
Mendengar keputusan Ren, pangeran ke 4 yang sedang memikirkan mengenai siapa pengkhianatnya kembali sadar.
Ia mengangguk dan merasa bahwa keputusan Ren cepat, walaupun ia sudah memiliki beberapa kemungkinan pengkhianatnya, tanpa bukti yang cukup maka pangeran ke 4 tidak bisa melakukan apapun. Oleh karena itu, apa yang paling penting sekarang adalah kembali ke Benteng Trock sebelum pasukan bantuan musuh mengepung hutan tersebut dan menutup jalan mundur Jerat dan Falka.
Jadi pangeran ke 4 berteriak dengan keras "Beritahu seluruh pasukan untuk mundur, kita kembali ke Benteng Trock".
"Baik!", teriak prajurit yang melapor ke pangeran ke 4, ia berdiri dan langsung pergi dari ruangan ini untuk melakukan tugas yang diberikan pangeran ke 4.
Myro yang ada di samping Ren bisa menemukan bahwa sepertinya Ren masih menyembunyikan sesuatu, namun karena Ren tidak membicarakan hal tersebut kepada pangeran ke 4 maka Ren mungkin memiliki rencana lain. Jadi Myro berencana bertanya kepada Ren setelah peperangan selesai, ia yakin bahwa Ren memiliki alasan untuk menyembunyikan sesuatu dari pangeran ke 4.
Suara gong bergema di seluruh medan perang, lebih tepatnya para pasukan pangeran ke 4 mulai memukul gong tersebut.
Mendengar suara gong, pasukan yang berada di hutan terkejut. Terutama pasukan Falka dan Jerat, menurut mereka kemenangan sudah ada di depan mata, tapi kenapa mereka harus tiba-tiba mundur sekarang.
Falka menatap ke arah suara gong itu sebelum berkata dengan tegas "Semua pasukan Kavaleri Mongol mundur, simpan kembali senjata kalian! Pertarungan hari ini sudah berakhir".
Meskipun Falka adalah orang yang sangat senang bertarung, ia bukan orang bodoh yang bergerak tanpa berpikir. Suara gong itu pasti merupakan ide Ren yang berarti bahwa ada alasan kenapa mereka harus mundur.
Pasukan Kavaleri Mongol menyimpan senjata mereka tanpa ragu lalu mulai mengikuti Falka untuk pergi dari tepat ini, walaupun mereka merasa bingung tapi sebagai prajurit elit maka mereka harus siap bergerak cepat sesuai keputusan yang ada.
__ADS_1
Dengan mundurnya Kavaleri Mongol, Jerat berteriak "Semua pasukan mundur, pertarungan sudah berakhir! Siapapun yang keras kepala untuk tetap tinggal disini dan mengalahkan musuh, maka kalian harus menerima resikonya sendiri".
Setelah teriakan Jerat, 1000 pasukan infanteri elit Kerajaan Azeroth mulai mundur.
Sekarang hutan yang menjadi tempat pertarungan sebelumnya sudah menjadi kosong, selain tumpukan mayat maka tidak ada apapun di hutan ini lagi.
Raja Kavaleri II sedang memimpin 6000 pasukannya untuk mengepung hutan tersebut, tapi karena mereka bukan kavaleri yang memiliki kuda maka gerakan 6000 pasukan ini sangat lambat. Bagaimanapun jumlah pasukan mereka terlalu banyak, hal ini tentunya mempengaruhi kecepatan pergerakan mereka.
Ketika melihat bahwa pasukan musuh yang ada di hutan sudah mulai mundur sebelum mereka tiba, wajah Raja Kavaleri II menjadi suram "Nampaknya ahli strategi musuh memang tidak bisa diremehkan, ia sangat menentukan kapan pasukan harus menyerang dan kapan mereka harus mundur, tidak aneh jika Ritke kalah dari orang seperti ini. Mungkin Kerajaan Kavaleri sudah tidak bisa bertahan lagi".
"Yang mulia, pasukan musuh mulai mundur, apa yang harus kita lakukan? Apakah kita akan mengejar mereka?", tanya seorang prajurit di belakang Raja Kavaleri II.
"Baik, yang mulia!", teriak prajurit itu hormat.
