
Saat ini Myro bersama Ren, Yorou, Torn, dan 1000 Pasukan Kemenangan berdiri di depan gua yang sebelumnya menjadi tambang besi mereka.
Di bagian depan gua, terdapat puluhan kayu besar yang ditumpuk dan sedang dibakar oleh api.
Di bagian belakang api, terdapat ratusan orang yang dulunya merupakan penambang, mereka sedang memegang sebuah kipas untuk mendorong asap dari pembakaran menuju gua.
Bagaimanapun Myro tidak bisa hanya mengandalkan angin untuk mendorong asap pembakaran, belum tentu angin selalu bergerak menuju gua. Oleh karena itu, ratusan orang harus memakai kipas tangan untuk mendorong angin.
Di dunia ini sama sekali tidak ada kipas angin, jika kipas angin ada maka tidak perlu repot-repot menghabiskan tenaga menggunakan kipas lipat. Untungnya para penambang adalah mereka yang mempunyai tenaga serta telah bekerja keras di tambang setiap harinya, jadi mereka tidak mudah lelah.
"Aku harus mengakui, rencana mu benar-benar bagus! Julukan orang bijak dari timur memang tidak salah, jika kau ada di pihak kami sewaktu berada di Dunia, kami pasti telah mengalahkan Dark Elf sejak lama!", kata Torn kagum terhadap rencana Ren.
Mereka para Dwarf sudah melawan Dark Elf di dunia selama bertahun-tahun, tapi mereka belum mampu menang dari Dark Elf sampai Lana tiba dan mengalahkan mereka semua.
Tetapi melalui rencana Ren, kalau tidak ada kesalahan, mereka bisa mengalahkan hanya dengan waktu beberapa hari.
Mendengar penghargaan Torn, Ren menggelengkan kepalanya "Ini hanya masalah kecil, apalagi resikonya cukup besar. Selama musuh menolak menyerah hingga asap pembakaran kita menyebabkan ratusan Dark Elf mati, mereka pasti sangat membenci kita. Karena itu, izin dari tuan diperlukan sebab resiko rencana ini juga tidak kecil".
Torn berkata tidak peduli "Jika mereka menolak, kita cuma perlu membunuhnya! Di medan perang, mereka harus mengerti keadaan dan resiko dari mencoba melawan! Apalagi kota mereka berada di wilayah kita".
"Kau benar, apabila mereka menolak menyerah, aku tidak perlu ragu membunuh mereka", kata Myro tegas, ia telah lama membuang semua keraguannya sejak berusia semakin dewasa dan melewati banyak sekali medan perang "Tetapi aku harap mereka memilih menyerah agar kita tidak perlu repot-repot lagi membunuh terlalu banyak orang. Belum lagi Dark Elf memiliki prajurit unik, kavaleri laba-laba. Ketika waktu melawan Raja Azeroth V dan pangeran ke 7 tiba, serangan dari bawah tanah pasti tidak terlalu buruk dengan menggerakkan Dark Elf".
Torn mengangguk, semuanya memang menjadi lebih baik kalau Dark Elf menyerah "Ren, kita memang berhasil menarik musuh pergi dari bawah tanah dan naik ke permukaan. Walaupun begitu, kemampuan kavaleri laba-laba tidak boleh diremehkan, terutama jaring mereka yang menganggu. Apakah kau mempunyai ide?".
__ADS_1
"Aku tidak perlu memikirkan masalah itu sebab tuan telah mendapatkan idenya sendiri mengenai cara melawan kavaleri laba-laba", kata Ren tersenyum sambil menatap Myro.
Sebenarnya ia sudah memikirkan cara melawan kavaleri laba-laba sejak awal, namun Myro bergerak lebih awal tanpa diberitahu Ren yang menunjukkan Myro juga menyadarinya, kelemahan kavaleri laba-laba.
Torn tidak bisa untuk tidak melihat Myro penuh rasa penasaran "Tuan, bagaimana cara melawan kavaleri laba-laba?".
"Sebentar lagi kau akan tahu!", kata Myro tersenyum sedikit.
