PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 301 : KESETIAAN JENDRAL PERBATASAN


__ADS_3

Di bawah tatapan semua orang, Myro berkata tegas "Aku memutuskan untuk menyerang Kota Bern dan membawa kembali mayat Kelrun!".


Semua orang tidak bisa berkata-kata terhadap keputusan Myro, walaupun mereka merasa keputusan tersebut sama sekali tidak menguntungkan melainkan merugikan, tapi mereka tidak dapat melawan keputusan Myro secara sembarangan.


Semua orang segera menatap Ren lagi seakan-akan berkata supaya Ren mencoba membujuk Myro kembali.


Ren menarik nafas sebelum terus mencoba membujuk "Tuan, pertimbangkan keputusan anda! Meskipun tuan peduli terhadap mayat Jendral Kelrun, besok adalah pertemuan aliansi utara. Jika tuan tidak hadir pada pertemuan tersebut, tidak mungkin kita mampu membuat aliansi".


"Biarkan Feld yang pergi", kata Myro.


"Tuan, kehadiran Feld tidak mampu menutupi kekosongan anda! Kalau tuan tidak datang, para bangsawan dan pejabat kuat dari utara pasti tidak akan mempertimbangkan pembentukan aliansi! Mereka datang kesini karena tuan, lebih tepatnya mereka takut terhadap kekuatan di tangan tuan. Kalau tuan tidak ada, mereka pasti menolak aliansi! Aku harap tuan mempertimbangkannya", kata Ren.


Myro menatap Ren selama beberapa saat tanpa mengatakan apapun yang membuat semua orang khawatir, terutama Ren yang berada di bawah tekanan Myro.


Tidak lama kemudian, Myro berhenti menatap Ren melainkan ia mengalihkan perhatiannya pada Retya "Bagaimana denganmu, Retya? Apakah kau akan mencoba menghentikan ku seperti yang lain?".


Retya yang berlutut mengangkat kepalanya untuk melihat mata Myro secara langsung "Pada awalnya aku setuju terhadap pendapat Nona Ren dan Kapten Falka, tapi jika tuan memutuskan menyerang Kota Bern, Retya siap mengumpulkan pasukan bagi tuan! Apalagi Retya mempunyai jalan pikiran yang sama dengan tuan, ada hal yang lebih penting dibandingkan keuntungan dan kerugian di medan perang".


Sebuah senyuman muncul di wajah Myro "Aku harus mengakui Ren jauh lebih cerdas darimu masalah membuat strategi, Falka juga mempunyai kemampuan memimpin pasukan di atas mu. Namun kau memiliki sesuatu yang tidak mereka miliki, keberanian untuk bertindak tanpa memikirkan untung rugi! Kau benar, di medan perang, keuntungan dan kerugian bukan segalanya! Tindakan Raja Diamant I sudah terlalu berlebihan, kalau aku tidak berani menghentikan tindakan kejam Raja Diamant I, bagaimana aku bisa menjadi raja?".


"Retya, aku memberimu tugas! Kumpulkan Pasukan Kemenangan serta semua pasukan dibawah mu, beritahu mereka untuk bersiap berangkat menuju Kota Bern!".


"Baik, tuan!", kata Retya tanpa ragu.

__ADS_1


Di bawah tatapan semua orang, Retya berdiri dan pergi dari ruangan ini untuk melakukan tugas yang Myro berikan.


Melihat Ren masih berusaha membujuknya, Myro mengangkat tangan untuk menghentikan perkataan Ren "Aku tahu apa yang kalian pikirkan, pada akhirnya semua pendapat kalian adalah untuk keuntunganku. Namun kalian melupakan 1 hal, raja bukan hanya harus baik, melainkan seorang raja harus mempunyai keberanian! Apabila seorang raja tidak berani melawan kekejaman musuh seperti Raja Diamant I, maka ia sama sekali bukan raja! Seperti Raja Azeroth VI, orang-orang memang tetap menganggapnya sebagai raja, tapi di mataku, ia bukan lagi raja melainkan seseorang yang kebetulan memakai mahkota!".


"Kalian boleh memutuskan sendiri, apabila kalian berencana ikut bersamaku menyerang Kerajaan Diamant yaitu Kota Bern, persiapkan diri kalian! Tetapi kalau kalian tidak berencana ikut, kalian boleh tinggal di Kota Loth. Sedangkan berpikir menghentikan ku, lupakan! Aku tidak akan berubah pikiran, aku sudah membulatkan tekad ku!".


Tanpa memberi mereka kesempatan menjawab, Myro bergegas pergi dari ruang kerja dan membiarkan Ren serta yang lainnya membuat keputusan mereka sendiri.


Myro berjalan menuju lapangan latihan Kota Loth, tempat dimana Retya seharusnya mengumpulkan semua pasukan sesuai perkataan Myro.


20 menit kemudian, Myro berdiri diam di tengah lapangan yang kosong.


Bagaimanapun Retya harus mengumpulkan puluhan ribu pasukan, paling tidak ia membutuhkan waktu sejam sebelum mengumpulkan pasukan sebanyak itu.


Berita mengenai pergerakan Pasukan Kemenangan milik Retya langsung membuat seluruh Kota Loth kaget.


