
Myro sedang berdiri di samping sambil mengamati pasukannya yang sedang membersihkan medan perang.
Pembuat rencana kali ini adalah Ren, ia menyarankan bahwa mereka tidak perlu menyergap Kavaleri Serigala sebab daerah disini merupakan padang rumput sehingga tidak ada tempat yang cocok bagi para prajurit untuk bersembunyi.
Oleh karena itu, lebih baik berhadapan langsung melawan Kavaleri Serigala dengan menggunakan infanteri sebagai barisan depan.
Ketika mendengar hal tersebut, Myro sedikit bermasalah sebab ia tidak memiliki infanteri yang kuat.
Para infanteri yang baru dilatih Retya sama sekali tidak memiliki keberanian dan kekuatan yang cukup untuk menghentikan Kavaleri Serigala, sedangkan Penjaga Praetorian adalah pengawal, mereka bukan pasukan infanteri yang seharusnya.
Namun memikirkan kerugian dan keuntungan, Penjaga Praetorian jauh lebih baik sebagai infanteri daripada prajurit baru itu, jadi Myro hanya bisa menggunakan Penjaga Praetorian sebagai pengganti infanteri.
Untungnya Lopen setuju serta menyarankan agar mereka membentuk Phalanx agar bisa menghentikan Kavaleri Serigala.
Kelemahan Phalanx yaitu gerakan mereka yang tidak gesit sehingga sangat dirugikan saat melawan pasukan pemanah, apalagi Kavaleri Mongol yang bisa memanah sambil bergerak cepat.
Tetapi waktu berhadapan melawa Kavaleri Serigala yang hanya bisa menggunakan pedang, maka Phalanx bisa menunjukkan kekuatan penuh mereka.
Falka mendekati Myro sambil melapor "Tuan, Kavaleri Serigala musuh berhasil dibersihkan sedangkan kerugian di Kavaleri Mongol hampir tidak ada, hanya 5 orang yang terluka ringan".
Myro tidak terkejut mengetahui bahwa Kavaleri Mongol hampir tidak mengalami kerugian apapun, bagaimanapun mereka hanya membantu Penjaga Praetorian yang menerima tabrakan langsung dari Kavaleri Serigala.
Tidak lama kemudian, Lopen juga mendekati Myro sambil tersenyum pahit "Tuan, maaf karena sudah mengecewakan anda, tapi keadaan Penjaga Praetorian kami tidak sebaik Kavaleri Mongol. Sekitar 20 orang tewas dan 50 orang terluka berat, aku benar-benar menyesal".
Myro mengangguk dengan tegas "Lopen, kau tidak salah. Lagipula Penjaga Praetorian bukan pasukan infanteri, apabila bukan karena kau yang terus mengatur agar Formasi Phalanx tidak hancur, jumlah korban Penjaga Praetorian pasti lebih dari ini. Segera obati mereka yang terluka, lalu makamkan rekan kita yang tewas di perang ini. Untuk keluarga dari para prajurit yang tewas, mereka akan mendapatkan ganti rugi yang sesuai. Jika mereka memiliki anak, kita akan membiarkan anak mereka mendapatkan pendidik, makanan dan pakaian yang tepat sampai dewasa. Apabila mereka memiliki istri atau orang tua, berikan mereka ganti rugi yang tepat! Mereka sudah bertarung dan mengorbankan hidupnya untukku, aku tidak akan mengecewakan kesetiaan mereka!".
"Baik, tuan!", jawab Lopen dengan hormat, ia langsung pergi mengatur mayat rekannya yang tewas tersebut agar dibawa kembali ke Kota Loth dan dimakamkan.
__ADS_1
"Tuan, apa yang harus kita lakukan selanjutnya?", tanya Falka.
Myro menatap ke arah dimana Kota Rorec berada "Rencana tidak berubah, beritahu Retya agar mulai bergerak dan membantu Aclan membunuh semua musuh yang datang menyerang wilayah kita. Selain itu, biarkan Lopen mengirim 200 Penjaga Praetorian untuk membawa kembali mayat dan rekan-rekan mereka yang sudah terluka ke Kota Loth. Sedangkan pasukan yang masih sehat, semuanya ikuti aku menuju Kota Rorec!".
Ren sudah menyiapkan rencana yang lebih besar bagi Myro, mengalahkan Kavaleri Serigala bukan sebuah akhir.
Saat Kavaleri Serigala sudah dikalahkan, maka Myro membawa pasukannya menuju Kota Rorec.
Di sisi lain, Ren membawa sekitar 2000 prajurit baru dari Kota Vendes ikut bertarung.
Bersama 1000 ksatria dan 2000 pasukan Aclan, akan ada sekitar 7000 pasukan yang menyerang musuh.
Setelah hilangnya 1000 Kavaleri Serigala, Myro yakin bahwa pasukan Kerajaan Orc-Goblin ini bukan lawan mereka lagi.
...----------------...
Keesokan paginya, Aclan yang kembali bersiap di atas tembok kota sedang menunggu serangan musuh datang hari ini.
