PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 297 : GERAKAN 35.000 PASUKAN


__ADS_3

Pertemuan aliansi di wilayah utara Kerajaan Azeroth harus dibatalkan akibat berita kematian Jendral Kelrun. Apalagi ketika berita mayat Jendral Kelrun yang digantung layaknya pemberontak, pertemuan aliansi yang harusnya diadakan beberapa hari yang lalu harus ditunda lagi selama beberapa hari.


Bagaimanapun semua orang berhati-hati terhadap permusuhan Raja Azeroth VI dan Raja Diamant I, mereka tidak mempunyai waktu untuk pertemuan yang diadakan Myro.


Paling tidak mereka berencana mengadakan pertemuan setelah Raja Azeroth VI menentukan keputusannya. Jika Raja Azeroth VI memutuskan untuk berperang, beberapa bangsawan dan petinggi dari utara kerajaan pasti pergi membantunya. Lagipula tidak semua bangsawan dan pejabat di utara berencana melawan Kerajaan Azeroth, beberapa di antara mereka tetap setia kepada kerajaan.


Sedangkan kalau keputusan Raja Azeroth VI adalah tidak menyerang Kota Bern, banyak orang pasti kecewa serta pertemuan aliansi utara akan kembali dilaksanakan.


Pada Ibukota Kerajaan Azeroth, istana kerajaan.


Raja Azeroth VI yang baru duduk di atas tahta selama kurang dari seminggu sedang berwajah suram, padahal ia baru naik ke atas tahta tapi masalah terus berdatangan kepada dirinya.


Perlawanan Duke Perang dan pangeran ke 1 belum selesai, ia belum berhasil memadamkan pemberontakan mereka. Lalu tindakan pangeran ke 2 sangat mencurigakan, meskipun tidak melakukan pemberontakan bersenjata secara langsung seperti yang dilakukan pangeran tertua, Raja Azeroth VI mengerti ada sesuatu yang tersembunyi dibalik semua tindakan pangeran ke 2.


Sekarang masalah baru datang pada dirinya, Jendral Kelrun yang digantung layaknya pemberontak.


Raja Azeroth VI bingung mengenai tindakan apa yang harus ia ambil, jika dirinya salah mengambil keputusan, posisinya sebagai raja mungkin hilang.


Karena rasa khawatirnya, Raja Azeroth VI memutuskan untuk mengumpulkan semua orang kepercayaan ayahnya yang memutuskan untuk tetap setia kepadanya.


Di ruang pertemuan, terdapat perdana menteri yang berdiri di samping tahta.

__ADS_1


Lalu di sisi kiri tahta berdiri 10 menteri yang setia, ada Lapter di antara 10 menteri.


Sedangkan pada sisi kanan terdapat Verlan yang berdiri sendirian.


Alasan Verlan sendirian adalah Rifu dan Limo berada di perbatasan antara Kerajaan Azeroth serta Kerajaan Diamant, lalu jendral divisi 1, 2 dan 3 sibuk menghadapi semua musuh Raja Azeroth VI di seluruh kerajaan.


Oleh karena itu, tinggal Verlan sendirian yang tetap berada di samping Raja Azeroth VI untuk melindungi dirinya.


Raja Azeroth VI mengamati para pengikut setia yang ditinggalkan ayahnya sambil berkata "Maaf mengumpulkan kalian semua secara tiba-tiba, aku yakin kalian semua pasti telah mengetahui alasan kenapa aku mengumpulkan kalian kesini, tapi aku akan memberitahunya lagi supaya kalian tidak salah paham. Apa tindakan yang harus aku lakukan untuk menanggapi tantangan kakakku, Raja Diamant I?".


Verlan segera berlutut "Yang mulia, izinkan pasukan bergerak! Selama aku, Limo dan Rifu bertindak, kami pasti mampu menghancurkan seluruh Kerajaan Diamant! Mereka berani melawan yang mulia dan membunuh Jendral Kelrun yang setia, izinkan aku membalas dendam bagi Jendral Kelrun!".


Sebelum seseorang bisa mengatakan sesuatu, tiba-tiba seorang prajurit membuka pintu ruang pertemuan dan berlutut "Yang mulia, ada masalah di depan istana!".


Berbeda dari semua orang, perdana menteri yang bijak menyadari pasti sesuatu yang penting terjadi.


Prajurit di istana semuanya setia kepada raja, mereka tidak akan menganggu pertemuan raja hanya untuk masalah tidak penting.