Lagipula pergerakan 50.000 pasukan terlalu besar, hampir tidak mungkin disembunyikan. Banyak orang belum mengetahui tujuan pergerakan pasukan sebanyak ini, namun beberapa orang yang cerdas mempunyai firasat, sesuatu yang besar pasti akan terjadi.


30 menit kembali berlalu, Myro tetap berdiri diam di lapangan menunggu pasukan yang akan tiba.


Cahaya matahari terus menyinari tubuh Myro yang membuat ia sedikit berkeringat, tapi Myro tidak berpindah sedikitpun dari tempat dimana ia berdiri sekarang.


Tiba-tiba sebuah pasukan yang besar bergerak mendekati lapangan tempat dimana Myro berdiri.

__ADS_1


Melihat pasukan yang datang, Myro sedikit kaget sebelum tersenyum dan mendekati pasukan tersebut "Jendral Herfu, aku tidak pernah berpikir kau akan datang membantuku kali ini! Padahal kau tidak pernah membantuku kecuali aku memanggilmu, kenapa kau datang sekarang? Aku tidak yakin Retya ikut memanggilmu kesini bukan? Belum lagi kau membawa 100.000 pasukan milikmu, apakah kau sudah menetapkan tekad untuk setia kepadaku?".


Orang yang datang tidak lain adalah Herfu bersama 100.000 pasukannya.


Sejak Carla dan Loir menyerah kepada Myro, Herfu ikut menyerah namun ia tidak benar-benar setia.


Jika bukan anak dan cucunya yang memutuskan mengikuti Myro, ia pasti tidak akan mendengarkan apa yang Myro katakan.


Oleh karena itu, Myro sedikit bingung. Kali ini, ia sama sekali tidak memanggil Herfu, kenapa Herfu datang kesini untuk membantunya?


Herfu menatap Myro hati-hati "Aku harus mengakui, pada awalnya aku membantumu sebab Carla memberitahuku supaya aku dan Grand Duke Rayde mengikuti mu. Tentunya aku tidak setuju, lagipula aku tidak menganggap dirimu cocok menjadi raja. Kau hanya seorang anak yang berasal dari Keluarga Baron kecil, kenapa aku harus setia kepadamu? Walaupun kau berhasil menjadi Duke, aku adalah jendral perbatasan utara, cuma sosok yang aku akui sebagai raja yang berhak mendapatkan kesetiaan ku".


"Jadi aku tidak pernah setia kepadamu, bahkan aku beberapa kali mempunyai pikiran untuk terus setia kepada Kerajaan Azeroth. Tetapi aku berubah pikiran sekarang, jawaban Raja Azeroth VI membuatku kecewa! Apakah itu tindakan yang dilakukan seorang raja bagi jendral yang mati setelah setia kepada dirinya?".


"Di sisi lain, aku mendengar kabar dari Pasukan Kemenangan mengenai kau yang berencana menyerang Kerajaan Diamant bagi Kelrun, apakah itu benar?".


Myro berkata penuh ketegasan "Semasa hidupnya, Kelrun adalah orang yang baik, ia adalah pahlawan dari barat Kerajaan Azeroth! Sebagai orang yang pernah menjadi Duke dari Kerajaan Azeroth, tentunya aku tidak bisa duduk diam melihat sosok pahlawan diperlakukan layaknya pemberontak! Aku mungkin tidak dapat memberi Kelrun pemakaman seperti seorang pahlawan, tapi paling tidak aku harus memberikannya pemakaman seperti seorang prajurit!".


"Begitu, pemakaman seorang prajurit ya?", kata Herfu tersenyum "Kami, 4 jendral perbatasan mempunyai hubungan yang cukup dekat akibat jabatan yang kami miliki. Aku dan Kelrun sudah seperti teman, jadi aku tahu ia pasti senang bisa dimakamkan seperti seorang prajurit".


Senyum di wajah Herfu menghilang melainkan ia berubah menjadi tegas sepenuhnya.


Herfu yang selalu berdiri tegak penuh kesombongan berlutut di depan Myro, 100.000 pasukan di belakang Herfu ikut berlutut seakan-akan mereka telah siap terhadap gerakan Herfu.

__ADS_1


"Aku, Jendral Perbatasan Utara Kerajaan Azeroth dengan ini melepaskan posisi yang aku miliki! Myro Aras, aku mengakui kau adalah orang yang cocok untuk posisi raja! Aku, Herfu bersama 100.000 pasukan milikku memberikan kesetiaannya kepadamu", kata Herfu yang berlutut "Mulai hari ini, kami bukan lagi pasukan perbatasan Kerajaan Azeroth melainkan pasukan di bawah anda, Duke Kemenangan! Selama tuan setuju, biarkan aku dan 100.000 pasukan yang aku miliki menyerang Kota Bern di barisan depan! Meskipun harus kehilangan hidupku, selama mayat Kelrun bisa dibawa kembali, aku tidak keberatan! Kami para jendral tua perbatasan sama sekali tidak tertarik hidup mewah layaknya bangsawan, kami juga tidak tertarik mempunyai kekuasaan besar! Tapi paling tidak, biarkan kami dimakamkan seperti seorang prajurit! Sebagai teman dan rekan Kelrun, aku tidak bisa duduk diam melihat mayat rekanku yang diperlakukan sebagai pemberontak!".


__ADS_2