PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 200 : KOTA RAYDE DIKEPUNG


__ADS_3

Myro menutup matanya dan berpikir dengan hati-hati, ia tidak berpikir Torte akan bergerak begitu cepat sampai-sampai langsung mengepung Kota Rayde tanpa ada yang memperhatikan.


Myro yakin pasukan yang mengepung Kota Rayde hingga membuat Kartaz harus menutup gerbang kota pasti pasukan Torte, jika Torte benar-benar membawa ratusan ribu pasukan maka Myro akan sangat kesulitan.


Meskipun Ren mengirim bantuan dari Kota Loth, hampir tidak mungkin menang dari ratusan ribu pasukan.


"Maju! Aku tidak tahu apa yang terjadi di Kota Rayde, tapi kita harus pergi dari ruang pesta ini dulu! Kalian harus membuka jalan agar kita bisa pergi dari ruang pesta, tidak perlu membunuh mereka semua!", teriak Myro membuat keputusannya.


"Dimengerti, tuan!", jawab 100 pengawal tanpa ragu.


Tidak peduli apakah keputusan Myro benar atau salah, tugas mereka bukan memikirkan hal tersebut melainkan melaksanakan keputusan Myro.


Oleh karena itu, 100 pengawal membunuh semua musuh di depan mereka sambil terus melangkah maju menuju pintu ruang pesta agar dapat pergi dari sini.


Myro bersama Yorou, Carla, Tarka dan Torner yang membawa Loir di pundaknya berada di tengah-tengah formasi 100 pengawal itu.


Melihat gerakan pasukan Myro yang semakin mendekati pintu, Kirdev menjadi lebih suram lagi sebab ia mengetahui tujuan Myro dan yang lainnya.


Ia datang kesini dengan tugas utama yang diberikan Torte yaitu untuk menangkap Carla, alasannya adalah Kartaz yang menjaga Kota Rayde sama sekali tidak lemah. Selama ia keras kepala menjaga Kota Rayde sambil memimpin pasukan penjaga yang ada, Torte yang membawa ratusan ribu pasukan sekalipun tidak akan mampu merebut Kota Rayde hanya dengan waktu seminggu.


Selama Kota Rayde dan Carla gagal di tangkap selama seminggu, seluruh kekuatan militer di wilayah Grand Duke Rayde pasti datang ke Kota Rayde membantu Carla.


Jangan lihat Torte yang memberontak, sebenarnya masih ada ratusan jendral dan kapten pada militer Grand Duke Rayde yang tetap setia.


Apabila Carla berhasil pergi dari Kota Rayde dan mengumpulkan semua prajurit yang setia dari seluruh wilayah miliknya, Carla bisa memanggil ratusan ribu pasukan tanpa masalah.


Bukan hanya itu, Carla memiliki sesuatu yang tidak ada pada Torte yaitu gelar Grand Duke.


Dengan menggunakan gelarnya, tidak ada masalah bagi Carla untuk memanggil bangsawan di sekitar agar datang membantu dirinya.


Karena hal tersebut, Torte membuat rencana yaitu menangkap Carla dulu sebelum perang di mulai.

__ADS_1


Kartaz memang cerdas dan kuat melindungi kota, tapi ia memiliki kelemahan yang fatal yaitu kesetiaannya kepada Grand Duke Rayde.


Saat mereka berhasil menahan serta menangkap Carla, Torte yakin Kartaz pasti memilih menyerah akibat kesetiaan yang ia miliki.


Jadi alasan Kirdev disini adalah menangkap Carla, ini merupakan bagian terpenting dari rencana mereka. Jika Carla tidak ditangkap, mereka pasti gagal memenangkan perang ini.


Kirdev memutuskan melangkah maju, ia akan menghentikan Myro dan yang lainnya menggunakan tangannya sendiri.


"Kalian pikir dapat melarikan diri dari sini? Aku akan tunjukkan kepada kalian bahwa tidak ada seorangpun yang bisa melarikan diri dari tanganku!", teriak Kirdev berlari sambil membawa pedangnya.


Tidak diragukan lagi dari segi kekuatan dan kecepatan, Kirdev hanya sedikit di bawah Torner.


Meskipun ia tidak sekuat itu, tapi kekuatannya dan Torner tidak terlalu berbeda jauh.


Melihat Kirdev yang mendekat, Yorou tersenyum mengejek "Tidak ada seorangpun yang bisa melarikan diri dari tanganmu? Kalau begitu kebetulan sekali, tidak ada seorangpun musuh juga yang tetap hidup setelah berada di jangkauan pedangku".


