PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 319 : KENAPA KAU PERCAYA MEREKA AKAN DATANG?


__ADS_3

Raja Diamant I sama sekali tidak menjawab pertanyaan Ramond melainkan duduk diam di atas kudanya tanpa mengatakan sepatah katapun, bahkan Ramond yang sudah mengenal Raja Diamant sejak lama menjadi sangat khawatir sebab ia tidak tahu apakah raja sedang marah atau sedih sekarang.


Ragu-ragu sebentar, Ramond berusaha membujuk lagi sebab Raja Diamant I tidak memberikan jawaban apapun "Yang mulia, aku mengerti anda pasti marah akibat harus dianggap kalah dari Duke Kemenangan oleh seluruh bangsawan dan pejabat kerajaan. Tetapi aku harap yang mulia akan melupakan kemarahannya sebentar untuk kemenangan di masa depan, jika kita terlambat mundur serta menyebabkan seluruh pasukan kavaleri elit kita terbunuh disini, kerugiannya terlalu besar! Oleh karena itu, yang mulia harus memberitahu pasukan kavaleri dan Jendral Ferta secepat mungkin untuk mundur".


Raja Diamant I sedikit menatap Ramond sebelum mengamati menuju medan perang kembali "Aku mengerti apa yang kau katakan, jangan khawatir! Aku bukan orang bodoh yang akan terus bertarung tanpa keuntungan apapun melainkan kerugian besar, aku diam bukan karena marah akibat kalah. Lebih tepatnya, aku harus mengakui, Duke Kemenangan memang tidak boleh diremehkan! Sebelum mundur, aku harus berbicara sekali kepadanya, aku akan bertanya sesuatu kepada Duke Kemenangan!".


Tanpa menunggu jawaban Ramond, Raja Diamant bergegas pergi menuju medan perang bersama kuda dan pengawalnya "Ramond, beritahu agar kavaleri segera mulai bersiap untuk mundur! Aku mengakui kekalahan ku hari ini! Setelah aku selesai berbicara dengan Duke Kemenangan, kita akan pergi dari sini!".


Melihat Raja Diamant I yang pergi tanpa menunggu pendapatnya, Ramond sedikit tidak bisa berkata-kata. Namun Ramond sama sekali tidak kaget terhadap sikap Raja Diamant, ketika ia mengakui dan penasaran terhadap seseorang, Raja Diamant I pasti bertanya kepada orang tersebut tanpa ragu sekalipun berada di tengah medan perang.


Jadi Ramond tidak terkejut terhadap Raja Diamant I yang pergi menemui Myro, melainkan ia memberitahu pasukan di sekitar serta bersiap untuk mundur.


...----------------...


Di sisi lain medan perang, Myro berada di barisan depan pasukan bersama Falka, Yorou, dan Ren yang terus mengikuti di belakangnya. Dengan 4 orang kuat yang mengikuti serta 50.000 Pasukan Kemenangan yang merupakan pasukan elit, tidak ada masalah terhadap perlindungan Myro di tengah medan perang walaupun ia berada di barisan depan.


Myro menebas musuh di depannya sebelum berhenti sebab ia mendengar suara drum dan terompet dari pihak musuh "Apakah musuh akhirnya memutuskan untuk mundur?".

__ADS_1


Ren yang ada di samping menghela nafas "Meskipun kita mempunyai kesempatan besar mengalahkan Raja Diamant I hari ini, tapi kerugian di pihak kita pasti besar yang hanya memberi keuntungan kepada Raja Azeroth VI. Oleh karena itu, mundurnya pasukan Raja Diamant I merupakan hal yang bagus bagi kita".


Myro mengangguk setuju terhadap pendapat Ren, lagipula sejak awal ia tidak berencana berperang sampai mati melawan Raja Diamant I hari ini.


Alasannya bukan karena Myro takut terhadap Raja Diamant I atau tidak mampu melakukannya, tapi Myro tidak menemukan keuntungan apabila ia membunuh Raja Diamant I. Sebaliknya, setelah membunuh Raja Diamant I, Myro akan mengalami kerugian besar yaitu pasukannya pasti mengalami kerugian berat serta Raja Azeroth VI dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk merebut Kerajaan Diamant yang kehilangan raja mereka.


