
Seluruh pemimpin di ruangan itu kembali menatap kapten muda tersebut dengan kagum. Kapten muda ini tidak hanya cerdas, tapi juga sangat setia kepada Kerajaan Orc-Goblin sampai tidak keberatan menggunakan hidupnya. Jika mereka di posisi jendral muda tersebut, mereka pasti tidak akan berani mengambil resiko kematian seperti itu. Tidak, bahkan mereka yang sudah tua sekarang masih tidak berani seperti kapten muda ini.
Berbeda dari semua pemimpin militer lain yang kagum, Guliger curiga terhadap kapten muda ini. Bagaimanapun kemunculan seorang kapten muda yang hebat sudah sangat unik, tapi pemuda ini tidak hanya cerdas melainkan sangat setia hingga membuat Guliger curiga. Apakah keberadaan kapten muda ini adalah tangan dan kaki musuh yang diam-diam diletakkan pada pasukannya?
Untuk memastikan hal tersebut, Guliger tersenyum ramah "Kapten muda, keberanian mu sangat hebat, aku Guliger mengagumi hal tersebut. Namun, aku memiliki sebuah pertanyaan bagimu. Kenapa kau berani berjuang sampai mati disini? Dengan bakat mu, kau bisa menjadi sosok hebat di Kerajaan Orc-Goblin masa depan. Apakah kau tidak keberatan mati? Bagaimana keluargamu yang ada di kerajaan? Mereka pasti sedih mengetahui berita kematian mu".
Kapten muda menatap ke arah Guliger dan langsung mengerti bahwa Guliger curiga padanya "Jendral, aku tahu anda curiga, seorang kapten muda yang cerdas dan setia tiba-tiba muncul pada keadaan krisis seperti ini yang sangat mencurigakan. Tetapi jendral harus percaya padaku, aku tidak setia kepada Kerajaan Orc-Goblin, aku melakukan semua ini karena jendral! Aku sudah tidak memiliki keluarga lagi, dari dulu aku selalu berada di panti asuhan".
"Pada awalnya aku hanya berencana membuka bisnis memakai kecerdasan ku lalu hidup dengan damai sampai mati, tapi ketika aku melihat jendral 7 tahun yang lalu, pikiranku berubah. Jendral adalah sosok yang sangat setia kepada kerajaan dan baik kepada orang-orang, meskipun jendral memiliki jabatan yang tinggi namun anda tidak sombong. Aku menjadi prajurit agar bisa menjadi sosok hebat seperti anda, hari ini aku juga tidak keberatan mati sebab Kerajaan Orc-Goblin membutuhkan sosok seperti anda! Tanpa anda, Kerajaan Orc-Goblin tidak akan bertahan!".
Guliger sedikit terkejut, siapa yang berpikir kapten muda di depannya ini bertarung untuk dirinya.
Menatap pemuda di depannya, Guliger menutup mata sebentar sebelum mengangguk setuju "Baiklah, aku percaya padamu kali ini dan mungkin sekarang juga menjadi waktu terakhir kita bertemu! Kapten muda, apabila kita bertemu lagi, ayo makan bersama! Aku yakin kita bisa menjadi dekat".
Kapten muda itu ikut tersenyum lalu membungkuk hormat "Terima kasih atas kepercayaan jendral, aku pasti tidak akan mengecewakan anda!".
...----------------...
Tanpa ragu sedikitpun, pasukan Guliger mulai berpisah dengan cepat.
__ADS_1
Saat ini Guliger masih menguasai 7 kota di Provinsi Utara, ia membiarkan kapten muda tersebut terus memimpin para pasukan yang tetap tinggal menjaga 7 kota tersebut sedangkan pasukan yang lain mengikuti dirinya.
Semua pasukan Kavaleri Serigala mengikuti Guliger mundur, bagaimanapun Kavaleri terlalu berharga dan penting bagi Kerajaan Orc-Goblin sehingga tidak mungkin meninggalkan mereka mati disini.
Kapten muda tersebut berdiri di atas tembok kota yang dulunya adalah milik Baron Aras, alasan ia memilih kota ini sebab Kota Aras memiliki tembok kota terkuat sehingga paling cocok dipakai sebagai kota pertahanan.
Pasukan di Kota Aras terdiri dari 10.000 orang sedangkan kota yang lain membagi 20.000 pasukan yang masih ada.
