PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 152 : MUNDUR DARI PROVINSI UTARA


__ADS_3

Di sisi lain, wakil tersebut sangat kagum terhadap pengamatan Herfu. Sebelum Myro menang, Herfu sudah mengetahui rencana Myro dan tentang kemenangan Myro tersebut. Oleh karena itu, Herfu berani mengirim semua pasukannya melawan musuh tanpa ragu. Apabila itu bukan kecerdasan Herfu, 70.000 pasukan musuh pasti sudah melarikan diri ketika mengetahui kekalahan Benteng Rulfes tanpa memberi kesempatan Herfu menyerang mereka.


Tetapi sekarang Herfu dan mereka sedang bertarung berhadapan, selama mereka melarikan diri maka Herfu bersama pasukannya pasti mengejar mereka.


Herfu berdiri dari mejanya sambil tersenyum "Beritahu seluruh pasukan untuk bersiap, kita akan melakukan peperangan sejam lagi! Jangan berikan mereka kesempatan pergi kembali ke Benteng Rulfes".


"Baik jendral!", teriak wakil tersebut yang pergi dari tempat ini.


"Baron Myro benar-benar orang yang hebat, aku tidak salah menilai! Sekarang adalah waktunya untuk mendapatkan kemenangan besar terakhir", kata Herfu percaya diri.


...----------------...


Di sisi kamp 70.000 pasukan Kerajaan Orc-Goblin yang sekarang hanya ada kurang dari 60.000 pasukan, Jendral Guliger yang merupakan jendral pasukan ini mengumpulkan semua petinggi pasukannya.


Jendral Guliger berdiri di posisi tengah ruang pertemuan sambil membiarkan wakilnya menjelaskan keadaan kepada para petinggi yang lain.


"-- Jadi Benteng Rulfes sekarang sudah jatuh ke tangan musuh, kita jatuh di bawah pengepungan dari semua sisi oleh Kerajaan Azeroth!", kata wakil tersebut yang sudah menjelaskan selama kurang lebih 20 menit.


Wajah seluruh orang di ruangan tersebut berubah, mereka sudah mendengar keadaannya dari wakil Guliger dan tahu bahwa keadaan ini sangat buruk.

__ADS_1


Sepanjang mereka menjadi pasukan, mereka belum pernah berada di keadaan seburuk ini.


Di bagian depan masih ada lebih dari 100.000 pasukan yang siap menyerang mereka, di sisi belakang terdapat seorang bangsawan bersama kurang lebih 10.000 pasukan.


Walaupun 10.000 pasukan adalah pasukan yang kecil bagi mereka, tapi pasukan musuh dibantu Benteng Rulfes yang tidak mungkin dimenangkan dengan cepat.


Selama mereka terlalu lama melawan Benteng Rulfes, pasukan Herfu pasti datang dari belakang dan menyerang mereka yang hanya berarti kematian.


"Apa sebenarnya yang dilakukan para penjaga Benteng Rulfes? Kenapa mereka bisa kehilangan benteng hanya dengan waktu kurang dari sehari?".


"Itu benar, para penjaga Benteng Rulfes disebut-sebut sebagai pasukan elit, tapi aku rasa mereka tidak sehebat itu".


"Apabila pasukan di Benteng Rulfes bisa melakukan tugas mereka lebih baik, keadaan kita pasti tidak seburuk ini!".


Seluruh orang di ruangan tersebut menjadi diam, mereka tidak memiliki ide yang baik sebab keadaan sekarang terlalu buruk sehingga hampir tidak ada harapan lagi.


Melihat semua orang yang diam, Guliger akan meledak marah. Semua orang di depannya ini merupakan orang-orang yang mengaku sebagai pemimpin militer terbaik di Kerajaan Orc-Goblin, lalu kenapa mereka sekarang menjadi diam.


Sebelum Guliger marah, seorang pria muda mengangkat tangannya "Jendral, aku memiliki saran!".

__ADS_1


Semua orang di ruangan tersebut menatap Orc muda tersebut penuh rasa terkejut, siapa yang berpikir ada yang bisa memikirkan ide di keadaan sulit seperti ini. Belum lagi orang yang mengangkat tangannya adalah kapten muda yang belum sering pergi ke medan perang, banyak orang ragu bahwa kapten muda seperti itu bisa membuat strategi bagus.


