PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 164 : MASALAH DI MASA LALU


__ADS_3

Saat pesta di Kota Herisen sudah selesai dan hampir semua tamu tidak berada disini lagi, Myro bersama ibunya duduk berhadapan dengan Baron Aras dan Koris.


Baik itu Ren, Ferbas yang dulunya bagian dari pengikut Baron Aras serta Lopen bersama Penjaga Praetorian hanya berdiri di samping ruangan, mereka tidak berani menganggu pertemuan Myro bersama ayahnya.


Walaupun hubungan mereka kurang baik sebelumnya, tapi Myro adalah tuan mereka. Oleh karena itu, sebagai pengikut Myro, mereka tidak boleh ikut pada masalah keluarga tuan mereka.


Tidak peduli apapun keputusan Myro nanti tentang cara menghadapi keluarganya, mereka pasti mendukung Myro tanpa ragu.


Wajah 4 orang utama di ruangan tersebut berbeda-beda.


Wajah Myro tegas seakan-akan ia sudah membuat keputusan mengenai masalah ini, wajah Ibu Myro masih dipenuhi keraguan.


Meskipun Baron Aras memang sudah memperlakukan mereka dengan buruk, namun bagaimanapun Baron Aras adalah ayah Myro dan suaminya. Jadi sekarang Ibu Myro merasa ragu bagaimana cara membujuk Myro atau membicarakan sesuatu agar keadaan tidak menjadi sedingin ini.


Koris tidak bisa berbicara, sebelumnya ia tidak terlalu dekat terhadap Myro yang membuat Koris tidak tahu harus berbicara apa untuk membujuknya.


Baron Aras memiliki wajah penuh penyesalan, kesedihan serta ragu-ragu sebelum membungkuk kepada Myro dan ibunya "Aku tahu semua yang aku lakukan selama ini kepada kalian sangat buruk, oleh karena itu kalian tidak perlu memaafkan ku. Tetapi aku harap kalian bisa membantu Keluarga Aras, lagipula Keluarga Aras masih merupakan keluarga kalian. Kalian bisa membunuhku atau apapun, namun bisakah kalian memberikan bantuan kepada Keluarga Aras? Apabila Keluarga Aras tidak mendapatkan dukungan apapun, mereka pasti jatuh!".


"Myro--", Ibu Myro mencoba membujuk Myro, tapi melihat wajah tegas Myro langsung membuatnya ragu. Ia tidak tahu harus mengatakan apa terhadap Myro.


"Myro, aku juga berharap kau membantu Keluarga Aras! Semua perlakuan buruk yang kau terima di masa lalu juga merupakan kesalahanku, aku tidak keberatan kalian memberikanku hukuman apapun juga", kata Koris ikut membungkuk.

__ADS_1


Melihat semua orang melihat dirinya dan menunggu keputusannya, Myro menghela nafas "Ayah, aku masih tidak melupakan perbuatan yang pernah kau lakukan kepadaku atau ibuku. Tetapi, bagaimanapun kau adalah ayahku dan itu semua masalah yang ada di masa lalu. Aku tahu kau melakukan semua itu untuk kepentingan keluarga, di sisi lain aku juga tahu tindakanmu tidak bisa dibenarkan. Meskipun begitu, aku memaafkan semua kesalahan yang kau perbuat di masa lalu. Sedangkan apakah ibuku akan memaafkan mu atau tidak, itu adalah keputusan ibuku sendiri, kau harus mengakui kesalahanmu pada ibuku sampai ia memaafkan mu".


"Lalu tindakan ayah juga sudah membuktikan kegagalan ayah memimpin Keluarga Aras, ayah yang kehilangan Kota Aras membuat seluruh keluarga kita hampir hancur. Jika tidak ada aku yang memberikan dukungan, apa yang akan terjadi kepada Keluarga Aras? Aku harap ayah bisa menyadari kegagalan tersebut dan mempercayakan ku dengan posisi kepala keluarga yang baru, aku akan membawa Keluarga Aras menjadi lebih tinggi daripada sekarang".


"Selain itu, aku berencana memberikan orang-orang dari Keluarga Aras beberapa posisi juga selama mereka setia kepadaku dan tidak melakukan tindakan bodoh. Namun aku tidak akan memberikan perlakuan khusus kepada orang-orang dari Keluarga Aras, mereka yang bisa mendapatkan posisi hanya mereka yang memang memiliki kemampuan!".


Sebentar lagi gelar bangsawan Myro pasti baik dan wilayahnya meluas, ia kekurangan bakat menjadi walikota selain dari Feld dan Ferbas yang sudah banyak belajar dari Feld.


Oleh karena itu, Myro akan menggunakan bakat dari Keluarga Aras.


Meskipun Baron Aras memiliki sikap yang buruk terhadap Myro di masa lalu, bakatnya masih harus diakui.


Ia mempertahankan Kota Aras yang terletak di perbatasan selama puluhan tahun tanpa masalah, hal tersebut sudah membuktikan kemampuannya.


Koris juga sudah mengikuti Baron Aras sejak lama dan memiliki kemampuan hebat memimpin pasukan ataupun mengelola kota, selain itu sifatnya yang mengutamakan kepentingan keluarga sangat mirip dengan Baron Aras yang membuat Myro yakin ia bisa digunakan.


