PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 60 : PEPERANGAN KERAJAAN KAVALERI SUDAH BERAKHIR


__ADS_3

Raja Kavaleri III menatap wajah 2 orang di depannya itu.


Mereka adalah pria yang terlihat berusia sekitar 30 tahun, 1 pria memiliki tubuh besar sekitar 2 meter dengan otot di seluruh tubuhnya, ia terlihat seperti beruang.


Sedangkan pria yang lain terlihat lebih kecil, namun masih memiliki banyak otot serta terlihat kuat juga, ada sebuah pedang yang terletak di pinggangnya.


Raja Kavaleri III tahu bahwa ia tidak memiliki jalan lain untuk melarikan diri kecuali membujuk 2 orang ini, bagaimanapun Raja Kavaleri III yang tidak pernah berlatih sama sekali bukan lawan 2 orang kuat ini.


Apalagi tidak ada jalan lain untuk pergi dari tembok kota kecuali melalui jalan ini, ia tidak mungkin melompat dari tembok kota yang sangat tinggi ini hanya dengan melompat langsung ke bawah, selama ia melakukan itu maka dirinya pasti mati.


Menarik nafasnya, Raja Kavaleri III mulai berkata "Siapa kalian? Kenapa menghalangi jalanku?".


Pria yang memiliki tubuh besar itu mengambil pedangnya sambil berkata "Namaku Falka, prajurit di bawah Tuan Myro yang mengikuti pasukan Kerajaan Azeroth".


Pria yang di sisi lain juga mengangkat pedangnya "Namaku Feld, aku memiliki asal yang sama juga!".


Raja Kavaleri III tahu bahwa 2 orang ini adalah musuh, tidak mungkin untuk membiarkan mereka melepaskan dirinya tanpa memberi bayaran.


Oleh karena itu, Raja Kavaleri III berkata dengan sopan "Tuan Falka dan Tuan Feld, walaupun kita berada di sisi yang berbeda yaitu kita adalah musuh, tapi kenapa tidak membiarkan aku melarikan diri? Jika kalian membunuhku maka kalian pasti tidak mendapatkan bayangan hadiah, tetapi selama kalian membiarkan aku pergi maka aku bisa membiarkan kalian mengambil semua harta di istana Kerajaan Kavaleri. Kerajaan kami memang tidak memiliki banyak uang sekarang, tapi ada beberapa harta kerajaan yang diwariskan sejak lama, hal itu pasti bernilai banyak uang".


"Bagaimana? Daripada menangkap ku yang tidak membuat kalian mendapatkan keuntungan apapun, kenapa tidak ikut denganku ke istana untuk mengambil harta lalu membiarkan aku melarikan diri. Selama tidak ada yang tahu, kalian bisa jadi kaya tanpa dihukum, bukankah kita semua untung disini".

__ADS_1


Falka tidak menjawab dan hanya memiliki wajah dingin, sedangkan Feld sedikit tersenyum "Terdengar sangat menarik, apabila aku tidak setia kepada Tuan Myro maka aku pasti setuju dengan ide tersebut. Tetapi kau tidak beruntung disini, Tuan Myro mengatakan kami harus membawa dirimu kembali, oleh karena itu aku tidak bisa membiarkan kau pergi".


Sebelum Raja Kavaleri III bisa mengatakan apapun lagi, Falka dan Feld sudah bergerak maju ke arah dirinya.


Bagi 2 orang ini, uang yang ditawarkan Raja Kavaleri III sama sekali tidak penting. Apa yang paling penting yaitu melakukan tugas yang Myro berikan.


...----------------...


1 jam kemudian, peperangan sudah berakhir.


Gerbang Ibukota Kerajaan Kavaleri yang tertutup perlahan-lahan mulai terbuka, pasukan Kerajaan Azeroth yang berhasil merebut tembok kota adalah orang yang membuka gerbang tersebut.


Dengan terbukanya gerbang itu, pasukan Kerajaan Azeroth yang sudah menunggu mulai bergerak maju menuju ibukota.


Lebih tepatnya para penduduk Kerajaan Kavaleri bersembunyi di rumah mereka masing-masing, sedangkan beberapa orang yang lebih berani melihat melalui celah pada jendela mereka yang tidak benar-benar ditutup, mereka penasaran siapa yang berhasil memenangkan perang ini.


Saat melewati gerbang ibukota, Jerat yang sudah menunggu di Ibukota Kerajaan Kavaleri bersama para pasukannya memberi hormat tanpa ragu "Kami menyambut kedatangan pangeran, ini adalah kemenangan Kerajaan Azeroth! Hidup pangeran ke 4 yang sudah membawa kemenangan ini untuk kerajaan!".


