
Sebelumnya masalah Retya dan Lopen sama sekali belum selesai, walaupun Myro berkali-kali mencoba mendekatkan mereka tapi Lopen yang bodoh belum menyadari perasaan Retya, padahal Retya telah memberi tanda-tanda yang jelas berulang kali.
Namun selama beberapa tahun ini melalui pendekatan Myro terhadap mereka secara diam-diam, Lopen nampaknya mulai membuat beberapa kemajuan sekalipun hanya sedikit.
Masalahnya sebelum masalah Lopen dan Retya selesai, ada 2 pasangan yang lebih bodoh lagi.
Di antara Retya dan Lopen, Retya selalu mencoba menunjukkan perasaannya kepada Lopen sekalipun tidak secara langsung sehingga ada harapan perkembangan hubungan mereka.
Namun di antara Torn dan Talia, mereka semua sama-sama bodoh! Talia yang tidak bisa jujur dan Torn yang tidak pernah sadar, bahkan Raja Dwarf membantu mereka selama 100 tahun tapi selalu gagal, apakah mereka akan sadar tentang perasaan masing-masing atau mati lebih dulu akibat usia?
"Tuan!", Torn dan Talia sepertinya baru menyadari kedatangan Myro sehingga mereka membungkuk untuk memberi hormat. Tapi mereka tidak mendengar apa yang Myro dan Ren bicarakan barusan, jadi mereka tetap bersikap seperti musuh padahal saling berdiri berdekatan.
Myro merasa sakit kepala, ia tidak tahu bagaimana cara membantu 2 orang ini. Lagipula Myro berharap semua pengikutnya dapat hidup baik layaknya manusia lain yaitu mempunyai keluarga yang tepat lalu menua bersama anak mereka.
Di sisi lain, Myro tidak boleh langsung mengungkapkan kebenarannya kepada Torn dan Talia sebab hal tersebut mungkin tidak membantu hubungan mereka melainkan ada kemungkinan mereka akan lebih bersikap bermusuhan yang terlalu merepotkan sebab Torn yang tidak paham tentang perasaan Talia serta Talia yang tidak jujur sedikitpun.
Berpikir sebentar, sebuah ide muncul di kepala Myro "Torn, Talia, aku mempunyai sebuah tugas penting kepada kalian, apakah kalian dapat membantuku melakukannya?".
"Tuan, kami akan melakukan yang terbaik!", jawab Torn dan Talia.
Myro mengangguk, setidaknya mereka tidak saling berlawanan mengenai tugas yang Myro berikan "Aku berencana kembali menuju Kota Loth hari ini, tapi masalah di wilayah Dark Elf belum selesai. Ada banyak hal yang harus dikelola, selain itu kita juga harus memperkuat posisi Talia disini, lebih kuat daripada Kerzan. Aku harus menuju Kota Loth lagi, sebagai Count Kemenangan, aku tidak boleh terlalu lama menghilang dari kota yang bisa menyebabkan kepanikan. Retya, Ren dan Yorou harus ikut bersamaku, jadi aku cuma dapat mengandalkan kalian. Torn, Talia, apakah kalian bisa saling bekerja sama supaya seluruh penduduk di Kota Dark Elf berada di bawah kekuasaan kita sepenuhnya?".
Torn dan Talia saling menatap. Umumnya mereka tidak mungkin bekerja sama, sekalipun Raja Dwarf yang memutuskan, Torn pasti menolak sebab statusnya tidak kalah dari raja sedangkan Talia sebagai Ratu Dark Elf tidak perlu mengikuti keputusan Raja Dark Elf.
__ADS_1
Tetapi kali ini orang yang memberikan mereka tugas adalah Myro, mereka tidak menolak sedikitpun "Kami mengerti tuan, kami pasti bekerja sama agar membantu tuan memenangkan Kota Dark Elf sepenuhnya".
Sebuah senyuman muncul di wajah Myro dan Ren, tapi mereka menyembunyikannya secepat mungkin.
"Baiklah, aku mengandalkan kalian! Ren, panggil Retya dan Yorou, kita harus pergi menuju Kota Loth sekarang", kata Myro.
"Aku mengerti!", jawab Ren yang bergegas pergi.
Myro melihat Talia dan Torn yang mulai mendiskusikan cara bekerja sama. Meskipun mereka tetap terlihat saling bermusuhan, namun Myro yakin akan ada kemajuan.
