
Malam hari ke 6 penyerangan Benteng Trock, banyak sekali mayat di sekitar Benteng Trock.
Walaupun ada beberapa mayat dari prajurit Benteng Trock, namun sebagian besar mayat yang ada disini adalah mereka dari Kerajaan Kavaleri.
6000 pasukan ini memang sudah dilatih, tapi pada akhirnya mereka masih seorang penduduk yang dipersenjatai. Waktu 4 hari sama sekali tidak cukup untuk mengubah seorang penduduk menjadi prajurit yang bisa bertarung, oleh karena itu kekalahan pasukan pangeran ke 4 ini terjadi.
Pasukan miliknya memang sudah bisa berbaris dan menjadi lebih tertib, setidaknya mereka tidak akan melarikan diri seperti sebelumnya.
Masalahnya saat mereka berhasil naik ke atas tembok kota, mereka langsung disambut banyak tombak musuh.
Para pasukan ini bukanlah orang kuat seperti Jerat, Limo ataupun Falka. Jadi mereka sama sekali tidak bisa menghindari tombak itu, hal ini membuat mereka hanya bisa terbunuh setiap kali naik ke atas tembok kota.
Belum lagi serangan panah, air panas dan lemparan batu milik musuh, ketika sedang naik tangga maka para prajurit baru ini tidak bisa menghindari serangan tersebut yang menyebabkan sebagian besar dari mereka segera mati saat berada di tangga.
Hasil perang hari ini yaitu Benteng Trock kehilangan 100 pasukan sedangkan pangeran ke 4 harus mengalami kerugian sekitar 1200 pasukan.
Siapapun bisa melihat bahwa ini kekalahan Pangeran ke 4, Jendral Ritke benar-benar bisa mengalahkan lebih dari 10 kali lipat pasukan musuh yang merupakan pencapaian hebat di medan perang.
Saat ini para pangeran lain yang ada di Ibukota Kerajaan Azeroth pasti sedang menertawakan hasil ini, mereka kemungkinan besar sedang membicarakan kegagalan pangeran ke 4.
Keadaan seluruh perkemahan menjadi sangat suram, selain 1200 orang tambahan yang mati hari ini, ratusan orang lainnya terluka berat.
__ADS_1
Wajah semua prajurit menjadi sangat buruk, bahkan beberapa dari mereka sudah menangis dan takut akan kematian, mereka mengingat kembali keluarga mereka yang sudah menunggu mereka kembali. Meskipun sekarang sedang makan malam, sebagian besar prajurit tidak memiliki sedikitpun semangat untuk makan. Terutama mendengar suara teriakan kesakitan rekan mereka yang terluka berat, hal ini membuat mereka menjadi semakin sedih.
Pangeran ke 4 kembali mengumpulkan semua petingginya di tenda utama. Berbeda dari sebelumnya, seluruh tenda sekarang menjadi sangat diam.
Pangeran ke 4 hanya duduk di kursi utama sambil menundukkan kepalanya, ia tidak mengatakan apapun sejak puluhan menit yang lalu, semua orang tahu bahwa pangeran ke 4 pasti sangat marah sekarang.
Lagipula ia tidak boleh gagal, selama ia gagal merebut Kerajaan Kavaleri maka kesempatannya menjadi raja berikutnya semakin berkurang.
Tapi sekarang hanya untuk merebut Benteng Trock, mereka sudah kehilangan lebih dari 2000 pasukan, itupun mereka masih gagal merebut Benteng Trock. Jika Pangeran ke 4 tidak marah sekarang, itu akan menjadi sangat aneh.
Seluruh tubuh Luin gemetar ketakutan saat ini, ia terus berkeringat dingin karena kekalahan ini bisa dianggap akibat strateginya yang tidak tepat.
Melihat pangeran ke 4 yang terus diam, Luin tidak bisa untuk tidak berkata dengan mulut gemetar "Pangeran, aku tahu kekalahan ini merupakan kesalahanku ketika membuat strategi. Tapi kekalahan ini bukan salahku sepenuhnya, jika kita para bangsawan Provinsi Utara ini mengirim 7000 pasukan elit mereka, bukan penduduk yang dipersenjatai maka kita tidak mungkin kal--".
Sebelum Luin bisa menyelesaikan kata-katanya, pangeran ke 4 mengambil gelas di sampingnya dan melempar gelas tersebut menuju kepala Luin.
