PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 207 : MUSUH BERHASIL MELEWATI GERBANG KOTA


__ADS_3

"Serang!".


Teriakan peperangan bergema di seluruh Kota Rayde, puluhan ribu pasukan berbaris dan menyerbu Kota Rayde tanpa ragu.


Orang yang memimpin pertahanan Kota Rayde bukan Kartaz, melainkan Tarka.


Lebih tepatnya Kartaz mengetahui kemampuan Tarka serta julukannya sebagai ahli strategi terhebat dari jendral perbatasan, oleh karena itu Kartaz menawarkan Tarka agar mengambil posisinya selama menjaga Kota Rayde.


Selain itu para prajurit Kota Rayde yang lain ikut setuju, bagaimanapun mereka telah mengenal Tarka sejak lama dan tahu bahwa Tarka merupakan sekutu Grand Duke Rayde. Bahkan di masa lalu, Tarka sering datang kesini hingga dirinya menjadi jendral perbatasan yang membuat ia sibuk dan tidak bisa sering datang kesini lagi.


Karena hal tersebut, para prajurit mengikuti perkataan Tarka tanpa masalah.


Myro ikut menatap Tarka yang berdiri di atas tembok kota tanpa sedikitpun rasa takut. Berdasarkan pengamatan Myro, Tarka sama sekali tidak takut terhadap pengepungan 40.000 prajurit Torte, apa yang lebih dipedulikan Tarka adalah pasukan divisi 5 yang ada di belakang.


Tarka tidak bermaksud sombong, tetapi jendral sekelas Torte bukan lawan dirinya. Bukan hanya Torte, Kartaz bukan lawannya.


Sebagai jendral perbatasan yang telah ada di medan perang selama bertahun-tahun, hanya sosok seperti Herfu, Jendral Pube dari divisi 5 dan jendral elit lainnya yang memimpin pasukan kerajaan.


Perang berlangsung selama 7 hari, tembok Kota Rayde yang sebelumnya berwarna coklat sekarang berubah menjadi merah akibat darah.


Walaupun ada korban di pasukan Kota Rayde, tetapi jumlahnya tidak banyak dibandingkan pasukan Torte.


Menurut perbandingan yang ada, dengan rencana dan ketentuan Tarka, setiap 40 pasukan Torte yang menghilang maka hanya ada 1 pasukan Kota Rayde yang berkurang.

__ADS_1


Ini menunjukkan seberapa besar kemampuan Tarka sebagai jendral perbatasan, ia dapat mengurangi jumlah korban di pihaknya dan membunuh banyak pasukan musuh.


Wajah Torte yang menemukan pasukannya terus berkurang menjadi seputih kertas, tidak peduli seberapa lemah ia dibandingkan Tarka, Torte masih seorang jendral sehingga ia tahu kekalahan sudah ada di depan mata.


"Maju! Serang pasukan musuh dan rebut Kota Rayde!", sebuah teriakan datang dari belakang pasukan Torte.


Wajah Torte menjadi semakin putih lagi sebab ia tahu divisi 5 di belakangnya berhasil mengalahkan 40.000 pasukan yang ia pisahkan tadi. Di depan, Kota Rayde belum berhasil direbut sedangkan dibelakang pasukan musuh dari divisi 5 siap membunuh dirinya.


Torte menghela nafas, ia menatap ke arah Kota Rayde yang belum berubah dan tetap terlihat sangat kuat sebelum menghela nafas "Nampaknya aku kalah, aku berpikir sebagai tangan kanan Grand Duke Rayde, aku merupakan seorang jendral hebat di seluruh Kerajaan Azeroth. Tapi aku tahu aku sudah salah, pada akhirnya masih ada banyak jendral hebat di seluruh kerajaan. Kalian, bawa Nona Rilia kesini! Walaupun aku kalah dan seluruh pasukan ku terbunuh, setidaknya jika aku menawarkan Nona Rilia ke Jendral Pube dari divisi 5, aku mungkin dapat tetap hidup".


Sebelum prajurit di belakang Pube pergi untuk mengambil Rilia, seorang prajurit berlari mendekat penuh rasa panik "Jendral Torte, tidak bagus! Nona Rilia menghilang! Seluruh penjaga yang mengawal di sekitar kamarnya telah terbunuh, tidak ada jejak keberadaan Nona Rilia sedikitpun".


