
Melihat seluruh orang menatapnya, Myro hanya bisa berkata dengan senyum pahit "Aku sama sekali tidak memiliki strategi apapun untuk memenangkan perang ini".
Wajah pangeran ke 4 menjadi kecewa setelah mendengar jawaban Myro, tapi perkataan Myro berikutnya membuat pangeran ke 4 kembali memiliki harapan "Namun mungkin ada orang yang bisa membantu, orang ini juga yang memberitahuku bahwa rencana serangan kita hari ini pasti kembali gagal".
Pangeran ke 4 berjalan tanpa ragu menuju Myro, ia memegang tangan Myro seperti memegang harapan terakhirnya "Siapa itu? Myro, kau pasti tidak keberatan untuk membantu temanmu ini bukan?".
"Sebuah kehormatan untuk bisa membantu pangeran, tapi bukan aku yang bisa membantu pangeran, melainkan orang itu. Oleh karena itu, aku hanya bisa mengenalkannya pada pangeran, sedangkan apakah orang itu akan membantu pangeran atau tidak maka itu sesuai dengan pendapatnya sendiri", kata Myro menjelaskan lagi, ia juga berdiri dari kursinya sebab pangeran ke 4 ada di depannya. Apabila Myro tetap duduk, ia akan terlihat tidak sopan.
"Selama kau bisa mengenalkan orang tersebut maka aku sudah sangat berterima kasih!", kata pangeran tegas.
Myro tersenyum sebelum menunjuk ke arah Ren yang ada di belakangnya "Kalian semua mungkin belum mengenal wanita yang selalu ikut bersamaku ini, tapi ia adalah ahli strategi yang aku rekrut! Meskipun Ren belum terkenal, namun kecerdasannya sama sekali tidak perlu diragukan".
"Tuan terlalu berlebihan terhadap kemampuan Ren, aku hanya memiliki sedikit lebih banyak kecerdasan daripada beberapa orang. Pada akhirnya Ren masih harus banyak belajar", kata Ren yang membungkuk hormat kepada Myro.
Jendral Limo yang masih berdiri di tempatnya mulai menatap Ren dengan hati-hati, pada awalnya ia tidak terlalu menganggap keberadaan Ren dan hanya berpikir bahwa Ren ini merupakan wanita atau tunangan Myro, bukan seperti Falka yang di bawa ke medan perang karena kemampuannya.
Namun Limo sekarang mengerti bahwa ia nampaknya sudah salah, Ren ini di bawa kesini sebab ia juga memiliki kemampuan.
"Ternyata itu adalah Nona Ren", kata pangeran ke 4 yang tersenyum sopan "Apakah Nona Ren tidak keberatan untuk membantu kami memenangkan peperangan ini dengan kecerdasannya?".
__ADS_1
"Tunggu dulu pangeran!", Luin yang baru kembali berdiri akibat jatuh sebelumnya berteriak menghentikan pangeran ke 4 "Wanita ini terlalu muda, belum lagi aku tidak pernah melihat sosoknya di akademi militer. Aku yakin wanita ini adalah penipu, setidaknya semua ahli strategi hebat seharusnya sudah belajar dari akademi".
Sebelum pangeran ke 4 bisa mengatakan apapun, Ren membuka kipas lipat di tangannya lalu berkata dengan masih tersenyum sopan "Kau benar-benar sangat lucu, apakah kau berpikir bahwa semua ahli strategi harus berasal dari akademi? Kalau begitu aku akan bertanya padamu, kau adalah lulusan terbaik dari akademi militer tahun ini, tapi kenapa kau bisa kalah dari Ritke yang menjaga Benteng Trock? Jika aku yakin, Ritke pasti tidak berasal dari Akademi Militer Kerajaan Azeroth? Bukankah berarti lulusan dari akademi militer kalah dari orang yang tidak berasal dari akademi militer?".
"Itu--", Luin ragu-ragu sebentar sebelum berteriak lagi "Ritke memiliki pengalaman yang lebih banyak daripada diriku di medan perang, jika tidak maka ia pasti tidak bisa menang--".
"Bukankah sekarang sudah jelas?", kata Ren menggelengkan kepalanya sedikit "Apa yang paling penting bukan lulusan dari akademi militer melainkan pengalaman di medan perang, oleh karena itu apakah aku masih tidak bisa membuat strategi hanya karena aku tidak lulus dari akademi militer?".
