempat dimana Sordas pergi kemarin.
Walaupun Ferta khawatir terhadap keadaan Sordas, tapi ia tidak panik dan membiarkan pasukannya berjalan lambat agar tidak kelelahan.
Alasannya dari gerakan Myro yang memutuskan untuk mundur kemarin malam, Ferta menyadari kemungkinan besar Sordas sudah disergap pasukan musuh.
Sejak awal, pasukan Myro bukan Pasukan Kemenangan melainkan pasukan palsu yang digunakan untuk menipu dirinya. Dengan memakai rencana tersebut, Ferta dan Sordas akan membagi pasukan mereka yang memberikan kesempatan bagi musuh untuk melakukan penyergapan.
Ferta menggertakkan giginya penuh kemarahan, ia dari dulu selalu bangga terhadap kecerdasan miliknya, tapi siapa yang berpikir musuh benar-benar berhasil menipunya yang membuat Ferta sangat marah.
Apabila Ferta menyadari keanehan pasukan Myro dari awal, ia mungkin mampu membunuh Myro secara langsung.
Namun kesempatan emas itu harus hilang akibat kesombongannya yang meremehkan Myro, kalau ia berhati-hati maka semua ini pasti tidak terjadi.
Meskipun marah, Ferta menarik nafas untuk menekan kemarahan yang ia miliki. Sekarang apa yang paling penting bukan menyesal, melainkan ia harus memastikan keadaan Sordas. Selama orang tersebut beruntung, ada kemungkinan Sordas bertahan hidup serta melarikan diri dari penyergapan musuh.
Ferta terus melangkah maju bersama kudanya sebelum berhenti ketika ia menemukan ribuan mayat yang berada di tanah.
Sebagian besar dari mayat di tanah berasal dari pasukan Sordas, Ferta dapat menyadarinya melalui seragam mereka.
Turun dari kudanya, Ferta melangkah maju mengamati semua mayat di sekitar sedangkan pasukan yang berada di belakang Ferta mengikuti tindakan jendral mereka tersebut.
__ADS_1
Setelah memeriksa semua mayat selama 5 menit, mata Ferta segera jatuh ke mayat seorang pria yang berbaring pada bagian bawah sebuah pohon.
Pria yang telah mati tersebut mempunyai tubuh besar seperti beruang dan baju besi lengkap, tapi ia tidak memakai senjata apapun sebab sebelum mati, pria tersebut menggunakan tinju sebagai senjatanya.
Benar, mayat yang dilihat Ferta tidak lain adalah mayat Sordas.
Berjalan mendekat, Ferta memastikan Sordas sudah tidak bernafas lagi sebelum menggelengkan kepalanya "Kerugian besar, di peperangan kali ini, kita kehilangan 150.000 pasukan dan seorang jendral dari 7 jendral. Aku tidak tahu, seberapa besar hukuman yang aku terima dari yang mulia akibat kegagalan ini".
Mengingat kekejaman Raja Diamant I, Ferta tersenyum pahit. Sebagai 7 jendral, ia pasti tidak dijatuhi hukuman mati akibat kesalahan yang terjadi sebab raja masih membutuhkan kekuatannya. Namun ia pasti tidak terhindar dari hukuman berat akibat kegagalan seperti tidak menerima gaji selama setahun atau mendapatkan tebasan pedang.
"Tetapi apa yang sebenarnya terjadi disini? Sekalipun Sordas jatuh ke jebakan musuh, ia merupakan seorang jendral dari 7 jendral milik yang mulia, bagaimana mungkin ia terbunuh semudah ini? Sebenarnya siapa yang mampu membunuh Sordas?", gumam Ferta menatap ke arah perut Sordas dimana terdapat sebuah luka berbentuk tinju yang kemungkinan besar menjadi alasan kenapa Sordas terbunuh.
Ferta memeriksa luka tersebut sambil bergumam penuh keraguan "Tinju Ledakan Angin? Bukankah itu kemampuan Sordas? Kenapa ia bisa terluka akibat tinjunya sendiri? Tidak, mungkinkah pihak musuh juga mempunyai kemampuan Tinju Ledakan Angin? Sepertinya peperangan kali ini tidak mudah, bahkan lebih sulit daripada melawan Kerajaan Azeroth, Duke Kemenangan memang tidak boleh diremehkan".
