
Di Kota Rumerk, terdapat sebuah villa yang sangat besar dan luas di tengah kota. Meskipun ukuran dan kemewahan villa tersebut tidak melebihi villa Count Kemenangan, tapi setiap orang yang melihat villa itu pasti tahu bahwa pemilik villa sama sekali tidak boleh diremehkan. Lebih tepatnya, untuk membuat villa sebesar itu, dibutuhkan banyak sekali uang yang tidak mampu dibayar oleh orang normal.
Villa paling mewah di Kota Rumerk ini tidak lain adalah milik walikota, orang yang menguasai seluruh Kota Rumerk. Menurut kabar yang tersebar, Walikota Kota Rumerk tidak menghabiskan uang sedikitpun untuk membangun villa miliknya melainkan para pedagang besar di Kota Rumerk yang membangun rumah ini sebagai bentuk terima kasih atas kebijakan walikota sewaktu memimpin Kota Rumerk.
Apabila orang yang tidak tahu keadaan asli Kota Rumerk mendengar berita tersebut, mereka pasti berpikir walikota adalah orang yang sangat hebat. Kalau ia tidak hebat, para pedagang pasti tidak akan menghabiskan banyak uang membangun villa bagi dirinya sebagai bentuk rasa terima kasih.
Namun penduduk Kota Rumerk mengetahui dengan sangat jelas, alasan walikota mendapatkan hadiah mewah dari pedagang bukan karena ia adalah pemimpin yang bijak, tapi walikota selalu berusaha memberikan keuntungan bagi para pedagang yang membuat banyak pedagang Kota Rumerk mendukung dirinya.
Belum lagi istri dari Walikota Kota Rumerk merupakan anak dari pedagang paling kaya di kota, tidak ada seorangpun pedagang yang berani bermusuhan melawan walikota sekarang.
Kota Rumerk ramai seperti hari-hari normal, banyak sekali pedagang atau petualang dari Provinsi Kavaleri dan Provinsi Kemenangan yang melewati Kota Rumerk sebelum pergi ke tujuan mereka selanjutnya.
Setiap kali ada orang yang melewati sekitar rumah walikota, mereka pasti mengamati villa di depan mata mereka penuh rasa kagum. Lagipula villa milik walikota terlalu mewah, mungkin uang yang mereka dapatkan sepanjang hidup mereka tidak cukup untuk membangun villa seperti milik walikota.
Tetapi tidak ada seorangpun yang mengetahui, beberapa orang di sekitar villa walikota yang terlihat seperti petualang, penduduk dan pedagang normal sebenarnya adalah anggota penegak hukum Myro yang sedang menyamar.
Di depan rumah walikota Kota Rumerk, terdapat seorang pria yang duduk di sebuah toko makanan.
Ia memesan beberapa mangkuk makanan dan sedang makan seperti pelanggan lain di sekitarnya, tidak ada yang aneh sedikitpun dari orang ini.
Tetapi tiba-tiba suara ledakan terdengar.
__ADS_1
"Booooom!".
Teriakan ketakutan menggema di seluruh rumah makan akibat suara keras tersebut, bahkan beberapa orang langsung bersembunyi di bawah meja makan mereka sebab berpikir ledakan barusan berasal dari bangunan yang runtuh.
Di antara semua orang, cuma pelanggan yang duduk sendirian di sudut rumah makan yang menghentikan gerakan makannya.
Lalu ia meletakkan kembali alat makan di atas meja dan menaruh uangnya pada meja sesuai jumlah yang ia makan.
Tanpa membuang waktu lagi, pria barusan menyerbu kediaman walikota.
Bukan hanya dirinya, ratusan orang yang bersikap normal dari tadi baik seperti orang yang sedang lewat, penjaga toko, atau orang yang sedang berbelanja dan makan di sekitar rumah walikota, mereka melompat menuju rumah walikota seperti orang yang berbeda.
Mereka adalah pasukan gabungan Penjaga Praetorian dan Podocheong yang menyamar, lebih tepatnya mereka telah berada di Kota Rumerk sampai mendapatkan izin penangkapan dari atasan.
