PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 203 : KEADAAN YANG RUMIT


__ADS_3

Pada pasukan divisi ke 5 Kerajaan Azeroth yang mengepung Kota Rayde, mereka telah membangun perkemahan yang terletak di samping pasukan Jendral Torte.


Seorang pria berusia sekitar 40 tahun dengan rambut hitam pendek serta mata yang tajam sedang mengamati tembok Kota Rayde, ia memakai baju zirah berwarna perak dengan lambang Kerajaan Azeroth pada zirah tersebut yang menunjukkan ia merupakan pengikut setia Kerajaan Azeroth.


Tiba-tiba seorang pria muda berusia sekitar 20 tahun mendekati pria itu "Jendral Pube, apakah tidak masalah bagi kita menyerang Kota Rayde tanpa izin dari raja? Selama berita penyerangan kita sampai ke telinga raja, kita pasti dijatuhi hukuman berat bahkan dihukum mati. Bagaimanapun kita adalah yang memimpin pasukan ini, semua kesalahan yang diperbuat divisi 5 akan menjadi tanggung jawab kita".


Pube tidak menatap pria di belakangnya melainkan terus mengamati Kota Rayde "Ronvar, apakah kau takut? Jika kau takut, maka segera kembali ke ibukota kerajaan dan melaporkan semua tindakanku ini kepada yang mulia. Jika kau mengatakan bahwa aku bertindak sendiri tanpa ada hubungannya denganmu, yang mulia tidak akan menghukum mu melainkan hanya aku yang dihukum. Selain itu ketika aku ditangkap, kau mungkin bisa naik pangkat menggantikan posisiku yang sekarang".


Wajah Ronvar berubah, ia berteriak "Jendral, bagaimana mungkin aku melakukan hal tersebut kepada anda? Aku tidak akan mampu berada di posisi wakil jendral divisi tanpa bantuan anda. Bukan hanya itu, aku banyak berhutang kebaikan pada anda. Walaupun aku harus dihukum mati sekalipun, aku tidak keberatan untuk membayar kembali semua kebaikan yang telah anda berikan. Aku bertanya seperti ini hanya karena bingung atas pilihan jendral, aku tahu kesetiaan jendral kepada Raja Azeroth V tidak perlu diragukan lagi, tapi kenapa jendral memutuskan menyerang Kota Rayde seperti yang dikatakan pangeran ke 7?".


"Aku tidak mempunyai pilihan lain", kata Pube menghela nafas.


Pube merupakan jendral divisi 5 yang memimpin 100.000 pasukan, kesetiaannya kepada Raja Azeroth V sama sekali tidak perlu diragukan lagi.


Masalahnya ia memiliki sebuah rahasia yang tidak diketahui orang lain, anak perempuannya yang dijaga 100 pasukan divisi 5 setiap hari tiba-tiba menghilang di Ibukota Kerajaan Azeroth.


Ia menganggap anak perempuannya sebagai permata paling berharga, Pube juga mencari bantuan raja supaya anaknya berhasil ditemukan.


Tetapi setelah pencarian selama 1 tahun, anaknya tidak pernah ditemukan. Pube yang telah kehilangan istrinya beberapa tahun yang lalu saat melahirkan anak tersebut merasa hancur, ia kehilangan anak yang menjadi harapan terakhir istrinya untuk selalu Pube jaga.


Raja Azeroth V menghentikan pencarian yang berlangsung selama setahun, ia menyarankan Pube untuk mencari istri baru dan memiliki anak lagi.

__ADS_1


Namun Pube tidak dapat melakukan hal tersebut, ia merupakan orang yang sangat peduli pada keluarganya, orang lain tidak bisa menggantikan keluarganya.


Di tengah keputusasaan, pangeran ke 7 memberitahu Puba bahwa anak perempuannya berada di tangan pangeran ke 7.


Pada awalnya Pube tidak percaya, namun setelah melihat anaknya secara langsung maka ia hanya bisa percaya.


Pube mengerti pangeran ke 7 menjebaknya menggunakan anak perempuan yang ia miliki, tapi apa yang Pube bisa lakukan? Hidup dan mati anaknya berada di tangan pangeran ke 7.