"Brak!".
Luin jatuh ke tanah akibat lemparan gelas itu, bahkan darah jatuh di kepala Luin.
Pangeran ke 4 sama sekali tidak peduli terhadap Luin yang terluka, ia menunjuk ke arah Luin dengan marah "Apabila para bangsawan di Provinsi Utara ini mengirim para prajurit elit mereka, maka aku tidak membutuhkan dirimu! Kau pikir apa gunanya ahli strategi? Apa gunanya kau menjadi lulusan terbaik akademi ahli strategi? Jika memiliki pasukan yang kuat, semua orang bisa menang tanpa memakai strategi, bukan hanya dirimu yang bisa!".
__ADS_1
Luin tidak berani melawan balik pangeran ke 4, ia hanya berlutut sambil berteriak "Luin tahu ia salah, Luin harap pangeran tidak keberatan memberikan Luin kesempatan sekali lagi! Kali ini, Luin tidak akan gagal!".
"Lupakan!", teriak pangeran ke 4 yang duduk di kursinya dengan marah "Aku sudah kehilangan 2000 pasukan akibat ide bodoh mu, apabila aku memberimu kesempatan lagi maka aku mungkin kehilangan 3000 pasukan. Selama hal itu terjadi, kesempatan merebut Kerajaan Kavaleri pasti menghilang! Luin, jika kau bukan dari keluarga Marquis maka aku pasti sudah membunuhmu karena kesalahan ini! Tetapi bukan berarti aku tidak akan membunuhmu, apabila kita gagal merebut Kerajaan Kavaleri maka kau harus membayarnya dengan hidupmu! Kakak dan adikku yang lain tidak akan duduk diam terhadap kegagalanku dan memanfaatkannya untuk menghentikan ku menjadi raja berikutnya, oleh karena itu aku tidak boleh gagal merebut Kerajaan Kavaleri ini!".
Seluruh orang di ruangan itu kembali diam sedangkan pangeran ke 4 duduk dengan wajah yang sangat berat, ia memikirkan cara untuk membalikkan kekalahan ini.
Setelah beberapa saat, pangeran ke 4 hanya bisa menatap Jerat "Apakah kau memiliki ide?".
Jerat menggelengkan kepalanya dengan senyum pahit "Pangeran, Ritke bukanlah orang sembarangan! Untuk menang sekalipun, aku kemungkinan besar harus mengorbankan 2000 pasukan lagi dari para penduduk yang dipersenjatai ini".
Melihat bahwa Jerat sekalipun sudah tidak memiliki ide, maka hanya ada 1 orang lagi yang bisa menurut pangeran ke 4.
Ia berbalik untuk melihat Limo yang berdiri diam seperti batu di belakangnya "Jendral Limo, berikan aku saran! Tanpa bantuan dari anda, maka perang ini hanya akan berakhir dengan kegagalan! Jendral Limo pasti tahu apa yang terjadi jika aku gagal disini, kakek mungkin tidak akan marah tapi kesempatanku menjadi raja berikutnya pasti menghilang! Jadi, bisakah Jendral Limo membantu kami paling tidak dengan kecerdasannya?".
"Pangeran, aku bukannya tidak membantu anda namun kakek anda yang melarang aku untuk membantu", kata Limo menolak dengan tegas.
Wajah pangeran ke 4 menjadi kecewa mendengar hal itu, tanpa bantuan Limo maka ia tidak bisa memikirkan ide lain untuk menang.
Saat ini Limo tiba-tiba berkata lagi "Tetapi bukan berarti tidak ada kesempatan bagi pangeran untuk menang walaupun tanpa bantuan ku, bukankah Tuan Myro sebelum menyerang tadi sudah memberitahu bahwa pasukan kita akan kalah? Hal ini membuktikan bahwa Myro memiliki kecerdasan yang hebat, setidaknya jauh lebih hebat daripada Luin yang membuat rencana gagal ini. Myro bisa melihat kegagalan dibalik rencana buatan Luin sebelum perang di mulai, mungkin ia bisa membantu pangeran untuk membuat rencana menuju kemenangan juga".
Pangeran ke 4 yang putus asa kembali bersinar, di waktu yang sama seluruh orang di ruangan itu menatap ke arah Myro yang duduk di posisi paling akhir dari meja pertemuan ini.
__ADS_1