
"Kakak, biarkan aku yang melakukannya!", kata Yuki percaya diri "Jika seluruh pasukan kita meninggalkan Ibukota Kerajaan Orc-Goblin, Raja Albert pasti menyadari tujuan kita yaitu menyergap serta membunuh Guliger. Jadi biarkan aku pergi bersama 2000 samurai sedangkan kakak tetap disini dengan 25.000 pasukan manusia setengah hewan yang lain supaya tidak menarik kecurigaan dari Raja Albert".
Muteki merasa rencana yang diberitahu Yuki cukup bagus, tapi ia tidak segera setuju "Yuki, apakah kau memiliki kepercayaan diri untuk menang? Guliger membawa 70.000 pasukan, sekalipun samurai merupakan pasukan elit, jumlah mereka hanya 2000. Apakah kau mempunyai kepercayaan diri untuk mengalahkan 70.000 pasukan memakai 2000 pasukan?".
"Kakak tidak perlu khawatir", kata Yuki tanpa keraguan sedikitpun "Jika aku harus membunuh 70.000 pasukan musuh, aku pasti tidak dapat melakukannya. Bagaimanapun tidak peduli seberapa kuat aku dan 2000 samurai, kami bukan lawan 70.000 pasukan. Tetapi tujuan kita cuma Guliger, bukan membunuh seluruh pasukannya".
Muteki mengangguk "Aku percaya padamu, aku serahkan Guliger dan 70.000 pasukannya kepadamu! Aku tidak peduli terhadap musuh yang lain, tapi Guliger tidak boleh hidup, apakah kau mengerti?".
Yuki mengangguk "Kakak, aku pasti tidak akan mengecewakan kakak! Terutama aku tidak berencana membuat tuan kecewa! Dengan 2000 samurai, aku pasti menangkap atau membunuh Guliger yang berani menjadi musuh tuan!".
...----------------...
Sepanjang jalan menuju Ibukota Kerajaan Orc-Goblin, Guliger merekrut semua pasukan dan Goblin yang ia lihat.
Alasannya sesuai apa yang dikatakan Raja Albert, yaitu Guliger harus membawa pasukan sebanyak mungkin untuk membantu pertahanan di ibukota.
Masalahnya Raja Albert sama sekali tidak tahu, semua pasukan Guliger telah menghilang di Kota Herisen. Jadi, Guliger tidak memiliki pilihan lain kecuali merekrut pasukan sebanyak mungkin di sepanjang jalan.
Baik itu pasukan pertahanan kota atau penduduk Goblin yang digunakan sebagai tameng, mereka semua di bawa oleh Guliger selama mereka masih dari Kerajaan Orc-Goblin.
Melihat tembok Ibukota Kerajaan Orc-Goblin yang terlihat semakin dekat, Guliger berteriak "Kita hampir tiba sebentar lagi, terus maju!".
"Baik", jawab pasukan di sekitarnya tanpa semangat atau kesetiaan apapun.
__ADS_1
Lagipula sebagian besar dari mereka bukan prajurit melainkan penduduk, terutama para Goblin. Mereka tahu tujuan mereka dibawa ke ibukota adalah digunakan sebagai tameng, bagaimana mungkin mereka merasa bersemangat saat mengetahui sebentar lagi mereka akan mati?
Oleh karena itu, mereka menjawab Guliger tanpa semangat sedikitpun.
Wajah Guliger menjadi suram, jika ini di waktu normal, semua Goblin yang terlihat putus asa pasti akan mengalami kemarahannya. Tetapi Guliger mengerti ia tidak boleh marah sekarang, apabila ia marah, ada kemungkinan semua Goblin akan memberontak melawannya.
Guliger terus berjalan di depan pasukan, ia berusaha kembali menuju ibukota secepat mungkin dan meninggalkan pasukan bodoh yang mengikutinya di belakang. Jika bukan karena Raja Albert memberitahunya untuk merekrut pasukan sebanyak mungkin, ia pasti meninggalkan pasukan ini sejak lama.
Tiba-tiba Guliger berdiri diam di tempat tanpa bergerak sedikitpun, prajurit yang lain menatap tindakan Guliger penuh keanehan. Kapten kota yang memberitahu surat Raja Albert kepada Guliger sebelumnya tidak bisa untuk tidak bertanya "Jendral, apakah ada masalah? Bukankah anda mengatakan kita harus kembali menuju ibukota secepat mungkin?".