Saat Aclan berdiri diam di posisinya bersama pasukannya, Fred berjalan mendekat "Kapten, ada pesan dari tuan".
"Apakah sudah datang?", kata Aclan tanpa rasa terkejut sedikitpun, kedatangan Myro kesini membuktikan bahwa mereka sudah mengalahkan Kavaleri Serigala.
Aclan mengambil surat tersebut yang menuliskan bahwa Myro bersama Retya sudah membawa sekitar 4000 pasukan, mereka siap memberikan bantuan untuk membersihkan seluruh musuh.
Sebuah senyuman muncul di wajah Aclan sebab kemenangan sudah ada di depan mata.
Musuh pasti belum mengetahui tentang kekalahan Kavaleri Serigala, jika mereka mengetahuinya maka pasukan musuh pasti sudah mundur.
__ADS_1
Oleh karena itu, serangan tiba-tiba dari Myro dan yang lainnya bisa memberikan mereka akibat yang fatal.
Bukan hanya itu, selama pertarungan beberapa hari ini, Aclan kehilangan sekitar 100 prajurit yang sebagian besar adalah prajurit baru.
Tapi musuh mengalami kerugian yang besar, mereka kehilangan sekitar 2000 pasukan goblin dan 200 Orc. Kemenangan besar ini di dapatkan melalui bantuan tembok kota, tanpa tembok kota, kerugian pasukan Aclan pasti menjadi lebih besar lagi.
Sekarang musuh hanya memiliki 5000 dan 1800 pasukan Orc, pasukan dari Kerajaan Orc-Goblin bukan lawan dari 7000 pasukan mereka lagi yang sekitar setengahnya terdiri dari pasukan elit.
Setelah membaca surat itu, Aclan berkata "Siang ini, kita akan membuka gerbang kota, berikan sambutan yang baik bagi para prajurit musuh yang berusaha melewati gerbang!".
Fred yang sudah mengikuti Aclan sejak lama langsung mengerti, ia tersenyum "Jangan khawatir kapten, kita pasti memberikan sebuah sambutan yang tidak akan pernah musuh lupakan!".
...----------------...
Myro sekarang sudah menunggu bersama pasukannya di bagian belakang Kota Rorec, pasukan Kerajaan Orc-Goblin menyerang Kota Rorec melalui gerbang depan yang membuat posisi Myro tidak diketahui disini.
Pasukan Retya juga sudah tiba yang terdiri dari orang-orang baru.
Ini adalah perang besar paling awal yang mereka lakukan, karena hal ini mereka terlihat sangat khawatir. Jika tidak ada Retya, mereka mungkin sudah membuat keributan.
Tetapi dengan adanya Retya disana, para prajurit baru ini menutup mulut mereka sambil tetap menjaga ketertiban di tengah rasa khawatir, hal ini menunjukkan seberapa takutnya para prajurit baru ini terhadap Retya.
Mereka semua sudah berbaris dan hanya perlu menunggu panggilan dari Aclan, selama panggilannya sudah ada, Myro serta pasukannya akan segera bergegas menuju gerbang depan Kota Rorec untuk mengepung pasukan musuh dari sisi kiri dan kanan sepeti yang mereka lakukan pada pasukan Kavaleri Serigala.
Myro yang sedang menunggu memutuskan untuk menghabiskan waktunya dengan berbicara sedikit "Lopen, aku sedikit penasaran, kenapa api milik pemimpin Kavaleri Serigala sebelumnya tidak melukai dirimu? Walaupun saat itu aku cukup jauh, aku bisa melihat bahwa api milik pemimpin musuh tidak lemah. Setidaknya, tidak ada masalah untuk membakar tangan seseorang".
Lopen yang berada di samping Myro untuk menjaganya berkata "Tuan, anda mungkin belum mendengarnya, namun itu semua terjadi karena kemampuan khusus ku. Aku memiliki kemampuan khusus yang meningkatkan pertahanan ku baik terhadap serangan fisik ataupun sihir. Api yang digunakan pemimpin musuh tidak jauh berbeda dari sihir, tapi kekuatannya sangat lemah sehingga tidak bisa melukaiku. Jika itu serangan fisik, paling tidak mereka harus sekuat Falka ataupun Retya agar bisa melukaiku. Aku tidak terlalu percaya diri mengenai masalah kekuatanku sebab ada banyak orang yang lebih kuat daripada diriku seperti Falka, tapi selama itu adalah masalah kemampuan pertahanan, tidak ada banyak orang yang lebih baik dari diriku".
__ADS_1
Sebelum Myro bisa berbicara lagi, suara gerbang Kota Rorec yang terbuka bisa terdengar. Meskipun Myro dan yang lainnya terletak jauh dari gerbang depan kota, tapi gerbang kota Rorec terbuat dari besi serta memiliki ukuran yang sangat besar sehingga menyebabkan suara besar ketika gerbang terbuka.
Ini adalah panggilan Aclan sesuai surat yang ia kirim sebelumnya, Myro menarik pedangnya dan berteriak "Semua pasukan maju, Falka dan Kavaleri Mongol bisa pergi lebih dulu untuk menganggu pasukan musuh memakai panah kalian!".