
Semua orang kembali duduk di kursi mereka masing-masing dan menatap ke arah Ren yang berdiri di samping Myro, Luin yang sudah memiliki wajah iri sekarang berkata dengan tidak senang "Cepat katakan rencana mu! Selama kau membuat rencana yang buruk, aku pasti tidak akan setuju! Bagaimanapun kita tidak bisa kehilangan banyak pasukan lagi!".
Luin sekarang benar-benar iri dengan Myro yang akan mendapatkan gelar bangsawan apabila Ren benar-benar bisa membawa mereka menuju kemenangan, lagipula ia memang anak Marquis namun bukan berarti ia bisa langsung menjadi bangsawan.
Luin memiliki banyak kakak yang lebih tua serta berpengaruh daripada dirinya, oleh karena itu ia tidak memiliki kesempatan untuk mewarisi gelar Marquis milik ayahnya.
Jadi ia memutuskan untuk mengikuti pangeran ke 4 berperang, ia tahu bahwa selama dirinya bisa membantu pangeran ke 4 menang maka ia kemungkinan besar mendapatkan gelar bangsawan juga.
Apabila ia berhasil mendapatkan gelar bangsawan tanpa bantuan keluarganya, maka ayahnya pasti memberikan penilaian berbeda pada dirinya, bahkan tidak menutup kemungkinan ayahnya mengubah dirinya menjadi pewaris gelar Marquis. Hal ini membuat Luin semakin bertekad untuk mendapatkan gelar bangsawan dengan kekuatannya sendiri agar ayahnya bisa mengakui dirinya.
"Kau tidak perlu khawatir, aku tidak sebodoh dirimu yang membuat kita kehilangan 2000 pasukan", kata Ren dengan tidak peduli, Luin yang mendengar itu akan kembali meledak tapi Ren tidak memberinya waktu lagi untuk berbicara.
Ren menatap semua orang sebelum berkata "Aku yakin kalian semua sudah tahu bahwa Benteng Trock ini memiliki pertahanan yang sangat kuat, dijaga oleh 2000 pasukan ahli serta dipimpin jendral terkenal dari Kerajaan Kavaleri. Jika kita pikirkan baik-baik, maka hampir tidak ada kelemahan pada benteng ini".
"Kau benar, aku pernah bertarung sekali melawan Ritke dulu, kekuatannya tidak lebih lemah dariku", kata Jerat setuju terhadap perkataan Ren.
"Lalu apa yang harus kita lakukan?", tanya pangeran ke 4 dengan khawatir, berdasarkan perkataan Ren barusan maka hampir tidak ada kelemahan pada Benteng Trock.
"Benteng ini memang kuat, namun apakah kalian melupakan sesuatu? Tidak peduli seberapa kuat suatu pasukan, mereka pasti membutuhkan makanan. Masalahnya mereka pasti tidak bisa menyimpan makanan dengan jumlah besar di Benteng Trock, apalagi aku mendengar bahwa makanan utama di Kerajaan Kavaleri ini merupakan roti. Paling banyak, roti mereka bisa bertahan selama 5 hari sebelum mulai berjamur dan tidak bisa di makan lagi", kata Ren menjelaskan "Ketika makanan mereka sudah tidak bisa di makan lagi, maka apa yang harus mereka lakukan?".
__ADS_1
Ketika semua orang sedang berpikir, Jerat yang sudah sering berada di medan perang berkata "Bukankah sudah jelas, mereka hanya perlu membiarkan prajurit dari kota lain di wilayah terdekat mengirim mereka persediaan roti baru! Bagaimanapun ada banyak bangsawan Kerajaan Kavaleri yang bersedia memberikan roti mereka selama Benteng Trock bisa bertahan, jika Benteng Trock hancur maka yang akan di serang berikutnya adalah mereka--".
Tiba-tiba Jerat berhenti berbicara, ia membuka matanya lebar-lebar lalu berdiri dan berkata penuh rasa terkejut "Tunggu dulu, apabila kita bisa menghentikan Benteng Trock mendapatkan roti ini maka mereka pasti--".
"Para prajurit Benteng Trock pasti kelaparan", kata Ren tersenyum percaya diri "Tidak peduli seberapa kuat pasukan musuh, selama mereka kelaparan dan panik maka pasukan terkuat di dunia sekalipun tidak jauh berbeda dari pemula!".
Seluruh orang di ruangan itu menjadi diam, mereka tidak pernah berpikir untuk menghentikan makanan musuh, bahkan Luin membeku akibat terkejut.
Pangeran ke 4 tidak memperhatikan Luin melainkan ia lebih tertarik terhadap rencana Ren, ia tidak bisa untuk tidak bertanya "Tapi kita harus menentukan jalan yang dilewati pasukan yang membawa makanan ini, lagipula ada 3 kota yang dekat dari Benteng Trock, kita harus menentukan kota mana yang kemungkinan besar membawa persediaan makanan tersebut".
"Tidak perlu!", kata Ren yang langsung menunjuk ke arah sebuah kota di peta "Benteng Trock pasti mendapatkan makanan dari kota ini!".