Guliger sebenarnya juga tidak percaya kapten muda yang tidak memiliki banyak pengalaman perang bisa membuat strategi bagus, tapi tidak ada salahnya mencoba sebab tidak ada orang lain yang berani mengangkat tangan mereka "Katakan rencana mu! Selama rencana mu memang bagus dan kita kembali hidup-hidup ke Kerajaan Orc-Goblin, aku pasti memberimu hadiah!".


"Jendral, kenapa kita tidak meninggalkan 30.000 pasukan disini!", kata jendral muda tersebut "Biarkan 30.000 pasukan disini agar bisa menahan pasukan Herfu, aku yakin apabila 30.000 pasukan siap bertarung sampai mati dan memakai beberapa kota yang sudah kita rebut sebagai pertahanan dengan bantuan tembok kota, mereka bisa menghentikan pasukan Herfu paling tidak selama 5 hari. Jendral dan kurang lebih 30.000 pasukan yang lain bisa kembali ke Kerajaan Orc-Goblin untuk merebut kembali wilayah kita yang diambil musuh".


"Dengan 10.000 Kavaleri Serigala dan 20.000 pasukan, aku yakin jendral bisa merebut Benteng Rulfes hanya dengan waktu kurang dari 5 hari. Selama itu terjadi, kita bisa mendapatkan kembali wilayah Kerajaan Orc-Goblin. Strategi ini mungkin menyebabkan kita mendapatkan kerugian besar yaitu dari 70.000 pasukan yang berangkat, hanya 30.000 yang bisa kembali ke Kerajaan Orc-Goblin. Tapi itu masih lebih baik, daripada seluruh pasukan kita mati disini! Jendral adalah pemimpin militer Kerajaan Orc-Goblin, apabila jendral mati maka militer kerajaan juga akan berada di krisis. Oleh karena itu, hidup jendral lebih penting daripada kerugian hilangnya 40.000 pasukan. Apalagi jendral masih memiliki 30.000 pasukan kembali ke kerajaan bersama, di antaranya 10.000 Kavaleri Serigala juga ikut".


"Dengan 30.000 pasukan ini, Herfu sekalipun tidak berani menyerang Kerajaan Orc-Goblin".


Seluruh orang di ruangan tersebut menjadi diam, rencana kapten muda ini sangat kejam yaitu mengorbankan 30.000 prajurit supaya 30.000 prajurit lain bisa kembali ke Kerajaan Orc-Goblin hidup-hidup bersama Guliger.


Tetapi semua orang di ruangan ini harus mengakui bahwa rencana kapten muda itu adalah yang terbaik untuk keadaan mereka sekarang.


Jika Guliger dan 60.000 pasukan semuanya mati disini, Kerajaan Azeroth pasti akan merebut seluruh Kerajaan Orc-Goblin yang sudah kehilangan hampir semua kekuatan militernya.


Tetapi selama Guliger dan 30.000 pasukan yang terdiri dari 10.000 Kavaleri Serigala dan 20.000 pasukan kembali, Kerajaan Azeroth masih tidak berani bertindak sembarangan.


Guliger juga berpikir sebentar sebelum hanya bisa menghela nafas "Nampaknya rencana ini adalah yang terbaik untuk keadaan sekarang, aku akan menerimanya. Tapi masih ada 1 masalah disini, siapa yang akan memimpin 30.000 pasukan yang tinggal untuk mati? Apabila tidak ada petinggi yang memimpin mereka, pasukan pasti tidak memiliki semangat bertarung. Bagaimanapun semua pemimpin sudah melarikan diri, kenapa mereka harus bertarung untuk orang-orang yang meninggalkan mereka?".

__ADS_1


Seluruh orang di ruangan tersebut kembali menjadi diam, tidak ada yang berani maju sebab mereka tahu tinggal disini hanya berarti mati. Sebagai petinggi yang memiliki kekuasaan besar di kerajaan, siapa yang tertarik untuk mati?


Namun kapten yang menyarankan rencana tersebut berdiri sambil berkata dengan tekad "Jendral, aku akan tetap disini dan memimpin para prajurit!".


__ADS_2