PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 179 : PENYERANGAN


__ADS_3

Keesokan harinya, Myro memberitahu Herfu dan Loir bahwa ia akan kembali ke wilayahnya pagi ini.


Pada awalnya Herfu dan Loir berencana membujuk Myro agar kembali bersama ke Provinsi Utara serta Provinsi Kavaleri, mereka berencana untuk kembali sebulan lagi.


Tetapi Myro segera menolak tawaran tersebut sebab ia harus bergerak cepat mengatasi perbedaan di antara para Orc Goblin bersama manusia.


Bagaimanapun di seluruh Kerajaan Azeroth, hanya Myro yang memiliki wilayah kekuasaan antara manusia dan Orc Goblin.


Jika Myro tidak berhati-hati, ada kemungkinan perselisihan terjadi antara Orc Goblin dengan manusia, bahkan dapat menimbulkan korban yang tidak sedikit.


Oleh karena itu, Myro berencana kembali secepat mungkin.


Mendengar alasan Myro, Herfu dan Loir tidak berbicara lebih banyak lagi.


Mereka hanya bertukar beberapa patah kata lagi seperti seorang teman, sebelum Myro pergi bersama Kavaleri Mongol, Yorou, Falka dan Ren.


Baik itu Lapter dan Katia tentunya mengetahui kepergian Myro hari ini, namun mereka tidak menemui Myro secara langsung melainkan hanya melihat dari jauh sampai Myro meninggalkan ibukota.


Pada awalnya Katia berencana mengirim beberapa anggota markas miliknya di ibukota untuk melindungi Myro, ia mendapatkan informasi dari beberapa anggota markas bahwa kemungkinan besar banyak orang mencoba menyerang Myro yang kembali ke Provinsi Kavaleri.


Tetapi setelah memikirkan Myro yang selalu mengingatkannya agar tidak mengungkapkan markas dan ia yang mengikuti Myro, Katia memutuskan membatalkan rencana tersebut.


Apalagi ada Falka bersama Kavaleri Mongol yang mampu menahan pengepungan 1000 pasukan musuh sekalipun, lalu Yorou yang paling menakutkan.


Selama Yorou berada di posisi kusir kuda, ia bisa membawa kereta kuda Myro melewati pengepungan ribuan pasukan sekalipun.


Terutama apabila Yorou siap mengorbankan hidupnya, ia bisa menghadapi pengepungan puluhan ribu orang untuk membiarkan Myro melarikan diri.


Tidak mungkin bagi Yorou mengalahkan ribuan pasukan sendiri, tetapi apabila itu membiarkan Myro melarikan diri maka tidak ada masalah.


Beberapa mata-mata berbagai kekuatan di ibukota tentunya mengetahui kepergian Myro dari Ibukota Kerajaan Azeroth, tanpa diketahui banyak orang, puluhan hingga ratusan orang dari berbagai rumah pejabat atau pangeran mulai bergerak meninggalkan ibukota, mereka bergerak mengikuti Myro.

__ADS_1


...----------------...


Pada hari ke 20, Myro akhirnya tiba di wilayah Grand Duke Rayde.


Selama waktu ini, Myro tidak mengalami serangan apapun.


Lebih tepatnya Myro dan Ren tahu alasan kenapa para pasukan musuh belum menyerang mereka, alasannya tidak lain mereka terlalu dekat dari ibukota.


Apabila kematian Myro dekat dari ibukota, Raja Azeroth V dapat memeriksa pembunuhnya dengan mudah.


Oleh karena itu, mereka menunggu sampai Myro benar-benar cukup jauh dari ibukota sebelum mencoba membunuhnya.


Ketika Myro bersama yang lainnya di tengah perjalanan pada wilayah Grand Duke Rayde, Myro memutuskan untuk istirahat makan siang.


Selain memberikan makan siang kepada para prajurit, waktu istirahat ini juga berguna agar para kuda memulihkan diri dari kelelahan lalu minum air dan makan sebelum kembali berangkat.


Mereka tidak beristirahat di kota manapun, melainkan berhenti di sebuah padang rumput yang cukup luas dan ada sungai air bersih di dekatnya.


Setelah memastikan tidak ada masalah pada air di sungai, semua orang membiarkan kuda minum dan beristirahat sedangkan beberapa yang lain mulai menyiapkan makan siang.


Tetapi Ren berkata memasak merupakan hal yang ia lakukan di waktu luangnya kecuali membaca buku dan belajar, oleh karena itu Myro masih bisa memakan makanan bagus yang dibuat Ren walaupun ia berada di alam seperti ini.


Ketika para prajurit mulai makan, Yorou yang selalu menghabiskan makanannya paling cepat segera meletakkan mangkuknya.


