
1000 pasukan Kavaleri Serigala terus melangkah maju mendekati Kota Loth, wajah pasukan ini terlihat sangat bersemangat seakan-akan sudah tidak bisa menunggu lagi untuk menangkap para manusia sebagai makanan mereka yang sangat berbeda dari wajah khawatir kapten mereka yaitu Golder.
Ketika mereka terus berjalan selama hampir 1 jam, wakil Golder sepertinya melihat sesuatu di depan sehingga ia berteriak "Kapten, ada musuh di depan kita!".
Mendengar teriakan wakilnya, Golder mengangkat kepalanya dan menemukan ada ribuan pasukan yang berbaris tertib di depannya.
Berdasarkan pengamatan Golder, ada sekitar 1000 prajurit infanteri di depan mereka dan 1000 pasukan kavaleri ringan di belakang infanteri tersebut.
Jika itu hanya pasukan infanteri normal maka Golder pasti akan menyerang musuh tanpa ragu, walaupun jumlah musuh sekitar 2 kali lipat dari mereka, tapi pasukan yang Golder bawa adalah pasukan paling elit di Kerajaan Orc yaitu Kavaleri Serigala. Melawan pasukan normal, Kavaleri Serigala bisa mengalahkan jumlah musuh yang 5 kali lipat dari mereka sekalipun.
Tetapi pasukan di depannya ini sangat aneh, 1000 pasukan infanteri di depan membentuk formasi kotak dengan pasukan yang membawa perisai di barisan paling depan dan tombak di belakangnya.
Apa yang lebih aneh lagi bahwa tombak yang dimiliki pasukan musuh memiliki panjang lebih dari 2 meter, Golder belum pernah melihat tombak yang sebesar itu.
"Apa yang musuh pikirkan? Apabila pasukan mereka membawa tombak sebesar itu, gerakan pasukan akan menjadi lambat sebab tombak yang terlalu berat, hal ini akan membuat kami menjadi semakin mudah membunuh musuh karena mereka tidak akan bisa melarikan diri tepat waktu", pikir Golder dengan bingung.
Sebelum Golder bisa mengerti tujuan musuh, seorang pria muda berusia sekitar 15 tahun terlihat di barisan bagian paling belakang musuh menarik perhatiannya.
Pria muda yang memiliki rambut hitam tersebut memakai sebuah zirah besi berwarna perak yang terlihat sangat kuat, dari aura yang dimiliki pria muda tersebut maka Golder tahu bahwa pria ini kemungkinan besar adalah bangsawan yang memimpin pasukan ini.
Pria muda itu mengangkat tangannya sambil berteriak "Aku, Baron Myro Aras sudah diberikan kepercayaan oleh Kerajaan Azeroth untuk menjaga perbatasan Provinsi Kavaleri dari serangan kerajaan musuh. Lopen, memulai formasi! Jangan biarkan seorangpun pasukan musuh berhasil lewat!".
Bersamaan dengan teriakan Myro di bagian belakang, seorang pria yang berdiri di barisan paling depan pasukan infanteri berteriak "Seluruh Penjaga Praetorian, Formasi Phalanx".
Setelah pria itu berteriak, pasukan infanteri di belakangnya mulai bergerak.
Para Penjaga Praetorian yang berada di barisan paling depan mulai mengangkat perisai mereka yang saling tersambung dengan perisai rekan di sampingnya.
Lalu pasukan tombak yang ada di belakang juga mengangkat tombak setinggi 2 meter tersebut melewati bagian atas perisai, mereka siap menyerang pasukan Kavaleri Serigala yang mendekat.
__ADS_1
Melihat pasukan musuh sudah menyiapkan formasi aneh yang belum pernah ia lihat sebelumnya, Golder hanya bisa menggertakkan giginya lalu menarik pedangnya "Kalian semua, tunjukkan keberanian dan kekuatan Pasukan Kavaleri Serigala kita kepada musuh, serang!".
"Serang!", teriak pasukan di belakang Golder yang menarik senjata mereka tanpa ragu, mereka melangkah maju menuju barisan Phalanx Penjaga Praetorian tanpa ragu.
"Falka, mulai tembakkannya!", teriak Myro yang ada di barisan paling belakang.
Falka yang sudah memimpin pasukan Kavaleri Mongol serta mengangkat busurnya berteriak "Semua pasukan tembak, tunjukkan kehebatan kita kepada musuh, jangan sampai kalah dari Penjaga Praetorian!".
"Baik!", teriak pasukan di belakang Falka sambil menembakkan panah pada busur mereka.
Sekitar 1000 anak panah terbang di langit menuju ribuan Pasukan Kavaleri Serigala ini.
