
Keberadaan kereta kuda yang dikawal 100 orang menarik perhatian para penduduk Kota Jalrus, bagaimanapun belum pernah ada orang sepenting itu yang harus dikawal 100 penjaga datang ke kota kecil seperti Kota Jalrus.
Walaupun mereka penasaran, tidak ada seorangpun yang berani mendekati kereta kuda. Bahkan para orang tua menarik anak mereka secepat mungkin, mereka takut anak-anak mereka yang penasaran membuat masalah dengan mendekati kereta kuda lalu membuat orang yang berada di kereta marah.
Kemungkinan besar orang yang ada di kereta yaitu pejabat atau bangsawan, penduduk kota kecil seperti mereka sama sekali tidak boleh mencari masalah terhadap orang penting seperti itu.
Akhir-akhir ini Kerajaan Azeroth telah memperkuat hukum yang ada dengan tujuan melindungi penduduk kecil, namun hukum yang ada tidak dapat diterapkan penuh ke seluruh kerajaan, setidaknya sekarang belum bisa.
Walikota berada di bagian depan tembok batu kota yang baru setengah selesai, nampaknya mereka kekurangan uang yang membuat tembok batu belum diselesaikan sepenuhnya.
Ia mendapatkan kabar dari Feld beberapa hari yang lalu bahwa orang yang datang untuk memeriksa secara langsung adalah Count Kemenangan, Myro Aras.
Ketika mendengar berita Feld, walikota langsung melompat dari kursinya.
Ia sangat terkejut sebab walikota sangat mengenal sosok seperti Count Kemenangan, apabila tidak ada kebetulan seperti sekarang, walikota kecil seperti dirinya pasti tidak akan bertemu orang setinggi Count Kemenangan.
Oleh karena itu, walikota mungkin tidak mampu menyiapkan pesta mewah bagi Myro sebab keuangan di kotanya yang sangat sedikit. Tapi setidaknya ia harus menunjukkan keramahannya, sebagai walikota, ia akan menyambut Count Kemenangan saat tiba di kota.
Meskipun kereta kuda Myro tiba pada siang hari, walikota telah menunggu di depan kota sejak pagi. Ia tidak marah akibat Myro yang membuatnya menunggu disini selama berjam-jam, bahkan walikota merasa tidak keberatan untuk menunggu sampai besok jika orang yang datang benar-benar Count Kemenangan.
Walikota memimpin para pegawai pemerintahannya yang lain dan berbaris di samping kereta kuda Myro, lalu mereka membungkuk "Kami menyambut kedatangan Count Kemenangan sebuah kehormatan bagi Kota Jalrus dapat didatangi oleh Count secara langsung".
Para penduduk yang mendengar teriakan walikota segera kaget, mereka memang tinggal di kota kecil tapi mereka tidak kekurangan informasi mengenai Count Kemenangan.
Lagipula Count Kemenangan merupakan penguasa wilayah mereka, bagaimana mungkin mereka tidak tahu mengenai dirinya?
__ADS_1
Apa yang membuat mereka terkejut adalah sosok Count Kemenangan yang datang ke kota mereka.
Tanpa ragu sedikitpun, penduduk di sekitar membungkukkan tubuh mereka juga "Kami menyambut kedatangan Count Kemenangan!".
Yorou melompat turun dari tempat duduk di depan kereta, ia membuka pintu samping kereta dengan hormat.
Suara langkah kaki terdengar, seorang pria dan wanita muda turun dari kereta tersebut.
Tidak ada seorangpun jejak kesombongan pada wajah pria muda atau wanita itu, pria muda tersenyum ramah kepada semua orang "Semuanya boleh berdiri, tidak perlu terlalu sopan kepadaku. Apakah kau walikota Kota Jalrus? Aku mendengar mu dari Baron Feld, ia mengatakan kau adalah walikota yang baik dan peduli pada penduduknya".
"Bahkan kau lebih mementingkan hidup penduduk daripada lepasnya jabatan mu akibat dianggap tidak mampu mengatasi wabah pertanian di Kota Jalrus. Kerja bagus, Provinsi Kemenangan membutuhkan banyak walikota bijak dan baik seperti dirimu".
Myro melangkah maju dan menepuk pundak walikota tersebut, ia telah mendengar lebih banyak lagi dari Feld seperti walikota Kota Jalrus memang orang yang peduli pada penduduk.
