
"Apa? Apa yang kau katakan? Yang mulia sama sekali tidak ada hubungannya di rencana ini, semua ha yang terjadi adalah rencana milikku! Nona Ren, anda harus berhati-hati terhadap apa yang anda katakan! Tanpa bukti, maka perkataan anda barusan bisa orang lain anggap sebagai pemberontak apabila terdengar oleh mereka!", teriak Limo panik.
Limo yang sebelumnya selalu sangat diam, bahkan ketika identitasnya sebagai pengkhianat diketahui maka Limo hanya sedikit terkejut, namun tidak panik.
Melihat sikap Limo, Ren sedikit tersenyum "Aku memang tidak memiliki bukti, tapi cara menjawab mu yang sangat panik sudah merupakan jawaban yang cukup bagiku. Apalagi, aku tidak memiliki rencana untuk mengungkap Raja Azeroth V sehingga aku tidak membutuhkan bukti apapun".
"Lalu kenapa kau mengatakan semua itu? Kenapa kau menganggap yang mulia sebagai pemimpin dibalik semua rencana ini jika kau tidak memiliki bukti apapun", tanya Limo.
"Jawabannya mudah", kata Ren tersenyum percaya diri "Jabatan mu di Kerajaan Azeroth cukup tinggi, setidaknya sebagai pengikut langsung kakek pangeran ke 4 maka hanya kakek pangeran tersebut dan raja itu sendiri yang bisa membuatmu melakukan sesuatu seperti ini. Sebagai seorang kakek, ia pasti tidak tertarik untuk membunuh cucunya sendiri karena tidak memiliki bakat untuk menjadi pangeran, selain kakek mu maka hanya ada raja yang bisa memberikanmu tugas".
"Bukan hanya itu, aku mengetahui alasan kenapa Raja Azeroth V melakukan semua ini, hal itu tentunya memperkuat keyakinan ku bahwa Raja Azeroth V adalah pelaku dibalik semua ini".
"Apa alasannya?", tanya Myro penasaran, tidak peduli bagaimana ia mencoba berpikir maka ia tidak bisa menemukan alasan Raja Azeroth V membunuh pangeran ke 4 yang merupakan darahnya sendiri.
"Alasannya yaitu perebutan kekuasaan baru-baru ini di Kerajaan Azeroth", kata Ren tegas "Jendral Limo pasti tahu seberapa ganasnya pertarungan perebutan kekuasaan di kerajaan, bahkan hal tersebut mungkin bisa menyebabkan kehancuran seluruh kerajaan. Baik itu pertarungan antara para pangeran, bangsawan ataupun militer akan menyebabkan Kerajaan Azeroth melemah, kerajaan ataupun negara lain di Benua Utara pasti tidak duduk diam saat mengetahui hal ini".
"Sebagai kerajaan terbesar di Benua Utara, maka ada banyak sekali orang yang selalu menatap ke Kerajaan Azeroth dan menunggu waktu yang tepat untuk merebutnya. Selama Raja Azeroth V mati, maka para pangeran akan saling bertarung untuk merebut kekuasaan. Walaupun raja sudah memilih putra mahkota sekalipun, pasti masih ada banyak pangeran yang berusaha mengambil posisi raja itu. Bagaimanapun, dengan hilangnya raja maka baik itu politik, bangsawan, dan militer Kerajaan Azeroth akan terpecah yang memberi kesempatan bagi para pangeran yang lain untuk memberontak".
"Oleh karena itu, Raja Azeroth V kemungkinan besar sudah memilih seorang pangeran sebagai gantinya, belum lagi ia sudah tua dan waktunya tidak lama lagi. Masalahnya agar pangeran yang ia pilih bisa menang serta tidak terjadi perpecahan, Raja Azeroth V memutuskan untuk membuang pangeran yang lain secara bergantian supaya tidak terjadi perpecahan setelah ia tidak ada nanti. Sekarang targetnya adalah pangeran ke 4 yang memiliki bakat serta peluang menjadi raja paling kecil lebih dulu, saat rencana ini sudah berhasil maka pangeran yang lain juga akan mengikuti jejak pangeran ke 4. Apakah aku benar?".
__ADS_1
Setelah mendengar perkataan Ren, seluruh tubuh Limo berkeringat dingin seperti sedang melihat hantu.
