PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 315 : MENGUBAH KEADAAN


__ADS_3

Aclan tidak tahu kenapa ia yang dipilih sebagai jendral utama di peperangan kali ini, bagaimanapun Myro seharusnya lebih memilih Falka ataupun Retya yang mempunyai kemampuan memimpin pasukan yang jauh di atasnya.


Untuk masalah memenangkan peperangan, Falka dan Retya lebih ahli dari Aclan. Tetapi ia mempunyai 1 keahlian, yaitu peperangan bertahan.


Apabila mengenai peperangan bertahan, Aclan merupakan ahlinya. Ia dapat menahan jumlah korban di pihaknya sedikit mungkin, walaupun menghadapi musuh yang kuat sekalipun.


Tetapi Aclan sama sekali tidak mengerti, kenapa Myro memutuskan untuk bertahan? Padahal mereka harus menghancurkan pengepungan Raja Diamant I secepat mungkin, lalu kembali menuju Provinsi Kemenangan.


Kalau mereka bertahan terlalu lama, musuh pasti menghancurkan mereka.


Meskipun tidak memahami tujuan Myro, Aclan tidak ragu sebab ia percaya pada Myro ataupun Ren.


Selama Myro telah membuat rencana, Aclan akan melakukan rencana tersebut tanpa ragu sekalipun ia harus kehilangan hidupnya.


Bersamaan dengan teriakan Aclan, ratusan ribu pasukan di belakangnya menarik pedang dan mengangkat perisai mereka "Serang!".


Teriakan menggema di seluruh pasukan Myro, mereka bergegas menuju pasukan Raja Diamant I dengan Aclan berada pada posisi paling depan.


Retya, Falka, Yuki, Herfu dan berbagai jendral yang lain mengikuti. Jika itu perang sebelumnya, Retya pasti selalu maju duluan dibandingkan pasukan lain.


Namun ia telah diberitahu Myro sejak awal, tujuan mereka bukan membunuh pasukan musuh sebanyak mungkin melainkan bertahan serta mengurangi korban di pihak mereka sebaik mungkin. Selain itu, mereka harus menarik perhatian musuh.


Oleh karena itu, Retya tidak maju secara sembarangan, ia tetap mengikuti keputusan Aclan yang dipilih sebagai jendral utama peperangan kali ini.


Melihat pasukan Myro bergegas maju sambil membawa perisai dan senjata mereka, Raja Diamant I bingung "Ramond, bagaimana menurutmu? Tindakan Myro terlalu aneh, ia tidak langsung menyerang kita dari awal dan terus mencoba mengulur waktu. Sekarang, semua pasukannya membawa perisai yang menunjukkan ia mencoba melakukan peperangan bertahan, apa sebenarnya tujuan Myro?".


Mendengar perkataan Raja Diamant I, Ramond menjadi penuh keraguan sebab ia juga tidak mengerti tujuan Myro "Yang mulia, aku tidak terlalu mengerti tujuan mereka. Seharusnya Duke Kemenangan berusaha menghancurkan pengepungan kita dan melarikan diri menuju Provinsi Kemenangan, bukan melakukan pertahanan, tapi mereka harus menyerang sekuat mungkin agar pengepungan kita hancur. Namun Duke Kemenangan memilih pasukannya supaya bertahan, meskipun pasukannya bisa bertahan hidup lebih lama dan mengurangi korban dengan memakai formasi bertahan, itu sama sekali tidak berguna!".

__ADS_1


"Tidak peduli seberapa kuat pertahanan mereka, selama pengepungan milik kita tidak hancur, mereka tidak dapat melarikan diri. Duke Kemenangan dan penasihatnya yang terkenal pasti memahami masalah ini juga, lalu kenapa mereka memakai rencana formasi bertahan?".


Raja Diamant I sedikit tersenyum "Seseorang akan memakai strategi bertahan untuk mengulur waktu, masalahnya kenapa Myro mencoba mengulur waktu?".


Ramond memikirkan beberapa kemungkinan sehingga ia langsung berkata "Apakah Duke Kemenangan sedang menunggu bantuan? Kalau begitu, siapa yang mereka tunggu sampai harus mengulur waktu? Apakah bantuan dari Provinsi Kemenangan?".


"Aku tidak tahu apa alasannya dan apakah Myro benar-benar menunggu bantuan", kata Raja Diamant I "Tetapi suatu hal yang pasti, kita harus berhati-hati! Biarkan 200.000 kavaleri mulai menyerang, sedangkan pasukan Ferta tetap disini untuk berjaga-jaga apabila bantuan musuh datang dari Provinsi Kemenangan! Kita tidak boleh meremehkan Myro, bagaimanapun ia merupakan sosok yang sudah memenangkan banyak medan perang tanpa pernah kalah, ia bukan orang bodoh yang akan kalah dengan mudah!".


