PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 208 : SIAPA YANG TERJEBAK DAN SIAPA YANG MENJEBAK?


__ADS_3

Sekarang Istana Grand Duke Rayde berada di keadaan paling lemah sebab semua penjaga yang ada sibuk menjaga tembok Kota Rayde. Pada awalnya beberapa penjaga menyarankan agar mereka tetap disini, namun Loir menolak.


Bagaimanapun puluhan ribu prajurit sedang berperang di garis depan, bagaimana mungkin Loir hanya mementingkan hidupnya sendiri.


Oleh karena itu, Loir mengirim semua prajurit ke garis depan.


Saat ini Loir sedang berada di aula istana sambil mengamati foto Grand Duke Rayde paling awal, sosok yang menemani Raja Azeroth I membangun kerajaan.


Ketika Loir sibuk mengamati gambar tersebut, suara langkah kaki yang mendekati dirinya terdengar.


Loir berbalik menuju kumpulan suara langkah kaki itu, sosok puluhan orang muncul dari pintu depan istana "Adikku, bagaimana kau bisa ada disini? Untunglah kau tetap sehat, aku sangat khawatir setiap harinya sebab kau di tangkap Torte itu".


Orang yang datang tidak lain seorang wanita muda berusia sekitar 10 tahun dengan wajah lucu, tapi sekarang wajahnya sangat dingin dan ada puluhan prajurit yang terlihat elit mengikuti di belakangnya.


Wanita muda yang datang tidak lain adalah anak perempuan dari Carla, Rilia "Kakakku yang terhormat, aku rasa kau tidak sebodoh itu untuk tidak mengerti mengenai apa yang terjadi bukan?".


Senyum ramah di wajah Loir menghilang sangat cepat, wajahnya yang menatap Rilia ikut menjadi dingin "Adikku, paling tidak biarkan aku memastikan 1 hal. Apakah kau yang ditangkap oleh Torte, kemunculan divisi 5 serta pembunuhan ibu merupakan rencana mu?".


"Kakak memang hebat, aku adalah orang yang melakukan semua itu", kata Rilia tanpa rasa bersalah sedikitpun "Pada awalnya aku hanya mendengar mengenai pemberontakan Torte, jadi aku segera memikirkan rencana ini. Mengingat kita masih merupakan keluarga, aku tidak keberatan memberitahumu mengenai semua yang terjadi. Aku membujuk ibu agar membiarkan aku pergi ke kota lain untuk jalan-jalan, lalu aku bertindak seakan-akan secara kebetulan berada di kota dekat wilayah Jendral Torte. Aku bersikap seperti orang bodoh yang tidak mengetahui apa-apa tentang pemberontakan, lalu seperti yang aku pikirkan, Jendral Torte memakan umpan yang aku berikan".

__ADS_1


"Aku di tangkap olehnya sehingga ia berani menyerang Kota Rayde dan ibu menjadi khawatir, bagaimanapun kakak tahu sendiri mengenai sifat ibu yang sangat peduli pada keluarga. Jendral Torte pasti tidak berani melukaiku sebab aku adalah alat tawar menawar bersama ibu, jadi aku tidak perlu khawatir walaupun ditangkap".


"Ketika mendengar rencana Torte, aku tahu ia sama sekali tidak cukup untuk mengalahkan ibu. Meskipun ibu terlalu peduli pada keluarga, aku sangat mengetahui tentang seberapa cerdas ibu yang tidak akan kalah dari orang bodoh seperti Torte".


"Karena kau tahu bahwa Torte tidak mampu mengalahkan ibu, kau mencari bantuan dari pangeran ke 7 dan divisi ke 5?", tanya Loir tanpa panik sedikitpun.


"Kakak benar, tapi ada yang salah yaitu sejak awal sebelum pemberontakan Torte di mulai, aku telah setuju pergi ke kamp pangeran ke 7 sebagai pendukungnya", kata Rilia.


Loir menatap adik yang membuat ia merasa tidak mengenalnya lagi "Kenapa pangeran ke 7 membantumu? Apa kerja sama kalian?".


"Kerja sama kami adalah ia akan membantuku menjadi Grand Duke Rayde, sebagai gantinya aku akan memberikan dukungan penuh kepadanya melalui wilayah kekuasaan ku sebagai Grand Duke. Selain itu orang yang membebaskan ku dari tangan Torte adalah pangeran ke 7, bukankah ia suami yang sangat peduli pada istrinya?", kata Rilia.


"Menurut kabar yang ada, pangeran ke 7 merupakan orang yang penuh rasa curiga, kenapa ia mempercayaimu?", tanya Loir lagi.