"Kau--", Luin berencana untuk marah lagi tapi semua perkataan Ren barusan membuat dirinya diam, ia benar-benar tidak memiliki alasan lagi untuk melarang Ren membuat strategi.
"Luin, diam! Nona Ren sudah memberikan alasan yang jelas hingga membuat kau terdiam, ini sudah menjadi bukti yang menunjukkan bahwa Nona Ren jauh lebih cerdas darimu! Jika kau masih tetap keras kepala dan menolak, maka kau bisa pergi dari sini", teriak pangeran ke 4.
Di sisi lain, mata Limo bersinar, ia menjadi semakin menghargai kemampuan Ren.
Sebenarnya kekuatan militer di Kerajaan Azeroth sekarang juga terbagi menjadi 2 bagian yaitu mereka yang mendapatkan jabatan karena merupakan lulusan dari akademi serta mereka yang mendapatkan jabatan melalui perjuangan di medan perang.
Limo bisa duduk di jabatannya sebagai jendral yang memimpin puluhan ribu pasukan saat ini melalui semua usahanya di medan perang, oleh karena itu Limo tidak senang terhadap militer yang merupakan lulusan dari akademi.
Kakek pangeran ke 4 merupakan pemimpin dari militer kerajaan yang berasal dari kerja keras mereka di medan perang, jadi alasan ini yang membuat Limo mengikuti kakek pangeran ke 4.
__ADS_1
Pangeran ke 4 kembali menatap Ren sambil berkata "Bagaimana Nona Ren, apakah kau tidak keberatan untuk membantu kami?".
Semua orang berpikir bahwa Ren pasti setuju untuk membantu, bagaimanapun jika ia bisa membantu pangeran ke 4 untuk menang maka itu sebuah kehormatan, bahkan pangeran ke 4 mungkin merekrut Ren menjadi penasihatnya.
Tapi jawaban Ren berikutnya membuat wajah semua orang membeku "Kenapa aku harus membantu kalian?".
Pangeran ke 4 juga terkejut, ia tidak berpikir ternyata Ren bertanya mengenai keuntungan lebih dulu.
Menekan rasa terkejutnya, pangeran ke 4 berkata dengan tegas "Selama kita menang, aku bisa memberimu banyak uang atau posisi penting di antara para pengikut ku--".
Sebelum pangeran ke 4 bisa menyelesaikan kata-katanya, Ren sudah mengangkat tangannya untuk menghentikan perkataan pangeran ke 4 "Nampaknya ada kesalahpahaman disini, aku Ren sama sekali tidak tertarik terhadap semua hadiah yang kau berikan kepadaku, apa yang aku maksudkan adalah apa yang bisa Tuan Myro dapatkan dari membantu kalian memenangkan perang? Sebagai ahli strategi Tuan Myro, semua hadiah atas keberhasilan strategi yang aku buat merupakan hadiah untuk Tuan Myro".
Pangeran ke 4 segera mengerti bahwa Ren ini ternyata seorang prajurit yang setia, sebagai pangeran maka ia juga memiliki prajurit setia yang membuat pangeran ke 4 semakin menghargai Ren.
"Apabila kita bisa menang dari perang ini, aku bisa membujuk ayahku untuk memberikan Myro gelar bangsawan!", kata pangeran ke 4 dengan tegas.
Seluruh orang di ruangan itu berdiri akibat terkejut, bahkan Jerat tidak bisa untuk tidak berteriak "Pangeran, memberikan gelar bangsawan itu sangat sulit! Bahkan hanya untuk gelar ksatria atau Baronet--".
Pangeran ke 4 mengangkat tangannya untuk menghentikan perkataan semua orang, ia hanya menatap Ren dengan tegas "Ayahku pasti semakin menghargai ku apabila aku bisa menang melawan Kerajaan Kavaleri, belum lagi Kerajaan Azeroth akan mendapatkan wilayah baru yang luasnya sama dengan 1 provinsi jika kita berhasil merebut Kerajaan Kavaleri. Aku yakin ayah yaitu raja yang sekarang tidak akan keberatan membiarkanku menunjuk beberapa orang menjadi bangsawan untuk menjadi penguasa di wilayah Kerajaan Kavaleri yang berhasil direbut! Bagaimana pendapatmu?".
__ADS_1
Ren menutup kipas lipat di tangannya ia berkata tanpa ragu sedikitpun "Kalau begitu aku setuju!".