PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 306 : PENYERGAPAN


__ADS_3

Kavaleri Mongol menembakkan panah dan membunuh ribuan infanteri musuh sebelum mundur sebab ratusan ribu pasukan di belakangnya berusaha membantu. Apabila Kavaleri Mongol terlambat mundur, mereka pasti mati dikepung ratusan ribu prajurit musuh.


Ferta melihat ke arah pasukan Kavaleri Mongol yang mundur sebelum tersenyum "Apakah ini seseorang yang dijuluki Duke Kemenangan? Tidak ada yang hebat dari strategi atau kemampuan pasukannya, ia hanya membagi pasukannya menjadi 2 untuk mengalihkan perhatian kami. Tetapi ia terlalu menganggap remeh kami, tentunya kami akan menyadari pasukannya yang berkurang setengah. Tunggu, mungkin bukan Duke Kemenangan yang terlalu lemah. Sejak ia memutuskan menantang kami, ia sudah akan kalah baik dari jumlah pasukan ataupun kekuatan. Oleh karena itu, tidak peduli seberapa cerdas seseorang, di depan kekuatan yang lebih besar, mereka tidak bisa memikirkan rencana apapun".


Ketika Ferta tersenyum percaya diri, ia terus mengamati pasukan Myro dan bergumam "Berdasarkan pakaian mereka, apakah Duke Kemenangan membawa Pasukan Kemenangan miliknya? Aku mendengar Pasukan Kemenangan adalah pasukan elit, tapi aura milik mereka tidak terlalu hebat, sepertinya aku berharap terlalu banyak pada Duke Kemenangan".


Ferta menggelengkan kepalanya. Menurut pengamatannya, Pasukan Kemenangan yang Myro bawa tidak mempunyai aura pasukan elit.


Alasan Ferta yakin pasukan yang Myro bawa adalah Pasukan Kemenangan yaitu melalui pakaian mereka.


Sebagai pasukan khusus yang dibentuk Raja Azeroth V bagi Myro, Pasukan Kemenangan tentunya mempunyai zirah khusus yang tidak boleh dipakai pasukan bangsawan atau jendral yang lain. Jadi, Pasukan Kemenangan sangat mudah dikenali.


Melihat pasukan Myro tidak berencana bergerak, Ferta menggelengkan kepalanya dan kembali ke tenda utama.


Ia kecewa, padahal Ferta mendengar tentang kehebatan Duke Kemenangan dari banyak orang sehingga ia berpikir bisa melakukan pertarungan yang hebat melawan Myro.


Tetapi ternyata Myro tidak sehebat yang ia bayangkan, bahkan lebih lemah dari Duke Perang.


Nampaknya Myro memang hebat bagi anak muda seusianya, tapi dibandingkan mereka yang telah berada di medan perang selama puluhan tahun, Myro sama sekali bukan apa-apa.


Di sisi lain, Falka membawa 10.000 pasukan Kavaleri Mongol menuju Myro "Tuan, pasukan musuh telah terbagi, nampaknya Jendral Sordas yang memimpin pasukan musuh menuju Kota Largan".


Myro mengangguk "Semuanya berjalan sesuai yang diharapkan. Falka, biarkan 100.000 orang ini beristirahat, apabila mereka berdiri terlalu lama, musuh mungkin menyadari ada yang salah".


Falka setuju terhadap perkataan Myro sehingga ia membiarkan Pasukan Kemenangan dan pasukan Myro yang lain untuk beristirahat.


Myro menatap ke arah dimana Sordas bersama pasukannya pergi sebelum tersenyum "Aku selesai melakukan tugasku yaitu menarik perhatian musuh, sekarang kalian adalah yang menentukan pemenang dan kalah di peperangan ini".


Keesokan harinya, Ferta dan 150.000 pasukannya dikejutkan oleh sebuah berita yang mereka terima pagi-pagi sekali yaitu pasukan Myro sudah mundur secara diam-diam kemarin malam.

__ADS_1


Gerakan mereka cukup berhati-hati dan malam yang gelap membuat pasukan Ferta tidak menyadari kepergian pasukan Myro.


Melihat pasukan Myro yang sudah tidak ada di tempatnya lagi, wajah Ferta berubah.


Sekarang ia mengerti alasan kenapa Myro datang kesini, kenapa pasukannya berkurang setengah, kenapa Myro mundur kemarin malam dan kenapa Pasukan Kemenangan yang dikenal sebagai pasukan elit milik Myro tidak mempunyai aura menakutkan seperti pasukan elit lainnya. Tujuan kedatangan Myro, Falka dan 10.000 Kavaleri Mongol kesini, hanya untuk mengalihkan perhatian mereka dari 100.000 pasukan yang Myro bawa.


Ferta menyadari ia telah jatuh ke jebakan Myro sehingga ia berteriak "Siapkan seluruh pasukan! Kita akan berangkat menuju Kota Largan membantu Sordas!".


Meskipun bingung kenapa jendral mereka tiba-tiba panik, tapi semua pasukan hanya mengangguk dan mengikuti tugas yang diberikan Ferta.


Saat semua orang mulai bersiap, Ferta berkata penuh rasa khawatir "Aku tahu sekarang sudah terlambat, tapi aku berharap aku tidak terlalu terlambat serta masih bisa membantu Sordas! Sordas, aku harap kau tidak membuat kesalahan dan dapat mundur tepat waktu!".


...----------------...


