
Myro saat ini berdiri di depan puluhan kereta yang sedang membawa makanan ini, baik itu kusir kuda ataupun para prajurit yang menjaga kereta kuda ini sebelumnya sudah menyerah atau mencoba melarikan diri.
Di belakang Myro, Ren juga selalu mengikutinya, mereka bergerak di atas kuda mereka masing-masing sambil mengamati ribuan roti yang terletak pada kereta kuda ini.
Melihat banyak sekali tumpukan roti, Myro sedikit tersenyum "Nampaknya kita sudah benar, ini adalah persediaan yang dikirimkan untuk Benteng Trock".
Falka yang sudah memburu musuh bersama pasukan Kavaleri Mongol miliknya mendekati Myro "Tuan, kami sudah selesai melakukan pemeriksaan! Ada 100 pasukan tentara bayaran dan 20 kusir kuda pada kelompok ini, sebagian besar dari mereka sudah mati pada tembakan panah kita. Lalu 20 orang memutuskan untuk menyerah sedangkan sekitar 40 orang lainnya memutuskan untuk melarikan diri, namun tuan tidak perlu khawatir! Dengan kecepatan kavaleri kami maka tidak ada seorangpun di pasukan musuh yang berhasil melarikan diri".
"Kerja yang bagus!", kata Myro senang, dengan ini maka tugas mereka hanyalah masalah makanan ini "Sekarang kita akan membawa semua makanan ini kembali, beritahu beberapa pasukan untuk menjadi kusir--".
"Tunggu dulu tuan!", kata Ren yang menghentikan tindakan Myro.
"Ada apa?", tanya Myro penasaran.
Ren menatap ke arah puluhan kereta kuda ini sebelum berkata "Terlalu berisiko untuk membawa semua kereta kuda ini kembali, lagipula kita harus melewati Benteng Trock lagi. Walaupun kita berangkat di malam hari sekalipun, musuh pasti bisa melihat kereta kuda yang lewat ini karena ukurannya cukup besar. Jika musuh mengetahui bahwa kita mengambil makanan mereka, maka mereka pasti berusaha merebutnya dengan semua resiko sebelum kita kembali ke tempat pangeran ke 4. Belum lagi membawa kereta kuda ini hanya memperlambat pasukan kavaleri kita, pasukan kita juga tidak kekurangan makanan sebab pangeran ke 4 mendapatkan dukungan makanan yang cukup dari Kerajaan Azeroth".
"Lalu apa yang akan kita lakukan dengan semua makanan ini? Kita tidak mungkin meninggalkannya disini, apabila pasukan Benteng Trock menemukan kereta yang kita tinggalkan maka mereka bisa mengambil roti ini kembali, hal itu membuat rencana kita menjadi tidak berguna", kata Myro.
"Bakar sejak kereta ini, dengan cara itu maka tidak ada yang bisa menggunakan semua roti ini lagi dan Benteng Trock tetap menjadi kelaparan", kata Ren mengingatkan.
Baik itu Myro dan Falka segera berpikir, mereka sebelumnya tidak pernah memikirkan kereta kuda yang bisa memperlambat gerakan mereka.
Setelah dipikirkan sebentar, keuntungan membawa kereta kuda ini kembali sama sekali tidak sebanding dengan resikonya yaitu mudah diketahui dan dikejar oleh pasukan dari Benteng Trock.
Beberapa saat kemudian, Myro mengangguk tegas dan membuat keputusan "Bakar semua kereta ini, sedangkan kudanya maka kita akan membawa kembali mereka semua bersama orang-orang yang menyerah untuk dijadikan sebagai tahanan. Siapapun yang mencoba melawan selama perjalanan maka kalian sendiri pasti tahu apa yang terjadi, apakah kalian mengerti?".
__ADS_1
Para tahanan itu mengangguk kepala mereka dengan cepat, walaupun mereka tidak terlalu senang menjadi tahanan setidaknya mereka lebih takut dibunuh.
Seluruh kereta langsung dibakar dengan cepat oleh Kavaleri Mongol, lalu Myro bersama pasukan serta tahanan yang ia bawa mulai bergerak kembali ke perkemahan pasukan mereka.
...----------------...
Saat ini di Benteng Trock, meskipun hari mendekati siang tapi pasukan pangeran ke 4 belum memulai penyerangan.
Ritke yang berada di atas tembok kota menatap ke arah perkemahan pasukan pangeran ke 4 dengan bingung "Apakah mereka sudah menyerah? Lagipula sudah tidak ada lagi kemungkinan bagi mereka untuk menang, mereka mungkin masih bisa menghancurkan Benteng Trock milikku tetapi untuk merebut seluruh Kerajaan Kavaleri maka itu sudah hampir tidak mungkin lagi".
