
"Masalah?", kata pangeran ke 4 yang langsung berdiri "Nona Ren, katakan masalahnya, selama aku dan yang lainnya bisa menyelesaikan masalah ini maka kami pasti melakukan yang terbaik untuk melakukannya. Apa yang paling penting adalah Nona Ren bisa membuat strategi lagi".
Luin yang ada di samping tersenyum mengejek "Paling masalah uang, aku sudah tahu dari awal bahwa wanita bernama Ren ini serakah akan uang dan kekuasaan".
"Brak!".
Pangeran ke 4 kali ini memukul meja dengan keras yang menunjukkan bahwa ia sudah sangat marah, ia berkata dengan dingin "Luin, sudah aku beritahu sebelumnya bahwa kau harus menutup mulutmu bukan? Kenapa kau masih berani berbicara sekarang? Jika kau masih terus berbicara, maka pergi dari tempat ini!".
Luin menghadap ke samping dengan wajah suram lagi, sepertinya Luin ini memang tidak bisa belajar dari kesalahannya akibat kesombongan miliknya.
Ren sedikit menggelengkan kepalanya terhadap tindakan Luin, baginya tindakan Luin terlihat seperti anak-anak yang sangat tidak cocok bagi seorang ahli strategi.
Apabila Ren menemukan ahli strategi yang lebih cerdas dari dirinya maka Ren tidak akan memusuhi ahli strategi itu, melainkan ia pasti mencoba berteman dengan ahli strategi itu serta mempelajari semua kecerdasan miliknya.
Oleh karena itu, bagi Ren maka tindakan Luin ini tidak berguna.
"Nona Ren, jangan pikiran apa yang Luin katakan, ia memang selalu bersikap seperti itu. Jadi, apa masalah yang menganggu Nona Ren?", tanya pangeran lagi, bagaimanapun ia sudah tahu seberapa penting strategi milik Ren melalui kemenangan terhadap Benteng Trock.
__ADS_1
Ren segera berkata tanpa ragu "Kita kekurangan informasi. Untuk membuat strategi maka aku harus mengetahui medan peperangan serta banyak hal lainnya, jadi kita harus membahas mengenai masalah ini dulu sebelum aku membuat strategi".
"Membahasnya?", kata pangeran ke 4 dengan bingung, ia tidak pernah berpikir bahwa masalah Ren ternyata hanya hal kecil ini. Bahkan pangeran ke 4 berpikir bahwa perkataan Luin barusan benar yaitu Ren membutuhkan uang untuk membuat strategi, tapi kali ini pangeran tahu bahwa ia salah.
Ren sedikit tersenyum "Aku bukan pemimpin seluruh pasukan ini sehingga orang yang menentukan berjalannya perang ini bukan aku, oleh karena itu aku tidak bisa membuat strategi secara sembarangan. Apa yang paling awal harus kita tentukan yaitu dimana kita akan melawan musuh? Kita tidak mungkin terus menunggu di Benteng Trock sebab pangeran ke 4 diberikan batas waktu oleh raja untuk merebut Kerajaan Kavaleri, jika Raja Kavaleri II tidak menyerang sampai batas waktu yang ditentukan raja Kerajaan Azeroth maka berarti pangeran ke 4 kalah dan harus kembali".
"Hal ini berarti kita harus menyerang musuh lebih dulu, kita tidak bisa menunggu dan memanfaatkan pertahanan Benteng Trock untuk menyerang. Padahal ketika melawan kavaleri, maka pertahanan benteng bisa sangat berguna untuk menghentikannya".
Pangeran ke 4 mengangguk "Benar, kita harus menentukan dulu dimana kita akan berperang. Jerat, apakah kau memiliki saran?".
"Kau benar", kata pangeran ke 4 dengan wajah suram, semua orang tahu bahwa infanteri hanya bisa menang dari kavaleri apabila memakai senjata tertentu atau bertarung di hutan. Lagipula kuda milik kavaleri tidak bisa bergerak di hutan, selama kavaleri bergerak di hutan maka hanya masalah waktu sebelum kuda mereka jatuh akibat menabrak akar pohon atau pohon itu sendiri "Nona Ren, karena tidak ada lokasi yang menguntungkan maka kita tidak perlu memilih lokasi yang tepat--".