Perlahan-lahan suara langkah kaki yang banyak terdengar dari gua, Retya segera memimpin 1000 pasukan miliknya untuk mengepung gua "Semuanya, angkat senjata kalian! Pasukan perisai berdiri di depan dan menahan serangan musuh, pasukan tombak tetap di belakang serta membunuh musuh selama ada kesempatan dari pasukan perisai, pasukan pemanah selalu bersiap menembak, pastikan agar panah kalian tidak mengenai rekan sendiri!".
"Baik!", teriak 1000 pasukan yang membentuk formasi di depan gua.
Melihat musuh hampir tiba, Myro berteriak ke arah Retya "Kalian boleh menggunakannya sekarang!".
Ia memberitahu prajurit di belakangnya supaya membawa benda-benda yang telah Myro persiapkan dari Kota Loth, bahkan Myro membiarkan Feld membantunya menyiapkan benda-benda tersebut.
Tidak lama kemudian, 20 prajurit datang ke depan barisan pasukan perisai dengan cepat, mereka membawa 20 pot yang masing-masing memiliki pohon yang sama dan meletakkannya di depan pasukan perisai.
Torn mengamati semua pohon tersebut sebelum berkata penuh keraguan "Pohon Eucalyptus muda? Kenapa tuan membawa pohon-pohon ini ke medan perang? Apalagi berdasarkan ukurannya, pohon itu sama sekali tidak mampu menahan musuh. Di bawah kaki laba-laba raksasa, pohon ini pasti akan hancur dengan sekali tendang".
Myro tidak menjawab pertanyaan Torn melainkan berkata "Bukankah aku sudah mengatakannya? Sebentar lagi kau akan mengetahui alasan kenapa aku membawa pohon Eucalyptus muda".
Suara langkah kaki dari gua terdengar semakin besar, 1000 Pasukan Kemenangan menahan nafas mereka penuh rasa khawatir.
__ADS_1
Bagaimanapun mereka telah mendengar informasi mengenai jumlah musuh yang 3 kali lipat dari mereka, meskipun begitu mereka tetap tidak melarikan diri. Sejak bergabung menjadi Pasukan Kemenangan, mereka dilatih setiap hari oleh Retya. Apalagi mereka mempunyai rasa terima kasih yang sangat besar kepada Myro sebab Myro membuat mereka lolos dari hukuman mati sebagai pemberontak, karena alasan tersebut kesetiaan mereka kepada Myro cukup tinggi.
Beberapa detik kemudian, banyak laba-laba seukuran 2 meter muncul dari gua.
Laba-laba ini mempunyai kulit berwarna hitam gelap serta mata merah yang menakutkan, terutama 8 kaki mereka yang terlihat sangat tajam.
Di setiap laba-laba, terdapat seorang Dark Elf yang baik di atasnya.
Sedangkan laba-laba bagian depan mempunyai seorang Dark Elf pria dengan rambut berwarna perak, telinga runcing serta kulit berwarna hitam.
Ia menggunakan zirah berwarna perak serta aura di sekitarnya berbeda dari Dark Elf yang lainnya, siapapun yang melihat Dark Elf tersebut pasti menyadari ia merupakan pemimpinnya.
Memang benar, Dark Elf yang membawa laba-laba nya di barisan paling depan tidak lain adalah Kerzan, jendral Dark Elf pada gua.
Ia melihat 1000 pasukan yang mengepungnya penuh keganasan "Kalian semua manusia licik, beraninya kalian menggunakan strategi jahat yang membuat puluhan ribu penduduk Dark Elf tidak bersalah dapat menjadi korban! Hari ini, aku akan membunuh kalian semua dan menunjukkan harga yang harus dibayar dari meremehkan kami, para Dark Elf! Seluruh pasukan maju, bunuh semua musuh di depan kalian!".
"Bunuh!", teriak Dark Elf yang menggerakkan laba-laba mereka ke depan.
Tetapi tidak lama kemudian, sesuatu yang mengejutkan terjadi.
Laba-laba yang digunakan Dark Elf tidak berani bergerak maju, mereka bahkan mulai bergerak mundur seakan-akan takut terhadap sesuatu.
Menemukan keanehan pada laba-laba miliknya serta pasukannya, Kerzan berteriak bingung "Apa yang terjadi? Kenapa semua laba-laba tidak berani bergerak maju melawan musuh?".
__ADS_1