PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 51 : APAKAH KAU TIDAK MEMBANTUNYA?


__ADS_3

Ketika sebagian besar pasukan Raja Kavaleri II sudah dikalahkan, pangeran ke 4 segera memberitahu seluruh pasukan untuk mengejar musuh yang mencoba melarikan diri, bagaimanapun tidak semua prajurit berani untuk bertarung sampai akhir. Ketika sudah melihat bahwa mereka pasti kalah, beberapa prajurit memutuskan untuk melarikan diri meninggalkan perang ini.


Myro membersihkan darah di sekitar wajahnya sebelum berkata ke 500 Kavaleri Mongol yang juga terlihat sangat berdarah ini, seluruh tubuh pasukan Kavaleri Mongol baik itu orang ataupun kudanya ditutupi oleh darah musuh-musuh mereka.


"Perang sudah berakhir, tapi untuk berjaga-jaga maka kejar sebanyak mungkin pasukan musuh yang melarikan diri, apalagi kalian memakai kuda sehingga kalian pasti bisa mengejar musuh dengan lebih cepat. Masalahnya musuh bergerak secara terpisah-pisah yang membuat sulit untuk menangkap mereka kecuali kalian bergerak secara terpisah juga, oleh karena itu aku mengizinkan kalian untuk bergerak secara terpisah mengejar musuh namun setiap kelompok Kavaleri Mongol harus terdiri paling tidak dari 10 orang agar tidak dikalahkan musuh yang mencoba melarikan diri. Apakah kalian mengerti?", kata Myro dengan tegas, walaupun ia masih berusia 10 tahun tapi ada aura pemimpin sudah terlihat pada tubuh Myro.


Terutama ketika ia sudah melewati perang ini, aura di tubuh Myro menjadi semakin padat serta tegas, berbeda dari aura ia sebelum ikut perang.


Para prajurit Kavaleri Mongol itu langsung berteriak dengan tegas "Baik, tuan!".


Setelah itu, pasukan Kavaleri Mongol Myro mulai bergerak menjadi beberapa kelompok untuk mengejar musuh yang melarikan diri. Bagaimanapun semakin banyak musuh yang mereka bunuh maka semakin mudah memenangkan Kerajaan Kavaleri di masa depan, sebab Raja Kavaleri II terbunuh sekalipun maka belum tentu mereka bisa merebut Kerajaan Kavaleri sepenuhnya. Kemungkinan besar, masih ada bangsawan ataupun keluarga kerajaan yang mencoba melawan mereka menggantikan Raja Kavaleri II. Karena alasan ini, maka pasukan musuh harus dibersihkan sebanyak mungkin agar tidak membawa masalah di masa depan.


Saat semua pasukan Kavaleri Mongol pergi, Myro menemukan bahwa Falka masih tetap disini. Jika itu Ren, Ibu Myro dan Ferbas yang tetap disini maka Myro tidak merasa aneh, tapi Falka yang selalu bersama Kavaleri Mongol memutuskan untuk tidak ikut pengejaran kali ini yang sangat aneh.


"Falka, apakah ada masalah? Apakah kau tidak ikut pasukan Kavaleri Mongol yang lain untuk mengejar musuh?", tanya Myro penasaran.


Falka melihat ke arah Myro, lalu sebuah senyuman muncul di wajahnya "Apabila ini waktu normal maka aku pasti ikut, tetapi untuk sekarang maka aku memiliki sesuatu yang lebih penting untuk dilakukan. Jadi biarkan para Kavaleri Mongol yang lain pergi, mereka sudah lebih dari cukup untuk mengejar pasukan musuh yang melarikan diri".


"Hal penting apa yang coba kau lakukan?", tanya Elos lagi.

__ADS_1


"Menonton pertarungan antara Kapten Jerat dan Raja Kavaleri II, aku yakin selama aku menonton mereka bertarung maka aku bisa mendapatkan banyak hal yang bisa aku pelajari", kata Falka dengan mata bersinar, ia terlihat seperti sudah tidak bisa menunggu lagi untuk menonton pertarungan tersebut.


"Pertarungan Kapten Jerat? Kau benar, aku lupa bahwa mereka masih bertarung sekarang, kenapa kita tidak menontonnya sekarang", kata Myro yang akhirnya mengingat bahwa Jerat masih sedang bertarung melawan Raja Kavaleri II.