Baron Aras berdiri tanpa ragu lalu berkata "Aku mengerti, anakku Myro! Aku sekarang sudah tua, ini adalah waktunya bagi generasi muda sepertimu untuk memimpin. Myro, setelah aku kembali maka aku akan memberitahu seluruh Keluarga Aras mengenai pergantian kepala keluarga. Selain itu sewaktu seluruh Keluarga Aras sudah berkumpul disini, kita akan memulai acara pengangkatan mu sebagai kepala keluarga secara resmi".


Myro mengangguk "Kalau begitu sudah diputuskan, terima kasih karena sudah mengerti, ayah".


Baron Aras menggelengkan kepalanya sebelum menghela nafas "Aku yang seharusnya berterima kasih sebab kau sudah bisa memaafkan keluarga yang pernah membuang mu dulu. Myro, aku rasa aku sudah tidak cocok mengatakan hal ini kepadamu lagi, tapi sebagai ayah aku merasa bangga bisa memiliki anak sepertimu".

__ADS_1


...----------------...


Pertemuan itu diselesaikan dengan cepat, Baron Aras dan Koris akan tinggal disini selama semalam sebelum kembali besok bersama Herfu supaya bisa memanggil seluruh Keluarga Aras yang belum datang kesini.


Myro sekarang berdiri di balkon kamar tidurnya, ia menatap ke langit malam yang dipenuhi bintang tanpa mengetahui apa yang sedang ia rasakan sekarang.


Sebenarnya Myro tidak memiliki kemarahan apapun terhadap Baron Aras, semua keputusannya di waktu itu sangat tepat bagi Keluarga Aras sebab ia tidak mengetahui kemampuan khusus Myro.


Walaupun Myro sedikit sedih ayahnya lebih mementingkan kepentingan keluarga daripada ia sebagai anaknya, namun Baron Aras memiliki banyak anak sehingga ia tidak keberatan kehilangan 1 atau 2 anak lagi.


Tiba-tiba suara pintu terbuka terdengar, Myro yang berdiri di balkon berbalik ke arah pintu dan menemukan orang yang datang adalah Ren.


Ren tidak membuka kipas lipatnya kali ini, melainkan ia hanya memegang kipas lipat tersebut di tangannya sambil berjalan mendekati Myro "Tuan, apakah anda tidak bisa tidur?".


"Aku masih memikirkan apakah keputusan yang aku berikan kepada ayahku dan yang lainnya adalah tepat? Apakah aku terlalu baik?", kata Myro sedikit ragu.


"Teryata tuan masih memikirkan masalah tersebut! Tuan, mungkin bagi beberapa orang keputusan anda tidak tepat, tapi Ren sangat menghargai keputusan tersebut", kata Ren yang sudah datang ke balkon juga, ia tahu Myro pasti bingung sekarang sehingga ia berencana menemani Myro "Sebagai seorang penguasa, tuan memang harus berpikir jauh ke depan, jangan hanya melihat kemarahan sebentar! Tuan, tidak ada salahnya memaafkan, apalagi mereka masih keluarga tuan sendiri. Selain itu, tuan sekarang menjadi kepala keluarga Aras, berarti Keluarga Aras akan menjadi seperti sebuah pedang yang membantu tuan mencapai kekuasaan di masa depan. Kesetiaan mereka pasti cukup tinggi sebab tuan adalah kepala keluarga, kecuali beberapa orang yang memiliki dendam kepada tuan, contohnya Luca yang merupakan adik tuan".


"Pada akhirnya, keputusan tuan kali ini akan berpengaruh penting bagi jalan tuan menuju kekuasaan di masa depan. Daripada membuang keluarga yang siap mendukung jalan tuan di masa depan hanya karena kemarahan sebentar, bukankah lebih baik menerima mereka? Aku yakin Baron Aras ataupun Koris sekarang tidak akan keberatan maupun mencoba melawan ketika tuan berkata bahwa tuan berencana menjadi raja baru menggantikan Raja Azeroth V sebab 2 orang itu memiliki kesetiaan yang tinggi kepada Keluarga Aras, mereka akan setia kepada siapapun yang menjadi kepala keluarga. Selama tuan menggunakannya dengan baik, Keluarga Aras pasti sangat bermanfaat bagi jalan tuan di masa depan nanti!".


Myro menatap Ren sebelum mengangguk, itu benar. Tindakan Baron Aras di masa lalu terhadap Myro memang tidak bisa dibenarkan, kalau begitu Myro tidak harus marah kepada Baron Aras melainkan ia harus berjuang supaya di masa depan nanti, ia tidak akan menjadi seperti Baron Aras sebelumnya.

__ADS_1


Ketika Myro sudah membuang keraguan atas keputusan yang ia buat, tulisan Dunia di tangannya bersinar.


Melihat sinar tersebut, Myro tahu ia nampaknya mendapatkan hadiah pasukan lagi, hadiah ini diberikan karena Myro yang berhasil menang di peperangan melawan Kerajaan Orc-Goblin dan menandakan bahwa perang disini sudah berakhir, setidaknya untuk sekarang.


__ADS_2