
Pasukan Orc Goblin yang mendengar teriakan penasihat segera berlari menuju benteng atau tempat tinggal para serigala supaya mereka bisa melakukan perlawanan terhadap kedatangan Myro bersama pasukan Kavaleri Mongol.
Tetapi bagaimana mungkin Myro bisa membiarkan mereka melakukan serangan balik? Myro memimpin pasukan Kavaleri Mongol dan menyerang ke arah pasukan musuh yang mulai berlari.
Tujuan utama Myro terletak pada pasukan elit Kavaleri Serigala, apabila mereka mendapatkan serigala mereka maka mereka bisa melakukan perlawanan yang sangat kuat. Oleh karena itu, Myro memutuskan untuk membunuh mereka dulu sebelum mereka mendapatkan serigala kembali.
Retya yang sudah memulihkan sebagian kekuatan mereka tahu bahwa waktunya bertarung tiba, ia mengangkat pedang di tangannya sambil berteriak "Seluruh pasukan bertarung! Ikuti Tuan Myro!".
"Bertarung!", teriak 200 pasukan yang mengikuti Retya.
Walaupun banyak dari 200 orang tersebut sudah mati sebab mereka menerima serangan langsung dari musuh agar musuh tidak mendekati Falka yang memegang pengendali gerbang benteng, tapi mereka masih sangat menghormati Retya.
Dengan kekuatannya sendirian, Retya bisa membunuh ratusan orang serta kapten pasukan elit musuh. Sebagai seorang jendral militer, baik itu kekuatan ataupun kemampuan Retya sangat dihormati para prajurit ini.
Falka membiarkan 100 prajurit mengikuti Retya, sedangkan 100 prajurit tetap bersamanya menjaga tembok benteng.
Lagipula masih ada ribuan pasukan utama Myro yang belum tiba, apabila Falka pergi dari sini dan musuh diam-diam merebutnya lalu menutup kembali gerbang, Myro bersama semua orang di tempat ini pasti mati. Oleh karena itu, Falka masih harus berjaga disini sampai pasukan utama tiba.
Halaman Benteng Rulfes berubah menjadi lautan darah, ribuan pasukan Orc dan Goblin yang mencoba melarikan diri terus diburu pasukan Myro.
...----------------...
Di sisi lain, penasihat sudah kembali ke benteng dan berjalan menuju ruang tidur putra mahkota.
Sejak Myro sudah tiba di benteng bersama 1000 pasukan kavaleri elit, ia tahu mereka sudah gagal mempertahankan bentang.
__ADS_1
Meskipun Kavaleri Serigala dan pasukan lain berhasil lari lalu membuat persiapan, tapi saat itu pasukan utama Myro sudah melewati gerbang Benteng Rulfes, mereka sama sekali bukan lawan pasukan Myro apabila itu peperangan secara langsung.
Apalagi Myro bersama Kavaleri Mongol miliknya pasti tidak akan membiarkan Kavaleri Serigala kembali bekerja sama dengan serigala mereka lagi, Myro pasti membunuh semua Kavaleri Serigala lebih dulu.
Tanpa Kavaleri Serigala, pasukan Benteng Rulfes menjadi semakin tidak mungkin menang dari Myro walaupun mereka masih memiliki 5000 pasukan elit Benteng Rulfes yang sudah menjaga tempat ini selama puluhan tahu.
Apa yang penting sekarang adalah ia dan putra mahkota harus pergi dari sini secepat mungkin, jika mereka terus disini, mereka pasti juga mati.
Sebagai benteng Kerajaan Orc-Goblin, Benteng Rulfes pasti memiliki beberapa jalan rahasia melarikan diri dari sini apabila suatu waktu benteng ini dikepung, jadi mereka harus pergi dari sana sekarang sebelum Myro menyadari keberadaan mereka.
Membuka pintu kamar putra mahkota, ia berteriak "Putra mahkota, kita harus pergi dari sini!".
Ketika penasihat melihat apa yang ada di kamar, ia sangat terkejut hingga tidak bisa berkata-kata.
Putra mahkota masih berbaring di atas tempat tidurnya, ia melambaikan tangan tidak senang "Apa yang kau lakukan disini? Apakah kau tidak lihat aku sedang tidur sekarang? Selain itu, beritahu prajurit yang ada di benteng untuk sedikit lebih diam, jangan ganggu waktu tidurku".
