
Setelah mengetahui bahwa Kota Rorec dikepung oleh 10.000 pasukan musuh, apalagi ada 1000 Kavaleri Serigala yang tidak kalah elit dari para ksatria, Myro memanggil semua petinggi di Kota Loth tanpa ragu. Kecuali Lana yang selalu bertindak rahasia dan Retya yang berada di Kota Vendes, semua petinggi Myro dipanggil menuju villa.
Beberapa jam kemudian, semua orang berkumpul di ruang pertemuan pada villa Myro.
Myro duduk di kursi utama dengan Ren dan Falka di sampingnya, lalu diikuti oleh Lopen, Feld, Ferbas, dan Ibu Myro yang mengikuti pertemuan ini.
Semua orang duduk diam sambil mendengarkan Ren yang menjelaskan semua keadaan tersebut.
Ketika Ren sudah menjelaskan semuanya dan kembali duduk, Myro langsung berkata "Sekarang, kalian semua pasti sudah tahu seberapa pentingnya keadaan ini. Walaupun aku tahu bahwa Aclan dan para ksatria sangat kuat, tapi jumlah musuh terlalu banyak. Oleh karena itu, kita disini untuk membahas masalah mengenai berapa banyak bantuan yang harus kita kirimkan kepada Aclan".
Ferbas mengangguk setuju dengan cepat, walaupun ia sedikit sedih terhadap keadaan Baron Aras yang merupakan tuannya dulu, ia harus mengutamakan masalah yang ada di depan mata mereka sekarang.
Jadi sebagai orang yang sudah mengikuti Baron Aras sejak lama dan memahami masalah peperangan, Ferbas berkata "Tuan sudah membuat 3 kota ini makmur, bahkan ada banyak sekali persediaan makanan di gudang penyimpanan kita yang berasal dari pajak para penduduk. Dengan semua makanan tersebut, tidak ada masalah untuk menyediakan makanan bagi 5000 prajurit agar bisa berperang selama 10 bulan".
Semua orang tahu bahwa di medan perang, persediaan makanan adalah yang terpenting. Prajurit membutuhkan lebih banyak makanan saat berperang sebab mereka menghabiskan banyak energi untuk bertarung, karena hal ini maka tanpa makanan, prajurit tidak akan memiliki tenaga yang cukup untuk berperang.
Ferbas sudah membantu Feld di pemerintahan kota selama 4 bulan ini, jadi ia cukup mengerti tentang persediaan keuangan dan makanan milik pemerintah kota. Ia tahu bahwa dengan keadaan penyimpanan Myro yang sekarang, mereka bisa menyediakan makanan bagi para prajurit untuk berperang.
__ADS_1
Ibu Myro tidak mengatakan apapun, lebih tepatnya ia hanya menatap Ren dan Falka sebab ia merasa aneh.
Di tengah kesulitan, Ren selalu memberikan ide yang baik secepat mungkin kepada Myro, contohnya adalah ketika berperang melawan Kerajaan Kavaleri. Namun kali ini, Ren hanya diam tanpa mengatakan apapun, begitu juga Falka yang selalu aktif mencari izin Myro agar bisa berperang.
Ibu Myro berbeda dari Ferbas yang hanya cerdas berperang tapi tidak terlalu ahli di politik, ia tahu bahwa Ren, Falka dan Lopen kemungkinan besar memiliki ide yang lain.
Myro yang ada di pusat ruang pertemuan juga merasa aneh terhadap diamnya 3 orang yang ia panggil dari dunia tersebut, ia tidak bisa untuk tidak bertanya "Ren, Falka, Lopen, kenapa kalian tidak memberikan ide kalian? Terutama seberapa banyak pasukan yang harus kita kirim untuk membantu Aclan".
Saat Myro sudah berbicara seperti itu, Falka berdiri dari kursinya dan berbicara dengan hormat "Tuan, aku rasa kita tidak perlu mengirim pasukan apapun kepada Aclan. 3000 prajurit di Kota Rorec sudah lebih dari cukup bagi Aclan, ia pasti bisa menahan serangan musuh. Belum lagi Aclan memiliki 1000 ksatria bersamanya dan memakai tembok kota, aku yakin musuh tidak bisa mengalahkannya, musuh hanya akan membawa kembali kekalahan".