Setelah mengatakan itu, aura di seluruh tubuh Yorou berubah.


Semua orang hanya melihat cahaya perak yang sangat terang dari pedang Yorou, cahaya perak itu hanya berlangsung selama kurang dari sedetik sebelum menghilang.


Kirdev yang mendekati Yorou langsung menghentikan langkahnya, ia menunduk sebab merasakan sakit di lehernya.


Saat melihat lehernya, Kirdev membuka matanya lebar-lebar penuh rasa tidak percaya karena ada jejak tebasan pedang di lehernya.


Ia menatap ke arah Yorou penuh kebingungan "Sejak kapan--".


Sebelum menyelesaikan perkataannya, tubuh Kirdev jatuh dengan lemah ke tanah, darah terus berjatuhan dari lehernya dan tidak ada kesempatan lagi untuk hidup.


"Lari! Kapten Kirdev dikalahkan! Kita tidak mungkin menang!", teriak seorang penjaga Kirdev yang berbalik lalu melarikan diri.


Selama pertarungan barusan, mereka sama sekali belum membunuh seorangpun dari pengawal Myro sedangkan pasukan penjaga mereka kehilangan ratusan pasukan.

__ADS_1


Sekarang kapten mereka, Kirdev ikut mati yang membuat mereka tahu tidak ada lagi kesempatan menang.


Awalnya hanya 1 orang yang melarikan diri, tapi kemudian penjaga Kirdev yang lain mulai ikut melarikan diri juga.


Beberapa dari Penjaga Kirdev yang setia tetap memutuskan untuk melawan, namun setengah dari mereka memutuskan melarikan diri yang membuat pengawal Myro pergi dari ruang pesta tanpa masalah.


Alasan pasukan musuh yang melarikan diri adalah selama mereka melawan pasukan Myro, mereka pasti mati karena mereka telah melihat sendiri seberapa menakutkannya kemampuan pasukan Myro.


Oleh karena itu, jika mereka melarikan diri maka mereka hanya tidak perlu kembali agar tidak dihukum mati oleh Torte.


Lagipula Kerajaan Azeroth sangat luas, mereka bisa pergi menjadi pasukan di tempat lain.


Myro yang baru pergi bersama pasukannya dari ruang pesta langsung bergegas lagi pergi, mereka tidak boleh membuang waktu sedikitpun sebab mereka tidak mengetahui keadaan Kota Rayde yang sekarang.


Carla yang dari tadi di samping Myro sambil berada di bawah pengawasan Yorou memberi saran "Ayo pergi ke Gerbang Depan Kota Rayde, Kartaz pasti ada disana. Selama kita bertemu Kartaz dan pasukan penjaga kota, kita tidak perlu khawatir lagi masalah hidup kita".


Mendengar saran Carla, Myro memutar matanya "Apakah kau pikir aku bodoh? Sekarang kita mungkin rekan, tapi begitu kau bersama Kartaz dan puluhan ribu pasukan penjaga kota, kalian pasti mencoba membunuhku! Ingat baik-baik, kau adalah tahanan! Orang yang memutuskan akan pergi kemana bukan dirimu, melainkan aku".


Carla tidak marah terhadap perkataan Myro, ia tetap tersenyum "Aku tidak keberatan, kalau begitu kau yang memutuskan jalan kita selanjutnya".


"Kalau begitu kita sekarang harus--", sebelum Myro melanjutkan perkataannya, Myro menghentikan langkah kakinya.


Bukan hanya Myro, melainkan semua orang di sekitar Myro juga berhenti dengan wajah suram.


Mereka sekarang baru lepas dari ruang pesta dan berada di pintu depan Villa Carla.


Tetapi begitu mereka melewati pintu depan villa, Myro menemukan ada ribuan pasukan yang berbaris tertib di sekitar villa.


Apabila itu cuma ribuan pasukan, Myro tidak akan khawatir. Masalahnya ribuan pasukan ini berjarak ratusan meter dari mereka sambil membawa busur dan anak panah yang siap menembak, nampaknya mereka telah menunggu kedatangan Myro serta yang lainnya disini. Tidak peduli seberapa kuat 100 pengawal Myro, mereka pasti mati dihadapan ribuan panah yang siap menembak, apalagi mereka tidak membawa perisai.


"Aku menyesal mempunyai taman yang luas di villa, sekarang musuh memanfaatkan taman itu sebagai lapangan pemanah", kata Carla tersenyum pahit terhadap keadaan buruk mereka.

__ADS_1


__ADS_2