Ia membuka mulutnya yang bergetar dengan hebat sambil berkata penuh rasa tidak percaya "Bagaimana kau bisa tahu? Apakah ada mata-mata milikmu di samping raja?".
"Aku tidak perlu mata-mata untuk mengetahui semua itu", kata Ren berkata dengan senyum lembut "Aku hanya perlu kecerdasan milikku untuk mengetahui semua itu".
Setelah terkejut selama beberapa saat, Limo mengambil pedang miliknya yang terletak di sudut ruangan.
Limo menarik pedang tersebut dan berkata dengan dingin "Nona Ren, anda memang cerdas sebab bisa mengetahui semua ini dengan benar. Tidak, pada awalnya aku hanya menganggap mu sebagai orang cerdas yang bisa membantu pangeran ke 4 menang, namun aku tahu bahwa semua itu salah. Kata cerdas terlalu rendah untuk dirimu, bukan kau lebih cocok di sebut sebagai monster! Tetapi Nona Ren nampaknya melupakan sebuah hal yang penting, aku bisa membunuh kalian disini agar menutup mulut kalian. Seharusnya sebelum kau datang kesini, kau harusnya membawa Falka bersama kalian agar bisa melindungi kalian".
Ren menggelengkan kepalanya, ia kembali membuka kipas lipatnya yang memiliki bagian tajam di atasnya "Apakah kau berpikir aku semudah itu untuk dikalahkan? Maka aku hanya bisa mengatakan bahwa kau pasti menyesal, bukan kau yang bisa membunuhku disini melainkan aku yang bisa membunuhmu".
Pada awalnya Myro sedikit bingung maksud Ren, namun sekarang ia mengerti alasan Ren membawanya kesini melalui tatapannya.
Maksud dari tatapan Ren adalah Myro akan menentukan apa yang harus mereka lakukan ke depannya.
Tugas seorang ahli strategi yaitu membuat rencana untuk tuannya, tugas seorang jendral adalah untuk bertarung melindungi tuannya atau memperluas wilayah. Lalu apa tugas tuannya? Tugas seorang tuan yaitu menentukan arah jalan ahli strategi, jendral dan seluruh penduduk, bahkan suatu kerajaan. Jika itu seorang kapten kapal, maka tugasnya menentukan arah jalan kapal agar sampai ke tempat tujuan dengan hidup, sedangkan tugas kru kapal yaitu membantu kapten menggerakkan kapal sampai ke tempat tujuan.
Berdasarkan hal tersebut, arti dari tatapan Ren pada Myro yaitu "Tuan, aku sudah memberitahumu semua kebenarannya, sekarang adalah giliran anda, tentukan jalan yang harus dipilih apakah itu untuk membunuh Limo, mengungkapkannya sebagai pengkhianat ke pangeran ke 4, atau melakukan pilihan yang lain".
__ADS_1
Meskipun Ren tidak mengatakan semua itu, Myro tahu semuanya, mungkin ini terjadi karena Myro sudah cukup lama bersama Ren yang membuat ia lebih mengenal Ren.
Myro menutup matanya sebentar untuk berpikir dengan cepat lalu membuat sebuah keputusan.
Di sisi lain, Limo sudah siap untuk bergerak "Nona Ren, anda terlalu sombong! Apabila itu masalah kecerdasan maka aku tidak yakin bisa menang dari anda, tapi selama itu masalah kekuatan maka aku yakin bisa menang kecuali anda membawa Falka kesini!".
Saat Limo berencana maju untuk menyerang Ren, Myro yang dari tadi diam akhirnya bergerak.
"Brak!".
Suara tepuk tangan yang keras terdengar, Myro menepuk tangannya agar menarik perhatian Ren ataupun Limo.
Limo menatap Myro dengan bingung sedangkan Ren sedikit tersenyum, ini waktunya bagi Myro untuk menentukan.
Myro menarik nafasnya sebelum menatap ke arah Limo, senyuman muncul di wajah Myro "Jendral Limo, kenapa kita harus repot-repot bertarung? Jika kami berencana mengungkapkan pengkhianatan yang kau lakukan, maka kenapa kami menemui mu? Bukankah lebih baik kami langsung memberitahunya ke pangeran ke 4?".
Limo merasa apa yang Myro katakan benar sehingga ia tidak bisa untuk tidak bertanya "Jadi, apa tujuan kalian menceritakan semua ini kepadaku?".
"Ayo bekerja sama!", kata Myro masih tetap tersenyum.
__ADS_1