"Tidak!", kata Ren menunjuk ke sebuah tempat di peta Kerajaan Kavaleri "Disini adalah tempat yang paling tepat untuk menjebak musuh".
Semua orang menatap ke arah lokasi yang ditunjuk Ren yaitu sebuah padang rumput tidak jauh dari Benteng Trock, namun di padang rumput ini terdapat sebuah hutan yang cukup kecil. Hutan ini terletak di antara pasukan Raja Kavaleri II dan Benteng Trock, jadi sebelum menyerang Benteng Trock maka pasukan Raja Kavaleri harus melewati hutan ini atau jalan lain di sekitarnya yang tidak perlu melewati hutan. Masalahnya karena ukuran hutan yang terlalu kecil, maka hutan ini sama sekali tidak bisa menahan pasukan kavaleri.
"Apakah kau sudah kehabisan ide? Hutan sekecil itu tidak bisa menahan pasukan 3000 kavaleri elit musuh sama sekali", kata Luin tersenyum mengejek, tapi pangeran ke 4 kembali melihatnya dengan dingin yang membuat Luin menutup mulutnya lagi.
__ADS_1
Ren tidak memperdulikan ejekan Luin, ia hanya lanjut berkata "Bagaimana? Jika kalian merasa lokasi ini tidak cocok maka kalian bisa memilih tempat lain, tapi apabila kalian setuju untuk memakai lokasi ini maka kita bisa memakan 3000 pasukan kavaleri musuh secara langsung. Meskipun tidak bisa membunuh semua kavaleri musuh, paling tidak dengan strategi yang aku miliki maka kita bisa memakan setengah kavaleri elit musuh".
Mata pangeran ke 4 bersinar mendengar perkataan Ren "Sejujurnya aku tidak mengerti kenapa Nona Ren berpikir bahwa hutan kecil ini bisa menghentikan kavaleri musuh, namun aku percaya pada Nona Ren. Aku setuju untuk memakai tempat ini untuk berperang melawan musuh, semua orang yang ada di ruangan ini juga harus bekerja sama sebaik mungkin dengan strategi Nona Ren, siapapun yang menolaknya maka itu sama dengan menolak ku".
"Kalau pangeran ke 4 sudah setuju maka aku tidak perlu lagi ragu-ragu untuk memberikan strategi", kata Ren yang melihat ke arah Falka "Di pertarungan kali ini, Falka dan pasukan Kavaleri Mongol akan menjadi bagian paling penting untuk keberhasilan rencana ini. Tuan, apakah anda tidak keberatan?".
Myro mengangguk "Selama rencana mu tidak menyebabkan banyak korban di pasukan Kavaleri Mongol maka aku tidak keberatan".
"Karena tuan sudah setuju maka Falka juga sudah setuju untuk memimpin Kavaleri Mongol, Ren! Katakan rencana mu!", teriak Falka dengan senyum senang, ia tidak bisa menunggu lagi untuk bertarung.
"Tuan tidak perlu khawatir, Falka dan Kavaleri Mongol adalah rekan kita sehingga bagaimana mungkin aku membiarkan banyak dari mereka mati", kata Ren yang menutup kipas lipatnya lagi "Aku akan memberitahu rencananya kepada kalian sekarang, malam ini Kavaleri elit yang terkenal dari Kerajaan Kavaleri ditakdirkan untuk menghilang".
...----------------...
Pada malam hari, pasukan Kerajaan Kavaleri yang dibuat Raja Kavaleri II sudah membangun perkemahan. Mereka masih cukup jauh dari Benteng Trock, oleh karena itu Raja Kavaleri II memberitahu mereka untuk beristirahat dulu malam ini dan menyerang besok.
Ketika Raja Kavaleri II yang sudah tua tertidur, sebuah teriakan panik terdengar dari depan tendanya "Yang mulia, maaf sudah menganggu waktu istirahat anda tapi musuh menyerang perkemahan kita!".
__ADS_1