Golder yang mengetahui panah tersebut berteriak "Angkat perisai kalian!".
"Tang!".
Ribuan panah bertabrakan dengan perisai musuh, walaupun ada beberapa panah yang berhasil melewati perisai dan menusuk pasukan Orc ataupun serigala yang mereka miliki, panah itu tidak memberikan luka yang terlalu fatal sebab Orc memiliki pertahanan tubuh yang tidak kalah dari baju besi sekalipun.
Gelombang panah ke 2 kembali di tembakkan, Kavaleri Serigala mengangkat perisai mereka lagi yang mengurangi jumlah korban di pihak mereka.
Selama 2 kali penembakan oleh Kavaleri Mongol, hanya sekitar 50 Kavaleri Serigala yang jatuh atau mati.
Walaupun tidak banyak yang mati akibat panah, Golder yang mengamati semua itu masih sangat terkejut. Mereka adalah pasukan paling elit di seluruh Kerajaan Orc-Goblin, perlengkapan yang mereka gunakan juga merupakan perisai dan senjata terbaik. Tapi musuh masih bisa membunuh 50 orang dari mereka hanya dengan panah, ini membuat Golder sedikit tidak percaya.
Setelah 2 tembakan panah tersebut, Golder akhirnya memimpin Kavaleri Serigala untuk bertabrakan melawan Formasi Phalanx milik musuh.
"Brak!".
Sesuatu yang mengejutkan kembali terjadi di depan mata Golder, puluhan pasukan Kavaleri Serigala segera ditusuk oleh tombak panjang milik musuh sampai mati.
__ADS_1
Sedangkan musuh tidak mengalami luka apapun sebab perisai yang ada di barisan paling depan menghalangi mereka.
Beberapa Kavaleri Serigala juga di dorong jatuh dari serigala mereka oleh perisai Penjaga Praetorian.
Myro yang ada di barisan paling belakang tentunya sudah mengetahui bahwa pasukan mereka sudah saling bertabrakan dengan pasukan musuh.
Oleh karena itu, Myro menggerakkan kudanya untuk melangkah maju dengan Ren yang mengikutinya "Falka, biarkan Kavaleri Mongol mengganti senjata mereka menjadi pedang dan ikuti aku! Kavaleri Mongol akan mengepung musuh dari sisi kiri dan kanan!".
Falka dengan cepat mengerti maksud Myro, ia membiarkan 500 Kavaleri Mongol mengikuti Myro yang menyerang musuh dari kanan sedangkan Falka memimpin 500 lainnya untuk menyerang musuh dari sisi kiri.
Sekarang Kavaleri Serigala sudah dikepung dan mengalami luka berat.
Mereka tidak bisa melangkah maju lebih jauh lagi sebab Penjaga Praetorian menghentikan langkah mereka ke depan memakai perisai dan tombak.
Sedangkan Myro, Falka bersama Kavaleri Mongol terus menyerang mereka di sisi kiri dan kanan memakai pedang.
Apalagi Kavaleri Mongol merupakan kavaleri ringan yang terkenal akan kegesitan mereka, di bawah kepemimpinan Myro dan Falka maka Kavaleri Mongol memberikan luka yang sangat fatal kepada Kavaleri Serigala.
"Slash!".
Golder menebas Penjaga Praetorian di depannya hingga mati, namun ketika Golder berpikir bahwa ia berhasil membuat celah pada perisai pasukan Penjaga Praetorian, maka prajurit baru muncul di posisi Penjaga Praetorian yang ia bunuh tersebut sambil mengangkat perisainya.
Tidak peduli seberapa banyak musuh yang ia bunuh, Formasi Phalanx milik musuh sama sekali tidak hancur.
"Serang!".
Mendengar teriakan dari kiri dan kanannya, wajah Golder berubah, ia sekarang menyadari bahwa mereka sudah dikepung dari kiri serta kanan oleh kavaleri musuh.
Pada awalnya Golder berpikir bahwa mereka bisa menghancurkan Penjaga Praetorian dengan mudah, lalu menyerang kavaleri musuh di belakang.
__ADS_1
Tetapi siapa yang berpikir bahwa Formasi Phalanx bisa menghentikan mereka sehingga Kavaleri Mongol juga bisa mengepung mereka dari sisi kiri dan kanan.
Melihat Kavaleri Serigala miliknya terus dibunuh dengan cepat, Golder tahu bahwa ia harus mencari cara agar bisa lepas dari pengepungan ini, jika tidak maka Kavaleri Serigalanya pasti akan mati disini oleh pasukan musuh.