Myro tidak percaya setelah bekerja sama selama beberapa minggu, 2 orang bodoh ini tidak membuat kemajuan apapun.
Yorou dan Retya yang mengetahui keputusan Myro untuk langsung kembali menuju Kota Loth cukup kaget, bagaimanapun Myro sama sekali tidak mengatakan masalah ini sebelumnya.
Mereka berpikir Myro berencana tetap disini selama beberapa hari sampai Kota Dark Elf berhasil dikuasai sepenuhnya, baik Yorou dan Retya tidak mengetahui bahwa Myro melakukan perubahan rencana agar memberi Torn dan Talia lebih banyak waktu bersama.
Di bawah tatapan banyak penduduk Dark Elf, Kerzan, Torn, Talia, dan 500 Pasukan Kemenangan yang Myro tinggalkan untuk membantu menekan pasukan Dark Elf, Myro meninggalkan Kota Dark Elf.
Pada awalnya Kerzan bingung terhadap keputusan Myro yang terlalu tiba-tiba, namun ketika melihat Talia, Kerzan jauh lebih terkejut sebab ia tidak pernah berpikir ada Dark Elf dengan darah kerajaan di samping Myro.
Bukan hanya Kerzan yang menyadarinya, semua Dark Elf mampu merasakan darah kerajaan pada Talia yang membuat mereka sangat menghormatinya, ada tanda-tanda penduduk Dark Elf mulai mengakui Talia sebagai pemimpin mereka sebenarnya daripada Kerzan, semua itu karena kekuatan darah kerajaan.
Lalu seperti yang dipikirkan Myro, Kerzan tidak menerima keberadaan Talia begitu mudah melainkan melakukan beberapa gerakan permusuhan seperti tidak menganggapnya hingga mencoba menyerang secara diam-diam. Tapi semuanya cuma pertarungan kecil yang tidak menarik perhatian penduduk Dark Elf manapun.
__ADS_1
Talia dan Torn juga tidak diam, mereka mulai membuat beberapa rencana melakukan serangan balik.
Bersama 500 Pasukan Kemenangan, mereka melatih beberapa penduduk Dark Elf yang baru direkrut.
Kekuatan Darah Kerajaan Dark Elf memang menakutkan, pada hari yang sama mereka menyadari kemunculan Talia, 5000 Dark Elf segera menyerah.
...----------------...
Myro hanya meninggalkan beberapa anggota markas di Kota Dark Elf supaya selalu mengawasi, selama Torn dan Talia mengalami kegagalan maka Myro harus turun tangan sendiri.
Tetapi Myro yakin, kemungkinan besar Talia dan Torn berhasil.
Jangan lupa Talia merupakan pemimpin dari 4 kekuatan besar di Dunia bagian selatan sedangkan Torn merupakan sosok yang setara dengan 4 penguasa juga sekalipun ia memutuskan tidak menjadi raja melainkan pandai besi.
Kerzan bukan lawan mereka, Myro yakin mengenai kemenangan Talia dan Torn. Alasan keberadaan pasukan markas hanya untuk berjaga-jaga kalau kemungkinan paling buruk terjadi.
Menghabiskan waktu beberapa jam naik ke permukaan lagi dari gua dan memakai kereta kuda, mereka akhirnya datang ke Kota Loth yang makmur.
Sewaktu Myro baru tiba di bangunan walikota, tempat dimana Feld bekerja. Walaupun ia menjadi Baron, Feld memutuskan tetap mengelola Kota Loth sambil mengelola kota-kota lainnya yang menjadi wilayah kekuasaannya sebagai Baron.
Tiba-tiba sosok Feld muncul dan bergegas mendekati kereta kuda Myro secepat mungkin.
Myro dan Ren baru turun dari kereta kuda bersama Yorou yang berada di bagian depan sebagai kusir, Feld membungkuk tanpa ragu ke arah Myro "Tuan, aku mendapatkan kabar dari Ibukota Kerajaan Azeroth! Sebuah kabar penting!".
__ADS_1
"Ada apa?", tanya Myro yang wajahnya menjadi berhati-hati, sesuatu yang dapat dianggap sebagai kabar penting oleh Feld pasti merupakan hal yang benar-benar penting.
Feld menarik nafas sebelum berkata "Raja Azeroth V jatuh sakit! Beberapa hari yang lalu, ia kehilangan kesadarannya di tengah pertemuan harian para pejabat ibukota".