Guliger menatap kapten itu seperti melihat orang bodoh "Apakah kau tidak mendengarnya?".
"Mendengar apa?", kata kapten bingung.
Pasukan Goblin dan Orc di belakang Guliger saling menatap. Melihat wajah ganas Guliger yang siap memakan mereka jika tidak berani maju, para pasukan cuma dapat membentuk formasi melindungi Guliger dengan ketakutan. Mereka takut akan kematian, tapi di sisi lain mereka juga takut terhadap Guliger.
Di sisi lain, pasukan terlatih yang mendekat di mulut Guliger barusan tidak lain merupakan Yuki yang memimpin 2000 pasukan samurai.
Ia menatap Guliger yang memimpin pasukannya untuk membentuk formasi penuh penghargaan "Seperti yang diharapkan dari jendral hebat, walaupun sudah kalah berkali-kali, ia memang benar-benar mempunyai kemampuan. Setidaknya dari kejauhan sekalipun, ia merasakan keberadaan ku dan pasukan samurai yang mendekat. Tapi ia tidak beruntung, karena salah memilih lawan nya! Kalau ia membawa pasukan elit Kavaleri Serigala, aku pasti mengalami beberapa masalah. Namun pasukan yang ia bawa hanya pasukan pemula, tidak membutuhkan strategi apapun untuk mengalahkannya".
Yuki mengambil sebuah busur besar di belakang tubuhnya, ia berteriak ke pasukan samurai di belakangnya "Gunakan busur kalian!".
Bersamaan teriakan Yuki, 2000 samurai bergerak tertib mengambil dan menarik tali busur mereka yang telah memiliki anak panah.
__ADS_1
Walaupun sedang turun salju, pasukan samurai tidak terlihat terganggu sedikitpun membidik anak panah mereka.
"Apa yang mereka pikirkan? Menembak panah di tengah salju? Ide bodoh, pasukan pemanah elit sekalipun pasti terganggu apabila harus menembak di tengah-tengah cuaca--", kata Guliger yang harus terhenti akibat teriakan Yuki.
"Tembak!", teriak Yuki yang melepaskan tali busurnya.
Di bawah tatapan ketakutan Guliger dan pasukan Orc-Goblin, 2000 anak panah samurai jatuh dan membunuh banyak sekali pasukan mereka. Dengan 1 kali tembakan, sekitar 500 pasukan mereka mati dan 1000 terluka. Meskipun sebagian besar korban yang mati adalah pasukan Goblin, namun terdapat beberapa Orc yang mati akibat tembakan barusan.
Padahal Orc seharusnya mempunyai kulit yang keras sehingga sulit bagi panah untuk membunuh mereka, peperangan Myro di Kota Herisen membuktikan dibutuhkan panah api untuk memberi mereka luka fatal.
Namun hal yang sama tidak berlaku bagi samurai, alasannya tidak lain yaitu samurai merupakan pemanah berat.
Setiap tembakan mereka bisa menembus zirah besi lawan.
Alasan kenapa samurai sebagai pemanah berat mempunyai kekuatan menakutkan dari setiap tembakkan panah mereka yaitu bentuk busur dan anak panah yang mereka gunakan.
Meskipun setiap panah yang mereka tembakan lebih kuat dari pemanah ringan, terdapat sebuah kelemahan fatal dari pemanah berat yaitu mereka membutuhkan cukup banyak kekuatan untuk menarik tali busur setiap kali menembak.
Karena alasan tersebut, tidak semua pemanah dapat menjadi pemanah berat, dibutuhkan kekuatan dan energi yang cukup bagi seseorang agar menjadi pemanah berat.
Lalu mereka tidak bisa menembak terlalu banyak sebab mereka cepat merasa lelah, setiap tembakan panah akan menghabiskan banyak energi mereka. Kalau bukan pasukan samurai yang memang terlatih sebagai pemanah berat, Yuki dan pasukannya pasti tidak dapat menembak terlalu banyak panah.
Ketika Guliger berdiri diam di tempatnya dengan wajah ketakutan akibat panah dari samurai, Yuki berteriak lagi "Semuanya, siapkan panah kalian! Penembakan ke 2 akan dilakukan!".
__ADS_1