Ketika Ritke mulai berpikir bahwa pasukan pangeran ke 4 sudah menyerah, seorang prajurit berlari ke arahnya dengan panik "Jendral Ritke, laporan".
Melihat prajurit yang panik serta berkeringat ini, Ritke tidak bisa untuk tidak bertanya "Ada apa?".
Ritke yang sedang duduk segera berdiri, wajahnya berubah beberapa kali sebab ia tahu bahwa dirinya sudah dijebak musuh, pangeran ke 4 ternyata menargetkan makanan milik mereka.
"Cari! Cari pasukan musuh yang berani melakukan semua ini! Jangan biarkan mereka kembali ke perkemahan Kerajaan Azeroth!", teriak Ritke marah, tanpa makanan maka pasukan elit miliknya sekalipun sama sekali tidak bisa bertarung.
"Baik, jendral!", teriak pasukan itu yang pergi secepat mungkin untuk bersiap.
Ritke kembali duduk dengan wajah suram, ia sedang memikirkan cara untuk menyelesaikan masalah ini.
Duke pasti tidak bisa menyiapkan makanan sebanyak itu kepada mereka lagi paling tidak untuk seminggu, sedangkan keluarga kerajaan terletak cukup jauh dari sini. Perjalanan untuk mengumpulkan makanan dan membawanya sudah cukup untuk menghabiskan waktu lebih dari seminggu.
Kerajaan Kavaleri memiliki wilayah yang sangat kecil, berbeda dari Kerajaan Azeroth. Bahkan luas seluruh Kerajaan Kavaleri hanya sama seperti sebuah provinsi di Kerajaan Azeroth, oleh karena itu Kerajaan Kavaleri tidak bisa menyiapkan makanan untuk 2000 prajurit tanpa persiapan sebelumya.
__ADS_1
Jadi sebenarnya Ritke tidak peduli terhadap menangkap Myro dan yang lainnya, semua kereta sudah dibakar sehingga meskipun Myro di tangkap sekalipun maka semua makanan mereka tidak akan kembali lagi.
"Apakah tidak ada cara lain?", kata Ritke yang merasa sakit kepala, ia memang hebat dan memiliki banyak strategi untuk berperang namun ia tidak memiliki ide apapun untuk menyelesaikan masalah hilangnya makanan ini.
...----------------...
Di sisi lain, Myro dan yang lainnya sudah kembali ke perkemahan pangeran 4.
Bagaimanapun mereka sudah langsung pergi sejak membakar semua kereta itu, jadi mereka bisa tiba di perkemahan sebelum Ritke mengetahui berita mengenai kereta yang terbakar tersebut.
Melihat Myro dan pasukannya yang kembali bersama tahanan, prajurit yang menjaga perkemahan segera melaporkan masalah ini ke pangeran ke 4.
Tidak lama kemudian, pangeran ke 4 bersama para petinggi dan beberapa prajurit muncul, pangeran ke 4 melangkah maju mendekati Myro yang datang sambil berkata dengan bersemangat "Bagaimana hasilnya? Dimana kereta persediaan makanannya?".
"Karena terlalu berisiko untuk membawanya kembali maka kami membakarnya, dengan cara itu maka Benteng Trock tidak bisa mengambil semua makanan itu lagi dan kami bisa melarikan diri dengan cepat. Apakah tidak apa-apa kami membakar semua kereta itu?*, tanya Myro.
Mendengar jawaban Myro semua orang berteriak senang, bahkan pangeran ke 4 tertawa keras "Tidak masalah, kita sama sekali tidak kekurangan makanan! Dengan ini maka kita semua menang! Tanpa makanan maka pasukan musuh hanya bisa mati kelaparan!".
Ketika semua prajurit yang ada di tenda berteriak seperti sudah menang, Ren memutar matanya dan membuka kipas lipat di tangannya "Aku rasa ini terlalu awal untuk merayakan kemenangan".
Pangeran ke 4 yang baru merasa senang segera kehilangan senyumnya, lagipula Ren sudah memberinya ide yang sangat hebat untuk mendapatkan makanan musuh, oleh karena itu pangeran ke 4 sudah mengakui kecerdasan Ren.
"Apa maksud Nona Ren? Apakah musuh masih bisa menyerang lagi dengan keadaan lapar?", kata pangeran ke 4 dengan hati-hati.
Ren mengangguk dan menatap ke arah Benteng Trock "Sebentar lagi akan terjadi pertarungan terakhir, pertarungan penentuan untuk mengetahui siapa pemenang dan yang kalah!".
__ADS_1