Sebelum prajurit tersebut menyelesaikan laporannya, Ferta berdiri dan melambaikan tangannya "Lupakan, kemungkinan pasukan Jendral Sordas yang berhasil melarikan diri sangat kecil mengingat musuh berhasil membunuh 100.000 pasukan dan Jendral Sordas sendiri. Beritahu seluruh pasukan untuk bersiap, kita akan kembali menuju Kota Bern serta melawan serangan musuh di sana. Walaupun kita mengalami kerugian besar sekarang, kita tidak boleh membiarkan musuh mendapatkan mayat Kelrun sampai keputusan yang mulia tiba mengenai masalah ini".
Prajurit tersebut kaget terhadap keputusan Ferta "Jendral, apakah anda yakin? Bagaimanapun yang mulia memberitahu kita agar melawan musuh di jalan utama dan mengalahkan mereka, jangan sampai bertarung di Kota Bern".
Ferta memutar matanya "Apakah kau bodoh? Sebelumnya kita memang dapat melawan musuh secara langsung karena posisi kita lebih unggul, tapi lihat posisi kita saat ini? Pasukan kita tinggal 150.000 orang yang sebagian besar kehilangan semangat akibat kekalahan Sordas, apakah kau tetap berpikir bisa melawan 200.000 pasukan musuh di jalan utama?".
"Ini--", prajurit tersebut tidak menjawab apapun sebab perkataan Ferta benar.
__ADS_1
Melihat prajurit tersebut tidak menjawab lagi, Ferta berhenti marah "Kita harus memakai tembok dan pertahanan di Kota Bern supaya mampu mengalahkan pasukan Duke Kemenangan. Jumlah mereka memang lebih banyak dari pasukan kita, tapi selama kita memanfaatkan tembok kota serta pertahanan disana, kita pasti menang! Apakah kau mengerti?".
"Baik jendral, aku akan memberitahu pasukan yang lain untuk bersiap pergi dari sini", kata prajurit tersebut yang bergegas pergi secepat mungkin.
Melihat pasukan tadi telah pergi sangat jauh, Ferta mengangkat kepalanya dan menatap langit penuh rasa dingin "Duke Kemenangan, aku harus mengakui bahwa aku kalah darimu sekali! Tetapi aku tidak akan kalah lagi, apabila kau berani datang ke Kota Bern, aku pasti mengalahkan mu lalu membalaskan dendam atas kematian Sordas!".
Tidak membuang waktu terlalu lama, Ferta membawa prajuritnya pergi menuju Kota Bern secepat mungkin. Sedangkan mayat pasukan Sordas, mereka tidak membawanya sebab jumlah mereka yang terlalu banyak yaitu 100.000 mayat.
Bahkan mayat Sordas dibiarkan tetap disana yang menunjukkan seberapa kejam dan tidak pedulinya pasukan Raja Diamant I kepada rekan mereka.
Mayat rekan mereka diperlakukan dengan tidak peduli seperti ini, apalagi mayat musuh seperti Mayat Kelrun. Karena hal tersebut, tidak aneh Raja Diamant I meletakkan Mayat Kelrun seperti mayat pemberontak.
...----------------...
Beberapa kilometer dari Kota Bern, Myro telah menunggu bersama Falka dan 10.000 Kavaleri Mongol serta 100.000 pasukan pemula gabungan bangsawan.
Pada awalnya para bangsawan di bawah Count Horganef berusaha menolak memberi Myro pasukan. Tapi memikirkan 200.000 pasukan di belakang Myro, mereka tidak berani menolak dan segera memberikan pasukan pemula yang baru mereka latih.
100.000 pasukan memang banyak, namun selama puluhan bangsawan bekerja sama, mereka bisa mengumpulkan pasukan pemula sebanyak itu tanpa masalah.
Myro duduk di tenda komando sampai Falka membuka pintu tenda "Tuan, Ren dan yang lainnya sudah kembali, sepertinya semua berjalan sesuai rencana sebab mereka membawa banyak sekali tahanan pasukan musuh bersama mereka".
__ADS_1
Mendengar laporan Falka, Myro berdiri dari kursinya sambil tersenyum "Ayo pergi dan menemui mereka secara langsung!".