Pangeran ke 4 sedikit mengangguk, ia menggerakkan kudanya menuju Jerat sebelum berkata "Bagaimana dengan Raja Kavaleri III? apakah kau berhasil membunuhnya?".


Jerat menggelengkan kepalanya dengan panik sebelum menatap ke arah Falka dan Feld yang sedang menahan 1 pria muda di tanah "Maaf sudah mengecewakan yang mulia, Jerat gagal menangkap Raja Kavaleri III".

__ADS_1


Pangeran ke 4 melambaikan tangannya "Tidak masalah, kau tidak perlu merasa bersalah sebab pada akhirnya Raja Kavaleri III berhasil di tangkap. Jika ia berhasil melarikan diri, maka itu baru kegagalan mu".


Setelah itu pangeran ke 4 menggerakkan kudanya menuju Raja Kavaleri III yang di tahan ke tanah, ia berkata dengan dingin "Apakah kau Raja Kavaleri III? Padahal ayahmu merupakan seorang jendral dan raja yang sangat bijak serta kuat, namun kau anaknya tidak memiliki sifat baik apapun yang diwariskan dari ayahmu. Bahkan karena keputusanmu, ribuan prajurit Ibukota Kerajaan Kavaleri mati tanpa alasan yang jelas, apakah kau tidak merasa bersalah sebagai raja yang sudah membawa mereka menuju kematian?".


Raja Kavaleri III menatap pangeran ke 4 dengan dingin "Kenapa repot-repot membuang waktu untuk berbicara denganku? Cepat bunuh aku, dengan itu maka kau bisa menang. Tapi jangan berpikir bahwa kalian sudah berhasil merebut Kerajaan Kavaleri sepenuhnya, tidak peduli seberapa lama kalian menguasai wilayah ini, para penduduk pasti merasa sebagai bagian dari Kerajaan Kavaleri!".


"Di tanah ini, pemberontakan untuk mengembalikan Kerajaan Kavaleri pasti tidak pernah padam, suatu hari nanti pemberontakan ini akan mengembalikan Kerajaan Kavaleri lagi, walaupun aku sudah mati sekalipun!".


Pangeran ke 4 menggelengkan kepalanya dengan mengejek, ia yakin bahwa mereka bisa menguasai wilayah Kerajaan Kavaleri ini dengan mudah.


Ia menutup matanya sebentar sebelum berkata "Aku sudah memutuskan, membunuhmu itu sama sekali tidak menarik, lebih baik membawamu kembali ke Ibukota Kerajaan Azeroth lalu menjual mu sebagai budak. Aku dengan baru-baru ini ada banyak bangsawan Kerajaan Azeroth yang tertarik dengan budak yang dulunya adalah pangeran atau menteri, aku yakin kau pasti bisa dijual mahal".


Wajah Raja Kavaleri III berubah, ia berteriak marah "Apakah kau berani melakukan itu kepadaku? Selama kau melakukan itu, seluruh Kerajaan Kavaleri pasti tidak membiarkanmu pergi! Cepat bunuh aku, aku adalah Raja Kavaleri III. Membuatku menjadi budak sama dengan mengejek seluruh wilayah Kerajaan Kavaleri, pemberontakan besar pasti terjadi".


"Kau pikir aku takut?", kata pangeran ke 4 dingin "Kalau begitu sudah diputuskan, aku akan membawamu kembali ke Ibukota Kerajaan Azeroth. Lalu untuk Falka dan prajurit di sampingnya, kalian sama-sama pengikut Myro bukan?".


Falka dan Feld mengangguk dengan tegas "Pangeran, kami adalah prajurit Tuan Myro".


"Aku mengerti, kalau begitu aku akan memberikan hadiah 10 koin emas milik kalian langsung kepada Myro, apakah kalian keberatan?", tanya pangeran ke 4.


"Kami tidak keberatan, pangeran!", kata Falka dan Feld.

__ADS_1


Myro yang ada di posisi cukup belakang dari pasukan tidak langsung melangkah maju untuk mengambil hadiahnya, bagaimanapun pangeran ke 4 pasti memberi hadiahnya ketika memulai pesta lagi.


Bagaimanapun mereka berhasil merebut Kerajaan Kavaleri sepenuhnya sekarang, pasti pangeran ke 4 akan memulai pesta kemenangan lagi.


__ADS_2