PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 57 : MEMBERIKAN HADIAH


__ADS_3

Mendengar laporan dari perwakilan mereka yang berbicara bersama putra mahkota musuh, pangeran ke 4 sedikit tidak percaya "Maksudmu putra mahkota Kerajaan Kavaleri menyatakan dirinya sebagai Raja Kavaleri III dan memutuskan untuk melawan kita sampai akhir? Apakah benar seperti itu yang ia katakan?".


Firhel yang sebelumnya pergi sebagai perwakilan mengangguk "Itu benar pangeran, bagian putra mahkota yang sudah mengaku sendiri sebagai Raja Kavaleri III itu mengatakan bahwa kita harus menyerahkan kembali wilayah yang sudah kita rebut serta membayar ganti rugi sebanyak 1000 koin emas, dengan cara itu maka mereka bisa melepaskan masalah penyerangan kita ini. Namun jika kita menolak membayar ganti rugi dan mengembalikan wilayah Kerajaan Kavaleri, ia berkata akan membuat kita menyesal".


Myro yang di sisi lain sebenarnya tidak bisa untuk tidak bertepuk tangan dipikirannya, ia tidak pernah berpikir ada orang yang begitu bodoh seperti itu.


Baik pemenang atau yang kalah sudah terlihat jelas di perang ini, pasukan di Ibukota Kerajaan Kavaleri paling banyak hanya 1000 orang, pasukan sebanyak itu tidak mungkin bisa bertahan dari pasukan mereka.


Walaupun dibantu tembok kota sekalipun, mereka masih tetap tidak bisa melawan pangeran ke 4.


Namun orang yang mengaku sebagai Raja Kavaleri III ini masih berani melawan mereka, bahkan menuntut ganti rugi. Myro belum pernah bertemu orang sebodoh ini, apabila bukan karena pangeran ke 4 dan para petinggi yang lain ada disini maka Myro mungkin sudah bertepuk tangan untuk kebodohan Raja Kavaleri III.


Para petinggi yang lain tidak bisa berkata-kata, mereka juga seperti Myro yaitu mereka terkejut bahwa putra mahkota Kerajaan Kavaleri akan begitu bodoh untuk melawan mereka sampai akhir.


Pangeran ke 4 memukul meja dengan keras, ia berteriak dengan suram "Karena ia memilih untuk melawan kita, maka ia harus siap menerima akibat atas kebodohan seluruh pasukannya itu. Beritahu seluruh pasukan untuk bersiap, kita akan melakukan peperangan terakhir untuk merebut Kerajaan Kavaleri. Selain itu sampaikan pesan ku ke seluruh pasukan, siapapun yang berhasil menangkap ataupun membunuh Raja Kavaleri III dan membawa buktinya padaku, maka aku akan memberinya hadiah 10 koin emas!".


Mata semua orang bersinar mendengar hal itu, bagaimanapun 10 koin emas bukan jumlah yang sedikit.


Bahkan anak Marquis seperti Luin atau Jerat yang merupakan pemimpin dari 10.000 pasukan elit Kerajaan Azeroth masih sangat tertarik dengan 10 koin emas ini, mata mereka bersinar dengan penuh semangat.


"Baik pangeran!", kata prajurit itu yang segera pergi untuk memberitahukan keputusan pangeran ke 4.

__ADS_1


Pangeran ke 4 menatap para petinggi yang memiliki mata bersinar ini, ia sedikit tersenyum "Para petinggi juga bisa mendapatkannya, apa yang paling penting yaitu orang yang menangkap Raja Kavaleri III. Tidak peduli apakah ia petinggi atau bukan, orang yang berhasil melakukannya akan mendapatkan hadiah 10 koin emas dariku! Oleh karena itu, kalian juga bisa mencoba mendapatkannya".


Setelah mendapatkan ketegasan pangeran ke 4 bahwa para petinggi bisa mendapatkan hadiah itu, mereka pergi dari tenda ini dengan penuh semangat. Lebih tepatnya mereka sedang mempersiapkan prajurit terbaik mereka untuk menangkap Raja Kavaleri III agar tidak direbut orang lain lebih dulu.


Myro yang juga baru pergi dari tenda tidak bisa untuk tidak berkata "Falka, apakah kau bisa menangkap Raja Kavaleri III?".


