PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 296 : TANTANGAN RAJA DIAMANT I


__ADS_3

Melihat pedang Kelrun yang menuju ke arah dirinya, Sordas merasakan krisis hidup dan mati.


Padahal ketika ia mempelajari serta meningkatkan kemampuan tubuh besi miliknya, Sordas sudah lama tidak merasa krisis. Apalagi sejak ia bergabung dengan Raja Diamant I, Sordas selalu mengalahkan musuhnya tanpa masalah.


Tetapi kali ini ia merasakan krisis kematian yang telah lama tidak ia rasakan, oleh karena itu Sordas mencoba menghindar.


Sebelum Sordas menghindar tepat waktu, pedang Kelrun tiba tepat di lehernya.


Kemampuan Pedang Tajam Kelrun menebas tubuh besi Sordas dengan mudah. Saat pedang Kelrun menyentuh leher Sordas, darah jatuh dari lehernya.


Selama pedang Kelrun bergerak sedikit lagi, ia pasti membunuh Sordas sebab leher merupakan bagian fatal dari seseorang.


Namun tiba-tiba sebuah panah besi bergegas cepat menabrak pedang Kelrun.


"Brak!".


Kelrun harus mundur sejauh beberapa meter akibat tabrakan panah besi barusan, pedangnya yang hampir menebas leher Sordas ikut mundur dan gagal membunuh targetnya.


Sordas yang ada di sisi lain menyentuh luka tebasan pada lehernya sambil berkeringat dingin. Meskipun luka tebasan pada lehernya hanya luka kecil, jika panah besi barusan tidak datang tepat waktu, ia pasti mati, bukan hanya menerima luka kecil seperti sekarang.


Setelah merasa hampir mati, Sordas menatap ke belakang, lebih tepatnya ia melihat Ferta yang memegang busur.


Nampaknya panah barusan merupakan bantuan Ferta, Sordas menjadi semakin berterima kasih kepada Ferta sehingga ia menundukkan kepalanya sedikit.


Ferta melihat gerakan Sordas yang sedikit membungkuk sebagai tanda terima kasih, ia melambaikan tangannya yang menunjukkan bahwa Sordas tidak perlu berterima kasih. Sebagai 7 jendral di bawah Raja Diamant I, sudah seharusnya mereka saling membantu.


Kelrun yang mundur beberapa meter menatap tajam menuju Ferta, lalu perhatiannya kembali terpusat kan kepada Sordas "Pada awalnya aku berpikir pria tubuh besi sudah sangat merepotkan, jika bukan karena aku lebih memiliki banyak pengalaman bertarung, aku tidak mungkin membunuhnya semudah tadi! Namun sekarang ada juga pria pemanah yang lebih merepotkan daripada pria tubuh besi, pangeran ke 7 benar-benar tidak mudah! Dimana ia menyembunyikan 2 jendral yang berbakat dari mata Raja Azeroth V selama masih hidup?".


Ketika Kelrun sedang berpikir, sebuah teriakan terdengar dari belakangnya "Jendral, pegang tanganku!".


Kelrun menatap ke belakang dimana ratusan ribu pasukannya yang mencoba melarikan diri akan melewati dirinya.


Ada beberapa pasukan yang telah melewati Kelrun, tapi ia mempunyai 100.000 pasukan kavaleri elit sehingga tidak aneh apabila terdapat pasukan di belakang.


Beberapa kavaleri mengulurkan tangan mereka untuk menangkap Kelrun.


Bagaimanapun Kelrun telah kehilangan kudanya, jadi mereka menawarkan Kelrun untuk naik ke atas kuda mereka lalu melarikan diri bersama.

__ADS_1


Kelrun berencana menangkap uluran tangan pasukannya, tapi beberapa panah kembali datang yang membuat Kelrun harus menebas semua panah memakai pedangnya.


Ferta yang menembak Kelrun berkata dingin "Jangan pikir kau bisa melarikan diri! Sordas, bunuh Kelrun! Jangan pedulikan pasukannya, selama kita membunuh Kelrun, tugas kita selesai!".