Penasihat menggelengkan kepalanya dan melihat ke arah 5 penjaga di sekitarnya, 5 penjaga ini merupakan penjaga paling elit yang sudah dilatih ayahnya sebelum mereka berusia 5 tahun, oleh karena itu kesetiaan mereka tidak perlu diragukan.
"Apa? Apa yang kau lakukan? Aku sudah bilang aku akan tidur, tapi kau masih berusaha membunuhku? Ini tindakan pengkhianatan, apakah kau tidak takut aku memberimu hukuman mati?", teriak putra mahkota tidak terima bahwa 5 prajurit membawanya pergi dari tempat tidurnya.
"Putra mahkota, aku siap menerima hukuman mati! Namun anda harus pergi dari sini dulu hidup-hidup, aku harap anda bisa mengerti sikap tidak sopan ku hari ini! Apa yang paling penting sekarang adalah hidup anda", kata penasihat yang segera berjalan pergi menuju jalan rahasia bersama para penjaga elit miliknya dan putra mahkota.
Saat ini putra mahkota menjadi diam, ia sudah kembali sadar dan kurang lebih mengerti apa yang terjadi. Karena penasihatnya bertindak setengah itu, maka hanya ada 1 kemungkinan yaitu Benteng Rulfes sudah diserang serta mereka kalah.
Apa yang membuat putra mahkota lebih bingung, siapa yang bisa mengalahkan Benteng Rulfes hanya dengan waktu semalam?
__ADS_1
...----------------...
Sesuai apa yang dipikirkan penasihat, tidak lama kemudian pasukan utama Myro tiba di Benteng Rulfes.
Legiun Romawi, Penjaga Praetorian dan Infanteri salju segera bergerak dengan ganas menuju ke arah pasukan musuh.
Walaupun beberapa musuh sudah melakukan persiapan, tapi mereka hancur dengan mudah oleh pasukan elit Myro.
Belum lagi hampir semua Kavaleri Serigala di pihak musuh sudah hilang, Myro tahu pertarungan sudah berakhir.
"Menyerah! Turunkan senjata kalian! Siapapun yang menyerah dan menurunkan senjata kalian bisa bertahan hidup, tapi mereka yang masih melawan harus siap mati! Menyerah!", teriak Myro.
Bersamaan dengan teriakan Myro, pada pasukan di sekitarnya ikut berteriak.
Di bawah tekanan serangan kuat pasukan Myro, pasukan Orc Goblin musuh mulai menyerah serta membuang senjata mereka.
Semua pasukan disini tahu mereka tidak memiliki kesempatan menang lagi. Selain itu semua pemimpin mereka sudah hilang, kapten Kavaleri Serigala sudah mati sedangkan putra mahkota dan penasihatnya, semua prajurit yakin mereka sudah melarikan diri. Jadi kenapa mereka harus repot-repot kehilangan hidup mereka hanya untuk pemimpin yang sudah meninggalkan mereka?
Sebagian besar pasukan musuh sudah menyerah, tapi masih ada sebagian kecil yang melawan pasukan Myro sampai mati yang menunjukkan kesetiaan mereka terhadap Kerajaan Orc-Goblin.
Orang-orang setia yang gila ini, Myro membiarkan pasukannya membunuh tanpa ragu.
Pada pagi hari, semua pasukan yang menyerah ditangkap, jumlah mereka sekitar 4000 pasukan yang masih cukup banyak, tapi beberapa dari mereka memiliki luka yang membuat sulit bergerak dan harus dirawat secepat mungkin.
Gladius yang sudah membawa pasukannya memeriksa seluruh benteng mendekati Myro lalu memberi hormat "Tuan, maafkan aku yang tidak melakukan pekerjaan dengan baik! Aku sudah membawa seluruh pasukan ku mengelilingi seluruh benteng, tapi kami masih tidak menemukan jejak putra mahkota dan anak perdana menteri yang seharusnya masih ada disini, aku siap menerima hukuman apapun karena kegagalan ini!".
__ADS_1
Myro melambaikan tangannya sambil tersenyum "Tidak perlu merasa bersalah, mereka melarikan diri bukan karena kegagalan mu melainkan itu masih sesuai rencana!".