...----------------...
Di sisi lain, Myro dan yang lainnya mulai mundur kembali ke Benteng Trock.
Ren yang terus mengikuti Myro setiap waktu agar bisa melindunginya berkata dengan sedikit kecewa "Sepertinya musuh tidak mengejar kita, padahal apabila mereka masih keras kepala untuk mengejar maka aku sudah menyiapkan hadiah lain untuk mereka. Raja Kavaleri II memang tidak sebodoh itu, ia tidak akan terjebak di kesalahan yang sama lagi".
__ADS_1
Saat ini Myro dan Ren sudah tidak bersama pangeran ke 4 lagi, hanya ada mereka, ibu Myro dan Falka bersama Kavaleri Mongol yang mengikuti mereka kembali ke Benteng Trock sambil menjaga mereka. Sedangkan pangeran ke 4 maka ia berada di posisi paling depan bersama 4000 pasukan elit Kerajaan Azeroth yang dipimpin oleh Jerat.
Karena tidak ada lagi pangeran ke 4, Myro tidak bisa untuk tidak bertanya "Ren, apa yang kau sembunyikan dari pangeran ke 4? Apakah itu sesuatu yang penting?".
Ren sedikit terkejut, ia menatap Myro sebelum tersenyum lembut "Nampaknya aku memang tidak bisa menipu tuan, tuan benar-benar memiliki mata yang tajam. Sebenarnya Ren tidak mengatakannya hanya dengan pangeran ke 4 serta setiap orang yang lainnya, jika itu tuan maka Ren akan memberitahukannya tanpa ragu, lagipula informasi ini pasti membawa terlalu banyak masalah apabila orang-orang mulai mengetahuinya. Terutama ketika pangeran ke 4 tahu, hal ini pasti menjadi masalah besar yang membuat gagalnya merebut Kerajaan Kavaleri".
"Masalah besar? Apakah ini berhubungan dengan informasi pengkhianat yang kau katakan sebelumnya?", tanya Myro lagi, mereka masih cukup jauh dari Benteng Trock sehingga tidak ada salahnya untuk saling berbicara.
"Tuan tepat, Ren selalu kagum terhadap kecerdasan tuan", kata Ren penuh penghargaan "Tuan, menurutmu siapa yang merupakan pengkhianat di kelompok kita? Aku yakin tuan pasti sudah memikirkan beberapa orang yang merupakan kemungkinan pengkhianatnya bukan?".
"Apakah itu Luin? Aku memikirkan bahwa Luin memiliki kemungkinan paling besar untuk berkhianat sebab akhir-akhir ini ia selalu dimarahi pangeran ke 4", kata Myro sambil berpikir "Selain dirinya maka hanya ada Lohen yang merupakan anak dari Earl Arno yang paling kuat di Benua Utara Kerajaan Azeroth. Bagaimanapun para bangsawan cukup bermusuhan terhadap kakek pangeran ke 4 yang merupakan jendral di pihak para militer yang bekerja keras, bukan mendukung mereka yang memiliki latar belakang bangsawan ataupun lulusan dari akademi".
"Sedangkan untuk Firhel maka aku tidak terlalu mengenalnya, aku tidak tahu apakah ia memiliki alasan untuk mengkhianati pangeran atau tidak. Untuk Jerat maka ia merupakan orang yang paling kecil kemungkinannya mengkhianati pangeran, jadi aku merasa Luin merupakan pelakunya".
Ren menutup kipas lipatnya "Tuan memang tidak salah, sebagian besar orang pasti berpikir seperti tuan. Bahkan aku melihat bahwa pangeran ke 4 mencurigai Luin, setelah kita sampai di Benteng Trock maka pangeran ke 4 pasti berencana melakukan pemeriksaan besar-besaran di setiap petinggi, terutama Luin. Namun aku bisa memberitahu tuan lebih dulu bahwa Luin bukan pelakunya".
Myro terkejut "Jika bukan Luin, maka siapa yang mengkhianati pangeran?".
"Sebentar lagi tuan akan segera tahu!", kata Ren tersenyum secara rahasia tanpa memberitahu Myro jawabannya, hal ini membuat Myro menjadi semakin penasaran.
__ADS_1