"Tuan, ini mungkin terdengar aneh tapi aku percaya kepada orang yang bisa merebut tangan dan mata kiri ku saat kami bertarung 1 lawan 1", kata Falka seakan-akan mengingat masa lalu "Julukan benteng bergerak milik Aclan bukan tanpa alasan, apabila itu masalah bertahan maka ia adalah ahlinya. Bahkan aku harus membawa 10.000 Kavaleri Mongol agar bisa mengalahkan dirinya yang memiliki 1000 ksatria waktu itu, tanpa jumlah pasukan yang banyak maka aku tidak akan bisa menang".
"Meskipun aku menang sekalipun, Aclan masih bisa mengambil tangan dan mata kiri milikku, orang itu sangat menakutkan. Jika Aclan memiliki kelemahan, aku rasa kelemahannya hanya ia yang terlalu baik dan peduli pada penduduknya sehingga membawa dirinya menuju ke kekalahan".
Myro sedikit bingung terhadap perkataan Falka, tapi Ren yang ada di samping mendekati Myro lalu berkata dengan suara kecil agar tidak ada siapapun yang bisa mendengarnya kecuali Myro "Tuan, di Dunia, Falka adalah orang yang membunuh Aclan. Saat itu benar-benar sebuah peperangan besar, mereka berperang selama 5 tahun tanpa bisa menentukan siapa pemenang dan yang kalahnya. Namun akhirnya keadaan ini berubah saat Falka menemukan kelemahan Aclan, Falka menangkap penduduk desa di wilayah Aclan dan menjadi mereka sebagai tahanan".
"Aclan yang memiliki sifat peduli pada penduduknya memutuskan untuk pergi dari benteng dan membantu penduduk yang tertangkap tersebut. Tanpa perlindungan dari benteng, Aclan yang hanya memiliki 1000 ksatria akhirnya dikalahkan oleh Falka bersama 10.000 Kavaleri Mongol. Walaupun menang dan berhasil membunuh Aclan, Falka mengalami kerugian besar. Ia harus kehilangan 700 Kavaleri Mongol serta kehilangan tangan dan mata kirinya akibat bertarung 1 lawan 1 melawan Aclan, setelah itu Aclan juga mati di bawah pedang Falka".
__ADS_1
Myro benar-benar terkejut, siapa yang berpikir bahwa Aclan dan Falka mengalami hal seperti itu di dunia.
Apalagi, Aclan seharusnya sudah mati tapi Myro masih bisa memanggilnya dari Dunia. Lalu Falka seharusnya sudah kehilangan tangan dan mata kirinya, namun ketika Myro memanggilnya dari Dunia maka Falka tidak memiliki luka seperti itu sampai sekarang sekalipun.
Nampaknya tidak peduli seberapa banyak luka yang didapatkan saat berada di Dunia, sewaktu Myro memanggil mereka maka semua luka tersebut akan menghilang.
Myro tidak bisa untuk tidak menatap Falka lagi "Tunggu, apabila kalian sampai bertarung seperti itu, apakah kalian tidak saling bermusuhan sekarang? Kenapa aku melihat kalian seperti teman?".
Falka memberikan hormat kepada Myro "Tuan, kami bertarung di Dunia bukan untuk kekuasaan atau apapun melainkan meningkatkan kemampuan kami agar bisa membantu tuan. Setelah datang kesini, kami tentunya melupakan semua masalah itu dan menjadi teman agar bisa membantu tuan mencapai tujuannya. Semua dendam dan pertarungan di masa lalu harus dilupakan, sejak datang kesini maka kami adalah rekan".
Untungnya Myro, Falka dan Ren berbicara dengan suara kecil sehingga Ferbas dan Ibu Myro sama sekali tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.
Di ruang pertemuan ini, setiap orang duduk cukup berjauhan di sekitar meja sehingga Ferbas dan Ibu Myro hanya menatap 3 orang yang berbicara dengan suara kecil itu penuh kebingungan, mereka sama sekali tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.
Melihat Ferbas dan Ibu Myro yang bingung, Ren berdiri di bawah tatapan semua orang lalu berkata "Tuan, aku memiliki rencana! Aku cukup mengenal strategi Aclan sehingga aku tahu apa yang akan dilakukan orang itu, oleh karena itu aku juga sudah menyiapkan rencana terbaik yang sesuai dengan strategi milik Aclan. Sejak para pasukan Orc itu berani datang kesini, kita tidak perlu membiarkan mereka kembali lagi ke kerajaan mereka".
Myro yang masih penasaran mengenai Dunia tahu bahwa masalah ini harus dikesampingkan lebih dulu, apa yang lebih penting yaitu menghadapai pasukan Kerajaan Orc-Goblin yang sudah ada di depan mata "Ren, katakan rencana mu, kita akan membuat musuh menyesal karena sudah berani datang kesini".
__ADS_1