Wajah Loir sekarang tidak dingin lagi melainkan diganti rasa sedih "Jawab 1 pertanyaan terakhir, kenapa kau melakukan ini? Apakah aku dan ibu pernah melakukan sesuatu yang buruk padamu?".


"Tidak, kalian sangat baik kepadaku", kata Rilia menggelengkan kepalanya "Tetapi aku tertarik menjadi Grand Duke, masalahnya selama ibu dan kakak tetap ada maka aku tidak mempunyai kesempatan sedikitpun menjadi Grand Duke. Kakak, aku tidak tahu kenapa kau terus bertanya, apakah kau mencoba mengulur waktu? Biarkan aku memberitahumu, semua rencana milikmu tidak berguna! Kartaz ataupun Kakek Tarka yang ada di tembok kita pasti tidak menyadari mengenai kedatanganku disini dan berusaha membunuhmu".


"Apakah orang yang membantumu datang ke Kota Rayde adalah Giro si pengkhianat?", tanya Loir.

__ADS_1


"Tepat sekali, dari awal Giro merupakan kaki tangan pangeran ke 7 yang aku letakkan di samping ibu. Seperti yang aku katakan, ibu adalah sosok kuat dan cerdas, tapi ia mempunyai kelemahan yaitu kepeduliannya terhadap keluarga. Baiklah! Pembicaraan kita selesai, kalian semua, bunuh kakakku! Semakin cepat kita membunuhnya, maka semakin cepat juga kemenangan berada di tangan kita", kata Rilia melambaikan tangannya.


Giro bersama puluhan orang di belakangnya melangkah maju sambil menarik senjata mereka, siap untuk membunuh Loir.


Melihat semua itu, Loir menghela nafas "Ibu, seperti yang kau katakan, aku tidak bisa membawa kembali adikku! Pada awalnya aku berpikir mungkin ada kesalahpahaman disini, namun ternyata apa yang ibu katakan benar. Tidak peduli apakah ibu berencana membunuh Rilia atau menangkapnya, aku tidak akan membantu Rilia lagi atau mencoba menghentikan ibu".


Mendengar perkataan Loir, Rilia tersenyum mengejek "Kakak, apakah kau gila karena takut akan kematian? Bagaimana mungkin ibu--".


Sebelum menyelesaikan perkataannya, wajah Rilia membeku sebab ia melihat sendiri Carla yang berjalan ke samping Loir "Bukankah ibu telah mengatakannya kepadamu, Rilia haus akan kekuasaan! Apabila kau berencana menjadi Grand Duke di masa depan, kau harus menurunkannya dulu supaya tidak mempunyai kesempatan lagi melawan mu. Tidak semua orang seperti dirimu yang peduli pada keluarga hingga siap mengorbankan hidupnya, ada beberapa orang yang sangat peduli terhadap kekuasaan hingga siap mengorbankan orang-orang penting di sekitarnya".


"Ibu-- Ibu! Bagaimana kau ada disini? Tunggu, Giro, apa yang terjadi disini? Bukankah kau telah membunuhnya?", teriak Rilia marah.


Giro menatap Rilia tidak peduli lalu berjalan ke samping Loir "Maaf tuan putri, tapi aku tidak lagi mendukung pangeran ke 7. Apalagi aku memang berhasil menusuk jantung Nona Carla, masalahnya aku juga tahu Nona Carla memakai baju besi sebelum kejadian itu. Bukan hanya itu, aku menahan kekuatanku agar tidak melukai Nona Carla".


Tanpa menunggu Rilia berbicara lebih banyak lagi, Carla mengangkat tangannya "Anakku, apa yang akan kau lakukan sekarang? Sejak awal kami sudah mengetahui rencana mu dan membuat akting yang sesuai, bagaimana? Apakah kau merasakan kepedulian ibu terhadapmu?".


Bersamaan dengan perkataan Carla, ratusan pasukan Grand Duke Rayde bermunculan dari ruangan-ruangan di istana tersebut.


Mereka semua dipimpin oleh Kartaz. Tidak lebih tepatnya Kartaz memberikan jabatan pemimpin pertahanan Kota Rayde kepada Tarka bukan karena ia percaya pada Tarka, melainkan ia tahu tujuannya membantu Carla menangkap Rilia.

__ADS_1


Oleh karena itu, ia memberikan jabatan pemimpin miliknya supaya orang-orang tidak menyadari Kartaz yang menghilang dari tembok Kota Rayde.


Sejak awal, semua gerakan dari Rilia dan Torte berada di tangan Carla.


__ADS_2