"Aku mengerti!", kata Sordas yang bergegas maju menuju Kelrun.


Melihat 2 jendral musuh bergegas menuju dirinya agar ia tidak melarikan diri, Kelrun berteriak ke kavaleri yang mulai bergegas melewatinya "Pergi! Jangan melihat ke belakang! Ingat tugas kalian, kalian harus kembali menuju Kerajaan Azeroth hidup-hidup".


Setelah berteriak, Kelrun mengangkat pedangnya dan menebas menuju Sordas.


2 Jendral Raja Diamant benar-benar menahannya, mereka tidak memberi kesempatan sedikitpun bagi Kelrun melarikan diri.


Pasukan Kavaleri hanya dapat melihat Kelrun yang sedang bertarung melawan 2 jendral musuh serta dikepung banyak pasukan lainnya.


Meskipun mereka berencana membantu jendral mereka, pada akhirnya mereka menolak sebab di tengah barisan 100.000 pasukan kavaleri, terdapat kereta kuda yang tidak lain merupakan tempat dimana istri dan anak Kelrun berada.


Kalau mereka membantu Kelrun, 300.000 pasukan musuh pasti mengepung mereka dan membunuh mereka secara perlahan-lahan.


Bahkan jumlah pasukan mereka sekarang sudah kurang dari 50.000, apabila mereka membantu Kelrun, tidak mungkin melarikan diri dari pengepungan. Terutama anak dan istri Kelrun di kereta kuda, mereka pasti terjebak.


Penuh rasa sedih, mereka meninggalkan Kelrun dan berusaha menembus pengepungan musuh.


Sepanjang jalan berusaha menembus pengepungan musuh, pasukan mereka selalu berkurang akibat terbunuh oleh pengepungan musuh.


Walaupun begitu, mereka sama sekali tidak takut. Semua pasukan Kelrun sekarang hanya memiliki sebuah rencana yaitu mereka bisa mati, tapi Keluarga Kelrun harus kembali menuju Kerajaan Azeroth.


Menatap pasukannya yang semakin menjauh, Kelrun yang sedang berhadapan melawan Sordas tersenyum "Pergi! Pastikan kalian kembali menuju Kerajaan Azeroth!".


"Kelrun, jangan alihkan perhatianmu ketika berhadapan melawan musuh atau kau pasti menyesal!", teriak Sordas yang memukul ke arah Kelrun.


Menghindari tinju Sordas dengan mudah, Kelrun berusaha menebasnya lagi memakai kemampuan Tebasan Tajam miliknya.


Namun panah Ferta muncul yang menganggu serangan Kelrun.


Apabila 1 lawan 1, Kelrun pasti menang. Masalahnya Ferta dan Sordas saling bekerja sama yang menutupi kelemahan masing-masing, karena itu Kelrun terus ditekan hingga akhirnya ia harus melawan 2 jendral di bawah pengepungan ratusan ribu prajurit.


Tidak peduli seberapa kuat Kelrun, ia tidak dapat melawan ratusan prajurit sendirian.

__ADS_1


Pada hari ke 2 setelah perang, akhirnya berita kematian Jendral Kelrun, Jendral Perbatasan Barat Kerajaan Azeroth menang.


Menurut berita yang menyebar dari pasukan Raja Diamant I yang melihat secara langsung, Kelrun terus bertarung sampai akhir.


Tidak peduli seberapa banyak tombak, pedang dan panah yang menusuk dirinya, selama ia masih hidup, Kelrun terus menyerang musuh di sekitarnya.


Berdasarkan kabar, Kelrun menghembuskan nafas terakhirnya setelah ditusuk 2 tombak, 4 pedang dan 7 panah, hal tersebut menunjukkan seberapa keras perjuangan Kelrun melawan pasukan Raja Diamant.


Walaupun begitu, kematian Kelrun bukan tanpa arti.


Di antara 100.000 pasukan kavaleri elit Kelrun, 35.000 pasukan berhasil melarikan diri menuju Kerajaan Azeroth hidup-hidup.