Baik itu Ren, Ibu Myro ataupun Ferbas juga tidak keberatan, sosok 5 orang itu pergi menuju tempat dimana Jerat sedang bertarung.


Beberapa saat kemudian, Myro menemukan bahwa 2 orang sedang berdiri saling berhadapan di padang rumput yang luas.


Seluruh tubuh mereka ditutupi oleh luka, 2 orang itu juga bernafas dengan berat yang menunjukkan bahwa mereka sudah kelelahan.


2 orang itu tidak lain adalah Jerat dan Raja Kavaleri II, berdasarkan pengamatan Myro maka sangat sulit untuk menemukan siapa yang menang ataupun kalah sebab mereka sama-sama memiliki banyak luka yang menunjukkan bahwa kekuatan mereka sama.


Jerat kembali melangkah maju dan menebas pedangnya menuju Raja Kavaleri II, tanpa memperdulikan lukanya maka Raja Kavaleri II mengangkat pedangnya untuk menahan tebasan tersebut.


"Tang!".


Suara pedang yang saling bertabrakan terdengar, Raja Kavaleri II harus mundur sebanyak 4 langkah akibat menahan serangan tersebut sedangkan Jerat juga harus melompat mundur.


Melihat pertarungan ini, Myro yang sudah berdiri diam cukup jauh dari tempat pertarungan Jerat dan Raja Kavaleri II bertanya "Falka, apakah kau tidak membantu Kapten Jerat bertarung? Selama kau membantunya, maka Raja Kavaleri II pasti bisa dikalahkan dengan mudah".

__ADS_1


Mereka hanya menonton pertarungan ini dari jarak yang cukup jauh agar mereka sama sekali tidak menganggu jalannya pertarungan tersebut, pangeran ke 4 juga melakukan hal yang sama.


Mendengar perkataan Myro, Falka menggelengkan kepalanya "Tuan, jika aku membantu Kapten Jerat sekarang maka ia pasti marah, bagaimanapun ini adalah sebuah duel. Di perang, bertarung melawan musuh dengan kerja sama seperti 2 lawan 1 bukan hal yang salah, namun apabila itu sudah berada di keadaan duel maka kita tidak boleh membantu mereka. Tidak peduli apapun alasannya, siapapun yang mendapatkan bantuan di tengah duel maka hal itu sama seperti membuang kehormatan mereka sebagai seorang prajurit. Oleh karena itu, pangeran ke 4 sekalipun tidak bergerak untuk membantu Kapten Jerat.


Myro hanya bisa sedikit mengangguk dan mengamati kembali pertarungan 2 orang tersebut, sebenarnya Myro tidak terlalu mengerti maksud perkataan Falka, lebih tepatnya Myro tidak bisa merasakan bagaimana saat ia menjadi prajurit.


Lagipula bertarung tanpa mendapatkan bantuan dari orang lain hanya untuk mempertahankan kehormatan, menurut Myro hal itu sama sekali tidak dibutuhkan. Hanya jika seseorang bisa menang, maka semua seperti kehormatan tidak terlalu dibutuhkan.


Meskipun begitu Myro memutuskan tidak mengatakan apapun sebab ia tahu bahwa dirinya bukan prajurit, selain itu mengatakan pendapat Myro hanya akan membuat para prajurit itu marah karena Myro seperti meremehkan kehormatan mereka.


Setelah melalui beberapa tabrakan pedang lagi, akhirnya posisi Jerat semakin unggul. Setiap kali Jerat menebaskan pedangnya maka Raja Kavaleri II pasti dipukul mundur cukup jauh, tangan Raja Kavaleri II juga bergetar dengan hebat yang menunjukkan bahwa ia sudah dekat dari kekalahan.


"Tang!".


Pedang Jerat dan Raja Kavaleri II kembali bertabrakan, kali ini Jerat berhasil memukul pedang Raja Kavaleri II dengan keras hingga terlempar sejauh beberapa meter.


Melihat bahwa pedang Raja Kavaleri II sudah menghilang, Jerat menusukkan pedangnya tanpa ragu ke arah Raja Kavaleri II.


"Stab!".

__ADS_1


Pedang Jerat menusuk tepat di tubuh Raja Kavaleri II, dengan ini maka semua orang tahu bahwa Jerat sudah menang, lalu dengan matinya Raja Kavaleri II maka mereka sudah memenangkan perang ini.


__ADS_2