Ia menatap ke arah hutan di dekat padang rumput tempat dimana mereka berada sebelum tersenyum "Tuan, sepertinya kita kedatangan tamu!".


Seluruh orang di tempat itu segera mengambil senjata mereka, bahkan Ren yang duduk di samping Myro ikut bergerak mengambil kipas lipatnya.


Tetapi saat semua orang bersiap untuk bertarung, Yorou yang telah menghabiskan makanannya berdiri "Kalian cukup duduk diam disana, musuh tidak terlalu banyak sehingga aku sendiri sudah lebih dari cukup".


Melihat kepercayaan diri Yorou, Murid bertanya "Yorou, apakah kau yakin mampu mengalahkan mereka sendiri? Apabila itu berisiko bagi hidupmu, biarkan paling tidak Falka membantumu".

__ADS_1


Yorou tersenyum dan menarik pedangnya yang berwarna perak, ia melangkah maju menuju hutan sambil berkata "Tuan, Ren dan yang lainnya menunjukkan bakat mereka kepada tuan. Bahkan Garwein yang dipanggil bersamaan denganku mulai melatih pasukan baru dari penduduk untuk tuan, kali ini biarkan aku menunjukkan kemampuanku sedikit kepada tuan".


Tiba-tiba puluhan orang berpakaian hitam yang menutupi seluruh tubuhnya muncul dari hutan.


Orang-orang ini menggunakan pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya kecuali mata, ada belati di tangan mereka yang menunjukkan kemungkinan besar mereka adalah pembunuh.


"Kalian memakai racun pada belati? Ini adalah alasan kenapa aku tidak terlalu senang bertarung bersama pembunuh seperti kalian, karena pembunuh mengutamakan membunuh target dengan cara paling efektif, berbeda dari para prajurit dan ksatria yang mengutamakan semangat bertarung", kata Yorou menggelengkan kepalanya.


Seorang pembunuh bergegas ke arah dirinya sedangkan pembunuh yang lain berencana melewati Yorou, bagaimanapun target mereka adalah Myro.


Tapi sebelum para pembunuh itu melewati Yorou, suara dingin Yorou terdengar "Sudah berapa lama sejak ada orang yang berani menganggap seakan-akan aku tidak ada? Terakhir kali mungkin puluhan tahun yang lalu, sebab mereka yang tidak bertarung sepenuhnya denganku pasti mati dengan cepat".


"Slash!".


Suara tebasan pedang terdengar, bahkan Myro dan yang lainnya sama sekali tidak melihat gerakan tebasan pedang tersebut, mereka hanya melihat sedikit cahaya perak di leher 4 pembunuh yang berencana melewati Yorou namun gerakan Yorou terlalu cepat sampai-sampai gerakan pedangnya tidak terlihat.


4 kepala pembunuh jatuh ke tanah, sebelum kematiannya, 4 pembunuh itu masih membuka mata mereka lebar-lebar penuh rasa tidak percaya sebab gerakan Yorou terlalu cepat hingga tidak mengerti alasan kenapa mereka mati.


Sebelum rekan mereka yang masih hidup kembali sadar, Yorou bergerak lagi dan menebas 2 pembunuh yang lain lalu menusuk leher 1 pembunuh lagi.


Dari 10 pembunuh yang datang, 7 sudah mati dengan waktu kurang dari 5 detik.


Pembunuh yang masih hidup sangat terkejut, mereka semua adalah pembunuh elit yang dilatih sejak kecil. Walaupun mereka tidak sekuat pembunuh milik Raja Azeroth V yang merupakan elit di antara elit, tapi mereka juga tidak selemah itu.


Ketika pikiran melarikan diri muncul di kepala 3 pembunuh lain, Yorou tidak memberi mereka waktu.


Pedangnya langsung menebas 2 pembunuh hingga mati, 1 pembunuh yang masih hidup berbalik untuk melarikan diri, ia harus melaporkan kepada tuannya bahwa ada keberadaan menakutkan yang menjaga Myro.


Tapi Yorou saat ini mengambil sebuah belati dari pembunuh lain yang sudah ia kalahkan, lalu melemparkan belati tersebut ke arah pembunuh yang melarikan diri.


"Stab!".

__ADS_1


Lemparan Yorou sangat akurat mengenai kakinya sehingga pembunuh tersebut terjatuh waktu mencoba melarikan diri, 10 pembunuh yang datang kesini dibersihkan oleh Yorou dengan waktu kurang dari 5 detik.


Apabila kabar ini menyebar, banyak orang pasti terkejut sebab dapat dilihat, 10 pembunuh yang datang kesini merupakan elit.


__ADS_2