Sewaktu mereka tiba di perbatasan, Jendral Limo dan Rifu menyambut mereka secara langsung.


Hari ke 5 setelah berita kematian Kelrun menyebar, sebuah berita muncul yang membuat seluruh pejabat, bangsawan dan jendral Kerajaan Azeroth marah.


Jendral Perbatasan Barat, Kelrun yang telah melindungi Kerajaan Azeroth dari kerajaan lain di perbatasan barat, mayatnya digantung pada Kota Bern layaknya pemberontak.


Kota Bern merupakan kota perbatasan antara Kerajaan Diamant dan Kerajaan Azeroth, mayat Kelrun digantung pada sebuah tiang di tembok Kota Bern.


Banyak orang yang meledak marah mendengar berita tersebut, siapa Kelrun? Ia adalah jendral perbatasan dan pernah menjadi pelatih prajurit Kerajaan Azeroth, ia mungkin bukan pahlawan tapi selama hidupnya Kelrun selalu melakukan yang terbaik bagi Kerajaan Azeroth.


Namun Raja Diamant I menggantung sosok yang begitu berjasa bagi kerajaan seperti pemberontak. Kelrun mungkin musuh Raja Diamant I, tapi ia tidak seharusnya digantung seperti pemberontak.


Raja Diamant I bermusuhan melawan Kelrun dan membunuhnya, jadi tidak mungkin memberi Kelrun pemakaman seperti seorang pahlawan atau jendral. Meskipun begitu, paling tidak mayat Kelrun dimakamkan seperti seseorang pada umumnya bukan digantung layaknya pemberontak yang membuat banyak orang marah.


Dihadapan kemarahan banyak orang pada Kerajaan Azeroth, Raja Diamant I sama sekali tidak panik melainkan menyampaikan sebuah pesan "Bukankah kalian pernah membunuh Jendral Hanto yang merupakan pengikut ku? Karena itu, sekarang aku membunuh Kelrun dan menggantung mayatnya di tembok kota agar semua orang tahu, siapapun yang berani melawanku akan berakhir seperti Kelrun serta di sisi lain ini adalah balas dendam atas kematian Jendral Hanto".


"Apabila kalian marah aku memperlakukan jendral kalian yang dianggap pahlawan seperti ini, kalian boleh datang ke Kota Bern untuk membawa kembali mayat Kelrun lalu memakamnya. Namun siapapun yang berani datang ke Kota Bern, mereka harus siap menghadapi 300.000 pasukan ku! Apakah kalian memiliki keberanian melawan 300.000 pasukan elit hanya karena mayat seorang jendral yang dianggap sebagai pahlawan? Bukanlah Raja Azeroth VI terkenal sebagai raja yang baik?".


"Kelrun telah bertarung sampai mati dan menolak menyerah sebab kesetiaannya kepada Raja Azeroth VI, apakah ia memiliki keberanian membawa kembali mayat sang jendral yang telah bertarung sampai mati untuknya? Raja kalian mungkin baik, tapi ia tidak memiliki keberanian melawanku secara langsung hanya untuk mayat seorang jendral! Kelrun yang menyedihkan, ia bertarung sampai mati bagi Raja Azeroth VI, apakah sang raja berani mencoba membawa mayatnya dari tanganku agar bisa dimakamkan seperti seorang jendral yang seharusnya?".


Perkataan Raja Diamant I yang menyebar ke seluruh Kerajaan Azeroth membuat mata semua orang menatap ke Ibukota Kerajaan Azeroth.


Mereka merasa apa yang dikatakan Raja Diamant I benar, Kelrun telah bertarung sampai mati untuk Raja Azeroth VI, apakah Raja Azeroth VI akan membiarkan mayat jenderalnya yang setia digantung seperti pengkhianat oleh Raja Diamant I?


Kalau Raja Azeroth VI membiarkan hal tersebut dan tidak berusaha mengambil tubuh Kelrun yang digantung, banyak pengikutnya yang akan kecewa terhadap sikap Raja Azeroth VI.

__ADS_1


__ADS_2