Ketika Kerajaan Diamant telah direbut, Raja Azeroth VI pasti menyerang Myro yang terluka tanpa memberinya kesempatan memulihkan diri.


Karena alasan tersebut, membunuh Raja Diamant I bukan keuntungan melainkan kerugian. Paling tidak sampai kekuatan Myro cukup kuat sampai-sampai tidak perlu ragu lagi untuk melawan 2 kerajaan.


Karena Falka ditunjuk sebagai jendral utama, ia memimpin Pasukan Kemenangan yang merupakan pasukan terkuat Myro di perang ini. Jadi Retya yang merupakan pemimpin Pasukan Kemenangan, ia menjadi kapten Kavaleri Mongol melawan pasukan Raja Diamant I.


"Aku mengerti, tuan!", teriak Falka setuju "Seluruh pasukan, ikuti aku! Kejar musuh dan bunuh sebanyak mungkin, jangan berikan mereka kesempatan melarikan diri!".


"Serang!", teriak pasukan di belakang Falka yang bergegas maju bersamanya.


Setelah Pasukan Kemenangan maju, Kavaleri Mongol di sisi kiri dan kanan pasukan serta pasukan Herfu langsung mengikuti.

__ADS_1


Myro terus maju bersama pasukannya, bagaimanapun mereka akan terus mengejar musuh hingga tiba di perbatasan, lalu kembali menuju Provinsi Kemenangan.


Tetapi di tengah jalan, Myro harus menghentikan kudanya sebab ia menemukan sosok aneh di tengah medan perang yaitu seorang pria dengan mahkota berwarna emas sedang mendekat ke arah Myro bersama kuda dan pengawalnya.


Myro yakin, pengawal di sekitar pemuda tersebut merupakan prajurit elit yang telah melalui banyak medan perang melalui aura mereka.


Tanpa menunggu orang tersebut memperkenalkan dirinya, Myro langsung mengetahui bahwa sosok yang boleh memakai mahkota serta dijaga pasukan elit sebanyak ini di Kerajaan Diamant hanya 1 orang, yaitu Raja Diamant I.


Pada awalnya Myro berpikir Raja Diamant I sudah melarikan diri mengingat pasukannya mulai melarikan diri, tapi siapa yang berpikir ternyata Raja Diamant I datang mendekati Myro.


Bukan hanya Myro yang menyadari kedatangan Raja Diamant I, pasukan kavaleri dan Ferta tentunya menyadari kedatangan raja mereka sehingga mereka berhenti mundur lalu berkumpul di sekitar Raja Diamant I untuk melindunginya.


Di bawah perlindungan ratusan ribu prajurit, Ferta yakin dapat membuat Raja Diamant I melarikan diri jika Myro tiba-tiba menyerangnya.


Setelah berjarak 500 meter, Raja Diamant I berhenti bergerak maju, ratusan prajurit berkumpul di depannya dan mengangkat perisai mereka untuk melindungi Raja Diamant I dari serangan panah.


Tanpa peduli pada penjaga di sekitarnya, Raja Diamant I berteriak "Myro, nampaknya semua berita itu benar bahwa kau adalah orang yang berbakat sampai-sampai diberikan gelar Kemenangan oleh ayahku pada usia semuda itu. Kau mungkin merasa aneh kenapa aku datang menemui mu secara langsung yang sangat berisiko, bagaimanapun kau mungkin mencoba membunuhnya. Aku datang kesini cuma untuk menanyakan 1 hal, kau boleh menjawabnya atau tidak. Myro, kenapa kau percaya mereka akan datang? Kenapa kau yakin bantuan akan tiba? Bagaimanapun tidak semua orang berani mengambil resiko kehilangan hidup mereka hanya untuk membalas rasa terima kasih kepada orang yang sudah mati, kenapa kau bisa begitu yakin mereka akan datang membantumu? Padahal kalau mereka tidak datang, kau dan seluruh pasukan mu pasti mati disini, apakah kau tidak khawatir?".

__ADS_1


__ADS_2