"Ada apa?", kata perdana menteri agar orang lain tidak memarahi prajurit barusan.


"Yang mulia dan semua menteri serta jendral sekalian, 35.000 orang dari pasukan Jendral Kelrun sudah tiba di ibukota! Mereka semua berbaris dan berlutut di depan istana, selain itu istri dan anak perempuan Jendral Kelrun berada di barisan depan, mereka ikut berlutut di depan istana!", teriak prajurit tersebut.

__ADS_1


Mendengar 35.000 prajurit bersama istri dan anak Kelrun berlutut di istana, raja serta semua orang di ruangan kaget.


Sekarang, bagian pusat Kerajaan Azeroth dimana ibukota kerajaan berada sedang mengalami musim dingin, salju menutupi seluruh jalanan.


Tetapi 35.000 pasukan masih berlutut di depan istana tanpa peduli pada salju ataupun udara dingin, mereka mungkin mati kedinginan apabila terus berlutut seperti itu.


Raja Azeroth VI berdiri dari tahtanya "Apa yang kau lakukan? Biarkan mereka berhenti berlutut di depan istana! Jika mereka tidak memiliki tempat tinggal, gunakan semua penginapan di ibukota! Mereka adalah prajurit kerajaan yang setia, jadi aku tidak keberatan membiayai semua tempat tinggal mereka selama berada di ibukota!".


"Bukan begitu yang mulia!", kata prajurit barusan berkeringat dingin "Kami memberitahu mereka untuk tidak berlutut dan pergi menemui anda, tapi mereka menolak! Mereka semua memberitahu bahwa mereka tidak akan berdiri sampai yang mulia setuju membantu membawa kembali mayat Jendral Kelrun menuju ibukota, mereka memilih mati kedinginan di depan istana selama yang mulia tidak setuju mengirim pasukan menuju Kota Bern!".


"Bahkan 35.000 pasukan menawarkan diri mereka menjadi pasukan bunuh diri! Jika yang mulia mampu membawa kembali mayat Jendral Kelrun dan memakamkan mayat tersebut layaknya seorang jendral, mereka semua tidak keberatan mati di Kerajaan Diamant bagi yang mulia!".


Semua orang tidak bisa berkata-kata, siapa yang berpikir pasukan Kelrun akan begitu setia hingga siap mengorbankan hidup mereka bagi mayat sang jendral. Bukan hanya prajuritnya, istri dan anak Kelrun sekalipun ikut berlutut yang menunjukkan tekad mereka.


Raja Azeroth VI menggertakkan giginya, sebagai raja yang baik, bagaimana ia dapat membiarkan 35.000 pasukan berlutut di depan istana pada saat cuaca bersalju.


Perlahan-lahan matanya menjadi tegas. Ketika Raja Azeroth VI siap memutuskan agar pasukan bergerak menuju Kota Bern dan membawa mayat jendral kembali menuju Kerajaan Azeroth, perdana menteri yang mengetahui pikiran raja langsung berlutut "Yang mulia, harap berhati-hati! Saat ini semua pasukan divisi 1, 2 dan 3 sibuk melawan pemberontakan! Meskipun bangsawan dan pejabat yang setia membantu, pasukan yang terkumpul paling banyak cuma 1 juta pasukan".


"1 juta memang terlihat banyak, namun sebagian besar dari mereka bukan pasukan elit melainkan hanya pasukan gabungan. Selain itu, Raja Diamant I berani menantang anda yang berarti ia siap melawan 1 juta pasukan! Ini adalah jebakan! Selama yang mulia kehilangan 1 juta pasukan, Jendral Limo, Jendral Rifu dan Jendral Verlan, kita tidak akan bisa bersaing melawan Kerajaan Diamant lagi".


Verlan berteriak marah "Perdana menteri, apakah kau meremehkan aku, Limo dan Rifu sebagai seorang jendral? Selama kami memimpin 1 juta pasukan, kami tidak mungkin kalah! 3 divisi sama sekali tidak perlu digerakkan, biarkan mereka terus menekan pemberontakan pangeran yang lain".

__ADS_1


"Aku tidak meremehkan kalian, melainkan kalian yang terlalu meremehkan Raja Diamant I", kata perdana menteri tegas "Jangan lupa, Kota Bern merupakan wilayah Raja Diamant I, ia pasti sudah menyiapkan jebakan disana!".


__ADS_2