Kemarin malam, Sordas terus bergerak cepat bersama pasukannya menuju Kota Largan.


Seorang prajurit di belakang Sordas mendekat "Jendral, kita mungkin harus mengurangi kecepatan kita dan membiarkan pasukan beristirahat! Walaupun pasukan kavaleri kita belum kelelahan, tapi pasukan infanteri tidak mempunyai energi lagi! Jika terus seperti ini, pasukan infanteri tidak dapat mengikuti pasukan kavaleri!".


Namun Sordas segera memikirkan Kota Largan. Kemungkinan besar musuh sudah menyerang Kota Largan sejak 2 hari yang lalu, apabila mereka terlambat, Kota Largan mungkin jatuh.


Jadi Sordas berteriak "Kita tidak boleh melambat, semua pasukan terus maju! Kalian boleh beristirahat setelah tiba di Kota Largan! Jika ada yang terlalu lelah berlari, kalian boleh beristirahat dulu dan menuju Kota Largan ketika selesai menghilangkan kelelahan kalian. Namun bagi mereka yang masih memiliki tenaga, maka terus maju menuju Kota Largan! Jangan berikan musuh kesempatan merebut kota lebih dulu".


"Baik, jendral!", teriak pasukan sambil menggertakkan gigi mereka.


2 jam kemudian, Sordas tinggal 5 kilometer lagi dari Kota Largan.


Tetapi 10.000 pasukan infanteri tertinggal dari pasukan mereka sedangkan 90.000 pasukan infanteri lain terlihat banyak berkeringat meskipun mereka terus berlari.


Bahkan kuda yang dipakai kavaleri menunjukkan tanda-tanda kelelahan, namun mengingat mereka hampir sampai di Kota Largan, Sordas tidak terlalu memikirkannya.

__ADS_1


Walaupun pasukannya kelelahan, selama ia menyerang dari belakang dan pasukan Kota Largan menyerang dari depan, pasukan musuh pasti akan dikalahkan.


Belum lagi pasukan musuh pasti ikut lelah setelah menyerang Kota Largan selama 2 hari, pada akhirnya Sordas yakin bisa menang.


Saat tembok Kota Largan mulai terlihat dari kejauhan di malam yang cukup gelap, sebuah teriakan mengejutkan Largan "Seluruh pasukan serang!".


Di bawah gelapnya malam, ribuan obor mulai bermunculan yang membuat Sordas ketakutan sebab ia menemukan ratusan ribu pasukan dibalik obor.


Seorang pria yang cukup tua memimpin ratusan ribu pasukan untuk menyerang Sordas dan pasukannya.


Tidak peduli seberapa bodoh Sordas, ia mengerti pasukan ini datang menyergap mereka. Lebih tepatnya, pasukan ini pasti menunggu disini dari tadi supaya berhasil menyergap pasukan Sordas.


"Semua pasukan, formasi bertahan!", teriak Sordas.


Pasukannya sudah kelelahan sehingga tidak mungkin melarikan diri, jadi Sordas cuma bisa membuat pasukan bertahan.


Sewaktu pasukan Sordas berencana membentuk formasi bertahan, suara teriakan terdengar dari belakang Sordas "Laporan kepada jendral, ada banyak musuh yang menyerang dari belakang kita! Kita dikepung dari 2 sisi!".


"Apa? Siapa? Pasukan darimana mereka? Di depan kita paling tidak ada 100.000 pasukan, darimana pasukan di belakang kita berasal?", teriak Sordas bingung.


Pada awalnya ia berpikir 100.000 pasukan yang menyerang dari depan mungkin adalah jebakan dari pasukan Myro. Selama 140.000 pasukannya bertarung hati-hati, mereka masih dapat menang.


Tetapi ada banyak pasukan lain yang mengepung mereka dari belakang, dengan pasukan Sordas yang kelelahan serta serangan kejutan musuh yang membuat pasukannya tidak siap, pasukan Sordas pasti sulit untuk menang.


Masalahnya Sordas tidak mengerti, 100.000 pasukan Myro sedang berhadapan dengan Ferta sedangkan 100.000 pasukannya yang lain menyerang dari depan mereka. Kalau bukan Myro, maka siapa yang sebenarnya menyerang mereka?


Prajurit yang melapor ragu-ragu sebentar dan menjawab "Jendral, aku tidak tahu sebab mereka hanya memakai baju besi hitam tanpa lambang apapun yang menunjukkan asal mereka. Tapi aku mengenal pemimpin pasukan mereka--".


"Siapa? Siapa yang memimpin pasukan musuh?", tanya Sordas penasaran.

__ADS_1


Prajurit itu segera menjawab "Meskipun ditutupi gelapnya malam, tapi aku dapat melihat wajahnya sedikit melalui obor musuh! Pemimpin musuh seharusnya adalah Retya, jendral di bawah Duke Kemenangan. Lalu aura pasukan di belakangnya tidak kalah dari pasukan elit milik kita, oleh karena itu mereka seharusnya Pasukan Kemenangan yang memang dipimpin Retya".


"Tidak mungkin!", teriak Sordas tidak percaya "Pasukan Kemenangan seharusnya bersama Myro melawan Ferta! Sekalipun mereka berusaha mengejar ku, Pasukan Kemenangan adalah pasukan infanteri, mereka tidak mungkin mampu mengejar kavaleri. Bagaimana Pasukan Kemenangan bisa ada disini dari tempat Myro berada?".


__ADS_2