Semua orang menatap ke arah kota yang ditunjuk Ren, di antara 3 kota paling dekat dari Benteng Trock maka kota ini merupakan yang paling jauh.
Melihat Luin berusaha menganggu nya, Ren sama sekali tidak marah melainkan hanya berkata "Apakah kau bodoh? 2 kota yang lain adalah milik Viscount dari Kerajaan Kavaleri, karena wilayah mereka yang kecil maka Viscount di Kerajaan Kavaleri hanya menguasai 1 kota yang berbeda dari Kerajaan Azeroth. Masalahnya, apakah Viscount yang menguasai 1 kota memiliki kemampuan yang cukup untuk menyediakan makanan bagi 2000 pasukan?".
Semua orang di ruangan itu mengangguk, 1 kota tidak mungkin bisa menyediakan makanan bagi 2000 orang, lagipula setiap kota memiliki penduduk mereka sendiri yang harus diberi makan juga. Oleh karena itu, hasil ladang sebuah kota sama sekali tidak cukup untuk memberi makan 2000 pasukan.
Ketika semua orang sudah setuju dengannya, Ren kembali menunjuk ke kota yang ia pilih di awal "Namun kota ini berbeda, penguasanya adalah Duke Kerajaan Kavaleri yang memiliki 5 kota di bawah kekuasaannya, sedangkan Gran Duke maka Kerajaan Kavaleri sama sekali tidak memiliki bangsawan setinggi itu sebab wilayah mereka terlalu kecil. Bahkan mereka hanya bisa memiliki 1 Duke, lalu hanya Duke ini juga yang bisa memberi makan 2000 pasukan dengan hasil ladang dari 5 kota miliknya. Jika pangeran ke 4 tidak percaya, maka aku tidak bisa mengatakan apapun lebih banyak lagi, pangeran ke 4 bisa membuat rencananya sendiri".
__ADS_1
Pangeran ke 4 langsung berdiri penuh semangat "Bagaimana mungkin aku tidak percaya? Jangan dengarkan Luin, anak itu tidak mengerti dengan apa yang kau katakan. Nona Ren, terima kasih atas saran anda, strategi yang anda buat memang sangat hebat, aku akan membiarkan pasukan elit kerajaan bersiap untuk menghentikan--".
"Pangeran, aku memiliki saran lain", kata Ren yang masih melihat peta tersebut.
"Saran? Aku dengan senang hati menerima saran dari Nona Ren!", kata pangeran ke 4 sambil tersenyum, ia sudah menganggap Ren sebagai harapan terakhirnya.
"Kenapa tidak membiarkan Tuan Myro dan pasukan kavaleri nya yang mengambil tugas ini! Lagipula kavaleri bisa bergerak cepat yang membuat gerakan mereka untuk mencuri makanan musuh menjadi lebih mudah! Pasukan kavaleri bisa bergerak pada malam hari agar musuh di Benteng Trock tidak menyadari gerakan kita, belum lagi sebagian besar pasukan kavaleri Tuan Myro sangat ahli memanah. Aku rasa semua orang sudah melihatnya sendiri bagaimana kapten Falka bisa menembak jendral musuh dari jauh, dengan itu maka mereka lebih cocok untuk memburu kereta makanan musuh daripada pasukan elit Kerajaan Azeroth yang memakai zirah besi berat. Mereka memang kuat tapi zirah besi itu membuat mereka bergerak menjadi lambat, oleh karena itu mereka tidak cocok untuk mengambil tugas ini", kata Ren.
Pangeran ke 4 berpikir sebentar sebelum berkata "Aku rasa ini memang ide yang tepat, bagaimana menurut kalian?".
Jerat langsung berdiri "Strategi ini sangat hebat, bagiamana mungkin aku Jerat tidak setuju dengan strategi sehebat ini? Aku setuju!".
Lohen mengangguk ringan dan masih duduk di kursinya "Aku setuju".
Firhel ikut mengangguk "Kecerdasan Nona Ren membuat aku kagum, jika ada kesempatan maka aku tertarik untuk saling bertukar pikiran dengan Nona Ren, aku setuju dengan rencana ini".
Ren tersenyum sopan terhadap tawaran Firhel "Apabila ada kesempatan setelah perang ini selesai, maka kita mungkin bisa saling berbicara, Nona Firhel".
Saat ini hanya Luin yang masih belum memberikan jawaban, ia hanya mengarahkan kepalanya ke samping tanpa mengatakan apapun.
__ADS_1
Pangeran ke 4 tidak menanggapi Luin yang iri, ia hanya berkata "Karena semua orang yang ada disini sudah setuju, maka kita juga bisa memulai rencana ini! Semua orang harus saling bekerja sama agar tugas ini bisa berhasil, jika aku mengetahui ada yang tidak bekerja dengan baik maka aku pasti membuat orang itu menyesal!".
"Baik, pangeran!", teriak semua orang di ruangan ini yang langsung berdiri sambil memberi hormat.