Torte membeku, ia tidak sebodoh itu sebab Torte memikirkan sebuah kemungkinan.


Torte yang tahu tidak mempunyai kesempatan bertahan hidup lagi memutuskan melawan sampai akhir, ia bertarung melawan pasukan divisi 5 sebelum terbunuh setelah membunuh ribuan pasukan divisi 5 penuh keberanian.


Walaupun ia bukan jendral yang ahli dengan strategi sebab dirinya kalah, tapi dari gerakan terakhir Jendral Torte, semua orang tahu bahwa Torte memang memiliki kemampuan sebagai jendral di medan perang melalui kekuatannya.


Setelah kematian Torte, pasukan divisi 5 sama sekali tidak beristirahat, mereka lanjut menyerang Kota Rayde.


Wakil Pube berkata penuh rasa khawatir "Jendral Pube, apakah tidak lebih baik membiarkan para prajurit beristirahat dulu? Bagaimanapun sosok yang memimpin pasukan Kota Rayde adalah Jendral Perbatasan Selatan, Tarka! Meskipun jumlah pasukan kita banyak, Tarka memiliki keuntungan tembok kota, tidak mungkin menang melawannya memakai pasukan yang sudah kelelahan!".


"Jangan khawatir!", kata Pube yang menatap bagian atas tembok Kota Rayde dengan percaya diri "Tujuan kita melawan mereka bukan untuk mengalahkan pasukan Kota Rayde bersama Tarka, melainkan mengulur waktu agar perhatian musuh tidak tertarik ke tempat lain".

__ADS_1


Wakil Pube tiba-tiba menyadari sesuatu "Jangan bilang jendral berencana--".


Sebelum wakilnya selesai mengatakan sesuatu, Pube berkata lebih dulu "Sekarang Kota Rayde hanya mempunyai Loir, jika Loir mati maka tidak ada lagi yang mampu mempertahankan Kota Rayde!".


...----------------...


Myro menatap ke sekitar tembok kota, pasukan masih sibuk bertarung melawan pasukan divisi 5. Meskipun pasukan Kota Rayde kelelahan, tapi ada semangat yang kuat di mata mereka.


"Nampaknya itu benar, pasukan Grand Duke Rayde mungkin bukan pasukan paling elit di seluruh Kerajaan Azeroth. Namun mereka memiliki semangat tidak mudah menyerah, selama Grand Duke tetap hidup maka mereka tidak akan berhenti bertarung sampai mati", kata Myro sedikit mengangguk, kesetiaan pasukan Grand Duke Rayde membuat Myro kagum.


Setelah itu Myro melihat sekitar lagi, tapi ia tidak menemukan Loir di tembok kota.


Yorou yang ada di belakang Myro bertanya ragu-ragu "Tuan, mungkinkah Loir telah kembali ke Istana Grand Duke Rayde? Lagipula sebagai bangsawan, ia tidak perlu memimpin pasukan sepanjang waktu".


"Sepertinya semua berjalan sesuai rencana", kata Myro turun dari atas tembok kota "Ayo pergi, panggung utama medan perang Kota Rayde bukan disini melainkan Istana Grand Duke".


Yorou dan 100 pengawal mengikuti Myro tanpa ragu, mereka tidak tahu tujuan Myro pergi menemui Loir tapi apa yang mereka tahu adalah tugas mereka untuk selalu menjaga Myro disini.


Tarka tentunya menemukan Myro yang pergi dari tembok kota, tapi ia tidak menghentikan gerakan Myro melainkan tersenyum sambil bergumam dipikirannya "Nak Myro, masalah tembok kota serahkan padaku! Sebagai gantinya, aku menyerahkan kepadamu untuk gerakan terakhir! Gerakan yang akan mengalahkan Grand Duke Rayde dan pangeran ke 7, aku menyerahkannya kepadamu!".


Sebagai jendral perbatasan selama bertahun-tahun, Tarka juga sudah mengetahui semua yang terjadi.


Tetapi ia menyadari Myro bergerak lebih dulu mengatasi masalah ini, oleh karena itu Tarka tidak perlu bertindak lagi, biarkan Myro yang mendapatkan panggung utamanya.

__ADS_1


__ADS_2