Pangeran ke 7 membuat persyaratan mengenai ia tidak boleh melaporkan kejadian ini pada Raja Azeroth V, jika tidak maka anaknya pasti mati.


Lalu Pube hanya perlu melakukan 1 tugas sebelum pangeran ke 7 melepaskan anaknya yaitu menyerang Grand Duke Rayde.


Pube bukan orang bodoh, ia memahami tujuan pangeran ke 7.


Tetapi divisi 4 tidak bergerak sebagai divisi 4 pada penyerangan kali ini melainkan mereka menyamar sebagai pasukan normal, mereka juga melepaskan seragam mereka yang membuat tidak ada bukti ketika kerajaan nanti berusaha menahan mereka karena bertindak tanpa izin raja.


Meskipun orang lain mengenali mereka sebagai divisi ke 4, tanpa bukti langsung maka raja tidak bisa menghukum mereka kecuali jendral atau wakil dari divisi 4 berhasil ditangkap.


Sedangkan Pube diberikan tugas oleh pangeran ke 7 untuk menyerang Kota Rayde secara langsung lalu membunuh Carla, tapi Pube tahu tujuan pangeran ke 7 yang sebenarnya bukan itu.


Tujuan pangeran ke 7 adalah memperlemah Raja Azeroth V, bagaimanapun kekuatan di tangan raja terlalu menakutkan.

__ADS_1


Jadi saat divisi 5 dan Grand Duke Rayde saling berperang, 2 pihak pasti terluka atau bahkan hilang sepenuhnya.


Tidak peduli apakah kehilangan divisi 5 atau Grand Duke Rayde, mungkin ke 2 nya sama-sama kalah, raja pasti melemah.


Hilangnya divisi 5 memuat raja kehilangan 1 dari 5 divisi miliknya, sedangkan kehilangan Grand Duke Rayde ikut merugikan raja sebab semua bangsawan pasti curiga Raja Azeroth V yang melakukannya sebab kelompok yang menyerang Kota Rayde merupakan divisi 5 milik raja.


Bisa dikatakan rencana pangeran ke 7 sangat menakjubkan, tidak peduli siapa yang menang, raja pasti rugi sedangkan orang lain tidak akan mengetahui semua itu adalah tindakan pangeran ke 7.


Walaupun beberapa orang curiga, mereka tidak bisa melakukan kepada pangeran ke 7 apapun tanpa bukti.


Tetapi apa yang dapat dilakukan Pube? Hidup anaknya yang ia anggap sebagai permata paling berharga berada di tangan pangeran ke 7, tidak ada pilihan lain kecuali mengikuti tugas yang diberikan pangeran. Ia juga tidak boleh melapor kepada raja atau orang lain, jika tidak anaknya pasti dibunuh pangeran ke 7.


Pube menatap langit sebelum menghela nafas dan bergumam dengan suara kecil "Aku tidak peduli apa yang terjadi padaku, selama anakku tetap hidup maka aku tidak keberatan harus mati di medan perang sekalipun!".


...----------------...


Myro bersama Carla bergegas menuju ke tembok kota, disana mereka menemukan Kartaz yang sedang sibuk mempersiapkan pasukan pertahanan.


Kartaz nampaknya melihat mereka juga, oleh karena itu ia langsung berlutut di depan Carla "Nona Carla, pertahanan sudah siap! Selama musuh berani menyerang, kami bisa memukul mundur mereka kapanpun".


"Kerja bagus, Kartaz! Kau bisa berhenti berlutut, lagipula kau harus menyiapkan pertahanan disini", kata Carla yang membantu Kartaz berdiri "Menurutmu, berapa lama kau mampu mempertahankan tembok Kota Rayde?".

__ADS_1


"2 hari", kata Kartaz tanpa ragu "Namun kalau pasukan Torte dan divisi 5 tidak saling bekerja sama, aku mungkin dapat bertahan lebih dari 7 hari tanpa masalah".


"7 hari ya? Aku harap bantuan akan tiba selama waktu itu!", kata Carla menatap ke arah kejauhan. Tanpa bantuan, tidak mungkin bagi dirinya untuk memenangkan perang ini.


__ADS_2