Falka yang mengikuti di belakang Myro bersama Ren tersenyum percaya diri, ia berkata tanpa ragu sedikitpun "Tuan tidak perlu khawatir, Falka pasti menangkap Raja Kavaleri III lebih dulu dari yang lain agar tuan bisa mendapatkan uang tersebut".


Myro mengangguk, ia tahu bahwa ketika dirinya menjadi bangsawan maka uang sangat penting. Setidaknya tidak salah untuk memiliki lebih banyak uang, oleh karena itu Myro bertekad membiarkan Falka mendapatkan uang ini "Falka, kau bisa menggunakan Kavaleri Mongol untuk melakukan tugas kali ini. Selain itu, jika berhasil maka aku akan memberimu 5 koin emas yang merupakan setengah dari hadiahnya".


Mendengar bahwa Myro berencana membagi setengah hadiahnya, Falka menggelengkan kepalanya untuk menolak "Tuan, aku sama sekali tidak membutuhkan uang--".


Melihat bahwa Myro sudah memutuskan dengan tegas, Falka hanya bisa mengangguk "Aku mengerti tuan, aku dan Kavaleri Mongol pasti berusaha sekeras mungkin untuk menyelesaikan tugas ini agar tidak mengecewakan tuan".


Myro tidak banyak bicara lagi, mereka berjalan kembali ke tendanya.


Selama beberapa waktu di medan perang ini, Myro mulai menyadari tentang seberapa pentingnya memberikan penghargaan kepada para pengikutnya yang sudah bekerja keras.


Para pengikut yang berasal dari Dunia memang setia kepada Myro, namun jika Myro memberi mereka hadiah maka mereka pasti lebih bersemangat bekerja untuk Myro. Hal ini membuat Myro memutuskan untuk mulai memberikan hadiah ke para pengikutnya yang sudah bekerja keras.


Sebenarnya Myro juga harus memberi hadiah kepada Ren sebab Ren adalah orang yang paling banyak bekerja keras di perang ini hingga Myro mendapatkan pengakuan dari pangeran ke 4.

__ADS_1


Masalahnya tindakan Ren terlalu banyak membantunya sehingga Myro bingung harus memberikan hadiah seperti apa ke Ren.


Apabila Myro memberikan uang maka kerja keras Ren selama ini terlalu besar, 20 atau 30 koin emas merupakan hadiah yang paling cocok untuk kerja keras Ren selama ini, bahkan tuan yang kaya bisa memberi Ren lebih banyak dari itu atas kerja kerasnya.


Tetapi Myro tidak memiliki uang sebanyak itu, sedangkan memberi Ren wilayah atau jabatan maka Myro belum menjadi bangsawan sehingga ia tidak bisa memberikan jabatan apapun.


Oleh karena itu, Myro hanya bisa memberikan hadiah kepada Ren atas kerja kerasnya saat ia sudah menjadi lebih kaya atau bangsawan.


Ren yang mengikuti di belakang Myro sedikit tersenyum, ia mengerti apa yang Myro pikirkan ketika memberikan hadiah kepada Falka dan Kavaleri Mongol jika mereka berhasil menangkap Raja Kavaleri III.


Sebenarnya Ren tidak membutuhkan hadiah apapun, tetapi di masa depan tidak semua pengikut Myro berasal dari Dunia.


Setidaknya semakin besar gelar bangsawan ataupun jabatan Myro, maka semakin banyak pasukan serta pegawai yang Myro butuhkan untuk mengelola wilayahnya. Hal ini tentunya membuat banyak pengikut Myro di masa depan bukan berasal dari dunia.


Pengikut yang tidak berasal dari dunia pasti membutuhkan hadiah dan uang agar mereka tetap setia, bagaimanapun mereka memiliki keluarga yang harus mereka rawat sehingga keberadaan uang dan hadiah sangat dibutuhkan untuk menjaga kesetiaan mereka.


Tidak peduli seberapa setia seseorang, apabila tuan yang mereka ikuti membuat mereka kelaparan bersama keluarga mereka, kesetiaan orang tersebut pasti menurun kecuali pasukan dari Dunia.


Jadi Ren sedikit senang terhadap perkembangan Myro yang mulai memahami hal ini, sepertinya mengikuti perang pangeran ke 4 ini sangat berguna untuk membentuk pemikiran Myro untuk menjadi pemimpin besar di masa depan.


Setidaknya sosok Myro sekarang sudah tidak mirip lagi seperti anak berusia 10 tahun ketika sedang berada di Kota Aras.

__ADS_1


__ADS_2