"Baik, yang mulia!", jawab Ramond bergegas pergi.


Tidak lama kemudian, 200.000 kavaleri yang memakai zirah hitam milik Raja Diamant I mengangkat pedang mereka sambil berteriak "Serang!".


Ratusan ribu pasukan kavaleri elit bergegas maju yang membuat seluruh tanah gemetar.


Menghadapi pasukan kavaleri tersebut, Aclan memberitahu pasukan di sekitarnya supaya membentuk formasi perisai dan menahan tabrakan Kavaleri.


"Duke Kemenangan, biarkan aku melihat apakah kau memang cocok menggunakan nama Kemenangan atau nama tersebut akan hilang di tanganku?", kata Raja Diamant I "Kau adalah orang yang diakui Lana, jadi aku akan menghancurkan mu serta menunjukan kepada Lana bahwa aku merupakan sosok yang paling cocok menjadi raja!".


Peperangan bergerak cepat, setiap detik akan selalu ada orang yang terbunuh di medan perang.


Pada awalnya pasukan Myro sedang berada di posisi unggul sebab formasi perisai yang dibentuk Aclan mampu menahan tabrakan kuda milik kavaleri.


Tidak diketahui, berapa banyak kavaleri yang jatuh dari kuda mereka akibat menabrak perisai para ksatria yang sangat kuat seperti tembok besi.


Namun seiring waktu, keadaan berubah.


Pasukan Herfu dan Myro dapat menahan serangan kavaleri dengan baik, walaupun terjadi beberapa masalah, tapi Aclan bisa mengatasinya tepat waktu.

__ADS_1


Masalahnya 100.000 pasukan baru itu segera menunjukkan kelemahan mereka.


Dukungan ksatria dan Pasukan Kemenangan serta pasukan elit Jendral Herfu membuat mereka tetap kuat di awal, tapi setelah 1 jam, formasi perisai pasukan baru menunjukkan celah.


Wajah Fred yang memimpin pasukan baru berubah menjadi khawatir, lagipula jika pasukan baru hancur, pasukan elit Myro dan Herfu pasti terpengaruh.


Formasi perisai yang dibentuk Aclan dengan penuh kesulitan akan hancur apabila pasukan baru kalah.


Oleh karena itu, Fred memanggil seorang prajurit "Beritahu Jendral Aclan, kalau terus seperti ini, pasukan baru tidak bisa bertahan! Kavaleri mulai mengalahkan pasukan baru!".


Prajurit tersebut bergegas pergi sesuai keputusan Fred untuk memberitahu Aclan.


"Tutup perisai kalian!".


Di sisi lain, Aclan menutup perisai miliknya bersama para ksatria di sekitarnya.


"Brak!".


Ratusan kavaleri musuh menabrak perisai tersebut memakai kecepatan kuda serta kekuatan mereka, tapi perisai para ksatria seperti tembok besi yang membuat mereka terlempar jatuh dari kuda mereka.


Ketika ratusan kavaleri yang terjatuh dari kuda akan berdiri, ratusan pedang samurai menusuk mereka hingga mati tanpa memberi mereka kesempatan menyerang balik.


Yuki membersihkan darah di pedangnya dan berkata "Aclan, apakah kau yakin? Sejam telah berlalu sejak perang di mulai, pasukan baru pasti tidak dapat bertahan lagi! Selama pasukan baru hancur, kita pasti ikut kehilangan kekuatan formasi perisai sebab kavaleri akan mengepung kita! Kau harus mengirim bantuan bagi pasukan baru".


"Bantuan? Darimana bantuan berasal?", kata Aclan tersenyum pahit "Semua orang sedang sibuk bertarung, kita tidak mempunyai 1 pasukan pun yang tidak bertarung. Apakah menurutmu kita masih memiliki kesempatan mengirim bantuan bagi prajurit baru?".


"Aku tahu, tapi apakah kita hanya duduk diam menunggu pasukan baru dihancurkan sebelum kita juga dikalahkan?", kata Yuki.

__ADS_1


"Tidak, kau salah paham disini!", kata Aclan terus menatap ke depan dari balik perisainya, ia sibuk mengamati kavaleri yang berlari di sekitar mereka dan sedang menunggu kesempatan "Tugas kita adalah mengulur waktu, aku hanya melakukan yang terbaik untuk menahan musuh selama mungkin dengan korban paling sedikit. Untuk kemenangan atau kalah, kita harus percaya pada tuan dan Ren! Aku yakin, rencana tuan pasti mengubah keadaan!".


__ADS_2