Pajak kota tidak pernah dipakai sang walikota untuk kepentingannya sendiri, melainkan ia menggunakan semua pajak pada pengembangan kota.
Bukan hanya itu, walikota ini sejak awal memilih untuk dikirim ke Kota Jalrus. Padahal sebagian besar orang menolak dikirim kesini sebab Kota Jalrus terkenal sebagai kota miskin, bahkan ada beberapa walikota yang memilih mengundurkan diri daripada harus memimpin Kota Jalrus.
"Terima kasih atas penghargaan Count Kemenangan! Ke depannya, aku akan berusaha lebih baik lagi agar tidak membuat Count Kemenangan kecewa", kata walikota Kota Jalrus sangat senang.
Bagaimanapun Count Kemenangan menghargai kerja kerasnya, mungkin di antara semua walikota kecuali Baron Feld, hanya dirinya yang pernah dihargai Myro sebagai walikota.
Jadi ia yakin meskipun dirinya pensiun nanti, ia bisa bercerita kepada anak-anaknya mengenai dirinya yang pernah bertemu Count Kemenangan dan diakui kerja kerasnya.
"Benar, kau harus bekerja keras, aku berharap di masa depan kau mampu mengembangkan Kota Jalrus", kata Myro mengangguk "Kalau begitu ayo pergi melihat lahan pertanian, aku harus melihat sendiri seberapa buruk keadaan lahan yang ada sehingga jumlah bantuan yang tepat bisa dikirimkan juga".
__ADS_1
"Count Kemenangan tidak berencana beristirahat dulu? Lagipula Count Kemenangan menghabiskan waktu selama 5 hari di perjalanan, kita dapat memeriksa lahan pertanian bes--", walikota berpikir Myro mungkin lelah sehingga ia berencana menawarkan Myro beristirahat.
Tapi Myro segera melambaikan tangannya "Tidak perlu, aku tidak lelah! Apalagi masalah gagalnya pertanian tidak boleh ditunda, bantuan harus dikirim tepat waktu sebelum korban mulai berjatuhan".
Baik walikota atau penduduk yang ada sangat tersentuh sebab Myro peduli pada mereka, Myro datang sendiri ke kota kecil seperti ini yang menunjukkan seberapa baik Myro sebagai pemimpin.
Banyak penduduk membungkukkan tubuh mereka lagi "Terima kasih atas kebaikan Count Kemenangan".
Myro menggelengkan kepalanya "Sebagai seorang pemimpin, aku harus melakukan ini, kalian tidak perlu berterima kasih. Walikota, ayo kita pergi".
"Baik Count Kemenangan, silahkan ikuti aku!", kata walikota yang membawa Myro, Ren, Yorou, dan 100 pengawal lainnya bersama pegawai pemerintahan.
...----------------...
Myro berdiri di antara lahan pertanian yang terletak di sekitar Kota Jalrus, tapi ada keanehan pada lahan pertanian saat ini yaitu setengah padi di lahan hancur, mereka semua mati dan tidak bisa dipanen lagi.
Sedangkan setengah lahan yang lain masih sangat hidup, ada beberapa orang yang mulai melakukan panen di padi yang berhasil tumbuh.
Walikota berkata penuh rasa bersalah terhadap Myro "Count Kemenangan, semuanya adalah kesalahanku. Aku gagal menyadari wabah yang ada tepat waktu, apabila pemerintah dan penduduk bertindak lebih cepat, kegagalan pasti tidak akan terjadi".
Myro menggelengkan kepalanya "Tidak perlu menyalahkan dirimu sendiri, bagaimanapun wabah hama adalah sebuah bencana, bukan kesalahan penduduk ataupun dirimu. Aku sekarang mengerti keadaannya! Ren, siapkan alat tulis dan kertas, aku akan mengirim surat ke Ibukota Loth dan memberitahu Feld untuk mengirim bantuan yang sesuai".
"Baik, tuan!", jawab Ren yang mengambil barang-barang di tasnya.
Walikota dan penduduk lain membungkuk lagi "Terima kasih Count Kemenangan, terima kasih".
__ADS_1
"Aku sudah mengatakannya, sebagai Count, aku harus membantu mengatasi masalah krisis makanan yang terjadi di kota-kota kekuasaan ku", kata Myro menatap penduduk di sekitarnya.
Keadaan Kota Jalrus sangat berbeda dari Kota Loth sekarang, mungkin Kota Jalrus mirip seperti Kota Loth sebelum Myro mulai memimpin disana.