Tujuan kapten muda tersebut bukan memenangkan medan perang, tujuan aslinya yaitu mengulur waktu selama mungkin agar Herfu tidak bisa mengejar pasukan Guliger.
Oleh karena itu, ia hanya perlu memusatkan pertahanannya di 1 kota sedangkan kota lain hanya perlu memiliki pertahanan seadanya. Selama Kota Aras tidak jatuh, Herfu pasti tidak bisa membawa pasukannya menuju Benteng Rulfes juga.
Di hadapan pasukan musuh yang banyak dan Infanteri Salju, 7 kota segera mengalami posisi yang merugikan.
Tapi kapten muda itu tidak khawatir, tujuan mereka bukan menang melainkan mengulur waktu sehingga ia tahu dari awal bahwa pasukan mereka pasti mengalami kerugian.
Pasukan yang menyerang Kota Aras terdiri dari 40.000 pasukan yang di antaranya terdapat 10.000 Infanteri Salju, nampaknya Herfu sudah mengerti rencana Guliger dan kapten muda tersebut.
Tidak, sebagai Jendral Perbatasan Utara yang sudah berperang hampir sepanjang hidupnya, Herfu pasti tidak bisa ditipu oleh strategi semudah itu. Ia membiarkan 40.000 pasukan langsung maju menyerang Kota Aras, pertahanan musuh sudah berada di posisi paling lemah sekarang yang membuat Herfu tidak perlu membuat rencana apapun. Tujuan mereka hanya menjatuhkan Kota Aras secepat mungkin lalu bergegas menuju Benteng Rulfes.
__ADS_1
Kapten muda berdiri diam di atas tembok Kota Aras, ia terus mengamati para prajurit Orc dan Goblin di sekitarnya yang terus bertarung supaya musuh tidak naik ke atas tembok kota.
Dilihat darimanapun, pasukan miliknya terus mengalami kerugian akibat serangan musuh.
Namun kapten muda itu tidak peduli, ia tidak bisa membuat strategi apapun sebab perbedaan kekuatan miliknya dan Herfu terlalu jauh, tidak ada kesempatan untuk menang sedikitpun hanya dengan strategi.
Wakil kapten muda tersebut mendekati dirinya sambil berkata penuh keraguan "Kapten, kenapa anda memutuskan mengambil tugas paling berisiko ini? Aku yakin apabila anda tidak mengatakan apapun, Jendral Guliger juga tidak akan mengirim anda menjaga tempat ini. Apakah kapten berencana lari saat sudah hampir kalah untuk melarikan diri?".
Kapten muda tersebut sedikit menatap wakilnya sebelum menggelengkan kepalanya "Tidak ada alasan khusus, aku tetap disini karena aku adalah seorang prajurit".
Setelah itu kapten menarik pedangnya dan berteriak "Seluruh pasukan, aku tahu keadaan kita sangat merugikan dan kematian sudah ada di depan mata! Tapi kalian harus selalu mengingat, kita adalah prajurit! Ayo bertarung sampai akhir untuk menahan musuh selama mungkin, aku akan menemani kalian sampai akhir juga!".
Mendengar teriakan kapten muda tersebut, banyak prajurit tersentuh, seberapa banyak petinggi militer yang berani menemani prajuritnya di perang yang kemungkinan besar berakhir mati? Hampir tidak ada, sebagian besar petinggi militer pasti melarikan diri lebih dulu daripada para prajurit.
Oleh karena itu, para prajurit mengangkat senjata mereka sambil berteriak "Bertarung! Ikuti kapten sampai akhir!".
Kapten muda tersebut memimpin pasukannya dan mempertahankan Kota Aras sebaik mungkin, walaupun mereka pasti kalah namun kapten tersebut yakin ia bisa bertahan selama 5 hari sesuai rencana.
Kapten muda ini berani mengambil resiko kematian bukan karena ia memiliki ide licik lain atau berencana berkhianat dan melarikan diri, melainkan ia hanya seorang prajurit yang setia serta menghormati Guliger sebagai sosok jendral hebat yang baik terhadap orang-orang tanpa melihat jabatan ataupun uang mereka.
__ADS_1
Ia yakin, Kerajaan Orc-Goblin membutuhkan keberadaan Guliger agar bisa terus bertahan dari Kerajaan Azeroth.