2 penjaga yang berdiri di depan rumah walikota terkejut, mereka bingung kenapa ratusan orang tiba-tiba bergegas kemari? Apalagi orang-orang ini memakai pakaian penduduk atau pedagang, bukan seorang prajurit yang membuat penjaga gerbang ragu mengenai bagaimana harus bertindak.
Tetapi tidak menunggu mereka sadar, seseorang dari Podocheong yang menyamar sebagai penjaga toko bergegas maju. Ia melewati 2 penjaga dengan mudah dan memukul leher mereka, 2 penjaga segera tertidur.
Setelah berhasil membuat 2 penjaga kehilangan kesadaran, pria yang melakukan semua tindakan tersebut berteriak "Tujuan kita cuma tikus bersama para keluarganya, jangan melakukan tindakan yang tidak perlu!".
"Dimengerti!", teriakan ratusan orang yang menyerbu rumah walikota secepat mungkin dari semua arah.
__ADS_1
Sebagian orang melompati pagar rumah walikota sedangkan orang yang lain bergegas melalui gerbang yang sudah dibuka, setiap kali mereka bertemu penjaga, mereka mampu membuat penjaga kehilangan kesadaran tanpa memberi mereka kesempatan melakukan perlawanan.
Dengan waktu kurang dari 5 menit, seluruh rumah walikota Kota Rumerk telah dikepung.
Baik gerbang barat, timur, utara dan selatan dijaga barisan pasukan penegak hukum.
Penduduk Kota Rumerk menatap semua ini dengan wajah bodoh, mereka sama sekali tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi disini.
Belum lagi beberapa orang barusan berbicara bersama pasukan penegak hukum, mereka berpikir orang yang mereka ajak bicara adalah pedagang normal atau penduduk, siapa yang berpikir orang yang mereka ajak bicara adalah pasukan terlatih yang tidak diketahui.
Sebelum penduduk berteriak ketakutan atau melarikan diri atas tindakan aneh ratusan orang ini, seorang pria melangkah maju sambil mengangkat sebuah token emas "Kami merupakan pasukan penegak hukum dari Count Kemenangan, token di tanganku adalah buktinya! Walikota Kota Rumerk dianggap melakukan kejahatan berupa penggelapan dan melanggar aturan pendidikan milik Count Kemenangan, kami disini bertugas menangkap mereka untuk mencari tahu kebenarannya. Siapapun yang menghalangi akan ditangkap juga, selain itu para pedagang besar yang bekerja sama dengan walikota tidak akan melarikan diri! Rekan kami yang lain pasti menangkap mereka, jadi kami harap kalian tidak membuat keributan apapun!".
Penduduk saling menatap sebelum bertepuk tangan, mereka tidak marah atau bingung atas penangkapan walikota melainkan senang, hal ini menunjukkan seberapa banyak penduduk yang membenci walikota Kota Rumerk.
Walaupun ia di dukung banyak sekali pedagang kuat di Kota Rumerk, ketika ia kehilangan jabatan dan hartanya akibat tindakan yang ia perbuat selama ini, penduduk pasti setuju terhadap tindakan Myro.
Saat ini Walikota Kota Rumerk sedang berada di ruang kerjanya, ia sibuk menghitung tumpukan uang yang ada di atas meja sambil tersenyum senang "Setiap hari uangku semakin banyak, mungkin tidak lama lagi aku bisa mencoba membeli gelar bangsawan dari kerajaan! Selama aku mempunyai gelar bangsawan ku sendiri, aku tidak perlu bekerja untuk orang lain lagi".
"Brak!".
Tiba-tiba pintu ruang kerjanya di buka sangat keras, walikota yang terkejut akibat suara tendangan pintu barusan berteriak "Siapa yang berani menendang pintuku?".
__ADS_1
Tidak menjawab pertanyaan walikota, puluhan prajurit segera menjatuhkan walikota ke arah meja.
Setelah itu mereka mengikat tangan walikota menggunakan tali dan membawanya pergi, gerakan para prajurit ini sangat terlatih, setidaknya seluruh anggota keluarga walikota tertangkap hanya dengan hitungan waktu sekitar beberapa menit.